Pangsa Pasar Besar, Evangeline Parfum Fokus Bidik Online Store

Bisnistoday- Selain membuat jadi lebih percaya diri, parfum juga dipercaya mewakili karakter dan kepribadian seseorang. Itu sebabnya kenapa banyak orang yang selektif dalam memilih parfum, dan ketika sudah mendapatkan parfum sesuai dengan karakternya maka ia akan setia.
National Business Manager PT Griff Prima Abadi selaku pemegang merek dagang Evangeline perfume, Dyah Kartika Nalibranta, mengungkapkan produk-produk wewangian dari Evangeline dibuat dengan bahan yang berkualitas dan memiliki wangi yang bertahan lama.
“Evangeline perfume akan memberi kesegaran selama sepanjang hari dan cocok untuk kamu yang sering beraktivitas. Dan tentunya aroma parfum dapat dipilih sesuai dengan karakter si pengguna,” ujar perempuan yang akrab disapa Dyah dalam  keterangan persnya, Jakarta 14/03/22. 
Evangeline perfume telah eksis di Indonesia sejak tahun 2010. Seiring berjalannya waktu, Evangeline telah menunjukan pertumbuhan yang baik dari tahun ke tahun dan bisa diterima oleh masyarakat luas. Sampai hari ini produk Evangeline adalah Parfum dan Cologne, namun rencananya di tahun ini Evangeline akan launching produk Deodorant Roll On.
Dyah mengatakan Evangeline masih terus eksis karena inovasi, menyesuaikan wangi dan packaging dengan trend yang saat ini sedang digemari.
“Inovasi adalah hal terpenting di industri parfum karena trend cepat berubah dan loyalitas terhadap parfum bisa dibilang rendah. Produk Evangeline yang kami luncurkan mengikuti trend yang sekarang banyak digemari dari design produk, packaging dan wangi/fragrance yang up to date,” ujarnya
Pada awalnya, Dyah menjelaskan, Evangeline fokus untuk jual produk di offline store, namun belakangan ini strategi Evangeline sudah mulai dengan online store dan akan fokus untuk membesarkan online sales melihat potensi online yang sangat besar.
“Dengan berkembangnya digitalisasi, sangat mudah untuk membeli produk secara online sehingga Evangeline fokus untuk membesarkan online store. Hingga saat ini Evangeline Black Sakura adalah produk unggulan kami dikarenakan design yang exclusive, wangi yang tahan lama dan harga yang affordable,” katanya.
Lewat kemampuannya beradaptasi, tak heran jika Evangeline berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi, seperti Top Brand 2021 dan 2022, kemudian Top Official Store Award 2021. Dewi

BTN Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional

Bisnistoday.com, Jakarta-Pemerintah melalui berbagai programnya terus berupaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Upaya pemerintah pun tergolong berhasil, karena memberikan dampak langsung terhadap kebangkitan perekonomian Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, mengindikasikan keberhasilan Pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19. Sudah tentu sektor properti menjadi salah satu faktor utama peningkatan ekonomi. Karena, pemerintah sendiri akan terus menjadikan properti sebagai pendorong tren peningkatan pemulihan ekonomi nasional. Apalagi sektor properti memiliki multiplier effect, baik dari sisi forward linkage maupun backward linkage, terhadap industri turunannya.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Haru Koesmahargyo mengaku siap mengawal pemulihan ekonomi nasional melalui pembiayaan perumahan yang dilakukan perseroan. Dia menilai pertumbuhan sektor perumahan mempunyai peluang yang besar untuk menjadi lokomotif percepatan pemulihan ekonomi di tengah tantangan pandemi Covid-19 yang tahun ini masuk pada fase ketiga. “Sebab secara universal pertumbuhan sektor perumahan berpotensi menumbuhkan ekonomi pada sektor lainnya,” ujar Haru.

Menurut Haru, sektor perumahan berkontribusi terhadap PDB secara langsung diikuti dengan multiplier effect kepada 174 sektor lainnya. Sektor perumahan merupakan sektor yang padat modal dan padat karya. “Dibutuhkan kurang lebih lima pekerja bangunan atau 500 ribu pekerja untuk pembangunan setiap 100 ribu unit rumah,” katanya.

Selain itu, sektor perumahan juga mendorong peningkatan konsumsi produk lokal, pasalnya 90% bahan bangunan yang digunakan dalam konstruksi bersumber dari produk lokal. Begitu juga dalam hal penerimaan negara dimana dari tiap unit rumah yang terjual, pemerintah mendapatkan penerimaan negara dalam bentuk pajak PPH, PPN, BBN, PBB, dan BPHTB.

Sebagai sektor yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional, lanjut Haru, sektor perumahan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Salah satunya mortgage to PDB Indonesia lebih rendah dibanding negara Asia Tenggara lainnya, sehingga masih banyak potensi yang bisa dikembangkan.

BTN Genjot Transaksi EDC

Bisnistoday.com, Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada tahun ini terus mengoptimalkan transaksi pembayaran di mesin penangkapan data elektronik (electronic data capture/EDC).

Direktur IT dan Digital Bank BTN Andi Nirwoto mengatakan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) selama pandemi COVID-19 berdampak terhadap jumlah transaksi, mengingat nasabah yang datang membatasi untuk bertransaksi secara langsung.

“Bank BTN mengatisipasi hal ini dengan membuat promosi-promosi secara intensif dan berkala antara lain bekerjasama dengan merchant dalam membuat program promo yang menarik di berbagai kesempatan tertentu,” dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/3).

Menurut Andi, semakin banyak nasabah Bank BTN bertransaksi menggunakan EDC BTN akan semakin banyak juga bonus dan keuntungan yang diperoleh seiring gencarnya perseroan melakukan program promosi berupa promosi transaksi dan promosi insentif merchant.

“Langkah tersebut diharapkan mendorong dan meningkatkan animo masyarakat untuk terus menggunakan EDC BTN dalam bertransaksi,” tuturnya.

Dijelaskan, pada tahun ini perseroan akan fokus terhadap merchant-merchant yang memperkuat ekosistem mortage dan merchant-merchant anchor yang sifatnya ritel konsumen mulai dari jaringan ritel, optik, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta restoran-restoran.

Perseroan optimistis tahun ini potensi transaksi pembayaran di EDC BTN yang merupakan salah satu layanan yang digunakan untuk transaksi non tunai akan terus mengalami peningkatan seiring jumlah mesin EDC lebih dari 24.274 unit.

Adapun kategori yang paling digemari nasabah antara lain kategori merchant regular, ritel konsumen sebesar 39,71%, Food and Beverage (F&B) sebanyak 22,15% dan industri kesehatan 19,24%. Sedangkan kategori merchant anchor terdiri dari Home and Appliance sebesar 69,75% dan ritel konsumen dengan kontribusi 29,81%.

BTN SIAPKAN PROGRAM KHUSUS KPR MANDALIKA

Bisnistoday.com, Mataram-Mengawali triwulan I tahun 2022, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk  langsung tancap gas mengejar  target penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).   Program khusus tersebut hanya berlaku sepekan dari tanggal 8 hingga 15 Maret 2022, dengan beberapa diskon seperti bebas biaya administrasi,  provisi dan Tiket Nonton Moto GP di Mandalika khusus bagi yang beruntung.

Promosi ini  menjadi salah satu andalan Bank BTN untuk menggaet masyarakat memanfaatkan layanan KPR dari Bank BTN.  “Kami melihat potensi  di NTB yang perekonomiannya pulih didorong sektor pariwisata yang akan meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Kepala Divisi Subsidized Mortgage Lending Division Bank BTN, Mochamad Yut Penta, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (8/3).

Penta menjelaskan, sebagai mitra pemerintah dalam menyalurkan KPR Subsidi dan menyukseskan Program Sejuta Rumah, Bank BTN mengerahkan sejumlah strategi, selain menawarkan program khusus dan promo yang menarik, misalnya dengan bekerjasama dengan pengembang atau instansi, lembaga maupun perusahaan swasta untuk mendapatkan fasilitas KPR Subsidi dari Bank BTN. 

“Bank BTN terus konsisten mendukung kepemilikan rumah bersubsidi bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) di kawasan NTB  dengan menyalurkan KPR subsidi untuk semua segmen baik PNS, karyawan swasta maupun wirasusaha melalui produk KPR Sejahtera FLPP, KPR BP2BT dan KPR BTN Tapera,” kata Penta.

Untuk menyongsong pertumbuhan ekonomi yang makin pesat di NTB, Bank BTN akan memperluas kerjasama dengan para pengembang untuk dapat menyediakan hunian yang nyaman serta mengusung tema green environment namun tetap dapat dijangkau oleh MBR.

Tahun ini, Bank BTN membidik penyaluran KPR di NTB sebesesar Rp 280M atau kurang lebih 1.616 unit rumah. Angka ini merupakan bentuk optimisme Bank BTN karena tahun 2021 lalu, Bank BTN mencetak penyaluran KPR senilai Rp 162M , sedangkan tahun 2020 saat pandemi terjadi mencapai Rp 105M.

“Kami optimistis  tahun ini dapat tercapai apalagi kami juga aktif mengembangkan aplikasi yang mendukung sektor properti seperti BTN Properti for Developer dan Smart Residence untuk mengembangkan ekosistem perumahan digital,” tutup Penta.

Wapres Pastikan Ketersediaan Pangan Jelang Puasa dan Lebaran Aman

Bisnistoday – Wakil Presiden (Wapres) K.H Ma`ruf Amin memastikan, kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2020. Kepastian itu dari hasil validasi data pangan yang dilakukan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan).
“Dari laporan yang saya terima dan berbagai data yang disajikan bahwa semua kebutuhan bahan pokok seperti minyak goreng dan kedeleai dalam kondisi aman sampai Ramadan dan Idulfitri,” ujar Wapres Ma`ruf usai menyapa petani dan penyuluh dari Agriculture War Room (AWR), Jakarta, Selasa (8/3).
Wapres Ma`ruf mengatakan, kenaikan harga dan kelangkaan beberapa bahan pokok yang terjadi selama beberapa waktu terakhir harus menjadi tanggungjawab bersama, termasuk kementerian lain yang memiliki keterkaitan dengan urusan harga pangan.
“Jadi, bukan hanya Kementan tetapi semua kementerian lain saya minta ada kolaborasi. Kemudian harus dilakukan intervensi ketika ada kebaikan harga. Mudah-mudahan Indonesia jauh lebih siap menghadapi masalah pangan yang menjadi masalah dunia,” katanya.
Wapres Ma`ruf meminta kolaborasi antar kementerian penting dilakukan agar harga kebutuhan pangan dapat dikendalikan secara baik. Walaupun, kata Wapres kenaikan di bulan suci ramadhan tidak bisa dipungkiri karena selalu terjadi pada setiap tahun.
“Saya berharap pentingnya mengendalikan harga agar tidak terlalu naik tinggi, walaupun pada saat bulan rhamdan selalu ada kenaikan. Karena itu harus disiapkan langkah-langkahnya,” katanya.
Dalam kesempatan ini Wapres Ma’ruf menyapa langsung dan berdialog dengan petani dan penyuluh yang berada di lapangan, antara lain petani milenial komoditas hortikultura, dan peternak sapi di lamongan. Selanjutnya Wapres juga bertanya kepada Bupati Grobogan dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang untuk memastikan ketersediaan stok cabai.
Senada, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo juga memastikan, ketersediaan pangan dalam kondisi aman. Tidak ada kekurangan apalagi kelangkaan. Meski demikian, terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu karena tingginya harga di pasar Internasional.
“Seperti kata Bapak Wapres data dan validasi sudah kita lakukan. Ramadan insyaallah kebutuhan kita cukup. Terkait beberapa harga komoditas yang naik karena sekarang kan memang harga dunia juga lagi naik, tetapi bukan berarti ketersediaan kurang. Semua cukup kok,” tutupnya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembanga Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menambahkan, akan mengerahkan penyuluh pertanian untuk mengamankan produksi jelang Ramadan dan Idulfitri.
“AWR ini terhubung dengna seluruh kantor BPP Kostratani di seluruh kecematan yang ada 5.996, kantor dinas kabupaten kota (Kostrada), kantor dinas provinsi (Kostrawil), dan seluruh kantor UPT Kementan,” kata Dedi.
“Ini adalah pusat data dan informasi. Juga di sini tempatnya kita melakukan pelatihan, penyuluhan, pendidikan baik untuk penyuluh, petani milenial, peternak termasuk juga tempat koordinasi,” jelas Dedi.
Selain itu, Dedi mengatakan, AWR ini juga digunakan mengecek standing crop atau kondisi fase pertumbuhan tanaman dan memonitoring daerah-daerah yang kekurangan pupuk.
“Kita bisa memantau serapan pupuk nasional. Kalau ada permasalah pupuk kita bisa pantau dari sini, dan kita akan langsung kontak BPP di kecamatan. Kita bisa panggil dan tanya apakah benar pupuk bermasalah atau tidak. Kita langsung tanya ke penyuluh dan petani,” jelasnya. Dewi

Peduli Kebersihan Parepare, BTN Sumbangkan Mobil Sampah

Bisnistoday.com, Parepare-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyerakan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ke kota Parepare, Sulawesi Selatan pada Senin (7/3). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Parepare Taufan Pawe.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menjelaskan Program TJSL BUMN, adalah kegiatan yang merupakan komitmen perusahaan terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat pada ekonomi, sosial, lingkungan serta hukum dan tata kelola dengan prinsip yang lebih terintegrasi, terarah, terukur dampaknya serta dapat dipertanggungjawabkan dan merupakan bagian dari pendekatan bisnis perusahaan.

Bank BTN sangat concern dalam mendukung kehidupan sosial dan lingkungan agar sesuai dengan harapan bersama. Dan untuk Parepare, Bank BTN berpartisipasi dalam pemberian bantuan sarana dan prasarana kebersihan dalam bentuk mobil pengangkut sampah.

Haru menjelaskan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan Bank BTN kepada masyarakat melalui kegiatan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang berkelanjutan sebagai penyangga seluruh kehidupan.

“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan membuat kota Parepare yang kita cintai ini menjadi lebih indah dan nyaman bagi kita semua,” jelas Haru.

Walikota Parepare,  Taufan Pawe memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Bank BTN. Dia berharap kehadiran Bank BTN tidak hanya mendukung dan menggerakkan  kegiatan ekonomi masyarakat tapi juga membantu pemerintah melestarikan lingkungan. “Kami sangat mengapresiasi sekali Bank BTN, bayangkan  Direksi sampai  hadir di Kota Parepare berarti dia melihat ada prospek di dunia perbankan karena Kota Parepare menaungi banyak wilayah, ” katanya.

Sambut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur, BTN Tingkatkan Status Kantor Cabang di Kota Parepare

Bisnistoday.com, Parepare-Pulihnya perekonomian di wilayah timur Indonesia, memacu  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk berekspansi memanfaatkan potensi ekonomi di sejumlah daerah, diantaranya di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. 

Perekonomian Sulawesi Selatan  tumbuh 4,65% pada tahun 2021, sementara Kota Parepare tercatat mencapai 4,41% pulih dari tahun 2020  dengan penguatan sektor perdagang, industri pengolahan dan reparasi. 

Untuk mengoptimalkan bisnis layanan perbankan di  Kota Parepare, Bank BTN meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu menjadi Kantor Cabang.

“Bank BTN sudah hadir di Kota Parepare sejak Desember 2003, namun seiring dengan waktu, pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Parepare , Bank BTN perlu memperkuat dan memperluas layanan di Kota Parepare dengan meningkatkan status menjadi Kantor Cabang, karena banyaknya potensi yang dikembangkan mulai dari sektor  sektor pariwisata, perhotelan, perdagangan,  kuliner  yang menjadi sektor penopang utama dari perekonomian Kota ParePare ,” kata Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo, Senin (7/4) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Haru menambahkan, pemulihan ekonomi di beragam sektor Kota Parepare tersebut akan menciptakan kebutuhan akan perumahan/properti yang merupakan fokus usaha utama Bank BTN. Haru menilai Bank BTN sesuai dengan kompetensinya  sebagai bank yang fokus kepada perumahan melihat potensi penyaluran kredit untuk mendukung sektor perumahan yang sangat besar di Kota Parepare, mengingat bahwa saat ini Kota Pare Pare merupakan kawasan industri yang berkembang dengan pesat.

“Sementara di sisi lain dukungan layanan perbankan melalui produk tabungan juga merupakan potensi yang tidak kalah penting sebagai bundling dari pemberian layanan pada sektor perumahan yang juga dikelola oleh Bank BTN,” kata Haru

Berdasarkan kajian Bank BTN, Kota Parepare tercatat mengalami pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan dalam  3 tahun terakhir dengan jumlah penduduk sekitar 146 ribu jiwa yang menempati kawasan industri sehingga diperlukan kemudahan akses kredit perumahan kepada penduduk. 

Terkait hal tersebut, Bank BTN Kantor Cabang Parepare sebelumnya sudah bermitra dengan sekitar 72 pengembang perumahan mengoptimalkan penyaluran KPR Subsidi di Kota Parepare.

 “Peningkatan status menjadi Kantor Cabang akan memudahkan pembinaan dengan debitur kredit perumahan, monitoring dan mengelaborasi potensi kemitraan dengan instansi/swasta di Kota Parepare yang saat ini belum kami rangkul,” kata Haru.

Haru berharap dengan peningkatan status Kantor Cabang Bank BTN di kota Parepare dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan cepat. Sementara bagi Bank BTN sendiri, target bisnis seperti realisasi KPR dan pengumpulan Dana Pihak Ketiga semakin meningkat.

“Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp 48 miliar,” kata Haru.

Sambut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur, BTN Tingkatkan Status Kantor Cabang di Kota Parepare

Parepare-Pulihnya perekonomian di wilayah timur Indonesia, memacu  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk berekspansi memanfaatkan potensi ekonomi di sejumlah daerah, diantaranya di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. 

Perekonomian Sulawesi Selatan  tumbuh 4,65% pada tahun 2021, sementara Kota Parepare tercatat mencapai 4,41% pulih dari tahun 2020  dengan penguatan sektor perdagang, industri pengolahan dan reparasi. 

Untuk mengoptimalkan bisnis layanan perbankan di  Kota Parepare, Bank BTN meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu menjadi Kantor Cabang.

“Bank BTN sudah hadir di Kota Parepare sejak Desember 2003, namun seiring dengan waktu, pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Parepare , Bank BTN perlu memperkuat dan memperluas layanan di Kota Parepare dengan meningkatkan status menjadi Kantor Cabang, karena banyaknya potensi yang dikembangkan mulai dari sektor  sektor pariwisata, perhotelan, perdagangan,  kuliner  yang menjadi sektor penopang utama dari perekonomian Kota ParePare ,” kata Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo, Senin (7/4) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Haru menambahkan, pemulihan ekonomi di beragam sektor Kota Parepare tersebut akan menciptakan kebutuhan akan perumahan/properti yang merupakan fokus usaha utama Bank BTN. Haru menilai Bank BTN sesuai dengan kompetensinya  sebagai bank yang fokus kepada perumahan melihat potensi penyaluran kredit untuk mendukung sektor perumahan yang sangat besar di Kota Parepare, mengingat bahwa saat ini Kota Pare Pare merupakan kawasan industri yang berkembang dengan pesat.

“Sementara di sisi lain dukungan layanan perbankan melalui produk tabungan juga merupakan potensi yang tidak kalah penting sebagai bundling dari pemberian layanan pada sektor perumahan yang juga dikelola oleh Bank BTN,” kata Haru

Berdasarkan kajian Bank BTN, Kota Parepare tercatat mengalami pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan dalam  3 tahun terakhir dengan jumlah penduduk sekitar 146 ribu jiwa yang menempati kawasan industri sehingga diperlukan kemudahan akses kredit perumahan kepada penduduk. 

Terkait hal tersebut, Bank BTN Kantor Cabang Parepare sebelumnya sudah bermitra dengan sekitar 72 pengembang perumahan mengoptimalkan penyaluran KPR Subsidi di Kota Parepare.

 “Peningkatan status menjadi Kantor Cabang akan memudahkan pembinaan dengan debitur kredit perumahan, monitoring dan mengelaborasi potensi kemitraan dengan instansi/swasta di Kota Parepare yang saat ini belum kami rangkul,” kata Haru.

Haru berharap dengan peningkatan status Kantor Cabang Bank BTN di kota Parepare dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan cepat. Sementara bagi Bank BTN sendiri, target bisnis seperti realisasi KPR dan pengumpulan Dana Pihak Ketiga semakin meningkat.

“Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp 48 miliar,” kata Haru.

“Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp 48 miliar,” kata Haru.

Sambut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur, BTN Tingkatkan Status Kantor Cabang di Kota Parepare

Parepare-Pulihnya perekonomian di wilayah timur Indonesia, memacu  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk berekspansi memanfaatkan potensi ekonomi di sejumlah daerah, diantaranya di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. 

Perekonomian Sulawesi Selatan  tumbuh 4,65% pada tahun 2021, sementara Kota Parepare tercatat mencapai 4,41% pulih dari tahun 2020  dengan penguatan sektor perdagang, industri pengolahan dan reparasi. 

Untuk mengoptimalkan bisnis layanan perbankan di  Kota Parepare, Bank BTN meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu menjadi Kantor Cabang.

“Bank BTN sudah hadir di Kota Parepare sejak Desember 2003, namun seiring dengan waktu, pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Parepare , Bank BTN perlu memperkuat dan memperluas layanan di Kota Parepare dengan meningkatkan status menjadi Kantor Cabang, karena banyaknya potensi yang dikembangkan mulai dari sektor  sektor pariwisata, perhotelan, perdagangan,  kuliner  yang menjadi sektor penopang utama dari perekonomian Kota ParePare ,” kata Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo, Senin (7/4) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Haru menambahkan, pemulihan ekonomi di beragam sektor Kota Parepare tersebut akan menciptakan kebutuhan akan perumahan/properti yang merupakan fokus usaha utama Bank BTN. Haru menilai Bank BTN sesuai dengan kompetensinya  sebagai bank yang fokus kepada perumahan melihat potensi penyaluran kredit untuk mendukung sektor perumahan yang sangat besar di Kota Parepare, mengingat bahwa saat ini Kota Pare Pare merupakan kawasan industri yang berkembang dengan pesat.

“Sementara di sisi lain dukungan layanan perbankan melalui produk tabungan juga merupakan potensi yang tidak kalah penting sebagai bundling dari pemberian layanan pada sektor perumahan yang juga dikelola oleh Bank BTN,” kata Haru

Berdasarkan kajian Bank BTN, Kota Parepare tercatat mengalami pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan dalam  3 tahun terakhir dengan jumlah penduduk sekitar 146 ribu jiwa yang menempati kawasan industri sehingga diperlukan kemudahan akses kredit perumahan kepada penduduk. 

Terkait hal tersebut, Bank BTN Kantor Cabang Parepare sebelumnya sudah bermitra dengan sekitar 72 pengembang perumahan mengoptimalkan penyaluran KPR Subsidi di Kota Parepare.

 “Peningkatan status menjadi Kantor Cabang akan memudahkan pembinaan dengan debitur kredit perumahan, monitoring dan mengelaborasi potensi kemitraan dengan instansi/swasta di Kota Parepare yang saat ini belum kami rangkul,” kata Haru.

Haru berharap dengan peningkatan status Kantor Cabang Bank BTN di kota Parepare dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan cepat. Sementara bagi Bank BTN sendiri, target bisnis seperti realisasi KPR dan pengumpulan Dana Pihak Ketiga semakin meningkat.

“Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp 48 miliar,” kata Haru.

“Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp 48 miliar,” kata Haru.

Sambut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur, BTN Tingkatkan Status Kantor Cabang di Kota Parepare

Parepare-Pulihnya perekonomian di wilayah timur Indonesia, memacu  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk berekspansi memanfaatkan potensi ekonomi di sejumlah daerah, diantaranya di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. 

Perekonomian Sulawesi Selatan  tumbuh 4,65% pada tahun 2021, sementara Kota Parepare tercatat mencapai 4,41% pulih dari tahun 2020  dengan penguatan sektor perdagang, industri pengolahan dan reparasi. 

Untuk mengoptimalkan bisnis layanan perbankan di  Kota Parepare, Bank BTN meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu menjadi Kantor Cabang.

“Bank BTN sudah hadir di Kota Parepare sejak Desember 2003, namun seiring dengan waktu, pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Parepare , Bank BTN perlu memperkuat dan memperluas layanan di Kota Parepare dengan meningkatkan status menjadi Kantor Cabang, karena banyaknya potensi yang dikembangkan mulai dari sektor  sektor pariwisata, perhotelan, perdagangan,  kuliner  yang menjadi sektor penopang utama dari perekonomian Kota ParePare ,” kata Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo, Senin (7/4) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Haru menambahkan, pemulihan ekonomi di beragam sektor Kota Parepare tersebut akan menciptakan kebutuhan akan perumahan/properti yang merupakan fokus usaha utama Bank BTN. Haru menilai Bank BTN sesuai dengan kompetensinya  sebagai bank yang fokus kepada perumahan melihat potensi penyaluran kredit untuk mendukung sektor perumahan yang sangat besar di Kota Parepare, mengingat bahwa saat ini Kota Pare Pare merupakan kawasan industri yang berkembang dengan pesat.

“Sementara di sisi lain dukungan layanan perbankan melalui produk tabungan juga merupakan potensi yang tidak kalah penting sebagai bundling dari pemberian layanan pada sektor perumahan yang juga dikelola oleh Bank BTN,” kata Haru

Berdasarkan kajian Bank BTN, Kota Parepare tercatat mengalami pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan dalam  3 tahun terakhir dengan jumlah penduduk sekitar 146 ribu jiwa yang menempati kawasan industri sehingga diperlukan kemudahan akses kredit perumahan kepada penduduk. 

Terkait hal tersebut, Bank BTN Kantor Cabang Parepare sebelumnya sudah bermitra dengan sekitar 72 pengembang perumahan mengoptimalkan penyaluran KPR Subsidi di Kota Parepare.

 “Peningkatan status menjadi Kantor Cabang akan memudahkan pembinaan dengan debitur kredit perumahan, monitoring dan mengelaborasi potensi kemitraan dengan instansi/swasta di Kota Parepare yang saat ini belum kami rangkul,” kata Haru.

Haru berharap dengan peningkatan status Kantor Cabang Bank BTN di kota Parepare dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan cepat. Sementara bagi Bank BTN sendiri, target bisnis seperti realisasi KPR dan pengumpulan Dana Pihak Ketiga semakin meningkat.

“Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp 48 miliar,” kata Haru.

“Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp 48 miliar,” kata Haru.

Sambut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur, BTN Tingkatkan Status Kantor Cabang di Kota Parepare

Parepare-Pulihnya perekonomian di wilayah timur Indonesia, memacu  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk berekspansi memanfaatkan potensi ekonomi di sejumlah daerah, diantaranya di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. 

Perekonomian Sulawesi Selatan  tumbuh 4,65% pada tahun 2021, sementara Kota Parepare tercatat mencapai 4,41% pulih dari tahun 2020  dengan penguatan sektor perdagang, industri pengolahan dan reparasi. 

Untuk mengoptimalkan bisnis layanan perbankan di  Kota Parepare, Bank BTN meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu menjadi Kantor Cabang.

“Bank BTN sudah hadir di Kota Parepare sejak Desember 2003, namun seiring dengan waktu, pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Parepare , Bank BTN perlu memperkuat dan memperluas layanan di Kota Parepare dengan meningkatkan status menjadi Kantor Cabang, karena banyaknya potensi yang dikembangkan mulai dari sektor  sektor pariwisata, perhotelan, perdagangan,  kuliner  yang menjadi sektor penopang utama dari perekonomian Kota ParePare ,” kata Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo, Senin (7/4) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Haru menambahkan, pemulihan ekonomi di beragam sektor Kota Parepare tersebut akan menciptakan kebutuhan akan perumahan/properti yang merupakan fokus usaha utama Bank BTN. Haru menilai Bank BTN sesuai dengan kompetensinya  sebagai bank yang fokus kepada perumahan melihat potensi penyaluran kredit untuk mendukung sektor perumahan yang sangat besar di Kota Parepare, mengingat bahwa saat ini Kota Pare Pare merupakan kawasan industri yang berkembang dengan pesat.

“Sementara di sisi lain dukungan layanan perbankan melalui produk tabungan juga merupakan potensi yang tidak kalah penting sebagai bundling dari pemberian layanan pada sektor perumahan yang juga dikelola oleh Bank BTN,” kata Haru

Berdasarkan kajian Bank BTN, Kota Parepare tercatat mengalami pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan dalam  3 tahun terakhir dengan jumlah penduduk sekitar 146 ribu jiwa yang menempati kawasan industri sehingga diperlukan kemudahan akses kredit perumahan kepada penduduk. 

Terkait hal tersebut, Bank BTN Kantor Cabang Parepare sebelumnya sudah bermitra dengan sekitar 72 pengembang perumahan mengoptimalkan penyaluran KPR Subsidi di Kota Parepare.

 “Peningkatan status menjadi Kantor Cabang akan memudahkan pembinaan dengan debitur kredit perumahan, monitoring dan mengelaborasi potensi kemitraan dengan instansi/swasta di Kota Parepare yang saat ini belum kami rangkul,” kata Haru.

Haru berharap dengan peningkatan status Kantor Cabang Bank BTN di kota Parepare dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan cepat. Sementara bagi Bank BTN sendiri, target bisnis seperti realisasi KPR dan pengumpulan Dana Pihak Ketiga semakin meningkat.

“Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp 48 miliar,” kata Haru.

“Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp 48 miliar,” kata Haru.

Sambut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur, BTN Tingkatkan Status Kantor Cabang di Kota Parepare

Parepare-Pulihnya perekonomian di wilayah timur Indonesia, memacu  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk berekspansi memanfaatkan potensi ekonomi di sejumlah daerah, diantaranya di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. 

Perekonomian Sulawesi Selatan  tumbuh 4,65% pada tahun 2021, sementara Kota Parepare tercatat mencapai 4,41% pulih dari tahun 2020  dengan penguatan sektor perdagang, industri pengolahan dan reparasi. 

Untuk mengoptimalkan bisnis layanan perbankan di  Kota Parepare, Bank BTN meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu menjadi Kantor Cabang.

“Bank BTN sudah hadir di Kota Parepare sejak Desember 2003, namun seiring dengan waktu, pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Parepare , Bank BTN perlu memperkuat dan memperluas layanan di Kota Parepare dengan meningkatkan status menjadi Kantor Cabang, karena banyaknya potensi yang dikembangkan mulai dari sektor  sektor pariwisata, perhotelan, perdagangan,  kuliner  yang menjadi sektor penopang utama dari perekonomian Kota ParePare ,” kata Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo, Senin (7/4) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Haru menambahkan, pemulihan ekonomi di beragam sektor Kota Parepare tersebut akan menciptakan kebutuhan akan perumahan/properti yang merupakan fokus usaha utama Bank BTN. Haru menilai Bank BTN sesuai dengan kompetensinya  sebagai bank yang fokus kepada perumahan melihat potensi penyaluran kredit untuk mendukung sektor perumahan yang sangat besar di Kota Parepare, mengingat bahwa saat ini Kota Pare Pare merupakan kawasan industri yang berkembang dengan pesat.

“Sementara di sisi lain dukungan layanan perbankan melalui produk tabungan juga merupakan potensi yang tidak kalah penting sebagai bundling dari pemberian layanan pada sektor perumahan yang juga dikelola oleh Bank BTN,” kata Haru

Berdasarkan kajian Bank BTN, Kota Parepare tercatat mengalami pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan dalam  3 tahun terakhir dengan jumlah penduduk sekitar 146 ribu jiwa yang menempati kawasan industri sehingga diperlukan kemudahan akses kredit perumahan kepada penduduk. 

Terkait hal tersebut, Bank BTN Kantor Cabang Parepare sebelumnya sudah bermitra dengan sekitar 72 pengembang perumahan mengoptimalkan penyaluran KPR Subsidi di Kota Parepare.

 “Peningkatan status menjadi Kantor Cabang akan memudahkan pembinaan dengan debitur kredit perumahan, monitoring dan mengelaborasi potensi kemitraan dengan instansi/swasta di Kota Parepare yang saat ini belum kami rangkul,” kata Haru.

Haru berharap dengan peningkatan status Kantor Cabang Bank BTN di kota Parepare dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan cepat. Sementara bagi Bank BTN sendiri, target bisnis seperti realisasi KPR dan pengumpulan Dana Pihak Ketiga semakin meningkat.

“Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp 48 miliar,” kata Haru.

“Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp 48 miliar,” kata Haru.

Batara Spekta Diundi, Nasabah Loyal BTN Meningkat 222 %

Bisnistoday.com, Jakarta-PT Bank Tabungan Persero Tbk. sukses menggelar undian berhadiah bagi nasabah sebagai bentuk dari program loyalty nasabah “Batara Spekta” untuk periode 1 April 2021 hingga 31 Januari. Program ini  berhasil menggaet antusiasme nasabah untuk memenangkan ratusan hadiah dengan hadiah utama mobil dan rumah mewah. Adapun jumlah nasabah yang telah melakukan registrasi untuk maraih hadiah utama mencapai 391.869 nasabah.

 “Angka partisipasi nasabah Bank BTN dalam program Batara Spekta tersebut melonjak 222 persen dibandingkan periode sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa nasabah makin setia menabung di Bank BTN,” kata Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo di sela-sela pengundian hadiah utama Program Batara Spekta, di Jakarta, Minggu (6/3).

Menurut Haru, kesuksesan program Batara Spekta dalam menggaet nasabah tidak lepas dari peran nasabah eksisting yang senantiasa mengandalkan produk Bank BTN untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka, seperti tabungan, transaksi menggunakan kartu debit BTN, aplikasi mobile banking BTN, dan sebagainya. “Karena itu program Batara  Spekta memberikan banyak apresiasi kepada nasabah, misalnya penukaran poin spekta dengan voucer belanja dan pengundian bertahap untuk hadiah-hadiah yang menarik,” kata Haru.

Haru menambahkan, karena  tingginya animo peserta program Batara Spekta, Bank BTN berencana menggelar kembali program Batara Spekta dengan fitur dan hadiah yang lebih menarik.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Distribution & Funding BTN, Jasmin menjelaskan, program Batara Spekta yang kali pertama diluncurkan pada bulan September 2020 berhasil menggaet lebih dari 1 juta nasabah baru dan meningkatkan saldo tabungan, terutama dari para nasabah yang telah melakukan registrasi untuk memperebutkan hadiah utama. “Rata-rata nasabah meningkatkan saldonya untuk memperbesar peluang mereka meraih hadiah utama, alhasil saldo dari nasabah yang terregistrasi meningkat lebih dari 250 persen,” katanya.

Jasmin menjelaskan, sejalan dengan misi Bank BTN untuk meningkatkan porsi dana murah maka program Batara Spekta akan terus dilanjutkan dengan mengembangkan aplikasi khusus program Batara Spekta,  yang akan ditambah fitur dan tampilan yang lebih menarik sehingga makin memudahkan nasabah menikmati layanan dan benefit dari Bank BTN.

Pada tahun 2022 ini, Bank BTN menargetkan Dana Pihak Ketiga ditargetkan tumbuh 9%-11% dengan sejumlah strategi selain menggelar program Batara Spekta, Jasmin menjelaskan sejumlah jurus Bank BTN diantaranya  yaitu memacu pembukaan rekening tabungan bisnis dengan target ekosistem perdagangan, meningkatkan fitur mobile banking dan penggunaan EDC, kerjasama dengan merchant untuk meningkatkan transaksi nasabah, meningkatkan pengguna aktif kartu debit  melalui program promo, partnership dan massive marketingMeningkatkan volume transaksi kartu debit melalui program promosi  dan lain sebagainya.

“Dengan pengembangan program tabungan,  kami berharap Bank BTN tidak hanya dikenal sebagai Bank KPR tapi juga seperti namanya yaitu sebagai  Bank Tabungan yang dipercaya nasabah,” tutup Jasmin.

JFX Terus Tumbuh, Volume Transaksi Februari 2022 Tembus 2 Juta Lot

Bisnistoday- PT Bursa Berjangka Jakarta / Jakarta Futures Exchange (JFX) mengakhiri bulan ke-2 di tahun 2022, menunjukan kinerja yang semakin membaik dengan menorehkan  pencapaian Volume Transaksi sebesar 2.037.960,20 lot.
Pertumbuhan positif pada awal tahun 2022 ini ditandai dengan pencapaian volume transaksi bilateral JFX yang mencapai angka 1.790.533,20 lot dan volume transaksi multilateral JFX yang mencapai angka 247.427 lot hingga akhir bulan Februari 2022. JFX optimis akan terus bertumbuh untuk bulan-bulan berikutnya, untuk dapat mencapai angka 12 juta lot volume transaksi sampai dengan akhir tahun ini.
Volume transaksi masih didominasi oleh kontrak emas (Loco London) dengan pencapaian volume hingga akhir Pebrurai 2022 sebanyak 715.187,6  lot, diikuti dengan kontrak Indeks dengan pencapaian volume transaksi sebesar 131.595,6 lot , Forex dengan 89.653,30 lot, Energi dengan 23.274,80 lot, Single Stock dengan 9.758,50 lot, dan Precious Metal dengan 1.376,50 lot Volume Transaksi.
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina turut mempengaruhi beberapa harga komoditas dunia, khususnya emas yang sempat mengalami kenaikan tajam meskipun hanya bersifat sementara, namun masih menunjukan fluktuatif terbatas.
Selain produk multilateral dan bilateral, salah satu produk unggulan yang dimiliki oleh JFX adalah perdagangan pasar fisik  timah murni batangan. Hingga bulan Februari 2022, JFX sebagai Bursa Timah berhasil mencatat pencapaian volume transaksi sebesar 5.220 ton, dengan berhasil mencapai harga tertinggi pada bulan Februari 2022 sebesar USD 45.225  per metrik ton. 
Pencapaian ini merupakan cermin bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat berpengaruh dalam ekonomi dan perdagangan global, khususnya atas komoditi-komiditi yang dihasilkan dari bumi Indonesia.
Pada Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital Off Exchange yang telah dilakukan Soft Launchingnya pada awal Februari lalu, hingga akhir Februari JFX berhasil mencatatkan pencapaian sebesar 20.071,27 gram 
Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama JFX mengatakan “Semua ini dapat terlaksana dan digapai JFX berkat kepercayaan dan dukungan dari Pemerintah, khususnya Bappebti sebagai Badan Pengawas, serta tingkat edukasi dan pemahaman dari masyarakat akan industri ini yang semakin meningkat. Hal lain yang mempengaruhi pencapaian ini tentunya dari berbagai upaya yang dilakukan KBI sebagai Lembaga Kliring, Anggota Bursa JFX dan Anggota Kliring KBI yang terus menerus dan fokus pada kegiatan edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan literasi akan industri Perdagangan Berjangka Komoditi di tanah air,  serta masyarakat Indonesia yang semakin bijak dalam berinvestasi dan memilih instrument dan perusahaan investasi yang memiliki legalitas yang sah, dengan menciptakan rasa aman dalam berinvestasi,” ujarnya dalam siaran persnya, Rabu 2/03/22. 
Pencapaian JFX pada awal tahun 2022 diharapkan dapat memicu Pertumbuhan yang lebih besar dan mencapai target pada akhir tahun 2022. Pada tahun 2022, JFX sebagai Bursa Berjangka pertama dan terbesar di Indonesia akan mengembangkan transaksi pada Produk Multilateral dengan mempekerjakan tenaga profesional yang telah berpengalaman serta meluncurkan kontrak-kontrak ”mini” dan “mikro” yang akan menjangkau pasar retail, agar seluruh masyarakat dapat menikmati hal poisitif dalam Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia. 
JFX tetap konsisten  melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi untuk dapat mendorong kaum milenial agar tertarik untuk berinvestasi di JFX dan merasakan manfaat positif dari perdagangan berjangka di Indonesia melalui JFX. Dewi

BTN Bagikan Dividen Rp237 Miliar

Bisnistoday.com, Jakarta-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membagikan dividen tunai dengan total sebesar Rp237,62 miliar atau Rp22,438 per lembar saham kepada para pemegang saham. Jumlah tersebut merupakan 10% dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2021 yang mencapai Rp2,37 triliun. 

“RUPST Bank BTN memutuskan penggunaan laba bersih tahun buku 2021 akan dipergunakan sebesar 10% dibagikan sebagai dividen dan sebesar 90% ditetapkan sebagai laba ditahan,” ujar Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo usai gelaran RUPST Bank BTN di Jakarta, Rabu (2/3).

Dalam RUPST Bank BTN ada beberapa mata agenda yang dibahas, dan RUPST menyetujui antara lain pengesahan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2021, Penetapan penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2021 dan perubahan susunan pengurus perseroan.

Untuk susunan pengurus baru perseroan, pemegang saham menyetujui dan menunjuk kembali Nixon LP Napitupulu menjadi Wakil Direktur Utama Bank BTN. Sedangkan pada jajaran Komisaris, RUPST menyetujui pemberhentian Eko D Heripoerwanto sebagai Komisaris dan menunjuk tiga komisaris baru yakni Herry Trisaputra Zuna sebagai Komisaris, Himawan Arief Sugoto sebagai Komisaris dan Sentot A Sentausa sebagai Komisaris Independen.

Menurut Haru, perseroan menyambut positif susunan pengurus yang baru tersebut. “Kami optimistis jajaran baru ini akan solid membawa Bank BTN mencapai target sebagai The Best Mortgage Bank,” tegasnya.

Adapun susunan Dewan Komisaris Perseroan yang baru sebagai berikut:

Komisaris Utama/Independen                : Chandra M Hamzah

Wakil Komisaris Utama/Independen     : Iqbal Latanro

Komisaris Independen                             : Ahdi Jumhari Luddin

Komisaris Independen                             : Armand B Arief

Komisaris Indpenden                      : Sentot A Sentausa

Komisaris                               : Herry Trisaputra Zuna

Komisaris                                : Heru Budi Hartono

Komisaris                                : Andin Hadiyanto

Komisaris                                : Himawan Arief Sugoto

Selanjutnya susunan anggota Direksi Perseroan dengan nomenklatur baru adalah sebagai berikut:

Direktur Utama                                        : Haru Koesmahargyo

Wakil Direktur Utama                              : Nixon LP Napitupulu

Direktur Finance                             : Nofry Rony Poetra

Direktur Asset Management                            : Elisabeth Novie Riswanti

Direktur Human Capital, Compliance and Legal      : Eko Waluyo

Direktur Distribution and Funding                   : Jasmin

Direktur Risk Management                     : Setiyo Wibowo

Direktur IT & Digital                                 : Andi Nirwoto

Direktur Consumer                                   : Hirwandi Gafar

Lebih lanjut Haru menuturkan, pada tahun ini, perseroan juga telah menetapkan beberapa target kinerja keuangan antara lain Kredit dan Pembiayaan ditargetkan tumbuh 9%-11%, Dana Pihak Ketiga ditargetkan juga tumbuh 9%-11%, laba bersih ditargetkan naik pada kisaran 10-13% serta NPL gross diharapkan membaik pada kisaran 3,4%-3,5%.

Adapun untuk mencapai target pertumbuhan kredit tersebut, perseroan akan mengoptimalkan program perumahan nasional, melalui kontribusi pada program KPR FLPP, KPR BP2BT dan KPR TAPERA dengan potensi realisasi unit sebanyak 169,3 ribu unit. Kemudian memperluas partnership untuk penyaluran kredit pada segmen fixed income dengan melanjutkan program KPR TWP AD dan ekspansi BTN Solusi di segmen institusi, Lembaga Pemerintah, Kementerian dan Korporasi BUMN lainnya.

Bank BTN juga akan meningkatkan KPR di segmen milenial melalui kerjasama pembangunan Transit Oriented Development (TOD) dengan BUMN Karya dan Top Developer serta program KPR untuk mielnial, seperti KPR Gaess for Millenials dengan fitur Graduate Payment Mortgage (GPM) dan KPR Hits. Selain itu, Bank BTN juga akan mengembangkan kredit komersial dan korporasi yang memiliki value chain di sektor perumahan.

Sementara untuk menjaga momentum pertumbuhan laba bersih, perseroan akan menjaga yield kredit di kisaran 7%-8% dengan meningkatkan kontribusi kredit bermarjin tinggi, terutama kredit payroll dan SME. Bank BTN juga akan melanjutkan tren penurunan Cost of Fund (CoF) dengan meningkatkan CASA dan DPK Ritel.

Laba bersih perseroan juga akan didorong untuk meningkatkan kontribusi Fee Based Income (FBI) dengan mengembangkan sumber-sumber FBI baru seperti pengembangan fee treasury di segmen ritel, penjualan produk wealth dan peningkatan transaksi digital banking baik user mobile banking, internet banking dan cash management.