Bisnistoday— Di lantai produksi kawasan GIIC Deltamas, aktivitas hari itu tak sekadar rutinitas industri. Sebanyak 20 ton pipa stainless steel diberangkatkan menuju Jerman—menjadi ekspor perdana PT Stainless Prima Pipe (SPP) sejak berdiri pada 2023.
Bagi perusahaan yang relatif baru, capaian ini bukan hal sederhana. Terlebih, pasar yang dituju dikenal memiliki standar tinggi dan regulasi ketat.
Direktur Utama SPP, Mustika Ali, menyebut sejak awal perusahaan memang dirancang untuk tidak hanya bermain di pasar domestik.
“Kami membangun perusahaan ini dengan visi global. Jadi standar yang kami siapkan sejak awal memang mengikuti standar internasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produk yang diekspor merupakan pipa stainless steel untuk kebutuhan industri sensitif seperti makanan dan farmasi, sektor yang menuntut presisi dan higienitas tinggi.
Secara tak langsung, Mustika menegaskan bahwa kemampuan menembus pasar Jerman menunjukkan kesiapan industri lokal dalam memenuhi standar global yang selama ini dikenal sangat ketat.
Di dalam negeri sendiri, kebutuhan produk serupa mencapai 300–400 ton, dengan SPP telah mengisi sebagian besar pasar tersebut. Namun, langkah ke luar negeri dinilai sebagai fase penting untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Pemerintah melihat ekspor ini sebagai bagian dari tren positif sektor besi dan baja nasional. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajari Puntodewi, menyebut bahwa komoditas ini telah menjadi salah satu penopang utama ekspor Indonesia.
“Ini bukan hanya soal ekspor baru, tapi juga penambahan varian produk bernilai tambah,” katanya.
Ia mengakui, pasar seperti Eropa bukan tanpa tantangan. Hambatan perdagangan dan standar teknis yang tinggi kerap menjadi penghalang bagi produk negara berkembang.
Namun demikian, ia menilai keberhasilan ini menjadi sinyal bahwa produk Indonesia mulai mampu menembus batas tersebut.“Kita patut optimistis, karena ini menunjukkan bahwa industri kita sudah bisa menghasilkan produk berkualitas tinggi, bahkan untuk sektor yang sangat sensitif,” ujarnya.
Ke depan, ekspansi ke pasar global dinilai tidak hanya bergantung pada kapasitas produksi, tetapi juga konsistensi kualitas dan dukungan ekosistem industri secara menyeluruh.
Bagi SPP, langkah ke Jerman hanyalah awal. Di baliknya, ada ambisi yang lebih besar: menjadikan produk dalam negeri sebagai bagian dari rantai pasok industri global.
