Bisnistoday–reNIKOLA Holdings Sdn Bhd (“reNIKOLA”), melalui anak perusahaannya, PT reNIKOLA Primer Satu, menandatangani perjanjian jual beli (offtake agreement) gas biometana terkompresi (Compressed Biomethane Gas atau “CBG”) selama 15 tahun dengan PT Gagas Energi Indonesia (“PGN Gagas”).
Perjanjian ini mencakup pasokan CBG dari proyek yang berlokasi di pabrik kelapa sawit milik PT Karya Pratama Niagajaya (“KPNJ”), anak perusahaan PT Mahkota Group Tbk (“Mahkota Group”), di Sumatera Utara, Indonesia. Proyek tersebut dikembangkan melalui skema Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) bersama KPNJ, dengan nilai investasi lebih dari USD 5 juta.
Perjanjian ini memberikan kepastian penyerapan CBG dalam jangka panjang yang dihasilkan dari pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent atau “POME”), sekaligus mengubah limbah industri perkebunan menjadi sumber energi bersih dan terbarukan.
Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal II tahun 2028, dengan kapasitas produksi CBG yang diproyeksikan mencapai lebih dari 102.000MMBtu per tahun.
Sebagai proyek yang dibangun dari tahap awal (greenfield), reNIKOLA akan mengembangkan fasilitas pengolahan anaerobik (anaerobic digester) untuk menghasilkan biogas dari POME, serta fasilitas pemurnian biometana (biomethane upgrading plant). Biogas yang dihasilkan selanjutnya akan dimurnikan menjadi CBG sebelum dipasok kepada PGN Gagas berdasarkan perjanjian yang telah disepakati.
Melalui proses penangkapan gas metana yang sebelumnya berpotensi terlepas ke atmosfer, proyek ini diperkirakan mampu menghindari emisi gas rumah kaca sekitar 28.000 ton setara karbon dioksida (tCO2e) setiap tahunnya.
Proyek ini merupakan proyek CBG ke-10 yang dikembangkan reNIKOLA di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting bagi reNIKOLA, PGN Gagas, dan Mahkota Group dalam mengintegrasikan pengembangan bioenergi, distribusi gas terbarukan, serta produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan sektor energi terbarukan di Indonesia.
“Kami berada di jalur yang tepat untuk mengembangkan 40 fasilitas produksi biometana di seluruh Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan.Target ini realistis, didukung oleh proyek-proyek yang telah memiliki perjanjian kerja sama yang ditandatangani serta portofolio proyek potensial yang kuat. Kami akan terus bekerja sama secara erat dengan Pertamina beserta anak-anak perusahaannya untuk meningkatkan pengembangan biometana dan berkontribusi terhadap target NDC Indonesia.” ujar Dr.Amran Yusof, Chief Executive Officer/Director of PT RPS, dalam siaran persnya Jakarta, 15/10/26.
Selain mendukung agenda dekarbonisasi nasional, proyek ini juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari limbah yang dihasilkan.
Sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang signifikan untuk mengembangkan produksi gas terbarukan melalui pemanfaatan dan pengolahan biogas dari industri kelapa sawit.
Melalui proyek ini, reNIKOLA terus memperkuat pengembangan CBG sebagai salah satu sumber energi terbarukan di Indonesia dengan menghadirkan model bisnis terintegrasi yang menggabungkan pengelolaan limbah, pengurangan emisi metana, dan kepastian penyerapan gas secara komersial dalam jangka panjang.
Model pengembangan ini juga berpotensi untuk direplikasi diberbagai pabrik kelapa sawit lainnya, baik di Indonesia maupun di kawasan regional.
-dw

