Geopolitik Global Jadi Alarm, FSPPB Desak Pemerintah Lakukan Reformasi Tata Kelola Migas Indonesia

Bisnistoday – Konflik geopolitik di Timur Tengah menekan rantai pasok energi global, termasuk suplai minyak dan gas bumi (migas) ke Indonesia. Ketergantungan impor membuat harga BBM dalam negeri ikut terdampak fluktuasi harga minyak dunia. Akibatnya PT Pertamina (Persero) menjadi pihak yang paling merasakan beban akibat kebijakan pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) I Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Aryo Wibowo mengatakan bahwa jauh sebelum konflik di Timur Tengah saat ini, Indonesia pernah berjaya dan sempat menjadi anggota OPEC. Namun seiring berjalannya waktu dengan kebutuhan konsumsi minyak dan gas yang terus meningkat dan lifting/ produksi di dalam negeri yang terus anjlok memaksa era kejayaan ini runtuh.

Indonesia saat ini harus bergantung pada impor khususnya minyak untuk memenuhi kebutuhan harian yang mencapai sekitar 1,6 juta barel dimana tingkat produksi minyak nasional kurang dari 600.000 barel per hari. Tingginya kuota impor ditambah dengan tekanan nilai tukar rupiah akibat konflik geopolitik menjadikan beban biaya yang dikeluarkan Pertamina sangat tinggi. Hal ini turut diperparah dengan melonjaknya harga minyak mentah dunia yang saat ini rata-rata sebulan terakhir diangka USD100 per barel.

“Kondisi saat ini sangat berat. Pertamina harus menanggung selisih kenaikan harga minyak dunia tanpa kompensasi tunai dari Pemerintah. Namun begitulah peran mulia Pertamina sebagai perusahaan negara yang harus menjalani penugasan untuk menjaga pasokan stabilitas BBM nasional,” ujar Aryo dalam Webinar acara Halal Bihalal dan Webinar Energi Forum Wartawan Sobat Energi (Forwatgi) dengan tema “Stabilitas Harga BBM di Tengah Konflik Geopolitik: Pertamina Dikorbankan?” pada Rabu (29/4).

Dalam kondisi dunia yang penuh dinamika yang pada akhirnya merembet pada kondisi ekonomi dalam negeri, Aryo menekankan peran strategis Pertamina untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi setiap krisis. 

Oleh Sebab itu selayaknya Pertamina mendapat dukungan yang optimal baik dari sisi regulasi tata kelola migas nasional hingga kebijakan untuk tidak terus-terusan melakukan pecah-pecah unit bisnis Pertamina. Reintegrasi Pertamina dalam satu ekosistem terpadu dari hulu dan hilir mutlak diperlukan untuk mengembalikan era kejayaan Pertamina seperti masa lalu. 

“Kalau bisnis migas yang dijalankan Pertamina ini dipisah-pisahkan (melalui holding subholding) nanti akan ada transaksi-transaksi yang justru tidak efisien sebab di saat jual beli atau bertransaksi ini mengacu pada harga minyak dunia padahal itu adalah produk kita sendiri. Ujung-ujungnya harga BBM yang diterima masyarakat tidak bisa murah,” kata Aryo.

Di sisi regulasi, UU Migas No. 22 Tahun 2001 dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi zaman. Pemisahan regulator melalui SKK Migas dan BPH Migas justru melahirkan tumpang tindih kewenangan dan melemahkan posisi tawar negara. Hal ini berdampak pada posisi Pertamina terdowngrade sejajar dengan kontraktor asing/ swasta.

FSPPB mendorong pemerintah agar serius melakukan perubahan UU Migas yang terbukti gagal menaikkan lifting cadangan migas Indonesia (bahkan cenderung menurun) dan telah resmi mendapat catatan khusus dari Mahkamah Konstitusi yang menyatakan bahwa banyak pasal-pasal yang inkonstitusional pada tahun 2012. 

Apabila pemerintah dan DPR tidak mampu melakukan perubahan UU Migas yang sudah berulang kali masuk dalam daftar prolegnas, FSPPB mendorong agar Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) dan mengubah bentuk Pertamina sebagai Perusahaan Umum (Perum) dibawah komando langsung Prabowo selaku Presiden.

“UU Migas 22/2001 akar permasalahan tata kelola migas kita. Karena sangat liberal dan melemahkan tata kelola migas nasional. Dalam perspektif kami mengapa UU Migas yang baru tidak segera disahkan karena banyak yang nyaman dengan status Quo seperti saat ini. Banyak pihak yang rupanya menikmati UU Migas yang cacat hukum atau inkonstitusional ini,” katanya.

Aryo juga menilai bahwa status Pertamina sebagai Perusahaan Terbatas (PT) dan juga Perusahaan milik negara terbentuk dengan dua Undang-Undang sekaligus yaitu Undang-Undang PT dan UU BUMN. Di satu sisi Pertamina dituntut untuk menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk mengelola hingga mendistribusikan energi sesuai keputusan pemerintah, namun di sisi lain Pertamina tidak boleh merugi.

Hal tersebut menjadi dilema bagi Pertamina karena berpotensi siapapun yang menjadi jajaran Direksi Pertamina selama tidak memenuhi dua tuntutan yang saling bertolak belakang tersebut dapat dipidanakan. “Jadi serba salah kalau imbasnya merugi,” kata Aryo. 

Dengan segenap dinamika tersebut FSPPB menyimpulkan beberapa poin penting, yaitu mendorong kepada pemerintah untuk segera melakukan proses reintegrasi Pertamina dari hulu hingga hilir agar Pertamina dapat memenuhi amanat Pasal 33 UUD 45. FSPPB juga meminta pemerintah untuk menghentikan segala niat atau rencana untuk melakukan privatisasi terhadap anak – anak usaha Pertamina serta mendorong dilakukannya perubahan UU Migas.

“Ke depan kita minta supaya tidak ada lagi anak usaha yang IPO (Initial Public Offering), solusinya adalah dengan kita menjadi satu kembali secara total dari hulu sampai hilir,” katanya.

Sementara itu Pakar Energi, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menjelaskan bahwa persepektif untuk melihat serangkaian bisnis hilir Pertamina tidak bisa hanya dilihat di Jawa atau Sumatera saja. Namun harus keluar ke wilayah-wilayah yang sulit di jangkau seperti di Papua dan wilayah terpencil lainnya. Dari sana akan terlihat bahwa peran besar Pertamina terhadap pembangunan NKRI sangat besar.

Dalam kondisi yang serba sulit baik dari sisi distribusi ataupun dari sisi pengadaan di hulu, Pertamina menjadi yang paling depan. Bahkan di saat terjadi konflik di Timur Tengah yang berlangsung hingga saat ini, Pertamina tetap komitmen untuk menyediakan BBM dan produk energi lainnya di seluruh wilayah di Indonesia.

Padahal di saat yang sama pemerintah mengakui terdapat tekanan fiskal akibat kenaikan harga minyak mentah dunia dan pelemahan rupiah. Namun ternyata demi menjaga stabilitas nasional, pemerintah memaksakan diri untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi yang mana beban untuk menanggung selisih harga minyak yang terus melambung tersebut berasal dari dompet Pertamina.

“Kenaikan harga minyak yang meningkat menekan fiskal negara, hal ini membuat beban ini bergeser dari negara ke pertamina, harusnya subsidi ditanggung pemerintah tapi karena fiskal terbatas maka Pertamina yang harus menanggung beban itu,” kata Komaidi. 

Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih optimal kepada Pertamina untuk dapat kembali berjaya dan dapat meningkatkan produksi migas sehingga porsi impor bisa terus ditekan.

Komaidi juga menyatakan bila Direksi Pertamina saat ini harus berhati-hati menjaga cashflow perusahaan serta adanya risiko hukum kedepannya apabila rezim pemerintah saat ini sudah tak lagi memimpin dikarenakan Pertamina saat ini harus menanggung selisih harga BBM subsidi tanpa instruksi tertulis yang memadai dari pemerintah.

Dukungan regulasi dan keberpihakan berupa kebijakan-kebijakan yang pro terhadap kemajuan BUMN energi ini juga mutlak diperlukan, terlebih pada kondisi geopolitik tak menentu seperti sekarang ini. Dewi

Fokus Garap Ekosistem Urban, Bank BSN Relokasi Kantor Layanan di Tangerang

BISNISTODAY.COM, Tangsel – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus menggenjot ekspansi bisnis dengan meresmikan relokasi Kantor Cabang (KC) baru di kawasan strategis Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Rabu (29/4).

Langkah strategis ini dilakukan untuk mengakselerasi penyaluran pembiayaan sekaligus memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai destinasi investasi yang menjanjikan di kawasan Jabodetabek.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa relokasi kantor yang memiliki luas bangunan 1.752 meter persegi ini merupakan respon atas kebutuhan layanan perbankan yang kian kompleks di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi pesat.

“Bank BSN hadir di Kota Tangsel, yang juga merupakan salah satu jantung pusat pertumbuhan ekonomi Jabodetabek untuk memberikan kemudahan akses bagi nasabah,” kata Alex.

Secara nasional, aset Bank BSN per Maret 2026 telah mencapai sekitar Rp76,2 triliun dengan melayani lebih dari 1,34 juta nasabah di seluruh Indonesia.

Relokasi kantor cabang di Serpong, Tangsel ini menjadi sinyal kuat kesiapan perseroan dalam menghadapi tantangan pasar dan menangkap peluang pertumbuhan di sektor pembiayaan syariah.

Sejalan dengan visi perseroan untuk terus meningkatkan inklusi keuangan, Bank BSN menetapkan fokus pada tiga pilar bisnis Utama yaitu penyaluran KPR Subsidi, pengembangan UMKM melalui integrasi digital, serta inovasi produk konsumen.

Untuk perumahan, jelas Alex, Bank BSN menargetkan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 73.700 unit secara nasional, di mana wilayah Tangerang dan sekitarnya menjadi kontributor utama mengingat ekosistem pengembang yang solid (REI, APERSI, HIMPERA).

Bank BSN kini tengah mengakselerasi digitalisasi perbankan melalui aplikasi Bale Syariah. Hingga saat ini, platform tersebut telah mencatatkan 1,4 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp2,7 triliun.

Alex menambahkan, perseroan akan terus bertransformasi menuju layanan full digital. “Ke depan, nasabah bisa membuka deposito hingga melakukan transaksi beli dan gadai emas cukup melalui Bale Syariah tanpa harus ke kantor. Kami juga akan mengembangkan Bale Syariah Korporat. Inovasi ini adalah bagian dari strategi kami untuk mendorong ekspansi kredit sekaligus efisiensi operasional,” tambah Alex.

Destinasi Investasi Potensial

Sementara itu Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyambut positif kehadiran kantor baru Bank BSN. Menurutnya, Bank BSN merupakan mitra strategis yang tepat untuk mendukung Tangerang Selatan (Tangsel) dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi di angka 5,6%.

Benyamin memaparkan bahwa Tangsel memiliki modalitas ekonomi yang kuat dengan 72% penduduknya berada di usia produktif (15-60 tahun) dan memiliki daya beli yang kuat dengan pendapatan per kapita sekitar Rp14 juta, jauh di atas rata-rata nasional.

Dengan potensi tersebut, Tangsel telah diproyeksikan dalam RPJMN sebagai kota pendidikan, hunian, perdagangan, dan jasa.

“Tangsel adalah destinasi investasi yang sangat menarik. Kami memiliki 12 perguruan tinggi, 30 RS Swasta yang mengarah pada health tourism, dan ribuan UMKM yang menjadi penggerak ekonomi. Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan ekonomi masyarakat serta pelaku usaha di Tangsel agar kita bisa tumbuh bersama,” jelas Benyamin.

Benyamin juga menitipkan harapan agar Bank BSN mampu menyasar sektor yang belum tergarap maksimal (unbankable), seperti enam pasar tradisional di Tangsel serta komunitas mahasiswa yang mencapai ratusan ribu orang.

Dengan ekosistem yang telah terbentuk, mulai dari sektor properti hingga pendidikan, kehadiran Bank BSN diyakini akan memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Bank BSN berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari pertumbuhan kota melalui kolaborasi lintas sektor, yang didukung dengan infrastruktur perbankan digital yang handal dan jangkauan layanan yang lebih luas.

MoreFood Expo 2026 Buka Akses Supply Global Bagi Industri F&B di Tengah Dinamika Rantai Pasok

Bisnistoday— MoreFood Expo 2026 akan diselenggarakan pada 7–10 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, menghadirkan ruang eksplorasi bagi pelaku usaha dan pengunjung untuk menjelajahi produk, inovasi, serta akses industri F&B dari berbagai negara dalam satu kunjungan yang terintegrasi.

Industri makanan dan minuman (F&B) terus bergerak dinamis, dengan kebutuhan yang semakin luas terhadap produk dan akses lintas negara. Dalam beberapa waktu terakhir, dinamika global turut memengaruhi rantai pasok, termasuk ketersediaan bahan baku makanan hingga kebutuhan dasar kemasan seperti plastik, sehingga pelaku usaha dituntut lebih adaptif dalam mencari alternatif sumber produk dan mitra dari berbagai sumber.

Melihat kondisi tersebut, MoreFood Expo 2026 hadir sebagai ajang yang membuka akses bagi pelaku industri untuk menemukan produk, pemasok, dan solusi global dalam satu tempat. Dengan lebih dari 1.200 exhibitor lokal dan internasional, ajang ini menjadi hub untuk mempertemukan pemasok global dengan buyer di Indonesia dan juga Asia, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk terlibat dalam jaringan distribusi.

Banyak exhibitor internasional hadir dengan keseriusan untuk menjajaki pasar Indonesia, termasuk dalam mencari distributor, reseller, dan partner bisnis yang tepat.

Diselenggarakan bersamaan dengan Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) dan Cafe & Brasserie Expo (CBE), pengunjung dapat mengakses tiga pameran sekaligus dalam satu lokasi. Kolaborasi ini diperkirakan bisa menarik hingga 30.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan. 

Dari jumlah tersebut, MoreFood Expo sendiri menargetkan sekitar 15.000 pelaku industri dan pengunjung, di mana pengunjung dapat menemukan berbagai produk, bahan baku, teknologi, hingga solusi rantai pasok secara langsung dan lebih efisien.

MoreFood Expo tidak hanya menjadi tempat bertemunya pelaku industri, tetapi juga ruang bagi pengunjung untuk melihat, mencoba langsung, dan memahami perkembangan industri F&B, mulai dari produk hingga teknologi yang digunakan.

Pengalaman ini diperkuat melalui berbagai program seperti business matching dan hosted buyer program, peluncuran produk terbaru, sesi workshop dan diskusi, live cooking demo, hingga area inspirasi yang menghadirkan wawasan baru seputar industri F&B.

MoreFood Expo 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari institusi pemerintah, asosiasi industri, hingga organisasi terkait lainnya. Dukungan tersebut antara lain berasal dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia (Wonderful Indonesia), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Gabungan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (GPHRI), Perhimpunan Perusahaan dan Pengelola Jasa Boga Indonesia (PPJI), Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Ikatan Pengusaha Bahan Bangunan Indonesia (IPBBI), Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Indonesia Pastry Alliance (IPA), serta Packaging Development Federation (PDF). Dukungan ini mencerminkan besarnya perhatian berbagai pemangku kepentingan terhadap MoreFood Expo sebagai ajang yang relevan bagi industri F&B, khususnya di Indonesia.

Carrie Wang, General Manager of Huamo Group (MoreFood Expo), mengatakan bahwa MoreFood Expo dirancang agar setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang benar-benar sesuai kebutuhan. 

Kami ingin MoreFood Expo benar-benar memberi nilai nyata bagi pelaku industri F&B di Indonesia. Di sini, mereka bisa langsung bertemu supplier lokal dan internasional berkualitas dan terkurasi, melihat lebih banyak pilihan, membandingkan secara langsung, dan menemukan opsi yang lebih kompetitif agar bisnisnya tetap berjalan di tengah dinamika pasar saat ini,” ujarnya dalam siaran pers nya, Jakarta 24/04/25/26.

Sementara itu, Royanto Handaya, Presiden Direktur Panorama Media, menilai bahwa kebutuhan akan akses global dalam industri F&B kini semakin nyata.

“Perubahan dalam rantai pasok global mendorong pelaku industri untuk berpikir lebih terbuka dan adaptif. Bersama Huamo Expo, kami melihat MoreFood Expo hadir di waktu yang sangat tepat sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut, sehingga pelaku industri di Indonesia dapat tetap menjalankan bisnisnya dengan lebih stabil di tengah dinamika yang terjadi,” jelasnya.

MoreFood Expo 2026 menjadi kesempatan bagi pelaku usaha, buyer, maupun pengunjung untuk melihat langsung dinamika industri F&B sekaligus menemukan peluang yang dapat segera dimanfaatkan. Dewi

Dorong Ekosistem Keuangan Syariah, BSN Perkuat Layanan SiPA

BISNISTODAY.COM Jakarta-Bank Syariah Nasional (BSN) mempertegas komitmen dalam memperkokoh ekosistem keuangan syariah nasional melalui penguatan layanan Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA).

Melalui penguatan layanan SiPA, Bank BSN optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan sistem keuangan syariah yang lebih modern, likuid, dan resilien.

Dalam kerjasama ini, tampak dalam foto, (dari kiri kekanan) Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Dadang Muljawan, Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor, Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Tjatur Rachmadi dan Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum berfoto Bersama disela acara Penandatanganan Kerja Sama SIPA di Jakarta, Rabu (22/4/2026). 

Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun kepercayaan antarbank syariah serta meningkatkan daya saing industri di tingkat nasional maupun global.

Bukan Sekadar Gelar, 5 Profesor Baru UPH Bawa Solusi Nyata untuk Bangsa

Bisnistoday.com- Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang tak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga melahirkan gagasan. 

Dalam satu momentum, lima guru besar dari beragam disiplin ilmu resmi dikukuhkan membawa “amunisi intelektual” baru, mulai dari pendidikan berbasis AI, pariwisata inklusif, hingga pendekatan segar dalam pemberantasan korupsi.

Suasana Auditorium Grand Chapel, Kampus UPH Lippo Village, Tangerang, Senin (20/4/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni akademik, pengukuhan lima guru besar menjadi penanda lahirnya gagasan-gagasan baru yang diharapkan menjawab tantangan nyata bangsa.

Kelima profesor yang dikukuhkan berasal dari lintas bidang, pendidikan, hospitality dan pariwisata, ilmu politik, audit dan forensik keuangan, hingga manajemen sumber daya manusia. 

Mereka adalah Prof. Khoe Yao Tung, Prof. Juliana, Prof. Thomas Tokan Pureklolon, Prof. Tanggor Sihombing, dan Prof. Ardi.

Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, menyebut momen ini bukan sekadar penambahan gelar, melainkan penguatan kapasitas intelektual kampus. Dengan tambahan lima profesor ini, UPH kini memiliki total 45 guru besar.

“Ini bukan hanya pencapaian institusi, tetapi langkah penting untuk terus berkontribusi bagi pendidikan dan bangsa,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, yang menilai UPH bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang pembentukan karakter. “Peran guru besar tidak berhenti di kampus. Mereka harus hadir menjawab persoalan nyata di masyarakat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala LLDikti Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan. Ia menyebut pengukuhan lima profesor sekaligus sebagai capaian yang jarang terjadi dan menjadi indikator kuatnya perkembangan akademik UPH.

Antikorupsi Dimulai dari Dalam Diri

Salah satu gagasan menarik datang dari Prof. Ardi yang menawarkan pendekatan berbeda dalam memerangi korupsi. Lewat konsep Self-Mindset Development, ia menekankan bahwa potensi korupsi sejatinya ada dalam setiap individu.Karena itu, pemberantasan korupsi tak cukup hanya lewat sistem dan hukum, tetapi juga perubahan pola pikir dan karakter.

“Perlu pembangunan kesadaran diri, pengendalian diri, hingga tujuan hidup yang kuat sebagai fondasi integritas,” ujarnya.

Pariwisata Tak Sekadar Soal Jumlah Wisatawan

Dari sektor pariwisata, Prof. Juliana memperkenalkan Model CITRA, yang menekankan kolaborasi dan keterlibatan masyarakat dalam menciptakan pengalaman wisata.

Menurutnya, pariwisata masa depan harus berpusat pada manusia, bukan sekadar angka kunjungan. “Pariwisata adalah ruang kolaborasi antara komunitas, budaya, dan teknologi untuk menciptakan kebahagiaan bersama,” jelasnya.

Ia juga mencatatkan prestasi sebagai profesor termuda di bidang manajemen pariwisata, sekaligus meraih rekor MURI.Makna Kekuasaan untuk Kebaikan Bersama. 

Di bidang politik, Prof. Thomas mengangkat konsep bonum commune atau kebaikan bersama. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan seharusnya dijalankan sebagai amanah moral, bukan alat dominasi.“Kekuasaan harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, dengan etika dan partisipasi publik sebagai fondasi,” katanya.

AI Ubah Wajah Pendidikan

Sementara itu, Prof. Khoe Yao Tung menyoroti masa depan pendidikan yang semakin personal dengan dukungan Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih adaptif.“Future of learning adalah personalized learning. Guru akan menjadi perancang pengalaman belajar, bukan sekadar penyampai materi,” ujarnya.

Audit Jadi Kunci Integritas Keuangan di Sektor keuangan

Prof. Tanggor menekankan pentingnya audit dan forensik dalam menjaga kepercayaan terhadap laporan keuangan.

Dengan kompleksitas transaksi yang terus meningkat, peran auditor menjadi krusial untuk mencegah fraud. “Integritas informasi keuangan bergantung pada kompetensi, independensi, dan pemanfaatan teknologi,” jelasnya.

Pengukuhan lima guru besar ini menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik. Ia menandai bagaimana kampus dapat menjadi ruang lahirnya solusi dari ruang kelas hingga ke persoalan nyata masyarakat.

Ambil Bagian Sebagai Official Sharia Banking Partner BTN Jakim 2026, BSN Terus Tumbuhkan Transaksi Bale Syariah by BSN Tembus Hampir Rp2 Triliun

Bisnistoday.com, Jakarta — Platform digital Bale Syariah milik Bank Syariah Nasional mencatat pencapaian signifikan dengan total volume transaksi hampir tembus Rp2 triliun. Angka ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah berbasis digital di Indonesia.

Wakil Direktur Utama Bank BSN, Arga M. Nugraha menyampaikan bahwa Bale Syariah kini telah digunakan lebih dari 183 ribu nasabah untuk melakukan 874 ribu transaksi finansial seperti belanja, pembayaran, dan transfer. Pertumbuhan penggunanya dari bulan ke bulan pun tercatat konsisten pada kisaran 25 persen.

“Capaian ini mencerminkan kepercayaan publik yang terus meningkat terhadap layanan digital berbasis syariah, khususnya Bale Syariah by BSN,” kata Arga di sela konferensi pers BTN JAKIM 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/4).

Arga menambahkan pencapaian volume transaksi tersebut, juga merupakan bukti nyata bahwa masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan layanan Bale Syariah by BSN.

“Kami akan terus berinovasi untuk menghadirkan solusi keuangan syariah yang aman, mudah, dan relevan dengan kebutuhan nasabah,” ungkap Arga.

Keunggulan Bale Syariah terletak pada kelengkapan fitur yang ditawarkan. Saat ini, platform tersebut didukung oleh 94 fitur, baik finansial maupun non-finansial, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dalam satu aplikasi. Mulai dari transaksi harian hingga pengelolaan keuangan, semua dapat dilakukan secara seamless.

Selain kemudahan, aspek keamanan juga menjadi prioritas utama, sehingga Bale Syariah dipercaya mengelola dana nasabah yang disimpan pada Bank BSN.

Tak hanya berfokus pada inovasi digital, Bank BSN juga aktif mendukung berbagai kegiatan nasional maupun internasional. Salah satunya melalui partisipasi dalam BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026, di mana Bank BSN turut ambil bagian sebagai official sharia banking partner yang mendukung nomor lari 5K.

Kategori ini diikuti oleh sekitar 5.400 peserta, mencerminkan semangat hidup sehat sekaligus inklusivitas layanan keuangan syariah di tengah masyarakat.

“Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya nasabah Bank BSN, penggemar olah raga lari untuk ikut dalam kegiatan BTN Jakim 2026. BSN turut meramaikan event besar ini dengan mengadakan ticket war melalui Bale Syariah by BSN. Terbukti masyarakat sangat antusias memanfaatkan program ini. Hanya dalam waktu tiga menit, ticket war untuk mendapatkan tiket kategori 5K dalam BTN Jakim 2026 tersebut berakhir karena ludes diserbu peminat”, kata Arga menambahkan.

“Selamat menikmati perayaan besar ini, khususnya bagi nasabah Bank BSN yang ikut serta. Saya pastikan kami nanti hadir di area GBK bersama para pelari dan masyarakat untuk bersama menikmati berbagai program dan promosi khusus pada event BTN Jakim 2026 tersebut”, tambahnya menutup pembicaraan.

Dari Emas Rusak hingga Tanpa Surat, Semua Laku! Ini Rahasia Jual Emas Indonesia

Bisnistoday.com, Tangerang – Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas kembali menjadi primadona. Namun, bagi sebagian orang, menjual emas sering kali menjadi pengalaman yang penuh tanda tanya, mulai dari harga yang tidak transparan hingga proses yang terasa rumit. Kondisi inilah yang coba diubah oleh Jual Emas Indonesia.

Melalui peresmian gerai terbarunya di Pasar Lama, Tangerang, perusahaan ini hadir membawa pendekatan berbeda dalam transaksi emas: terbuka, cepat, dan kompetitif.

Di tempat ini, pelanggan tidak hanya datang untuk menjual emas, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana nilai emas mereka dihitung.
 Proses pengecekan dilakukan di depan mata, tanpa ada yang ditutupi.“Semua transparan. Customer bisa lihat sendiri kadar emasnya secara real-time,” ujar Juan Sen, salah satu pendiri.

Menariknya, Jual Emas Indonesia tidak membatasi jenis emas yang diterima. Emas rusak, perhiasan lama, bahkan tanpa surat sekalipun tetap bisa dijual selama masih memiliki kandungan emas.

Pendekatan ini menjadi solusi bagi banyak masyarakat, termasuk ibu rumah tangga yang kerap menyimpan emas lama yang sudah tidak terpakai. “Selama masih ada emasnya, kami tetap bisa kasih harga terbaik,” tambahnya.

Di balik layanan tersebut, perusahaan mengandalkan teknologi X-Ray Fluorescence (XRF), yang memungkinkan pengujian kandungan emas secara cepat dan akurat tanpa merusak bentuk fisik.

Bagi sebagian pelanggan, pengalaman ini menjadi sesuatu yang baru. Tak sedikit yang rela datang dari luar kota demi mendapatkan harga yang dianggap lebih adil dan transparan.

Founder Jual Emas Indonesia, Benjamin Master Adhisurya, menyebut bahwa kepercayaan pelanggan menjadi fondasi utama bisnisnya.

Alih-alih mengambil keuntungan besar per transaksi, perusahaan memilih margin tipis dengan mengandalkan volume dan loyalitas pelanggan.

Ke depan, Jual Emas Indonesia berencana memperluas jangkauan hingga 100 gerai di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Selain itu, layanan gadai emas juga tengah dipersiapkan untuk memberikan alternatif kebutuhan dana cepat tanpa harus menjual aset.

Dengan konsep yang menggabungkan transparansi, teknologi, dan kenyamanan—termasuk fasilitas ringan seperti snack hingga es krim gratis—Jual Emas Indonesia berupaya mengubah cara masyarakat memandang transaksi emas: dari yang semula penuh keraguan, menjadi pengalaman yang lebih terbuka dan terpercaya. dw

Kolaborasi TCL dan INFORMA Hadirkan Art TV A400 Pro, Gabungkan Teknologi dan Estetika Interior

Bisnistoday– TCL bersama INFORMA Electronics meluncurkan produk terbaru TCL A400 Pro NXT Vision TV, sebuah televisi artistik yang menggabungkan teknologi canggih dengan estetika interior modern.

Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pengalaman visual baru di rumah, sekaligus menjawab tren kebutuhan konsumen yang kini tidak hanya mengutamakan fungsi, tetapi juga desain yang menyatu dengan ruang hunian.

Brand Ambassador TCL, Denny Sumargo, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. Ia menilai kehadiran TCL A400 Pro di INFORMA menjadi perpaduan yang tepat antara teknologi dan gaya hidup.

“Ini kolaborasi luar biasa. TV ini bukan hanya soal kualitas yang premium, tapi juga tampilannya estetik. Kualitasnya sultan, tapi harganya tetap masuk akal,” ujarnya dalam siaran pers baru-baru ini. 

Denny juga menyoroti keunggulan varian 75 inci yang hanya tersedia secara eksklusif di jaringan INFORMA, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan pengalaman visual maksimal sekaligus elemen dekoratif dalam rumah.

Senada dengan itu, CEO TCL Indonesia, Evan Tang, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendekatkan teknologi premium kepada konsumen Indonesia.

Ia juga mengungkapkan pencapaian TCL yang kini telah menjadi salah satu pemimpin pasar TV di Indonesia, didukung oleh inovasi produk seperti QLED dan Mini LED.

“Kolaborasi dengan INFORMA memberikan pengalaman berbeda. Konsumen bisa merasakan langsung bagaimana TV ini menyatu dengan ruang keluarga mereka,” jelas Evan.

Sementara itu, Business Operation Director PT Home Center Indonesia, Daniel Trisno, menjelaskan bahwa TCL A400 Pro bukan sekadar televisi biasa, melainkan Art TV yang juga berfungsi sebagai bagian dari dekorasi interior.

“Ini bukan hanya TV untuk hiburan, tetapi juga bagian dari estetika rumah. Tantangannya adalah bagaimana kami mengedukasi konsumen bahwa TV bisa menjadi elemen dekoratif,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan TCL sebagai brand global memberikan nilai tambah karena mampu menggabungkan teknologi dengan konsep interior yang selama ini menjadi kekuatan INFORMA.

TCL A400 Pro hadir sebagai televisi artistik pertama di Indonesia dengan teknologi QD-Mini LED, dengan kualitas gambar kecerahan tinggi, kontras tajam, serta akurasi warna yang presisi.

Dari sisi desain, TV ini mengusung konsep ultra-slim dengan layar matte anti-pantulan, sehingga dapat menyatu dengan dinding layaknya lukisan. Bahkan, saat tidak digunakan, layar dapat menampilkan karya seni atau foto keluarga melalui fitur Art Gallery.

Selain itu, perangkat ini dilengkapi sistem audio premium dari ONKYO yang menghadirkan pengalaman sinematik, serta fleksibilitas pemasangan baik di dinding maupun menggunakan mobile stand.

Vice President Marketing Communication INFORMA Electronics, Bertha Hapsari, menyatakan bahwa produk ini menjawab kebutuhan konsumen modern yang menginginkan teknologi sekaligus estetika.

“Kini pelanggan tidak hanya mencari produk canggih, tetapi juga yang mampu mencerminkan gaya hidup dan karakter hunian mereka,” ujarnya. Dewi

Senjata Ampuh Lawan Perubahan Iklim! BSN Gaspol Tanam 1.150 Bibit Mangrove di Teluk Benoa Peringati Hari Bumi.

BISNISTODAY.COM, Bali – Memperingati Hari Bumi Sedunia, Bank BSN (Bank Syariah Nasional) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman 1.150 bibit mangrove di kawasan pesisir Teluk Benoa, Bali.

Kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan LindungiHutan, sebuah startup lingkungan yang berfokus pada konservasi hutan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Sinergi itu menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga bumi sebagai amanah yang harus dirawat. Bumi bukan hanya warisan dari generasi sebelumnya, tetapi juga titipan bagi generasi yang akan datang.

Direktur Finance, Strategy and Treasury Bank BSN, Abdul Firman mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perseroan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga keseimbangan alam. Setiap bibit yang ditanam hari ini adalah investasi untuk masa depan, baik bagi lingkungan maupun generasi mendatang. Kami berharap langkah tersebut dapat memberikan dampak besar dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi,” ujarnya di Teluk Benoa, Bali, Sabtu (11/4).

Melalui inisiatif tersebut kata Abdul Firman, Bank BSN berharap dapat mendorong lebih banyak pihak berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penanaman mangrove ini menjadi langkah awal dari komitmen berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lestari,” ungkapnya.

Adapun mangrove dipilih karena memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem pesisir. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi dan gelombang laut, mangrove juga efektif dalam menyerap karbon, menjadi habitat bagi berbagai biota, serta mendukung kehidupan masyarakat pesisir.

Penanaman 1.150 bibit mangrove, juga diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan, sekaligus menjadi langkah konkret dalam menghadapi perubahan iklim.

Ditambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Bank BSN dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), Tujuan 14 (Ekosistem Laut), dan Tujuan 15 (Ekosistem Daratan).

Bank BSN turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, sehingga dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat.

“Ke depan, Bank BSN berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program berkelanjutan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus kontribusi nyata bagi masa depan bumi,” ujarnya.

Sementara itu Field Coordinator LindungiHutan, Samuel Pranowo Sandrianto mengungkapkan apresiasinya kepada Bank BSN dalam pelaksanaan kegiatan yang sangat bermakna ini, yaitu penanaman mangrove sebanyak 1150 pohon.

Menurutnya, lingkungan hidup yang sehat dan lestari merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. Pohon, sebagai bagian penting dari ekosistem, memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan alam.

“Mereka tidak hanya memberikan oksigen, tetapi juga menjaga kelestarian tanah, dan juga membantu perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, penanaman pohon yang dilakukan pada hari ini adalah kontribusi nyata kita untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan lebih baik,” kata Samuel.

FLEI Business Show 2026 Buka Peluang Usaha Ditengah Dinamika Ekonomi

Bisnistoday– Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, kenaikan biaya hidup, serta tekanan daya beli, semakin banyak masyarakat mulai menyadari bahwa mengandalkan satu sumber penghasilan saja tidak lagi cukup. 

Kondisi ini mendorong perubahan pola pikir, di mana pekerja kini mulai mencari peluang usaha sebagai alternatif pendapatan tambahan dan bentuk antisipasi terhadap ketidakpastian di masa depan.

Fenomena ini sejalan dengan peran besar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97% tenaga kerja, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kewirausahaan bukan hanya pilihan, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga pergerakan ekonomi.

Seiring dengan perubahan tersebut, model bisnis yang lebih terstruktur seperti kemitraan dan franchise semakin diminati karena menawarkan sistem yang telah teruji, risiko yang lebih terukur, serta proses memulai usaha yang lebih praktis dibandingkan membangun bisnis dari nol.

Selain itu, model ini juga memungkinkan masyarakat untuk mulai berbisnis tanpa harus terlibat langsung dalam operasional sehari-hari, sehingga membuka peluang sebagai investor atau mitra usaha.

“Di tengah kondisi global yang tidak pasti, banyak perusahaan mulai menahan ekspansi dan mencari cara untuk membagi risiko. Dalam situasi ini, model franchise menjadi semakin relevan karena memungkinkan bisnis tetap berkembang tanpa menanggung seluruh beban investasi dan operasional. Ini yang membuat franchise menjadi salah satu pendekatan yang lebih adaptif dalam menghadapi kondisi saat ini,” ujar Evi Diah Puspitawati dari Franchise Academy Indonesia, saat prescon di Jakarta, 8/4/26.

Pandangan tersebut juga diperkuat oleh Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Supit, melihat adanya perubahan pola pikir di kalangan pekerja dan profesional.

“Kami melihat perubahan yang cukup signifikan, di mana semakin banyak pekerja mulai tidak hanya bergantung pada penghasilan utama, tetapi juga mulai membangun usaha sendiri. Franchise menjadi salah satu pintu masuk karena sistemnya sudah lebih siap, sehingga mereka bisa memulai tanpa harus melalui proses trial and error yang panjang,” ujar Levita.

Lanjut Levita, sektor makanan dan minuman (Food & Beverage / F&B) masih menguasai bisnis waralaba di Indonesia. Kontribusinya capai sekitar 47 persen dari total industri waralaba di Indonesia. 

“Masih di F&B. F&B itu dia di 47%. Karena apa? Orang belanja enggak belanja, pasti makan. Enggak shopping, makan. Cuman mereka makannya sesuai dengan isi kantong mereka,” ujar Levita. 

Kuatnya sektor F&B tidak lepas dari karakter konsumsi masyarakat yang menjadikan makan dan minum sebagai kebutuhan utama. Dalam kondisi ekonomi apa pun, konsumsi tetap berjalan, meski dengan penyesuaian.

Menurut Levita, fleksibilitas daya beli inilah yang membuat bisnis F&B tetap tumbuh, bahkan di tengah kekhawatiran terhadap tekanan ekonomi global maupun isu domestik seperti potensi kenaikan harga energi.

Ia mengakui sempat ada kekhawatiran ketika muncul rumor kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, kondisi tersebut tidak sampai menekan kinerja bisnis waralaba.

“Memang kemarin agak worry dengan adanya rumor tentang bensin naik, ya. Itu semua sudah pasti kalau bensin naik, sudah pasti semua akan naik,” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, minat pelaku usaha untuk masuk ke bisnis waralaba justru masih tinggi. Sejumlah pengusaha besar tetap melihat peluang ekspansi. 

“Malah beberapa hari yang lalu, banyak pengusaha besar yang meminta bisnis franchise ke kami untuk mereka buka. Tentunya pelaku usaha telah melakukan riset dan masih melihat prospek cerah di sektor waralaba, khususnya F&B.

FLEI Pertemukan Peluang Usaha Dengan Masyarakat

Menjawab kebutuhan tersebut, FLEI Business Show 2026 hadir sebagai wadah yang mempertemukan peluang usaha dengan masyarakat yang ingin memulai bisnis secara lebih pasti. Tidak hanya berdiri sendiri, FLEI Business Show 2026 juga akan berlangsung bersamaan dengan Café Brasserie Expo dan Morefood Expo. 

Selama empat hari pameran, pengunjung dapat menjelajahi lebih dari 400 brand dari berbagai industri, dengan target kehadiran 25.000 pengunjung. 

“Yang kami lihat saat ini, banyak masyarakat sudah memiliki keinginan untuk memulai usaha, tetapi masih mencari model bisnis yang tepat dan bisa langsung dijalankan. FLEI Business Show kami hadirkan sebagai tempat di mana mereka bisa bertemu langsung dengan brand, melihat sistemnya, dan memahami bagaimana bisnis tersebut bisa dijalankan secara nyata, bukan hanya sekadar konsep,” ujar Rulief Harjianto, Project Manager FLEI Business Show 2026.

FLEI Business Show 2026 juga dilengkapi dengan program seperti business conference, sesi inspiratif dari pelaku industri, konsultasi bisnis gratis, serta business matching yang membantu pengunjung memahami dan memilih peluang usaha yang paling sesuai dan siap dijalankan.

FLEI Business Show 2026 didukung oleh Kementerian Perdagangan, asosiasi dan komunitas seperti HIPPINDO, APINDO, ASLI, TES, dan TWDC serta strategic media partner internasional Asiawide Franchise Consultants dan World Franchise Associates (WFA). FLEI Business Show 2026 diselenggarakan pada 7–10 Mei 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Dewi