IOITE 2026 Jadi Titik Temu Kebutuhan Corporate Outing dan Incentive Travel Perusahaan

Bisnistoday— Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 akan digelar selama empat hari pada 8–11 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Jakarta. Diselenggarakan oleh Panorama Media, IOITE menjadi pameran yang secara khusus mempertemukan kebutuhan perusahaan akan corporate outing, gathering, incentive travel, dan team building dengan para pelaku industrinya, mulai dari hotel, venue, destinasi wisata, penyedia experiential learning, hingga event organizer. 

Setiap tahun, perusahaan di Indonesia mengalokasikan anggaran untuk outing karyawan, family gathering, hingga perjalanan insentif bagi tim berprestasi. Namun dibalik itu, tim HR, procurement, dan incentive kerap harus mencari, membandingkan, dan menghubungi vendor satu per satu. 

“Kami melihat ada jarak antara perusahaan yang punya kebutuhan dan anggaran, dengan pelaku industri yang punya solusinya. Dua-duanya sering tidak bertemu di waktu yang tepat. IOITE kami bangun untuk menjembatani itu. Dalam satu kunjungan, seorang HR manager bisa merencanakan outing, gathering, sampai incentive trip untuk setahun ke depan,” ujar Andita Tirtawisata, Director of Panorama Media, saat press conference di Jakarta 24/9/26.

Pengunjung IOITE 2026 dapat menjelajahi beragam exhibitor yang mewakili seluruh rantai kebutuhan program korporat. Untuk akomodasi dan lokasi acara, hadir hotel, resort, dan venue dari berbagai daerah di Indonesia. 

Bagi perusahaan yang merencanakan incentive trip ke luar negeri, IOITE juga menghadirkan destinasi dan brand internasional, seperti Korea Tourism Organization, Hobiholidays, White Horse, NuArt Sculpture Park, The Anvaya Beach Resort Bali. 

Kehadiran peserta internasional menjadi indikator besarnya peluang incentive travel ke luar negeri, sekaligus memberi kesempatan bagi pengunjung korporat untuk mengeksplorasi opsi perjalanan insentif internasional. 
IOITE 2026 menghadirkan rangkaian program yang dirancang untuk memberi wawasan praktis bagi pengambil keputusan di perusahaan. Salah satu sorotan utamanya adalah HR Speakers Coaching bersama Haryanto Kandani dan sejumlah speaker expert lainnya, yang akan membekali para praktisi HR dengan strategi membangun tim dan meningkatkan keterlibatan  karyawan. 

Program lainnya meliputi HR Talks, Inspiration Talk dari praktisi industri, Workshop & Fun Activities yang memungkinkan pengunjung merasakan langsung aktivitas team building, serta Business Matching yang mempertemukan perusahaan dengan penyedia yang sesuai kebutuhannya. 

“Kami ingin setiap pengunjung korporat pulang dengan sesuatu yang konkret, bukan hanya brosur. Lewat HR Speakers Coaching dan HR Talks, mereka dapat insight dari para ahli. Lewat Business Matching, mereka bisa langsung bertemu penyedia yang relevan, dan tentu saja ada banyak promo menarik dari brand yang sayang untuk dilewatkan,” kata Priscilla Daulima, Project Manager IOITE 2026. 

Dari sisi experiential learning, Sofiyan Hadi, Ketua Umum DPP Asosiasi ExperientialLearning Indonesia (AELI), menilai kegiatan outing kini semakin dipandang sebagaiinvestasi. 

“Perusahaan sekarang tidak lagi mencari outing yang sekadar seru. Mereka ingin kegiatan yang benar-benar membangun kerja sama tim dan kepemimpinan. IOITE memberi ruang bagi HR untuk melihat langsung pilihan program yang dirancang dengan tujuan jelas,” ujarnya.

Senada, Evan Saepul Rohman, Sekretaris Jenderal DPP Industri Event Indonesia (IVENDO), menyebut kebutuhan event korporat sebagai salah satu penggerak utama industri event nasional. 

“Gathering, outing, dan incentive trip melibatkan banyak pelaku, dari venue, transportasi, katering, sampai kreatif. Ketika demand dan supply dipertemukan di satu tempat seperti IOITE, prosesnya jadi lebih efisien dan dampaknya terasa ke seluruh ekosistem,” katanya.
Lebih lanjut Evan mengatakan, adanya penurunan untuk program AELI. “Kita belum.bisa mengukur ya karena biasanya kan di bulan Desember. Apalagi diakhir tahun pemerintah baru menghabiskan anggaran nya. Penurunan sampai 30 persen dikarenakan ada yang cancel, efisiensi anggaran yang tadinya program 4 hari kini hanya menjadi 2 hari saja, pindah vendor dan lain-lain,” imbuhnya.
IOITE 2026 sendiri akan digelar bersamaan dengan FLEI  Business Show, pameran waralaba, lisensi, dan peluang usaha yang kini memasuki edisi ke-27, serta Café & Brasserie Expo (CBE) edisi ke- 10.

_br

Midea Hadirkan AC Celest Inverter Hemat Energi

Bisnistoday– Kebutuhan akan pendingin udara di Indonesia terus berkembang. Konsumen tidak lagi hanya mencari AC yang mampu membuat ruangan sejuk, tetapi juga menginginkan perangkat yang hemat energi, tahan digunakan dalam jangka panjang, mudah dirawat, serta memberikan rasa aman dan nyaman dalam penggunaan sehari-hari. 
 Menjawab kebutuhan tersebut, Midea Electronics Indonesia menghadirkan Midea AC Celest Inverter dengan teknologi kecerdasan buatan AI Ecomaster, sekaligus menggabungkan performa pendinginan, efisiensi energi, perlindungan perangkat, dan mudah perawatan nya.

Head of Product Management Midea Electronics Indonesia, Hendry Wijaya, mengatakan bahwa Celest merupakan wujud komitmen Midea untuk menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. 

“Bagi Midea, teknologi yang baik adalah teknologi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh konsumen. Melalui Celest, kami menghadirkan AC dengan teknologi AI yang membantu menciptakan kenyamanan secara lebih efisien, sekaligus memberikan ketahanan dan kemudahan perawatan,” ujar Hendry dalam siaran pers nya di Jakarta, 24/9/26.

Teknologi AI untuk Kenyamanan yang Lebih Efisien 

Salah satu keunggulan utama Midea AC Celest Inverter adalah AI Ecomaster, teknologi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi tanpa mengurangi kenyamanan pengguna. 

Dengan presisi pengaturan suhu hingga 0,3°C, AI Ecomaster mampu menjaga keseimbangan antara suhu ruangan yang nyaman dan konsumsi listrik yang lebih efisien. Dengan teknologi ini bisa menghemat energi hingga 30% dibandingkan mode standar. Tersedia dalam pilihan kapasitas 0,5 PK hingga 2,5 PK. 

Selain AI Ecomaster, Midea AC Celest Inverter dilengkapi 3 teknologi utama lainnya, yaitu : 
CoolFlashKetika ruangan membutuhkan pendinginan dengan cepat, CoolFlash membantu menurunkan suhu dalam waktu singkat, bahkan ketika suhu di luar ruangan mencapai 55°C.

PrimeGuardUntuk memberikan perlindungan dan ketahanan yang lebih baik, Celest dibekali PrimeGuard. Sistem ini menggabungkan tabung tembaga TU1 yang tahan korosi, lapisan pelindung dengan ketahanan 12,5 kali lebih kuat dibandingkan Blue Coated Fins, serta PCB yang mampu beroperasi pada rentang tegangan yang lebih luas. 

I-CleanKemudahan perawatan menjadi bagian lain yang ditawarkan Celest melalui I-Clean. Fitur ini memungkinkan unit indoor melakukan pembersihan secara mandiri melalui proses dedusting otomatis dan pembekuan evaporator hingga -10°C untuk membantu mengangkat debu serta kotoran. Dengan demikian, perawatan rutin menjadi lebih praktis dan unit dapat terus bekerja secara optimal. 

Product Manager Residential Air Conditioner Midea Electronics Indonesia, Windi Ario Wicaksono, menjelaskan bahwa kombinasi keempat fitur tersebut menjadikan Celest sebagai solusi AC yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara menyeluruh. 

“Celest kami kembangkan dengan melihat kebutuhan konsumen dari berbagai sisi, mulai dari bagaimana AC dapat mendinginkan ruangan dengan cepat, menggunakan listrik secara efisien, memiliki perlindungan yang baik, hingga mudah dirawat. AI Ecomaster, CoolFlash, PrimeGuard, dan I-Clean menjadi kombinasi yang memberikan performa, ketahanan, dan kepraktisan dalam satu produk,” ujar Windi. 

Untuk terus meningkatkan kualitas layanan, Midea memperkuat jaringan service center, meningkatkan kompetensi tim, serta menghadirkan solusi layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dewi

Ketika Biaya Impor Naik, Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari Sekadar Kontrol Stok ke Kontrol Profitabilitas

Bisnistoday— Aktivitas perdagangan Indonesia terus bergerak, namun kenaikan biaya impor bahan baku membawa tantangan tersendiri bagi bisnis yang bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor bahan baku/penolong Indonesia pada Januari – Juli 2026 mencapai US$116,70 miliar atau naik 20,42% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, seiring fluktuasi nilai tukar rupiah yang turut menekan struktur biaya bisnis. 

Dalam kondisi ini, kemampuan bisnis mengetahui dan mengendalikan harga pokok penjualan (HPP) serta profitabilitas secara real-time menjadi faktor penentu daya tahan usaha, khususnya bagi sektor yang bergantung pada pasokan impor.

“Bisnis di Indonesia tidak bisa mengendalikan pergerakan kurs atau kebijakan tarif dagang global, tetapi mereka bisa mengendalikan seberapa cepat dan akurat mereka mengetahui dampaknya terhadap HPP dan margin. Ketika biaya bahan baku dan nilai tukar bergerak naik-turun dalam hitungan bulan, bisnis yang bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling cepat tahu angka mereka sendiri. Itu yang coba kami hadirkan lewat Mekari Jurnal: kontrol dan kejelasan finansial yang konsisten, apa pun kondisi di luar sana,” ungkap Suwandi Soh, Chief Executive Officer (CEO) Mekari, dalam siaran persnya baru-baru ini.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kecepatan tersebut didukung oleh analisis laporan berbasis kecerdasan buatan (AI) di Mekari Jurnal, yang mengubah data mentah menjadi insight yang mudah dipahami dalam hitungan detik, bahkan bagi tim yang tidak seluruhnya berlatar belakang akuntansi. “Jadi, AI tidak menggantikan pengambilan keputusan manusia, melainkan mempercepat proses sampai ke titik tersebut,” ujarnya.

Saat ini, ada lebih dari 55.000 klien lintas industri yang mempercayakan pengelolaankeuangannya kepada Mekari Jurnal. Di tengah tekanan biaya yang tergambar dari data BPS diatas, berikut bagaimana pelanggan Mekari Jurnal dari berbagai sektor merasakannya secara langsung.

Kenaikan Impor Bahan Baku Tekan Struktur Biaya Bisnis

Kategori impor bahan baku dan barang penolong adalah komponen yang paling langsung mempengaruhi harga pokok penjualan (HPP) bagi bisnis manufaktur dan trading, sehingga kenaikan 18,38% ini otomatis menekan margin bisnis yang tidak memiliki visibilitas biaya secara real-time.

Tekanan ini diperparah oleh pergerakan nilai tukar Rupiah yang sempat melemah ke kisaran Rp20.400 – 21.000 per dolar AS pada Mei – Juni 2026, sebelum menguat kembali ke kisaran Rp17.700 – 17.900 pada Agustus – September 2026, mengilustrasikan volatilitas kurs yang tidak bergerak satu arah dan sulit diprediksi bisnis.

Dari Stok Manual ke Keputusan Strategis Dibantu Analisis AI
Sebagai perusahaan trading di sektor unggas, PT Ayam Kota Untuk Negara sebelumnya kesulitan melacak pergerakan stok dan menghitung nilai persediaan secara manual, yang memperlambat pengambilan keputusan bisnis. 

Setelah beralih ke Mekari Jurnal, perusahaan mendapatkan visibilitas real-time atas stok dan laporan keuangan, menghasilkan 100% akurasi laporan dan 100% data yang terintegrasi antar-tim.

“Laporan keuangan Mekari Jurnal menurut saya sudah bagus dan update, bisa langsung jadi. Adanya AI juga membantu untuk membaca dan menganalisis isi laporan sehingga lebih mudah dipahami. Mekari Jurnal sudah sangat relevan dengan kebutuhan kami,” ujar Nasirin, Inventory Control PT Ayam Kota Untuk Negara. Dewi

Keren Bank BSN, Kinerja Moncer, Bukukan Laba Rp721 Miliar, Naik 36,72%

BISNISTODAY.COM, Jakarta-PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) per Agustus 2026 mencatatkan kinerja fundamental yang impresif dengan membukukan laba sebelum pajak mencapai Rp721 miliar, melonjak signifikan sebesar 36,72% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor, menyampaikan bahwa raihan positif pada bottom line tersebut didorong oleh ekspansi pembiayaan yang agresif serta pertumbuhan ekosistem digital yang semakin solid.

Dari sisi fungsi intermediasi, Bank BSN tercatat menyalurkan total pembiayaan mencapai Rp63,2 triliun, melesat 26,12% YoY. Meningkatnya pembiayaan ini menjadi katalis utama bagi pertumbuhan aset perseroan. Total aset Bank BSN per 31 Agustus 2026 tercatat menembus Rp81,5 triliun, tumbuh 20,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kinerja solid hingga Agustus 2026 ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk terus memperluas penetrasi pembiayaan yang sehat di berbagai sektor, sekaligus memastikan likuiditas tetap terjaga dengan baik,” kata Alex dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/9).

Dari sisi liabilitas, Bank BSN juga menunjukkan kinerja pendanaan yang kokoh. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp64 triliun, mencerminkan pertumbuhan sebesar 13,19% YoY.

Alex menambahkan, efisiensi operasional dan pertumbuhan dana murah turut ditopang oleh adopsi layanan perbankan digital perseroan yang kian masif.

Platform mobile banking Bale Syariah by BSN mencatatkan traksi yang signifikan. Hingga Agustus 2026, Bale Syariah by BSN telah diakses oleh 238.897 pengguna aktif. Adapun frekuensi transaksi di platform tersebut telah mencapai 3,29 juta kali, dengan volume transaksi yang menembus kisaran Rp6,57 triliun.

“Akselerasi transaksi digital melalui Bale Syariah by BSN membuktikan bahwa strategi digitalisasi BSN berada di jalur yang tepat dan semakin relevan dengan kebutuhan nasabah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Alex menegaskan bahwa torehan kinerja fundamental dan perluasan jangkauan digital tersebut bermuara pada satu tujuan utama perseroan dalam memajukan industri perbankan syariah nasional.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan tumbuh bersama nasabah serta mitra usaha. Langkah strategis ini sejalan dengan misi BSN dalam meningkatkan literasi maupun ketersediaan layanan keuangan yang inklusif, guna terus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Tanah Air,” pungkas Alex.

Bidik Potensi Emas, Bank BSN Kolaborasi Bersama MBC Perluas Ekosistem Keuangan berbasis Syariah

BISNISTODAY.COM , Yogyakarta — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas pengembangan ekosistem keuangan berbasis emas yang sejalan dengan prinsip syariah melalui kolaborasi dengan PT Mentari Bayt Coin (MBC). Kerja sama tersebut mencakup penyediaan produk emas Mentari Bayt Coin bagi Bank BSN, termasuk mekanisme pembelian kembali (buyback).

Kolaborasi itu dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang menjadi bagian dari rangkaian Grand Launching MBC Gold di Ballroom SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (19/9).

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi Bank BSN untuk memperluas layanan, sekaligus membangun ekosistem keuangan syariah yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Bank BSN ingin tumbuh bersama ekosistem. Kolaborasi dengan Mentari Bayt Coin ini membuka peluang menghadirkan alternatif produk dan layanan berbasis emas yang melengkapi kebutuhan masyarakat dalam mengelola keuangannya sesuai prinsip syariah,” kata Alex.

Menurut Alex, emas memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat Indonesia dan telah lama menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk menjaga nilai aset. Kondisi tersebut membuka peluang bagi perbankan syariah untuk menghadirkan layanan berbasis emas yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi antara industri perbankan syariah dengan pelaku usaha emas memiliki ruang pengembangan yang luas, terutama ketika didukung oleh ekosistem dan layanan yang semakin terintegrasi,” ujarnya.

Dalam kerja sama ini, MBC menyediakan emas batangan Mentari Bayt Coin bagi Bank BSN dengan tingkat kemurnian 99,99 persen dan telah bersertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Produk tersebut juga dilengkapi teknologi keamanan Bullion Protect®️ serta tersedia dalam berbagai denominasi, mulai dari 1 gram hingga 100 gram maupun gramasi khusus sesuai kebutuhan Bank BSN.

Untuk mendukung kelancaran dan keamanan transaksi business-to-business (B2B), proses bisnis tersebut didukung portal digital terintegrasi milik MBC. Melalui platform ini, Bank BSN dapat memantau pergerakan harga secara real-time, menerbitkan purchase order (PO), memproses instrumen pembayaran, melacak pengiriman, hingga memvalidasi keaslian produk fisik melalui pemindaian kode Quick Response (QR).

Kerja sama dengan MBC ini juga menjadi bagian dari upaya Bank BSN memperluas sinergi dengan berbagai institusi dan komunitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama. Yang terpenting adalah bagaimana sinergi ini nantinya dapat menghadirkan manfaat nyata dan membangun ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Alex.

Peluncuran MBC Gold dan penandatanganan PKS tersebut turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., serta para Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dan mitra strategis lainnya.

Sementara itu, Direktur Utama MBC Prof. Jebul Suroso menyampaikan optimisme terhadap potensi pengembangan emas yang terintegrasi dengan berbagai lini ekosistem. Menurutnya, tiga pilar utama bisnis MBC, yakni penjualan langsung, cicilan emas, dan tabungan emas, dirancang untuk dapat disinergikan dengan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

“Bisnis emas MBC nanti bisa disinergikan dengan AUM-AUM kita, baik itu di bidang pendidikan, kesehatan maupun lainnya. Nanti bisa diterapkan pada berbagai aspek, termasuk untuk tabungan mereka, tabungan hari tua atau pensiun, ataupun untuk kebutuhan lainnya,” papar Prof. Jebul.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai perbankan syariah, termasuk Bank BSN, yang hadir sebagai mitra strategis dalam mendorong pergerakan ekonomi di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.

Prof. Jebul berharap peran perbankan syariah dapat terus dioptimalkan untuk mendukung pengembangan dan penguatan ekonomi di lingkungan AUM.

“Jadikan bank-bank utama itu sebagai penopang pergerakan ekonomi di AUM-AUM kita,” tutupnya.

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

Bisnistoday.com, Jakarta – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah di Tanah Air, salah satunya melalui perluasan sinergi di sektor perjalanan ibadah Umrah dengan menjajaki kolaborasi bersama JARDY Travel Indonesia.

Penjajakan kerja sama tersebut berfokus pada upaya mengintegrasikan ekosistem Umrah dengan layanan perbankan syariah secara menyeluruh. Bank BSN membidik pengembangan layanan yang tidak hanya mencakup fasilitas transaksi pembayaran dasar, namun juga digitalisasi customer journey, perencanaan keuangan ibadah, hingga peningkatan customer experience (pengalaman pelanggan) bagi para jamaah secara berkesinambungan.

SEVP Wealth & Customer Experience Bank BSN, Sri Soekminiarni mengatakan bahwa perseroan terus berupaya menghadirkan layanan yang adaptif dan dekat dengan kebutuhan nasabah maupun masyarakat luas.

“Kami menyambut baik ruang diskusi seperti ini karena kebutuhan masyarakat terus berkembang. Kolaborasi antar ekosistem dapat membuka peluang untuk menghadirkan pengalaman layanan yang semakin mudah, relevan dan memberikan nilai tambah bagi nasabah maupun jamaah, tentunya dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola dan ketentuan yang berlaku,” kata Rini di Jakarta, Rabu (16/9).

Melalui penjajakan tersebut, Bank BSN mengeksplorasi sejumlah potensi kerja sama, mulai dari solusi pembayaran terpadu bagi jamaah, perencanaan finansial sebelum keberangkatan, layanan berbasis komunitas, hingga program literasi keuangan syariah.

Bank BSN menilai infrastruktur perbankan syariah memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai mata rantai ekonomi Umrah. Ekosistem tersebut mencakup beragam sektor, mulai dari maskapai penerbangan, hotel, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Visi pengembangan ekosistem tersebut mendapat sambutan positif dari JARDY Travel Indonesia. Manajemen JARDY yang dipimpin para founder Dicky Taufik Gustiawan, Anriani, dan Jeffry, bersama Direktur Utama H. Kuldip Singh serta jajaran komisaris, menilai kolaborasi dengan institusi perbankan dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan industri perjalanan ke depan.

“Ketika kekuatan industri travel dapat terhubung dengan infrastruktur keuangan syariah, teknologi, dan customer experience perbankan, ada peluang untuk menciptakan pengalaman perjalanan ibadah yang semakin mudah, aman dan terintegrasi. Di situlah filosofi JARDY, ‘Satu Perjalanan, Tumbuh Bersama’, ingin kami implementasikan secara nyata,” ungkap Dicky Taufik Gustiawan, Founder & Visionary JARDY.

Menurut Dicky, perjalanan ibadah Umrah saat ini tidak hanya berkaitan dengan keberangkatan secara fisik. Kebutuhan jamaah mencakup rangkaian proses sejak munculnya niat, perencanaan dana, persiapan keberangkatan, selama menjalankan ibadah, hingga setelah kembali ke Tanah Air.

Ke depan, Bank BSN dan JARDY Travel akan terus mengintensifkan komunikasi untuk mematangkan kajian serta rencana implementasi kerja sama tersebut. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan dan keamanan bagi jamaah, tetapi juga memperkokoh daya saing ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia secara berkelanjutan.

Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

BISNISTODAY.COM, Bandung-PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas penetrasi layanan perbankan digital syariah ke berbagai kota besar, salah satunya dengan meluncurkan Program Serbu Ekosistem di Bandung, Jawa Barat pada Jumat (11/9/2026).

Langkah strategis ini dirancang agar layanan perseroan semakin dekat dengan aktivitas usaha dan kebutuhan harian nasabah.

Bukti kepercayaan nasabah terhadap Bank BSN tercermin dari kinerja fundamental perseroan yang solid. Hingga 31 Agustus 2026, aset Bank BSN telah mencapai Rp81,5 triliun, atau tumbuh 20,75% secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian impresif ini sekaligus mengukuhkan Bank BSN sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia.

Dari sisi transaksi digital, ekosistem perseroan menunjukkan pertumbuhan yang masif. Platform mobile banking Bale by Syariah tercatat menembus 238.897 pengguna, membukukan 3,29 juta kali transaksi dengan volume mencapai sekitar Rp6,57 triliun.

Sementara itu, penetrasi layanan QRIS BSN telah diadopsi oleh 2.102 merchant, dengan akumulasi transaksi sebanyak 2,07 juta kali dan volume transaksi menembus angka Rp552,1 miliar.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa perseroan akan terus berupaya hadir di berbagai lini dan ekosistem masyarakat.

“Salah satunya melalui berbagai Program Serbu, mulai dari Serbu Resto, Serbu Kampus, Serbu Rumah Sakit, Serbu Mesjid hingga Serbu Toko. Hari ini di Bandung, semangat tersebut kita lanjutkan melalui Program Serbu Ekosistem,” kata Alex di Bandung, Jumat (11/9).

Peluncuran Program Serbu Ekosistem Resto di Bandung ini juga menjadi bagian dari rangkaian momentum Hari Pelanggan Nasional. Menegaskan komitmen perseroan untuk turun langsung ke lapangan, kegiatan tersebut diselenggarakan secara tatap muka di tempat usaha salah satu nasabah sekaligus merchant BSN, yakni restoran Saji Marem milik Bapak Wagiman.

Alex, yang sebelumnya pernah bertugas sebagai Kepala Cabang di Bandung, memanfaatkan momen ini tidak hanya untuk bernostalgia, tetapi juga untuk menyerap aspirasi secara langsung dari para mitra.

“Hari ini saya justru ingin lebih banyak mendengar langsung dari Bapak dan Ibu sebagai pelaku usaha dan nasabah BSN. Apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih perlu kami perbaiki, dan kebutuhan apa yang ke depan bisa lebih banyak didukung oleh BSN,” ungkapnya.

Implementasi Program Serbu Ekosistem di Bandung ini menggandeng beragam pelaku usaha lintas sektor. Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh para Direktur perusahaan dan owner merchant lokal, seperti PT Bestow Harapan Indah, PT Verindo Klaras Utama, brand fesyen Mayoutfit, Rurik, Flottilicious & Ghalibia, Belyanza, hingga institusi pendidikan sekolah Asy-Syifa.

Turut mendampingi Alex Sofjan Noor dalam peluncuran tersebut antara lain Direktur Retail Funding Bank BSN Ari Kurniaman, Direktur Commercial and Corporate Banking Maqin U Norhadi, serta Kepala Cabang Bandung Benny Kurniawan.

Keren! Bidik Nasabah Premium, BSN Luncurkan Layanan Prioritas

BISNISTODAY.COM, Jakarta – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas layanan bisnis ke segmen nasabah affluent, termasuk high-net-worth individuals (HNWI) melalui peluncuran BSN Prioritas  untuk menjawab kebutuhan nasabah dengan tingkat kemapanan finansial yang semakin kompleks.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa melalui BSN Prioritas, Bank BSN ingin memperkuat peran sebagai mitra finansial yang mampu memberikan solusi secara menyeluruh, personal, dan sesuai dengan kebutuhan setiap nasabah.

“Kami ingin memastikan setiap langkah pengelolaan keuangan nasabah tidak hanya memberikan imbal hasil finansial, tetapi juga selaras dengan prinsip syariah,” kata Alex di Jakarta, Kamis (10/9).

Mengusung konsep “Blessed Prosperity”, BSN Prioritas memadukan layanan wealth management dengan prinsip-prinsip syariah. Nasabah dapat mengakses berbagai produk dan instrumen keuangan, mulai dari Sukuk, Bancassurance, Reksa Dana Syariah, hingga fasilitas valuta asing (valas).

BSN Prioritas juga dilengkapi layanan konsultasi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan finansial nasabah secara lebih komprehensif. Layanan tersebut mencakup konsultasi Ziswaf, manajemen waris, hingga perencanaan perjalanan ibadah.

Untuk menghadirkan layanan yang lebih personal, Bank BSN menyiapkan Personal Relationship Manager (PRM) yang berperan memahami kebutuhan dan karakteristik finansial nasabah, sekaligus memberikan rekomendasi solusi yang relevan dan tepat sasaran.

Perseoan juga menghadirkan outlet khusus prioritas (priority lounge) untuk memberikan kenyamanan, privasi dan pengalaman perbankan yang lebih eksklusif, antara lain akses airport lounge, berbagai penawaran khusus, serta kemudahan bertransaksi menggunakan Debit Visa BSN Prioritas.

Untuk kategori nasabah tertentu, Bank BSN juga menyediakan fasilitas networking, ruang pertemuan bisnis, hingga akses ke fasilitas kesehatan.  “Dengan perpaduan antara layanan personal dan teknologi digital, kami ingin BSN Prioritas menjadi layanan yang modern, dinamis, namun tetap mengedepankan kedekatan dengan nasabah,” ujar Alex.

Ekosistem Digital Terintegrasi

Sejalan dengan kebutuhan nasabah yang menginginkan layanan cepat, praktis, dan fleksibel, BSN Prioritas turut diperkuat ekosistem digital yang terintegrasi.

Bank BSN memperkenalkan BLESS, platform digital yang dirancang memudahkan nasabah mengakses berbagai fasilitas dan manfaat BSN Prioritas kapan pun dan di mana pun.

Untuk memenuhi kebutuhan transaksi produk wealth management, nasabah dapat memanfaatkan aplikasi Bale Syariah by BSN. Melalui platform tersebut, nasabah dapat mengakses dan melakukan transaksi berbagai instrumen investasi, termasuk Reksa Dana Syariah dan Sukuk di pasar perdana.

Perpaduan layanan personal, produk investasi, fasilitas eksklusif, dan teknologi digital menjadi fondasi Bank BSN dalam menghadirkan pengalaman perbankan prioritas yang modern dan dinamis, namun tetap berlandaskan prinsip syariah.

Peluncuran BSN Prioritas juga dimeriahkan oleh Pendopo, merek usaha Kawan Lama Group yang menjadi wadah bagi lebih dari 300 UKM di Nusantara dengan kurasi lebih dari 12.000 produk dalam empat kategori, yakni fashion, crafts, food & beverages, serta beauty & wellness.

Mengusung slogan “Ragam Satu Negeri”, Pendopo menghadirkan booth yang menampilkan beragam karya dan produk pilihan Indonesia sebagai bagian dari upaya mendorong pelestarian kekayaan budaya Nusantara. Pendopo juga mendukung rangkaian acara melalui peragaan busana yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia dalam momen peluncuran BSN Prioritas.

Altrak 1978 Dan Berca Mandiri Perkasa Hadirkan Green For The Future di Mining Indonesia 2026

Bisnistoday— PT Altrak 1978 dan PT Berca Mandiri Perkasa kembali berpartisipasi dalam Mining Indonesia 2026 dengan mengangkat tema “Green for the Future”.

Melalui tema ini, kedua perusahaan menegaskan komitmen mendukung transisi industri alat berat menuju elektrifikasi, sejalan dengan tuntutan operasi pertambangan yang lebih efisien danrendah emisi.

Elektrifikasi kini menjadi arah baru industri alat berat global. Regulasi lingkungan yang semakin ketat, biaya bahan bakar fosil yang tinggi, serta target dekarbonisasi banyak mendorong kebutuhan alat berat listrik (EV). 

Altrak 1978 dan Berca Mandiri Perkasa memposisikan dirinsebagai mitra strategis dalam mendukung transformasi ini, dengan menyediakan produk alat berat elektrik sekaligus layanan purna jual yang mencakup teknisi terlatih, jaringan cabang,ketersediaan suku cadang, dan pusat pelatihan.

Alteq78: Lini Alat Berat Listrik untuk Efisiensi Operasional

Melalui lini bisnis elektrifikasinya, Alteq78, Altrak 1978 memperkenalkan dua unit alat berat bertenaga listrik penuh:
* EX20EV Mini Excavator — beroperasi lebih senyap, bebas emisi gas buang di titikpenggunaan (zero tailpipe emission), dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan unit diesel konvensional.

* BL95EV Backhoe Loader — memiliki performa penggalian dan pemuatan setara versi konvensional, dengan biaya perawatan lebih rendah dan tanpa emisi langsung selama pengoperasian.

Kedua unit ini menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi sudah siap diterapkan pada alat berat kelas menengah, membuka peluang bagi pelaku industri untuk menekan jejak karbon tanpa mengorbankan produktivitas.

“Green for the Future mencerminkan komitmen kami untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri. Elektrifikasi menjadi salah satu arah penting perkembangan alat dan kendaraan industri ke depan. Kami percaya efisiensi energi dan pengurangan emisi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi industri pertambangan dan konstruksi di masa depan,” ujar Siman Fadil, Chief Operating Officer (COO) Altrak 1978 dalam siaran persnya Jakarta, 8/9/26

Selain unit EV, Altrak 1978 tetap menghadirkan portofolio unggulannya, antara lain Cummins Engine, Cummins Power Generation, CASE Construction, New Holland Farm Tractor, Merlo Telehandler, Yanmar Mini Excavator, Mizou Infield Transport, ASHNA Combine Harvester, AL78 Power Lighting, dan Sangdo Breaker — melengkapi solusi dari alat berat konvensional hingga teknologi masa depan.

Berca Mandiri Perkasa: Memperluas Ekosistem Alat Material Handling Ramah Lingkungan

PT Berca Mandiri Perkasa turut memperkuat portofolio produk ramah lingkungannya dengan menghadirkan beragam unit forklift listrik serta wheel loader, di antaranya:
* Forklift NICHIYU FB25* Forklift NOBLELIFT FE4P25Q* Forklift BYD ECB80* Wheel Loader Lonking LG856T

Lini forklift listrik ini melengkapi upaya elektrifikasi di sektor material handling, sementara Wheel Loader Lonking LG856T menegaskan posisi Berca Mandiri Perkasa dalam menghadirkan alat berat yang mengutamakan efisiensi bahan bakar dan keandalan operasional tinggi, sesuai kebutuhan operasional tambang modern saat ini.

Berca Mandiri Perkasa juga menampilkan portofolio produk melalui Mitsubishi, Lonking, Nichiyu, Konecranes, dan Berca Power, memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi alat berat dan material handling yang komprehensif.

Elektrifikasi sebagai Jawaban atas Tantangan Industri Pertambangan

Efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon menjadi dua isu utama yang mendorong transformasi teknologi di sektor pertambangan dan konstruksi. Alat berat listrik menawarkan sejumlah keunggulan: biaya operasional lebih rendah karena tidak bergantung pada bahan bakar fosil, tingkat kebisingan yang minim sehingga cocok untuk area kerja sensitif, perawatan yang lebih sederhana dengan lebih sedikit komponen bergerak, serta kontribusi terhadap target net zero emission yang semakin banyak diadopsi perusahaan tambang di Indonesia maupun global.

Partisipasi Altrak 1978 dan Berca Mandiri Perkasa di Mining Indonesia 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan solusi ini langsung kepada pelaku industri, .sekaligus membuka dialog mengenai penerapan elektrifikasi secara bertahap sesuai kebutuhan operasional masing-masing perusahaan. 

Komitmen Jangka Panjang Menuju Industri yang Lebih Hijau

Kehadiran Altrak 1978 dan Berca Mandiri Perkasa di Mining Indonesia 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kedua perusahaan dalam menghadirkan solusi teknologi yang menjawab kebutuhan industri saat ini sekaligus mempersiapkan langkah menuju industri pertambangan dan konstruksi yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui tema “Green for the Future”, kedua perusahaan menegaskan bahwa transisi energi bukan sekadar tren sesaat, melainkan arah jangka panjang yang akan terus didukung melalui inovasi produk dan layanan purna jual yang andal. 

Pacu Volume Transaksi Mobile Banking, Bank BSN Serbu Merchant di Kota-Kota Besar

Bisnistoday.com, Jakarta — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas penetrasi layanan perbankan digital syariah dengan meluncurkan Program Serbu Ekosistem sebagai strategi meningkatkan volume transaksi digital di kalangan pelaku usaha dan memperkuat ekosistem bisnis perseroan.

Hingga 31 Agustus 2026, platform mobile banking Bale Syariah by BSN mencatatkan 238.897 pengguna aktif. Total transaksi melalui platform ini mencapai 3,29 juta kali dengan volume transaksi menembus Rp6,57 triliun.

Sementara itu, dari sisi infrastruktur merchant, layanan QRIS BSN telah diadopsi oleh 2.102 merchant dengan akumulasi transaksi mencapai 2,07 juta kali dan volume menembus Rp552,1 miliar.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa pencapaian tersebut, seiring strategi perseroan yang akan mengintegrasikan solusi perbankan syariah secara langsung ke dalam ekosistem usaha harian mitra bisnis melalui Program Serbu Ekosistem.

“Setiap inovasi produk bisnis Bank BSN harus berakar pada kemudahan transaksi bagi para pelaku usaha. Melalui semangat #ThinkCustomer, setiap keputusan bisnis selalu dimulai dari pertanyaan: Apakah langkah ini benar-benar memudahkan nasabah?”kata Alex saat meluncurkan Program Serbu Ekosistem di Walking Drums Cafe, Jakarta, akhir pekan lalu.

Peluncuran program tersebut sekaligus menjadi momentum perayaan Hari Pelanggan Nasional, dimana manajemen Bank BSN hadir langsung menyapa dan melayani nasabah dengan sepenuh hati. Rangkaian kegiatan ini juga menandai dimulainya roadshow di Jakarta secara bertahap ke berbagai kota besar lainnya seperti Banda Aceh, Bandung dan Surabaya.

Adapun, pelaksanaan kegiatan di Jakarta berlokasi di Walking Drums Cafe yang merupakan tempat usaha milik salah satu nasabah Bank BSN, Ibu Alifah Abdullah, yang juga mengembangkan unit usaha Root & Grow di beberapa lokasi strategis.

“Dalam menjalankan roda bisnis harian, kebutuhan akan kecepatan, kenyamanan, dan kepastian transaksi pembayaran menjadi krusial, khususnya lewat pemanfaatan fitur digital seperti QRIS dan mesin Electronic Data Capture (EDC),” ungkap Alex.

Menurut Alex, kemitraan tersebut sebagai representasi arah pelayanan Bank BSN yang berorientasi pada ekosistem riil nasabah.

“Pola pendekatan ini menegaskan transformasi perbankan yang tidak lagi pasif menunggu kedatangan nasabah di kantor cabang, melainkan hadir secara aktif dan melekat dalam menopang aktivitas harian serta pertumbuhan usaha mitra bisnisnya,” ujarnya.

Perseroan mencatat portofolio mitra mencakup berbagai sektor, mulai dari segmen ritel hingga industri kreatif. Di antaranya terdapat Ibu Heni Widiastuti, pelaku usaha asal Pasar Minggu yang aktif memanfaatkan platform Bale Syariah untuk menopang operasional usahanya, serta Ibu Hanna Faridl yang bergerak di industri fashion muslim melalui label Modestalk.

Selain itu, Bank BSN juga memperkuat lini kemitraannya dengan usaha yang memiliki rekam jejak panjang seperti Romi Jaya milik Bapak Firman yang telah beroperasi sejak 1990.

Dukungan Bank BSN juga merambah pada kelompok wirausaha muda yang sangat dinamis dan mengandalkan efisiensi digital, seperti Ibu Rula dari Nahid Studio serta Bapak Bimo pemilik Coco Bross. 

Perseroan juga hadir lebih dekat dengan pelaku UMKM di daerah, salah satunya nasabah UMKM di Tasikmalaya yaitu Lozy Hijab.

Lozy Hijab merupakan brand modest fashion lokal yang didirikan oleh Andesni Hirda Putri dan telah dirintis sejak sekitar 11 tahun lalu. Berawal dari produk hijab, Lozy kini terus berkembang dengan menghadirkan beragam pilihan modest fashion, mulai dari pashmina, hijab instan, hijab segitiga, tunik, abaya, gamis, blouse, hingga one set.

“Keberadaan para mitra usaha lintas generasi dan sektor ini mempertegas peran perseroan dalam menyediakan solusi keuangan yang relevan bagi seluruh segmen pelaku usaha,” pungkas Alex.

Lebih lanjut, melalui Program Serbu Ekosistem, Bank BSN memfasilitasi kebutuhan transaksi merchant secara holistik. Layanan yang disiapkan mencakup infrastruktur penerimaan pembayaran QRIS dan EDC, pengelolaan arus kas ‘cash management’, hingga kemudahan akses pembiayaan guna mendukung rencana ekspansi usaha para pelaku UMKM dan korporasi.

Dalam peluncuran Program Serbu Ekosistem di Jakarta, Alex Sofjan Noor didampingi Direktur Retail Funding Bank BSN Ari Kurniaman, Direktur Commercial and Corporate Banking Bank BSN Maqin U. Norhadi, serta sejumlah nasabah dan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.