Arga M. Nugraha, Wadirut Bank BSN:Keuangan Syariah Sebagai Motor Ekonomi Berkelanjutan Jadi Isu Sentral Dalam Forum Islamic Global

BISNISTODAY.COM, Bangkok – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menegaskan komitmen perseroan dalam mendorong peran keuangan syariah sebagai instrumen pendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan ekonomi global.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama Bank BSN Arga M. Nugraha dalam forum internasional di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2026 di Bangkok, Thailand, Rabu (14/10).

Forum internasional bertema “Keuangan Syariah: Dari Ketahanan Krisis menuju Pembiayaan Transisi” ini diselenggarakan oleh Islamic Bank of Thailand (ibank) bersama International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC). Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai negara di kawasan ASEAN, Afrika, dan Timur Tengah.

Dalam panel diskusi tersebut, Arga memaparkan strategi ketahanan perbankan syariah dalam menghadapi dinamika dan krisis ekonomi. Ia menekankan perlunya transformasi model pembiayaan menuju skema yang lebih berorientasi pada prinsip bagi hasil, pengukuran dampak pembiayaan, serta penguatan kolaborasi lintas negara.

“Proses tukar pikiran dan dialog internasional harus terus dilakukan dan dijaga momentumnya, terutama untuk membantu mengurangi fragmentasi pasar keuangan syariah di ASEAN,” ujar Arga.

Menurut Arga, integrasi dan interoperabilitas pasar keuangan syariah di tingkat regional menjadi faktor penting untuk memperluas akses layanan keuangan yang inklusif bagi lebih dari 250 juta umat Muslim di ASEAN. Karena itu, Bank BSN berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam mendukung dialog strategis dan kolaborasi yang dapat memperkuat ekosistem keuangan syariah di kawasan.

Dalam sambutan pembukaan, Yang Mulia Arun Boonchom, Sheikhul Islam Tailan, menegaskan bahwa keuangan syariah berlandaskan pada tujuan-tujuan syariah (Maqasid al-Shariah), yang mengedepankan keadilan sosial, kesetaraan, pembagian risiko secara transparan, serta pelestarian harta demi kemaslahatan bersama.

Diskusi yang dipandu oleh perwakilan IFESDC Murniati Mukhlisin ini juga menghadirkan Presiden Islamic Bank of Thailand Thaweelap Rittapirom dan Presiden INCEIF University Mohd. Azmi Omar sebagai narasumber.

Para panelis sepakat bahwa instrumen keuangan syariah seperti sukuk dan akad berbasis bagi hasil dan pembagian risiko melalui musyarakah dan mudharabah memiliki potensi besar dalam memobilisasi pembiayaan ke sektor energi terbarukan, infrastruktur berkelanjutan, serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Forum tersebut juga menyoroti pentingnya integrasi dana sosial Islam, yakni zakat dan wakaf, ke dalam ekosistem keuangan yang lebih luas guna memperkuat perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan.

Pimpinan Islamic Development Bank (IsDB) Group, Muhammad Sulaiman Al Jasser dalam sambutannya menyatakan bahwa masa depan industri keuangan syariah tidak cukup diukur dari pertumbuhan aset semata. Kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan komunitas juga harus menjadi tolok ukur keberhasilan industri.

Sebagai tindak lanjut, ibank selaku tuan rumah akan merumuskan rekomendasi kebijakan bertajuk “Bangkok Policy Note”. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan Keuangan Transisi Islam melalui penguatan ketahanan institusi, perluasan inklusi keuangan, serta integrasi ekosistem keuangan syariah ASEAN dengan pasar global.

Hindari Lapisan Birokrasi Tambahan, RUU Migas Didesak Mandatkan BUK Migas Langsung ke Pertamina

Bisnistoday– Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi: Mengembalikan Kedaulatan Migas dan Memastikan Pengelolaannya sesuai Konstitusi untuk Sebesar-besar Kemakmuran Rakyat” di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026). 
Forum ini guna menyatukan pandangan masyarakat sipil, serikat pekerja, dan kalangan akademisi dalam mengawal perumusan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) serta pembahasan RUU Migas di DPR dan Pemerintah.

Ketua PP Muhammadiyah, Dr. M. Busyro Muqoddas, menegaskan bahwa komitmen keagamaan dan kebangsaan adalah satu kesatuan yang diwujudkan melalui tindakan nyata berlandaskan nilai profetik: liberasi (pembebasan dari ketidakadilan), humanisasi, dan transendensi. Dalam konteks RUU Migas, Busyro menyoroti beberapa poin fundamental:
• Tolak ‘Kemaksiatan Politik’ dan Kebijakan Ugal-ugalan: Muhammadiyah tidak bisa mendiamkan praktik kemaksiatan politik dan penurunan integritas dalam penyelenggaraan negara. 
• Kritik Proses Legislasi Fast Track: Menyoroti kecenderungan pembahasan regulasi Migas yang sering dipaksakan berlangsung cepat (fast track) tanpa partisipasi publik yang bermakna (meaningful participation). Undang-undang yang menyangkut hajat hidup orang banyak wajib transparan.
• Berbasis Riset, Bukan Prasangka: Sikap Muhammadiyah dalam mengawal kebijakan publik selalu bersandar pada kajian ilmiah mendalam dan data objektif. 
• Evaluasi Dampak Hilirisasi dan Lingkungan: Tata kelola migas ke depan wajib menjamin keberlanjutan ekologis dan perlindungan hak-hak masyarakat terdampak.
• Semangat Ta’awun (Saling Menolong): Muhammadiyah membangun sinergi bersama serikat pekerja dan akademisi sebagai bagian dari amanat Muktamar Surakarta untuk menegakkan pilar kemanusiaan, kebangsaan, dan keagamaan demi sebesar-besar kemaslahatan rakyat.

Presiden FSPPB, Ir. Arie  Gumilar, S.T., IPM., mengingatkan bahwa Indonesia telah lebih dari satu dekade mengalami kekosongan UU Migas yang utuh pasca-Putusan MK No. 36/PUU-X/2012. RUU inisiatif DPR tahun 2026 ini harus menjadi momentum membalikkan arus liberalisasi kembali ke roh Pasal 33 UUD 1945.

Poin-poin strategis yang didorong FSPPB meliputi:
• Mandat BUK Migas pada Pertamina: Menetapkan Pertamina sebagai National Oil Company (NOC) yang mengemban fungsi Badan Usaha Khusus (BUK) Migas secara terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mencegah fragmentasi, inefisiensi, dan duplikasi biaya.
• Governance Firewall: Memisahkan fungsi pengelolaan kontrak kerja sama (melalui BPKKS atas nama negara) dengan fungsi operasional bisnis Pertamina agar tata kelola tetap profesional, diawasi secara independen, dan bebas dari konflik kepentingan.
• BBM Terjangkau untuk Rakyat: Integrasi hulu-hilir, peningkatan cadangan/lifting, serta efisiensi rantai pasok logistik harus tercermin secara konkret pada harga energi yang terjangkau bagi masyarakat dan kompetitif bagi industri nasional.
• Tolak Privatisasi Terselubung: Menolak segala bentuk pelepasan aset strategis energi kepada pasar bebas serta menjamin perlindungan pekerja, kemandirian teknologi (TKDN), dan keadilan bagi daerah penghasil migas.

Dari sisi akademisi dan kebijakan energi nasional, Prof. Ir. Mukhtasor, M.Eng., Ph.D. memberikan empat catatan kunci bagi masa depan industri migas Indonesia:
1. Rasional dan Terukur: Migas bukan “anak tiri”. Migas tetap menjadi kebutuhan vital dalam jangka panjang hingga 2050 dan dekade berikutnya. Narasi transisi energi global tidak boleh dimaknai sebagai pengabaian total terhadap industri migas domestik.
2. Kedaulatan Menjamin Kepastian Hukum: Kedaulatan energi memberikan kemerdekaan pengambilan keputusan dan kepastian hukum yang sangat dibutuhkan para pelaku industri dan investor migas nasional.
3. Kemandirian sebagai Modal Pembangunan: Menempatkan energi bukan sekadar komoditas fiskal, melainkan modal penggerak ekonomi yang memperluas lapangan kerja dan menumbuhkan daya saing industri dalam negeri.
4. Ketahanan Sejalan dengan SDGs: Kebijakan energi harus berpihak pada Kepentingan Nasional dalam kerangka pembangunan berkelanjutan (SDGs), sehingga Indonesia berdaulat dan tidak terjebak dalam ketergantungan impor maupun diplomasi energi luar negeri.  Dewi

Novo Paparkan Prioritas Strategi Perusahaan dalam Capital Markets Day 2026

Bisnistoday– Novo Nordisk menyelenggarakan Capital Markets Day (CMD) di London untuk menyampaikan informasi terbaru terkait strategi perusahaan dan target strategis hingga 2030.

Pembaruan ini berfokus pada tiga ambisi utama, yaitu memperluas portofolio produk yang dikembangkan, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, dan memberikan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham.

Jajaran manajemen senior Novo memaparkan strategi perusahaan, strategi penelitian dan pengembangan (R&D), fokus strategis untuk mencapai keunggulan diberbagai area terapi, strategi komersial di Amerika Serikat dan International Operations, manufaktur dan pasokan global, serta kinerja keuangan.

Untuk memperluas portofolio produk, Novo menargetkan peluncuran lebih dari lima produk multiblockbuster pada 2030 serta penjualan lebih dari 150 miliar kroner Denmark (DKK) dari portofolio tersebut pada 2035.

Perusahaan juga menargetkan setidaknya lima program pengembangan klinisfase 3 di bidang obesitas dan diabetes, serta setidaknya lima program pengembangan klinis fase 3 di area terapi lainnya.

Untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, Novo menargetkan rata-rata pertumbuhan pendapatan per tahun (CAGR) yang sejalan dengan perusahaan sejenis di industri farmasi selama 2026–2030.

Novo juga akan meningkatkan kapasitas produksi agar dapat melayani 10 kali lebih banyak orang dengan obesitas melalui terapi GLP-1 oral. Pada 2030, Novo menargetkan dapat melayani lebih dari 60 juta pasien di seluruh dunia.

Untuk memberikan hasil yang menarik bagi pemegang saham, Novo berencana menjaga margin operasional secara umum tetap stabil¹ serta mempertahankan dividen per saham yang menarik.

Sebelumnya, Novo juga mengumumkan bahwa Perusahaan memulai babak baru dengan memperkenalkan rebranding yang berfokus pada ‘Lasting Health Starts Now’ dan penggunaan ‘Novo’ sebagai nama tunggal, serta memperbarui budaya perusahaan melalui ‘The Novo Way.’ Hal ini mendorong perusahaan untuk melangkah maju dengan lebih fokus, cepat, serta berdampak. 

Pembaruan melalui ‘The Novo Way’ dan rebrand menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam mencapai sasaran bisnisnya, serta mewujudkan ambisi untuk menghadirkan kesehatan yang lebih baik bagi lebih banyak orang. Dewi

Tips Korean Makeup Look ala barenbliss

Bisnistoday— Riasan sederhana ke kampus bisa tetap menarik untuk hangout setelah kelas dengan sentuhan bulu mata lentik ala lash extension. Bagi pecinta Korean makeup look, padukan tampilan tersebut dengan complexion natural, pipi merona, dan glossy lips. 

Roll to Definer Steel Mascara (RTD) dari barenbliss melengkapi riasan melalui aplikator baja dua sisi yang membantu bulu mata tampak lebih panjang, bervolume, dan terdefinisi. Inovasi ini menjadi bagian dari langkah barenbliss memperkuat identitasnya sebagai Leading Innovation Brand Mascara di Indonesia.

Untuk mendapatkan tampilan tersebut, ikuti langkah sederhana Korean makeup look ala barenbliss berikut ini.
1. Mulai dengan base naturalGunakan base makeup secukupnya untuk meratakan tampilan warna kulit, lalu rapikan alis mengikuti bentuk alaminya. Pilih eyeshadow berwarna lembut agar wajah terlihat segar dan bulu mata lebih menonjol.

2. Ciptakan natural lash-extension look dengan RTDGunakan Roll to Definer Steel Mascara untuk menciptakan natural lash-extension look. Aplikasikan sisir pendek untuk menambah volume, lalu gunakan sisir panjang untuk memanjangkan dan memisahkan bulu mata. 

3. Sesuaikan intensitas dengan agendaMulai dengan satu sapuan RTD untuk tampilan natural ke kampus. Untuk hasil lebih tegas saat hangout, tambahkan lapisan saat aplikasi. 

E-MortalLock™ Tech membantu mempertahankan hasil dan kelentikan bulu mata, dengan performa waterproof, sweatproof, dan smudgeproof untuk mendukung aktivitas sehari-hari. RTD juga telah bersertifikasi halal, sebagai nilai tambah dalam pemilihan produk makeup.

4. Lengkapi dengan pipi merona dan glossy lipsAplikasikan Moist Mochi Blush tipis pada pipi, lalu baurkan untuk rona yang lembut. Akhiri dengan Aura Mood Vinyl dalam warna senada. Untuk efek gradient lips, aplikasikan di tengah bibir lalu baurkan ke arah tepi, atau gunakan secara merata untuk warna yang lebih tegas saat hangout. Dewi

Café & Brasserie Expo 2026 Siap Digelar 9-11 Oktober di NICE PIK 2

Bisnistoday- Café & Brasserie Expo Indonesia (CBE) 2026 akan digelar pada 9-11 Oktober 2026 di NICE PIK 2, mempertemukan pemasok, pemilik usaha, barista, dan pencinta kopi dalam satu pameran selama tiga hari. 

Memasuki edisi ke-9, CBE tahun ini menyiapkan lebih dari sepuluh program yang dirancang agar setiap pengunjung, baik yang baru merintis maupun yang sudah lama berkecimpung di industri ini, pulang membawa sesuatu yang berguna bagi usahanya. 

Bagi mereka yang baru berencana membuka kafe, Cafe Talks dan Taste Talks menjadi titik awal yang tepat. Di kedua panggung ini, para praktisi akan berbagi pengalaman tentang cara menyusun konsep, merancang menu, hingga menghitung biaya operasional yang kerap terlewat di awal usaha. Dari sana, pengunjung dapat melanjutkan ke Pop-up Market untuk melihat langsung produk dan konsep yang tengah diminati pasar. 

Sementara itu, pemilik kafe yang ingin mengembangkan usahanya dapat memanfaatkan Business Matching, sesi pertemuan terjadwal dengan pemasok bahan baku dan peralatan sehingga pembicaraan bisa langsung mengarah pada kebutuhan dan harga. 

Kesempatan bertukar cerita dengan sesama pelaku usaha juga terbuka lewat Cafe Owner Club dan Fun Networking, sedangkan area Live Demos & Tasting memungkinkan pengunjung mencoba bahan dan alat terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli. 

Para barista dan pencinta kopi pun tidak ketinggalan. Latte Art Workshop, Coffee Roasting Experience, dan Expresso Experience memberi ruang untuk berlatih langsung bersama para ahli, dan rangkaian acara ini akan dimeriahkan oleh Cafe Industry Awards sebagai bentuk apresiasi bagi insan industri kafe Tanah Air. 

Perhelatan CBE 2026 didukung PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai Official Bank Partner. Pengunjung CBE 2026 dapat membeli tiket masuk acara dengan harga spesial Rp35 ribu melalui pembayaran QRIS di myBCA, serta menikmati beragam cashback dan cicilan 0% untuk transaksi selama pameran berlangsung. 

Bagi pemilik usaha yang ingin mengelola bisnisnya dengan lebih rapi, BCA juga menghadirkan Ocean by BCA, ekosistem bisnis terintegrasi yang menyatukan layanan perbankan dan berbagai solusi usaha dalam satu platform, mulai dari pemantauan transaksi hingga akses ke solusi mitra seperti pengelolaan SDM, rantai pasok, dan perpajakan.

Penyelenggaraan CBE 2026 turut didukung oleh Lalamove sebagai Official Logistic Partner dan The 1O1 Hotel sebagai Official Hotel Partner, serta delapan asosiasi industri, yakni ASKI, ACP, AISTEA, APKRINDO, GAPMMI, GPHRI, IPBS, dan ISA.

CBE 2026 berlangsung bersamaan dengan FLEI Business Show dan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) di lokasi yang sama, sehingga pengunjung yang juga tertarik pada peluang waralaba maupun perjalanan insentif dapat menjelajahi ketiganya dalam satu kali kunjungan.

Pameran dibuka setiap hari pukul 10.00 hingga 20.00 WIB, dengan penukaran tiket terakhir pukul 19.00 WIB. Pendaftaran pengunjung dapat dilakukan melalui [tautan registrasi], dan informasi terbaru tersedia di [situs web] serta akun Instagram [akun resmi].

FLEI Business Show ke-27 dan Cafe & Brasserie Expo ke-9 Resmi Dibuka

Bisnistoday- Panorama Media resmi membuka FLEI Business Show edisi ke-27 dan Café & Brasserie Expo Indonesia (CBE) edisi ke-9 di NICE PIK 2, Tangerang. Pembukaan dihadiri jajaran Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan KADIN Indonesia. 

Kedua pameran menghadirkan ekosistem bisnis yang saling melengkapi: FLEI mempertemukan pemilik brand waralaba dengan calon mitra dan investor, sementara CBE mempertemukan pelaku usaha kafe, restoran, dan bar dengan para pemasoknya.

“Industri waralaba memiliki peran penting dalam memperluas kesempatan berusaha dan menggerakkan perdagangan dalam negeri. Kami mendorong brand lokal untuk terus memperkuat standar bisnisnya agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global, dan pameran seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk mempertemukan pemilik brand dengan calon mitra,” ujar Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si, saat pembukaan, Tangerang 9/10/26.

Pameran ini berkolaborasi dengan asosiasi industri, seperti Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), dan Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO). 

“Kami menghadirkan kedua pameran ini berdampingan karena kebutuhan pasarnya saling terhubung. Investor yang menemukan konsep usaha di FLEI juga membutuhkan pemasok dan peralatan di CBE. Dengan mempertemukan seluruh mata rantai tersebut di satu lokasi, kami ingin setiap kunjungan menghasilkan tindak lanjut bisnis yang nyata,” ujar Royanto Handaya, President Director Panorama Media.
FLEI Business Show: Brand Lokal Kian Kuat, Peluang Ekspansi Regional Terbuka
Kementerian Perdagangan mencatat, hingga Agustus 2026 jumlah Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk brand lokal mencapai 169, melampaui 163 STPW brand asing. Satu dekade sebelumnya, porsi brand asing masih sekitar 70 persen.

“Brand waralaba lokal kini telah sejajar, bahkan mulai melampaui brand asing dari sisi jumlah pendaftaran. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap brand dalam negeri terus meningkat. Namun, calon mitra tetap perlu cermat, dan pameran seperti FLEI memberi ruang untuk membandingkan secara langsung serta memastikan brand yang dipilih telah terdaftar resmi,” kata Ketua Umum WALI Levita G. Supit S.H., M.H yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Kadin bidang Franchise.

Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, FLEI menghadirkan International Business Summit yang mempertemukan pelaku usaha dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Malaysia. 

“Banyak brand Indonesia, khususnya di sektor kuliner dan kopi, telah memiliki daya saing untuk masuk ke pasar regional. Yang dibutuhkan adalah akses jejaring dan mitra yang tepat, dan forum seperti International Business Summit membuka peluang tersebut,” ujar Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor KADIN Indonesia.
Café & Brasserie Expo: Ruang Temu Industri Kafe dari Hulu ke Hilir
Pameran ini mempertemukan pemilik kafe dan restoran, pengelola outlet, barista, hingga calon pengusaha dengan pemasok kopi, teh, cokelat, beer, wine, dan spirits, peralatan dan solusi usaha.

Prospek industri ini ditopang oleh pasar domestik yang terus bertumbuh. Laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memproyeksikan konsumsi kopi Indonesia pada 2024/2025 mencapai 4,8 juta karung berukuran 60 kilogram, naik dari 4,45 juta karung pada 2020/2021.

“Pertumbuhan jumlah kedai kopi berdampak langsung pada permintaan biji kopi dalam negeri, yang pada akhirnya menguatkan petani dan roaster lokal. Semakin banyak pelaku usaha kafe yang menggunakan kopi Nusantara, semakin besar nilai tambah yang kembali ke hulu,” tutur Irsan Yumeno, Ketua Umum DPP ASKI. Bori

Indonesia Outing & Incentive Travel Expo 2026 Hari Ini Resmi Dibuka, Jadi Surganya HR dan Korporat Rancang Program Karyawan

Hamzah Batik, ingat jogja ingat Hamzah Batik

Bisnistoday- Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 resmi dibuka hari ini 8 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten. Memasuki edisi kedua, pameran yang diselenggarakan oleh Panorama Media ini berlangsung hingga 11 Oktober 2026 dan menjadi wadah bagi pemilik bisnis, HR, procurement, serta tim incentive perusahaan untuk menemukan solusi corporate outing, gathering, team building, dan incentive travel, baik destinasi domestik maupun internasional, dalam satu tempat.

Pembukaan IOITE 2026 hadir di tengah momentum positif industri MICE nasional. Pemerintah tengah mendorong Indonesia menjadi pusat MICE di kawasan ASEAN, didukung pertumbuhan sektor akomodasi serta makanan dan minuman sebesar 13,14 persen dan sekitar 106 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026. 

Di sisi lain, perusahaan kini semakin selektif dalam membelanjakan anggaran. Program karyawan seperti outing dan incentive trip tetap dijalankan karena berperan penting menjaga motivasi dan retensi, namun harus dirancang lebih tepat sasaran dan efisien.Kebutuhan inilah yang dijawab IOITE melalui salah satu fokus utamanya, Business Matching. 

Program ini mempertemukan exhibitor dengan potential buyers secara lebih terarah, sehingga perusahaan dapat langsung berdiskusi dengan penyedia yang sesuai kebutuhan dan anggarannya, sementara pelaku industri memperoleh akses langsung ke para pengambil keputusan.

“Saat ini perusahaan tidak lagi sekadar mencari vendor, tetapi mencari mitra yang benar-benar memahami kebutuhan dan anggaran mereka. Karena itu kami menjadikan Business Matching sebagai salah satu fokus utama IOITE. Kami ingin setiap pertemuan di sini berujung pada kerja sama yang nyata, dan pengunjung bisa pulang dengan rencana program karyawan yang konkret untuk tahun depan,” ujar Andita Tirtawisata, Director of Panorama Media.

Puluhan Exhibitor, dari Destinasi Lokal hingga Internasional
Puluhan perusahaan hadir sebagai exhibitor di IOITE 2026, mulai dari hotel, resort, venue, destinasi wisata, taman rekreasi, penyedia team building dan experiential learning, hingga travel agent dan penyedia paket perjalanan. Pengunjung dapat berkeliling, membandingkan berbagai pilihan, dan menemukan inspirasi program karyawan dalam satu kunjungan.

IOITE 2026 juga diramaikan oleh sejumlah exhibitor internasional. Salah satunya adalah Korea Tourism Organization (KTO), yang memperkenalkan beragam pilihan destinasi dan pengalaman di Korea Selatan untuk program incentive travel perusahaan. 

Kehadiran exhibitor internasional ini memberi kesempatan bagi tim HR dan incentive untuk membandingkan pilihan perjalanan insentif ke luar negeri dan berdiskusi langsung dengan penyedianya, tanpa harus menghubungi satu per satu. Exhibitor internasional lainnya antara lain Namsan Toursm & Hobiholidays.

Tak hanya untuk kebutuhan korporat, sejumlah exhibitor juga menghadirkan penawaran untuk pengunjung umum. Karena itu, akhir pekan menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk datang bersama keluarga atau teman, berburu paket liburan menarik dan promo spesialyang hanya tersedia selama pameran.

Lebih dari Sekadar Melihat Produk dan Destinasi
IOITE tidak hanya menjadi tempat melihat produk dan destinasi. Selama empat hari, pengunjung dapat mengikuti seminar, workshop, networking session, dan berbagai program pendukung lainnya. Salah satu yang paling dinantikan adalah Corporate & HR Learning Session bersama Coach Haryanto Kandani, yang menghadirkan insight praktis bagi para HR dan corporate leaders dalam membangun tim yang solid dan produktif.

Dari sisi experiential learning, Gigih Gesang, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI), menilai cara perusahaan memandang kegiatan outing telah bergeser.

“Perusahaan sekarang ingin setiap rupiah yang dikeluarkan untuk program karyawan memberi dampak, entah pada kerja sama tim, kepemimpinan, maupun budaya kerja. Experiential learning menjawab kebutuhan itu. Di IOITE, para HR bisa melihat langsung berbagai pilihan program yang dirancangdengan tujuan yang jelas, bukan sekadar acara jalan-jalan,” katanya.

Sementara itu, Irvan Mahidin Sukamto, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Industri Event Indonesia (IVENDO), memandang pembukaan IOITE sebagai momentum  kolaborasi bagi industri.

“Kegiatan korporat seperti gathering, outing, dan incentive trip menggerakkan rantai usaha yang sangat panjang, mulai dari venue, hotel, transportasi, katering, hingga pelaku kreatif. Ketika permintaan dan penawaran dipertemukan dalam satu platform seperti IOITE, kolaborasi akan tumbuh dan dampaknya terasa bagi industri MICE, pariwisata, hospitality, dan corporate experience di Indonesia,” ujarnya.

Lanjut Irvan, korporat membutuhkan kegiatan atau yang mampu membangun engagement pasti teamwork. Employee experience itu sangat penting karena saat ini pariwisata yang sedang digalakan adalah bukan hanya sekedar event yang besar atau tapi experience yang menarik.

“Di sisi lain, Indonesia memiliki banyak pelaku industri, designasi, venue, event organizer, lalu juga GMC, expert leveling, dan berbagai pergida aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Memang menjadi tantangan buat industri event saat ini bagaimana potensi ini dapat terhubung dengan baik, mempertemukan, mempersatukannya. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai hanya transaksi saya, tapi ada keberlanjutannya,” tutup Irvan. Bori

Teken PKS dengan Kementerian UMKM, Bank BSN Siap Guyur Pembiayaan KUR

BISNISTODAY.COM, Jakarta – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas jangkauan pembiayaan ke segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui partisipasi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa perbankan tidak mungkin membicarakan pertumbuhan ekonomi tanpa melibatkan UMKM, mengingat sektor tersebut menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Ke depan, kami ingin Bank BSN hadir lebih luas di aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari, mulai dari pedagang, pengusaha kecil, merchant, hingga berbagai ekosistem usaha di daerah,” kata Alex di sela penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembiayaan KUR dengan Kementerian UMKM di Jakarta, Kamis (8/10).

Penandatanganan PKS itu turut dihadiri oleh Sekretaris Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM sekaligus Pelaksana Tugas Kuasa Pengguna Anggaran KUR, Fixy, serta Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Kementerian UMKM, Fitri Rinaldi serta jajaran Direksi Bank BSN.

Melalui kolaborasi ini, Bank BSN menargetkan penyaluran pembiayaan yang tepat sasaran dengan memanfaatkan data, arahan, dan pemahaman karakteristik pelaku usaha dari Kementerian UMKM.

Kesiapan Bank BSN dalam menggarap segmen UMKM ditopang oleh pertumbuhan ekosistem digitalnya yang masif. Hingga September 2026, perseroan telah mengakuisisi sekitar 6.645 merchant QRIS. Angka akuisisi merchant tersebut mencatatkan pertumbuhan sekitar 10 persen hanya dalam kurun waktu satu bulan.

Sepanjang tahun berjalan, volume transaksi merchant QRIS BSN telah mencapai sekitar Rp178,8 miliar dari total 2,44 juta transaksi.

Transaksi positif juga terlihat pada platform digital Bale Syariah by BSN yang mencatatkan sekitar 258 ribu pengguna per September 2026, atau tumbuh 8,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah transaksi di Bale Syariah by BSN menyentuh angka 3,84 juta kali atau meningkat 16,7 persen dengan volume lebih dari Rp7,4 triliun, yang mencerminkan peningkatan volume 13,8 persen dibandingkan bulan Agustus 2026.

Kinerja intermediasi perseroan juga melesat 26,32 persen YoY (year on year) dengan penyaluran pembiayaan mencapai sekitar Rp64,6 triliun. Dari sisi liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai sekitar Rp65,4 triliun, naik 14,86 persen YoY.

“Angka-angka ini tentu kami syukuri, tetapi pertumbuhan itu baru memiliki arti apabila diikuti dengan perluasan manfaat. Kami ingin memulainya dengan baik, menjalankannya dengan prudent, dan mudah-mudahan dari waktu ke waktu kontribusi Bank BSN terhadap UMKM Indonesia semakin besar,” ujar Alex

Garap Potensi Ekonomi Sepak Bola, Bank BSN Gandeng Persikad dan Persiraja

INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas ekosistem bisnis dan layanan keuangan syariah dengan menyasar sektor olahraga, khususnya sepak bola yang memiliki basis komunitas besar dan keterikatan kuat dengan masyarakat. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Persikad Depok dan Persiraja Banda Aceh.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, sepak bola memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pengembangan ekosistem keuangan syariah. Melalui kerja sama tersebut, Bank BSN melihat peluang untuk menghubungkan layanan perbankan syariah dengan klub, pemain, official, suporter, pelaku UMKM, hingga berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar klub.

“Kerja sama dengan Persikad dan Persiraja menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi Bank BSN, sekaligus memperkenalkan solusi keuangan syariah kepada komunitas yang lebih luas,” kata Alex di Jakarta, Rabu (7/10).

Menurut Alex, sepak bola tidak hanya berkaitan dengan pertandingan di lapangan, tetapi juga memiliki komunitas, aktivitas ekonomi, UMKM, serta masyarakat yang sangat besar. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Bank BSN untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Bank BSN ingin tumbuh bersama ekosistem. Sepak bola bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang komunitas dan berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di sekitarnya. Ini menjadi peluang bagi Bank BSN untuk menghadirkan solusi keuangan syariah yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh ekosistem,” tuturnya.

Potensi tersebut semakin besar seiring tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap sepak bola. Berdasarkan Data Nielsen Fan Insights Indonesia November 2025, sepak bola tercatat sebagai olahraga paling populer di Indonesia.

Besarnya basis penggemar tersebut menciptakan peluang pengembangan ekosistem yang lebih luas, tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga ekonomi dan transaksi penggunaan layanan keuangan syariah secara lebih dekat, relevan, dan berkelanjutan.

“Ketika berbicara tentang sepak bola, kita berbicara tentang masyarakat dalam jumlah yang besar dan memiliki keterikatan emosional dengan klubnya. Di sinilah Bank BSN ingin hadir lebih dekat, bukan hanya sebagai bank, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang tumbuh bersama masyarakat,” ujar Alex.

Bangun Ekosistem Keuangan Syariah

Melalui kerja sama dengan Persikad dan Persiraja, Bank BSN akan mengeksplorasi berbagai peluang sinergi, antara lain melalui pemanfaatan layanan perbankan syariah, transaksi digital melalui Bale Syariah by BSN, pengembangan ekosistem pembayaran, serta pemberdayaan pelaku usaha dan UMKM di sekitar kedua klub.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka ruang bagi terciptanya berbagai solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan ekosistem sepak bola, mulai dari kebutuhan klub dan pemain, transaksi suporter, hingga pengembangan usaha dan UMKM yang tumbuh di sekitar aktivitas klub.

Langkah ekspansif Bank BSN ini mendapat sambutan positif dari mitra klub. Presiden Klub Persiraja Banda Aceh, H. Nazaruddin Dek Gam, menyatakan dukungan penuh atas komitmen Bank BSN dalam menggerakkan perekonomian daerah. Ia menaruh harapan besar agar kolaborasi ini membawa dampak riil yang berkesinambungan bagi kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Harapan saya, ini bukan sekadar urusan sponsor, tetapi bagaimana rakyat Aceh bisa merasakan langsung manfaat kehadiran BSN. Sebagai bentuk timbal balik, kami tentu akan men-support penuh Bank BSN di Aceh,” tegas Nazaruddin.

Lebih lanjut, Nazaruddin mengatakan pengusaha dan masyarakat lokal Aceh menjadi ekosistem potensial untuk bisnis BSN, khususnya di wilayah barat Aceh mulai dari Trumon hingga Meulaboh dan berharap Bank BSN dapat mempercepat penetrasi cabang-cabangnya guna menopang transaksi dan laju ekonomi wilayah tersebut.

Hingga Agustus 2026, Bale Syariah tercatat memiliki hampir 239 ribu pengguna aktif dengan frekuensi transaksi lebih dari 3,29 juta kali dan volume transaksi sekitar Rp6,57 triliun.

Ekspansi ekosistem tersebut ditopang pertumbuhan kinerja keuangan Bank BSN. Hingga akhir Agustus 2026, total aset perseroan mencapai Rp81,5 triliun atau tumbuh 20,75 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Penyaluran pembiayaan tercatat Rp63,2 triliun atau meningkat 26,12 persen YoY, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp64 triliun atau tumbuh 13,19 persen YoY. Pada periode yang sama, Bank BSN membukukan laba sebelum pajak mencapai Rp721 miliar, melonjak 36,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

KERAMIKA 2027 Undang Pelaku Industri Keramik Dunia Bertemu di Indonesia

Bisnistoday- Industri keramik Indonesia tengah berada dalam fase pertumbuhan yang jarang terjadi sebelumnya. Kapasitas produksi nasional diproyeksikan mencapai sekitar 672 juta meter persegi per tahun pada 2026 dan terus meningkat hingga sekitar 728 juta meter persegi pada 2029. 

Dengan dukungan bahan baku domestik, investasi baru, dan kebijakan penguatan industri, pemerintah menargetkan Indonesia masuk ke jajaran empat besar produsen keramik dunia.

Di tengah momentum tersebut, Panorama Media bersama Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) hari ini resmi meluncurkan KERAMIKA Indonesia 2027, pameran industri keramik yang akan berlangsung pada 10-13 Juni 2027 di NICE PIK 2, Banten. 

Mengusung tema “From Indonesia to the World, Shaping the Future of Ceramics”, pameran ini digelar bersamaan dengan MEGABUILD Indonesia, MegaFurniture, dan MegaProperty. Peluncuran ini sekaligus menandai dibukanya pendaftaran bagi exhibitor dari dalam dan luar negeri.

“Indonesia memiliki fondasi manufaktur yang kuat untuk membawa industri keramik nasional ke level yang lebih tinggi. Dengan ekspansi kapasitas, investasi, dan inovasi yang terus berjalan, kita punya peluang nyata untuk masuk empat besar produsen keramik dunia. KERAMIKA 2027 menjadi momentum untuk menghubungkan industri nasional dengan teknologi, investasi, dan pasar global,” kata Edy Suyanto, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) saat launching KERAMIKA 2027 di Jakarta, 6/10/26.

KERAMIKA 2027 dirancang sebagai platform bisnis, sourcing, dan networking yang mempertemukan pelaku industri keramik Indonesia dengan buyer, importir, distributor, pengembang, kontraktor, arsitek, desainer, hingga penyedia teknologi dari Indonesia, ASEAN, dan pasar internasional.

“KERAMIKA 2027 kami hadirkan bukan hanya sebagai pameran, tetapi sebagai tempat bertemunya kekuatan manufaktur, teknologi, dan desain Indonesia dengan mitra bisnis dari berbagai negara. Kami ingin pelaku industri, baik lokal maupun internasional, ikut membangun pertemuan ini sejak awal,” ujar Royanto Handaya, President Director, Panorama Media.

Saat ini sekitar 95% produksi keramik nasional masih diserap pasar domestik. Angka tersebut menunjukkan besarnya permintaan dalam negeri, sekaligus ruang yang masih luas bagi produsen Indonesia untuk memperluas ekspor. 

Untuk memperluas pasar, penyelenggara juga menyiapkan kolaborasi dengan sejumlah mitra dan asosiasi dari kawasan ASEAN maupun negara lainnya. Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, Bangladesh, Thailand, Australia hingga sejumlah negara Eropa dan Amerika masuk dalam jejaring kerja sama yang dibangun.

Kolaborasi tersebut antara lain diarahkan untuk mendatangkan buyers dan membuka peluang bisnis bagi peserta pameran. Model ini sejalan dengan program business matching dan hosted buyer yang menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem Megabuild dan Keramika.

Melalui International Buyer Program & Business Matching, KERAMIKA 2027 akan mempertemukan produsen dengan buyer, importir, dan distributor mancanegara dalam pertemuan bisnis yang terkurasi, dengan arah yang konkret mulai dari kemitraan distribusi dan ekspor hingga pengadaan proyek.

“Banyak produsen kita sudah siap dari sisi kualitas dan kapasitas, yang dibutuhkan adalah akses yang lebih langsung ke pembeli dan mitra di luar negeri. Kami berharap KERAMIKA 2027 menjadi tempat para anggota ASAKI dan pelaku industri lainnya menampilkan kemampuan terbaiknya,” ujar Desi Natalia, Ketua Panitia Keramika indonesia. 

Dukungan pelaku industri terlihat sejak peluncuran, yang turut dihadiri oleh Roman, Platinum, Quadra, Arwana, Niro, KIA, Milan, Concord, Garuda, Atena, Arna, HLT, Hengtai. Di area pameran, pengunjung akan menemukan seluruh rantai industri keramik.

“Keramik hari ini bukan lagi sekadar penutup lantai dan dinding, tetapi elemen yang menentukan karakter sebuah ruang. Desainer membutuhkan akses langsung ke inovasi format, tekstur, dan permukaan, dan pameran seperti ini mempertemukan kami dengan produsen sebelum sebuah proyek dimulai,” ujar Rica Jumaria Ishak, Sekretaris Jenderal Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Pusat.

Kebutuhan tersebut ditopang oleh aktivitas pembangunan yang terus tumbuh. Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,11% pada 2025, dengan sektor konstruksi berkontribusi 9,83% terhadap PDB nasional. Karena digelar bersamaan dengan MEGABUILD Indonesia, MegaFurniture, dan MegaProperty, KERAMIKA 2027 akan dikunjungi oleh pengembang, kontraktor, arsitek, dan pemilik proyek yang terlibat langsung dalam pemilihan material. 

“Arsitek mencari material yang menjawab kebutuhan desain, ketahanan, dan keberlanjutan sekaligus. Dialog yang lebih dekat antara arsitek dan industri akan mendorong lahirnya produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan proyek di Indonesia,” kata Teguh Aryanto, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.

Selama empat hari penyelenggaraan, rangkaian program akan melengkapi area pameran. ASAKI Ceramic Forum membahas perkembangan manufaktur, teknologi, investasi, kebijakan, dan peluang ekspor.

Ceramic Innovation Awards memberikan apresiasi bagi inovasi produk dan desain ubin terbaik, sedangkan Power Networking Lunch mempertemukan pemimpin industri, buyer, investor, dan mitra bisnis dalam suasana yang lebih personal. 

“Kawasan Banten dan sekitarnya terus berkembang dengan proyek hunian, komersial, dan kawasan baru. Forum dan pertemuan seperti ini memberi ruang bagi arsitek untuk bertukar pandangan dengan industri mengenai material yang paling tepat untuk kebutuhan tersebut,” ujar Shri Chandra Satryotom, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten. Bori