Pacu Kredit Properti Syariah, BSN Rangkul APSI

BISNISTODAY.COM, Jakarta — Bank Syariah Nasional (BSN) menjalin sinergi strategis dengan Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) guna memperkuat ekosistem perumahan berbasis syariah di Indonesia. Langkah ini mempertegas posisi BSN sebagai pemain utama industri setelah resmi beroperasi sebagai bank syariah terbesar kedua di Tanah Air dengan aset mencapai Rp72,9 triliun pada akhir 2025.

Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa kolaborasi ini memiliki cakupan luas, mulai dari pengelolaan dana lewat BSN Cash Management System hingga fasilitas pembiayaan khusus seperti BSN Yasa Griya dan pembiayaan pemilikan lahan bagi pengembang.

“Kerja sama ini menjadi awal silaturahmi yang baik bagi BSN dan APSI. Kami ingin memperkenalkan bagaimana BSN dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem properti melalui layanan perbankan yang kredibel, termasuk penyediaan KPR subsidi dan komersil, cicilan emas, hingga produk pembiayaan multimanfaat bagi anggota APSI,” kata Alex disela penandatangan Nota Kesepahaman Penyediaan Fasilitas Layanan Jasa Perbankan dan Pengembangan Tata Kelola Pembiyaan Properti Syariah di Jakarta, Selasa (17/3).

Alex menambahkan, BSN mematok target agresif pada tahun ini dengan merealisasikan pembiayaan perumahan sebanyak 73.700 unit pada 2026. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan capaian 2025 yang tercatat sebanyak 59.463 unit.

Strategi ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah yang mencanangkan pembangunan Tiga Juta Rumah.

Hingga saat ini, portofolio pembiayaan konsumen BSN masih didominasi oleh KPR Subsidi sebesar 63 persen, diikuti KPR Non-Subsidi 31 persen, dan pembiayaan non-mortgage 2 persen. Untuk mempermudah akses, BSN mengandalkan transformasi digital melalui aplikasi Bale Syariah by BSN.

“Sejak diluncurkan awal Februari 2026, aplikasi ini telah menarik 138.524 pengguna dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,96 triliun per 16 Maret 2026. Kami ingin memastikan ekosistem properti syariah hadir dalam genggaman nasabah secara transparan dan efisien,” imbuh Alex.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI), Muhammad Abubakar, menyambut positif langkah BSN yang dinilainya akan menjadi motor penggerak utama dalam ekosistem properti syariah nasional.

“Bagi kami APSI, properti adalah pilihan profesi, tapi syariah bukanlah pilihan karena syariah adalah sebuah kewajiban. Bagi kami BSN bukanlah yang pertama, tapi ke depan kami ingin BSN menjadi pilihan utama,” tegasnya. 

Ditambahkan, APSI berharap BSN menjadi motor penggerak ekosistem, terutama di properti syariah.

“MoU ini adalah pembuka jalan bagi kita untuk bahu-membahu mengembangkan ekonomi syariah yang inklusif, tidak hanya untuk anggota APSI, tetapi juga bagi asosiasi lain yang memiliki komitmen pada prinsip syariah,” ujarnya Abubakar.

Melalui integrasi layanan perbankan dan sektor riil properti, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi syariah nasional serta mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat melalui skema yang sesuai dengan prinsip syariah.

Ke depan, BSN dan APSI berkomitmen untuk mengimplementasikan program kerja nyata yang mencakup sosialisasi dan pengembangan produk yang lebih spesifik guna menjawab kebutuhan para pengembang dan konsumen properti syariah di berbagai wilayah Indonesia.

BTN dan Insan Pers Salurkan 600 Paket Sembako Jelang Lebaran

BISNISTODAY.COM, Jakarta – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) bersama Forum Wartawan BTN (FWB) menyalurkan sekitar 600 paket sembako kepada masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kegiatan sosial bertajuk “BTN dan Insan Pers Berbagi” itu merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus membantu meringankan kebutuhan masyarakat menyambut Lebaran.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan perseroan mendukung penuh kegiatan yang diinisiasi Forum Wartawan BTN. Mengingat, insan pers merupakan mitra strategis BTN dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan perusahaan kepada masyarakat.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah dan memberi manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Ramon dalam BTN dan Insan Pers Berbagi di Menara 2 BTN, Jakarta, Selasa (17/3).

Selama Ramadan tahun ini, lanjut dia, BTN juga menggelar berbagai kegiatan sosial lainnya. Di antaranya peringatan Nuzulul Quran yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di lingkungan perusahaan, Safari Ramadan, santunan bagi anak yatim dan dhuafa di seluruh cabang BTN di Indonesia, hingga program Mudik Bareng BUMN 2026.

“Ramadan adalah waktu yang istimewa untuk memperkuat keimanan, memperbanyak kebaikan, sekaligus mempererat hubungan dengan sesama,” kata Ramon.

Dia menegaskan, dengan solidaritas yang kuat, BTN optimistis dapat menghadapi berbagai tantangan. Sekaligus terus berupaya memberikan kontribusi dan hadir di tengah masyarakat.

“Saya berharap kebersamaan di bulan Ramadan ini semakin mempererat hubungan, memperkuat rasa saling percaya, serta menumbuhkan semangat untuk terus bekerja dengan hati,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Berbagi Sembako Forum Wartawan BTN Roni Mawardi menjelaskan, sekitar 600 paket sembako disalurkan kepada masyarakat di wilayah Jabodetabek. Bantuan tersebut diberikan kepada warga di sekitar kantor BTN di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dan Harmoni, Jakarta Pusat. Selain itu, paket sembako juga disalurkan kepada penyandang disabilitas, kaum dhuafa, fakir miskin, anak yatim, lansia, serta pekerja informal.

“Kami berterima kasih kepada BTN yang telah mendukung kegiatan Insan Pers Berbagi. Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Lebaran,” kata Roni.

Bank Jakarta Hero Lebaran 2026: Tambah 20 Bus ke Yogya-Lampung + Posko Wifi Gratis KM429, Mudik Aman untuk 33 Ribu Jiwa!

JAKARTA, BISNISTODAY.COM – Bank Jakarta kembali dukung Program Mudik Gratis Lebaran di tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dukungan ini diwujudkan Bank Jakarta dalam bentuk penyediaan 20 bus dengan berbagai tujuan mudik yang diberangkatkan bersama total 744 bus yang diberangkatkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama dengan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, dan Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo beserta sejumlah Direksi BUMD DKI Jakarta di Silang Monas, Jakarta (17/03).

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo menjelaskan bahwa dukungan tersebut merupakan komitmen Bank Jakarta dalam memberikan dukungan transportasi mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat DKI Jakarta. Sebagai BUMD DKI Jakarta, kata Agus, dukungan Bank Jakarta dalam program Mudik Gratis Lebaran 2026 ini adalah wujud sinergi berkelanjutan dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan kemudahan bagi warga terutama dalam mendukung masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman.

Program Mudik Gratis merupakan program tahunan yang diselenggarakan Dinas Perhubungan dalam memberikan kesempatan kepada warga DKI Jakarta untuk mudik gratis bertemu keluarga. Jumlah bus yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk mudik gratis tahun 2026 ini berjumlah 744 bus, bertambah dari rencana awal sebanyak 667. Penambahan jumlah armada ini dikarenakan lonjakan warga DKI Jakarta yang mudik sebanyak 33.000 pemudik  dari estimasi awal sebesar 26.000 penumpang,

Sebagai informasi, Bank Jakarta menyediakan total 20 bus dengan tujuan Semarang, Solo, Lampung, Sidoarjo, Kediri, Yogyakarta, Purwokerto, dan Wonogiri. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan bus yang disediakan Bank Jakarta tahun lalu. Selain Bank Jakarta, sejumlah BUMD yang turut mendukung mudik gratis adalah PT Transportasi Jakarta, PT MRT Jakarta, PT LRT Jakarta, PAM Jaya dan PT Pembangunan Jaya Ancol.

Selain mendukung program mudik gratis, Bank Jakarta juga menyediakan Posko Mudik Bank Jakarta yang berlokasi di Rest Area KM 429 Semarang dari tanggal 14 s/d 20 Maret 2026. Posko ini disiapkan untuk memberikan fasilitas istirahat dan layanan bagi para pemudik yang melakukan perjalanan menuju berbagai daerah di Pulau Jawa. Melalui posko tersebut, para pemudik dapat memanfaatkan berbagai fasilitas seperti area istirahat, kursi pijat, wifi gratis, dan charger gratis. Selain itu, Bank Jakarta juga menghadirkan berbagai promo dan program menarik yang dapat dimanfaatkan oleh para pemudik, seperti souvenir khusus untuk pembukaan rekening, hingga cashback untuk transaksi menggunakan QRIS melalui JakOne Mobile Bank Jakarta. 

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi menyampaikan bahwa dukungan Program Mudik Gratis Lebaran 2026 merupakan salah satu bentuk apresiasi Bank Jakarta atas kepercayaan Masyarakat kepada Bank Jakarta ‘’Dengan pemberian dukungan kegiatan Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Bank Jakarta diharapkan dapat semakin mendekatkan diri dengan masyarakat” ujar Arie.

Daftar Kota Tujuan Mudik Gratis 2026

Layanan bus tersedia untuk rute menuju: Solo (Tirtonadi), Tasikmalaya (Indihiang), Palembang (Alang-Alang Lebar), Madiun (Purboyo), Sragen (Pilangsari), Cilacap, Yogyakarta (Giwangan), Kuningan (Kertawangunan), Bandar Lampung (Rajabasa), Tegal, Kebumen, Jombang (Kepuhsari), Pekalongan, Wonogiri (Giri Adipura), Kediri (Tamanan), Malang (Arjosari), Wonosobo (Mendolo), Purwokerto (Bulupitu), Semarang (Mangkang), dan Sidoarjo (Purabaya).

Adapun layanan angkutan motor tersedia untuk tujuan Semarang, Kebumen, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Sidoarjo.

Mudik BUMN 2026: BRI Kanwil II Jakarta Fasilitasi Ribuan Pemudik ke Jateng & Jatim

JAKARTA, BISNISTODAY.COM—Regional Office BRI Jakarta II mengambil peran strategis dalam mendukung kelancaran arus mudik nasional dengan memberangkatkan 2.750 pemudik melalui program “Mudik Aman Berbagi Harapan” hasil kolaborasi BRI bersama BP BUMN.

Dalam pelepasan yang dilakukan pada Selasa (17/3/2026), BRI Kanwil II Jakarta mengerahkan total 55 armada bus yang tersebar di 17 titik pemberangkatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 bus yang mengangkut 1.300 pemudik dilepas langsung dari titik utama di Menara BRIPens, Jakarta.

Regional Micro Banking Head BRI Kanwil II, Susanto, mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan penambahan kuota menyusul tingginya antusiasme nasabah yang ingin pulang ke kampung halaman di wilayah Yogyakarta, Wonogiri, hingga Surabaya.

“Animo nasabah sangat tinggi dan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Awalnya kami merencanakan 40 bus untuk 2.000 pemudik, namun karena pendaftar mencapai 2.750 orang, kami menambah armada menjadi 55 unit bus,” ujar Susanto usai prosesi pelepasan di Menara BRIPens, Selasa (17/3/2026).

Antusiasme Peserta

Kebahagiaan terpancar dari para peserta yang mengikuti program ini. Ibu Endang (60), seorang ibu rumah tangga asal Bekasi yang hendak menuju Kebumen, mengaku sangat terbantu. Ia yang mendaftar melalui bantuan keponakannya ini menyebut sudah sering mengikuti program mudik gratis dari BRI.

“Sangat senang bisa pulang kampung lagi dengan aman. Pendaftarannya juga dibantu saudara, jadi lebih mudah,” ungkapnya singkat.

Hal senada dirasakan Nahrowi (50), pedagang sembako asal Pancoran, Tebet, yang memboyong istri dan kedua anaknya untuk pulang ke Yogyakarta. Bagi Nahrowi, ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti mudik gratis BRI. “Senang sekali, ini pertama kali saya sekeluarga ikut. Fasilitasnya bagus, kami juga dapat kaos (baju) seragam,” tuturnya.

Sementara itu, Tarno (57), seorang petani asal Bekasi Utara yang berangkat bersama anaknya menuju Wonogiri, juga mengapresiasi langkah BRI. Baginya, mudik gratis ini menjadi solusi transportasi yang nyaman bagi warga perantau seperti dirinya.

Keamanan Jadi Prioritas

Susanto menambahkan, sebagai bagian dari Danantara, BRI berkomitmen memberikan fasilitas transportasi yang aman. Langkah ini diharapkan mampu membantu pemerintah mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya sekaligus menekan risiko kecelakaan.

Perseroan memastikan seluruh armada telah melalui uji kelayakan dan pengemudi dalam kondisi prima. Koordinasi dengan pihak terkait juga dilakukan secara intensif demi memastikan standar keamanan penumpang terjaga hingga tujuan.

“Program ini dirancang tidak hanya sebagai fasilitas transportasi tanpa biaya, tetapi juga memperhatikan standar keselamatan mulai dari kelayakan armada hingga kesiapan pengemudi,” imbuh Susanto.

Secara nasional, BRI menyediakan 100 unit bus untuk 5.000 pemudik. Kontribusi besar dari Kanwil II Jakarta ini mempertegas peran perseroan sebagai mitra terpercaya masyarakat dalam setiap fase kehidupan.

Program BRI Peduli: Berbagi Bahagia di Bulan Ramadan

Selain fokus pada kelancaran mudik, BRI secara konsisten menyalurkan bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Melalui program ‘BRI Peduli’, BRI Kanwil II Jakarta menjalankan kegiatan “Berbagi Bahagia Bersama BRI” dengan menyalurkan paket sembako kepada insan media yang selama ini menjadi mitra strategis BRI di wilayah II Jakarta.

Paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir ini merupakan bagian dari 279 ribu paket sembako yang disebarkan BRI di berbagai daerah di Indonesia. Penyaluran dilakukan secara serentak oleh 18 Regional Office BRI di seluruh Indonesia dengan melibatkan pekerja BRI Group. Tak hanya sembako, BRI juga menyalurkan santunan bagi 8.500 anak yatim di berbagai panti asuhan yang tersebar secara nasional.

Constatering Hotel Sultan Temukan Perbedaan Luas dan Kepemilikan, Kuasa Hukum Sebut Eksekusi Cacat

Jakarta, BISNISTODAY.COM– Kuasa hukum PT Indobuildco menyatakan menolak pelaksanaan eksekusi kawasan Hotel Sultan Jakarta setelah dilakukan proses constatering atau pencocokan objek eksekusi pada Senin (16/3/2026). Mereka menilai terdapat ketidaksesuaian antara putusan pengadilan dengan kondisi objek di lapangan, baik dari sisi luas maupun kepemilikan.

Kuasa hukum PT Indobuildco, Hamdan Zoelva, menjelaskan hasil pemeriksaan setempat menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada objek sengketa yang berada di atas tanah SHGB Nomor 26/Gelora dan SHGB Nomor 27/Gelora.

Dalam proses constatering tersebut diketahui bahwa tanah dengan SHGB No. 26/Gelora seluas 57.120 meter persegi dan SHGB No. 27/Gelora seluas 83.666 meter persegi atas nama PT Indobuildco mengalami perubahan luas. Menurut tim kuasa hukum, luas objek yang menjadi sengketa saat ini telah berkurang sekitar 4,5 hektare dari luas awal.

Selain itu, hasil pencocokan juga menunjukkan adanya perbedaan terkait kepemilikan objek sengketa. Kuasa hukum menyebut tidak seluruh objek berada di bawah kepemilikan PT Indobuildco, karena sebagian lahan juga tercatat dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta PT Indo Bangun Persada.

“Telah terjadi ketidakcocokan antara luas dan pemilik objek sengketa antara putusan pengadilan dengan fakta di lapangan,” kata Hamdan dalam pernyataan tertulisnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya menilai objek sengketa menjadi tidak jelas atau obscuur libel. Karena itu, mereka menyimpulkan bahwa pelaksanaan eksekusi terhadap kawasan Hotel Sultan tidak dapat dilakukan atau bersifat non-executable.

Hamdan juga mengutip yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 81 K/Sip/1971 yang menyatakan bahwa apabila setelah pemeriksaan setempat ditemukan batas dan luas tanah yang dikuasai tidak sama dengan yang tercantum dalam gugatan, maka gugatan harus dinyatakan tidak dapat diterima.

Selain persoalan ketidaksesuaian objek, kuasa hukum PT Indobuildco juga menyoroti aspek historis kepemilikan tanah. Mereka menyatakan lahan tempat berdirinya Hotel Sultan sebelumnya dilepaskan kepada PT Indobuildco berdasarkan surat Gubernur DKI Jakarta Nomor 1744/A/k/BKD/71 tertanggal 21 Agustus 1971 dengan luas sekitar 143.000 meter persegi.

Kuasa hukum juga menyebut hingga saat ini tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa SHGB Nomor 26/Gelora dan SHGB Nomor 27/Gelora bukan milik PT Indobuildco atau membatalkan keabsahan sertifikat tersebut.

Di sisi lain, mereka menilai penetapan eksekusi berdasarkan putusan Nomor 208/Pdt.G/2025/PN.Jkt.Pst. juga bermasalah karena dijatuhkan sebagai putusan serta merta tanpa memenuhi ketentuan dalam pedoman Mahkamah Agung dan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA).

Kuasa hukum juga menyoroti bahwa penetapan eksekusi, aanmaning, dan constatering oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat disebut dilakukan tanpa adanya uang jaminan dari pemohon eksekusi, yakni Kementerian Sekretariat Negara dan pengelola kawasan Gelora Bung Karno.

Selain itu, menurut mereka terdapat pula sejumlah perlawanan hukum dari pihak ketiga (derden verzet) maupun dari pihak tereksekusi (partij verzet) terkait perbedaan letak, luas, dan batas objek sengketa.

“Dengan berbagai kondisi tersebut, eksekusi kawasan Hotel Sultan tidak dapat dilaksanakan,” tegas Hamdan.

Libur Lebaran, Bank Syariah Nasional Optimalkan Kantor Layanan

 

JAKARTA, BISNISTODAY.COM-PT Bank Syariah Nasional (BSN) memberikan komitmennya untuk tetap memberikan layanan kepada masyarakat pada saat libur panjang lebaran. Dipastikan masyarakat akan banyak yang berbondong-bondong mudik ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarganya. Untuk mengantisipasi kebutuhan layanan perbankan bagi para pemudik tersebut, BSN menyatakan membuka layanan di seluruh cabangnya di Indonesia. 

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan bersama jajarannya akan tetap memberikan layanan kepada masyarakat yang mudik selama libur lebaran. Walaupun operasional dilakukan secara terbatas, namun seluruh kantor cabang BSN akan dapat melayani masyarakat. Ini kita lakukan untuk memastikan pelayanan kepada nasabah tetap dapat terlayani walaupun musim liburan panjang. Demikian jelas Alex pada siaran pers yang diterima media di Jakarta, Senin (16/3).

Libur dalam rangka lebaran dan nyepi tahun ini kebetulan berada pada tanggal riskan masyarakat harus membayar kewajibannya terkait dengan pembiayaan rumah mereka melalui BSN. Untuk mengantisipasi keterlambatan pembayaran kewajiban tersebut BSN membuka kantor layanan dalam libur panjang lebaran tahun ini. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tetap tenang liburan di kampung halaman dan tenang pula karena kewajibannya untuk membayar angsuran rumah sudah ditunaikan, jelas Alex.

Masyarakat dapat mengakses website BSN untuk mengetahui lebih detail daftar 37 kantor cabang BSN yang tetap buka selama libur lebaran. Hanya kantor cabang Mataram yang libur pada tanggal 18-19 Maret 2026 karena perayaan Nyepi. Sementara kantor layanan BSN di wilayah Jakarta beroperasi terbatas secara bergantian, kecuali kantor cabang BSN Tomang. Selebihnya tetap buka secara operasional terbatas kecuali tanggal 21-22 Maret 2026 karena hari raya Idul Fitri 1447 H.

Alex menambahkan masyarakat tidak harus datang ke kantor untuk mendapatkan pelayanan perbankan dari BSN. Cukup manfaatkan Bale Syariah by BSN, maka masyarakat seperti memiliki bank sendiri untuk melakukan transaksi sesuai kebutuhan. Akses mobile banking BSN dan nikmati kemudahan bertransaksi. Kita sudah mempunyai Bale Syariah yang dapat dipakai juga untuk melakukan transaksi bersama di BTN tanpa ada biaya. Ini adalah kemudahan yang menjadi salah satu keunggulan dari Bale Syariah by BSN, kata Alex menjelaskan.

Namun begitu Alex juga menghimbau agar masyarakat juga harus berhati-hati ketika melakukan transaksi melalui digital banking. Agar benar-benar diteliti kebenaran sebelum melakukan transaksi online melalui mobile banking. Transaksi mencurigakan sebaiknya dihindari dan silakan untuk menghubungi call centre BSN untuk kepastian dan kenyamanan dalam bertransaksi bersama mobile banking BSN.

Alex memperkirakan nasabah akan tercukupi kebutuhan uang tunai selama libur panjang lebaran tahun ini. Setidaknya BTN sendiri selaku induk dari BSN telah menyiapkan uang tunai sekitar Rp23 Triliun. Secara sinergi layanan BTN juga dapat dimanfaatkan oleh nasabah BSN, termasuk dalam hal ini ketersediaan uang di ATM, nasabah BSN dapat mengambil uang tunai di ATM BTN di seluruh cabang di Indonesia. Jadi biarkan urusan kesiapan uang kami yang memikirkan dan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas berkumpul bersama keluarga di kampung halaman untuk nanti kembali usai libur lebaran bersama kami BSN untuk raih hidup lebih berkah, kata Alex

BTN Ubah Wajah Layanan, Ekspansi Ditopang Operasional Modern

Jakarta, BISNISTODAY.COM–PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi bisnis untuk memperkuat layanan kepada nasabah. Salah satunya dengan melakukan ekspansi secara efisien melalui pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, serta pengembangan layanan digital.

Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan, transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk periode 2025–2029. Yakni menjadi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”.

Visi tersebut dijalankan melalui sejumlah strategi dalam corporate plan. Di antaranya memperkuat mesin pendanaan berkelanjutan (sustainable funding), meningkatkan proposisi produk dan cross selling, serta menghadirkan layanan perbankan lengkap (full banking services) dengan pengalaman nasabah yang lebih baik.

“Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya kalau finansial keluarga itu, ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini,” kata Nyoman dalam acara Talk Show & Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 di Ballroom Menara 1 BTN, Jakarta, Jumat (13/3).

Nyoman menjelaskan, penting untuk memperkuat engine sustainable funding agar bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan. Mengingat, pendanaan merupakan bahan bakar utama bagi perbankan untuk menjalankan aktivitas pembiayaan. Tanpa dukungan pendanaan yang kuat, bank tidak akan mampu menyalurkan pembiayaan secara optimal kepada masyarakat.

“Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan,” ujarnya.

BTN juga terus berupaya menghadirkan holistic banking proposition. Artinya, bank berupaya memperkuat proposisi produk sekaligus meningkatkan strategi cross selling. Dalam hal ini, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan atau KPR, tetapi mulai bergerak menuju layanan beyond mortgage.

Dengan pendekatan tersebut, BTN ingin menawarkan layanan perbankan yang lebih lengkap kepada nasabah. Seperti payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan (KRING) BTN untuk renovasi rumah, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan mobil maupun motor, hingga kredit modal kerja.

“Ketika nasabah membeli rumah melalui KPR, mereka juga berpotensi membutuhkan produk finansial lainnya. Melalui strategi ini, BTN dapat menyediakan beragam solusi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia,” ungkap Nyoman.

Strategic plan BTN selanjutnya adalah menghadirkan layanan perbankan yang lengkap (full banking offering) dengan mengutamakan pengalaman nasabah (customer experience). Kunci dari upaya tersebut adalah melakukan perbaikan pada aspek layanan dan operasional karena keduanya sangat menentukan kualitas pelayanan kepada nasabah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah revamp atau pembaruan proses pengelolaan kredit (loan processing) agar lebih efisien, cepat, dan terstandar. Pembaruan operasional kredit dilakukan melalui sistem loan factory. Sistem ini memusatkan proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumer, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Sebelumnya, proses operasional kredit BTN dilakukan melalui enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang tersebar di berbagai wilayah, yaitu di Cawang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Namun, model tersebut dinilai memiliki sejumlah keterbatasan. Standar proses antarwilayah belum seragam, kontrol dan monitoring belum sepenuhnya terpusat, serta kapasitas dan produktivitas antarregional tidak merata.

Melalui loan factory, proses kredit kini disentralisasi di pusat. Sistem ini juga mengedepankan proses digital sehingga meminimalisir intervensi manual.

“Dengan loan factory, proses KPR diproses di satu sentral. Kami mengedepankan proses digital agar layanan lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama,” terang Nyoman.

Menurut dia, sistem tersebut akan diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia. Harapannya, proses pengajuan KPR menjadi lebih efisien dan meningkatkan produktivitas.

Selain pembaruan operasional kredit, BTN juga melakukan modernisasi jaringan kantor cabang. Upaya ini dilakukan melalui program peremajaan kantor cabang (rejuvenating branch). Sepanjang 2025, BTN telah membuka 20 kantor cabang baru, merelokasi 29 kantor cabang, serta melakukan penataan ulang (re-layout) terhadap 10 kantor cabang agar lebih modern dan nyaman.

Nyoman mengakui, selama ini citra kantor cabang BTN sering dianggap kaku dan birokratis. Karena itu, BTN berupaya menghadirkan konsep cabang yang lebih modern dan ramah terhadap nasabah. Beberapa kantor cabang yang telah mengusung konsep baru tersebut antara lain berada di kawasan Pondok Indah, Harmoni, Kuningan, hingga Central Park.

“Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan konsep yang lebih modern dan dinamis,” ujarnya.

Secara bersamaan, perseroan juga mempercepat digitalisasi layanan melalui pengembangan BTN Digital Store. Konsep ini menghadirkan layanan perbankan di lokasi yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.

BTN Digital Store tidak hanya berada di kantor cabang, tetapi kini juga hadir di pusat perbelanjaan dan kawasan komersial. Bahkan, di beberapa lokasi, BTN menggandeng merek kopi lokal untuk menghadirkan suasana layanan yang lebih santai. Saat ini, sebanyak 24 BTN Digital Store telah beroperasi di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang.

“Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store. Tapi tetap ada superstaff yang membantu nasabah,” jelas Nyoman.

Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman nasabah (customer experience) yang lebih baik. Dengan pendekatan ini, bank tidak hanya menunggu nasabah datang ke kantor cabang, tetapi hadir langsung di tempat masyarakat beraktivitas.

“Jadi bukan hanya nasabah yang datang ke bank, tetapi bank yang hadir di tempat orang-orang beraktivitas,” ungkap Nyoman.

Transformasi operasional BTN juga menyentuh pengelolaan dokumen kredit. Mengingat besarnya portofolio KPR yang dimiliki BTN, pengelolaan dokumen agunan menjadi aspek penting. Untuk itu, BTN membangun Records Center sebagai pusat penyimpanan dan pengelolaan dokumen kredit yang lebih modern dan aman.

Saat ini, pusat pengelolaan dokumen tersebut telah tersedia di beberapa kota, antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, dan Gandul, Jakarta. Fasilitas tersebut dilengkapi sistem pengamanan dan teknologi pengelolaan dokumen yang lebih canggih.

“Portofolio KPR BTN sangat besar sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern. Ruang penyimpanan tahan api, rayap, dan high secured. Penyimpanan dengan dossier box, bukan amplop,” jelasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, BTN berharap dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat efisiensi operasional. Transformasi ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi BTN sebagai bank yang tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, namun sekaligus menyediakan solusi finansial yang lebih luas bagi masyarakat.

Nyoman optimistis pertumbuhan bisnis BTN akan terus berlanjut ke depan karena hal-hal yang menjadi fundamental sudah diperbaiki dan diperkuat.

“Fundamental dalam pertumbuhan bisnis yang sustainable sudah kita bangun. Dan kita sekarang siap untuk melayani masyarakat Indonesia,” tandasnya.

BTN SIAPKAN UANG TUNAI RP23,18 TRILIUN JELANG IDUL FITRI 2026

Jakarta, BISNISTODAY.COM– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun guna memastikan kecukupan kebutuhan dana bagi masyarakat dan nasabah selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026. Dana tunai tersebut disiapkan terhitung sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026 seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, penyediaan uang tunai tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan transaksi masyarakat dapat terpenuhi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.

“Kami berupaya memastikan ketersediaan uang tunai bagi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri. BTN telah menyiapkan likuiditas yang memadai agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap dapat dilayani dengan optimal,” ujar Ramon di Jakarta, Jumat (13/3).

Dari total dana tunai yang disiapkan, BTN mengalokasikan sekitar Rp14,55 triliun atau 63% untuk kebutuhan kas di seluruh outlet BTN yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sementara itu, sekitar Rp8,63 triliun atau 37% dari total dana akan digunakan untuk pengisian mesin ATM dan CRM BTN yang tersebar di berbagai wilayah.

BTN juga meningkatkan ketersediaan likuiditas pada kantor cabang jauh lebih besar dari kondisi normal guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai selama periode Lebaran.

Menurut Ramon, langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas konsumsi selama Ramadan hingga Idul Fitri yang umumnya turut mendorong kebutuhan uang tunai di masyarakat.

Selain memastikan ketersediaan dana tunai, Ramon menambahkan BTN juga terus mendorong nasabah untuk memanfaatkan berbagai layanan transaksi digital melalui super app bale by BTN agar transaksi keuangan dapat dilakukan secara lebih mudah, cepat, dan aman kapan pun dan di mana pun.

“BTN memastikan seluruh infrastruktur layanan perbankan baik jaringan kantor cabang, ATM, maupun kanal digital tetap beroperasi optimal guna mendukung kenyamanan transaksi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini,” ujar Ramon.

Ramadhan Penuh Berkah! BSN dan Insan Pers Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat

Bisnistoday.com, Jakarta – PT Bank Syariah Nasional (BSN) bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan Insan Pers Menguatkan Kepedulian Umat” pada Jumat, 13 Maret 2023. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Dalam kegiatan tersebut, BSN bersama Insan Pers menyalurkan ratusan paket sembako di berbagai wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Secara keseluruhan, sekitar 300 paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan bahwa perseroan sangat mendukung kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Forum Wartawan BSN. Menurutnya, kolaborasi antara BSN dan Insan Pers tidak hanya terjalin dalam hal publikasi kegiatan perusahaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dasn lingkungan sekitarnya.

“Insan pers merupakan mitra kami dalam mempublikasikan berbagai kegiatan perusahaan. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Alex dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/3).

Alex menambahkan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari komitmen BSN untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi positif, terutama bagi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

Adapun penerima bantuan paket sembako tersebut menyasar berbagai kalangan, di antaranya penyandang disabilitas, kaum dhuafa, fakir miskin, anak yatim, petugas keamanan, serta masyarakat lingkungan kantor operasional BSN.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan BSN, Roni Mawardi menyampaikan apresiasi kepada BSN atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara BSN dan Insan Pers dalam kegiatan sosial merupakan bentuk sinergi positif yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BSN yang telah mendukung kegiatan Insan Pers Berbagi. Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Lebaran,” ujar Roni.

Melalui kegiatan ini, BSN dan Forum Wartawan berharap semangat berbagi serta kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan.

BTN Perkuat Dukungan Pendidikan Anak melalui Program “Danantara untuk Generasi Emas”

BISNISTODAY.COM, Jakarta– Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan refleksi bersama yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa (11/3). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, para Menteri Kabinet, serta pimpinan dan seluruh insan Danantara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan kepada seluruh insan Danantara Indonesia mengenai pentingnya menjaga integritas, disiplin tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara guna memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Presiden menegaskan bahwa Danantara Indonesia dibentuk untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita bersyukur Indonesia kini memiliki sebuah lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Dalam satu tahun ini sudah terlihat bahwa dengan manajemen yang baik, tata kelola yang disiplin, serta komitmen yang kuat, kinerja pengelolaan aset negara dapat meningkat secara signifikan. Namun capaian ini baru awal. Ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.”

Syukuran satu tahun ini mengusung tema “Satu Danantara”, yang mencerminkan semangat seluruh BUMN untuk bergerak dalam satu langkah bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi generasi yang mendatang.

Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan Danantara difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat, sekaligus memastikan bahwa arah pengelolaan investasi negara tetap berpijak pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Pengelolaan aset negara pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan juga menjadi bagian penting dari perjalanan Danantara Indonesia,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin tidak hanya dalam penguatan tata kelola dan struktur pengelolaan aset negara, tetapi juga dalam berbagai inisiatif yang menegaskan bahwa hasil pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi generasi muda Indonesia.

Sebagai simbol komitmen terhadap masa depan anak bangsa, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis 88.000 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan secara serentak oleh BUMN di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan dan persiapan Generasi Emas Indonesia.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) turut berpartisipasi dalam momentum satu tahun perjalanan Danantara Indonesia melalui berbagai inisiatif yang mendukung penguatan fondasi generasi masa depan. Partisipasi tersebut diwujudkan melalui program “Danantara untuk Generasi Emas”, yang menghadirkan dukungan nyata bagi anak-anak Indonesia melalui penyediaan perlengkapan belajar sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan bahwa sinergi BUMN dalam ekosistem Danantara menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional.

“Melalui program Danantara untuk Generasi Emas, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi masa depan bangsa. Dukungan terhadap pendidikan anak-anak Indonesia merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang lebih kuat, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Nixon.

Dalam program tersebut, BTN menyalurkan 5.500 paket perlengkapan sekolah yang didistribusikan kepada siswa dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta sekolah luar biasa (SLB) di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, serta di Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Penyaluran ini merupakan bagian dari gerakan nasional penyaluran 88.000 paket perlengkapan sekolah yang diinisiasi Danantara Indonesia bersama BUMN untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui momentum satu tahun perjalanan ini, Danantara Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara, serta mendorong investasi strategis yang memberikan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang bagi Indonesia.

“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia,” tutup Rosan.