BSN Luncurkan Bale Syariah, Siap Jadi Superapps Penguat Ekosistem Syariah

BISNISTODAY.COM, Jakarta-PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi meluncurkan Bale Syariah by BSN sebagai bagian dari transformasi menyeluruh menuju bank syariah modern yang adaptif terhadap perubahan perilaku masyarakat serta penguatan ekosistem keuangan dan perumahan syariah nasional.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menegaskan transformasi digital merupakan keniscayaan bagi industri perbankan. “Kita berada di tengah era transformasi digital yang berjalan sangat cepat. Perubahan ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keniscayaan,” ujar Alex dalam peluncuran Bale Syariah di Jakarta, Kamis (5/2).

Alex menyampaikan digitalisasi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan layanan keuangan. “Saat ini, lebih dari 72 persen masyarakat Indonesia telah terhubung dengan internet. Teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara masyarakat mengelola keuangan,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan ekspektasi baru terhadap perbankan. “Masyarakat menginginkan layanan yang mudah diakses, cepat, aman, dan relevan dengan kebutuhan mereka sebagai masyarakat modern. Di sinilah bank syariah harus mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Alex.

Ia menyoroti pertumbuhan signifikan transaksi digital, khususnya mobile banking. “Seiring perubahan perilaku masyarakat, kanal digital, terutama mobile banking, mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Alex mengungkapkan, hingga pertengahan 2025, volume transaksi mobile banking di Indonesia telah melampaui 2,2 miliar transaksi. “Angka ini menegaskan bahwa mobile banking kini telah menjadi kanal utama transaksi keuangan masyarakat, bukan lagi sekadar pelengkap layanan perbankan,” katanya.

Berdasarkan perkembangan tersebut, BSN meluncurkan Bale Syariah sebagai mobile banking syariah terpadu. “Menjawab tantangan dan kebutuhan itu, hari ini kami meluncurkan Bale Syariah by BSN,” ujar Alex.

Ia juga memaparkan kinerja digital BSN hingga saat ini. “Kabar baik bahwa BSN saat ini  tercatat memiliki hampir 348.293 user aktif untuk semua channel digital. Dari jumlah tersebut, transaksi mencapai sekitar Rp6,5 triliun,” katanya.

Sedangkan untuk pengguna Bale Syariah saat ini memiliki 111.864 user aktif dengan total transaksi mencapai Rp1.26 triliun. Alex optimistis jumlah pengguna Bale Syariah akan terus meningkat. “Kami perkirakan jumlah user akan tumbuh dua kali lipat karena setiap nasabah baru BSN akan menggunakan new mobile apps Bale Syariah. Kami akan terus improve supaya BSN lebih maju lagi,” tegasnya.

Sebagai bagian dari BTN Group, BSN menempatkan Bale Syariah sebagai pintu masuk digital penguatan ekosistem perumahan syariah. “BSN memiliki peran penting dalam ekosistem perumahan. Karena itu, Bale Syariah kami posisikan sebagai pintu masuk digital bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan syariah yang terintegrasi,” ujar Alex.

Pada tahap peluncuran, Bale Syariah dibekali 57 fitur finansial dan 83 fitur nonfinansial. “Melalui Bale Syariah by BSN, nasabah dapat mengakses berbagai layanan utama dalam satu aplikasi terpadu,” katanya.

Layanan tersebut mencakup transfer dana, pembayaran listrik, PDAM, internet, pendidikan, pembelian pulsa dan token listrik, layanan ZISWAF, hingga pembayaran dan pelunasan haji serta perjalanan ibadah. “Dengan Bale Syariah by BSN, nasabah dapat melakukan transaksi keuangan harian dan menunaikan kewajiban ibadah cukup melalui satu aplikasi,” tegas Alex.

Ke depan, Bale Syariah akan dikembangkan menjadi superapps syariah. “Kami arahkan Bale Syariah menjadi superapps syariah, yang tidak hanya mencakup layanan transaksi keuangan, tetapi juga menghadirkan menu yang mendukung literasi, gaya hidup, dan kemaslahatan umat,” ujarnya.

Alex menekankan aspek keamanan sebagai fondasi utama layanan digital. “Bagi kami, menjaga keamanan transaksi dan data nasabah adalah bagian dari amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Dengan peluncuran Bale Syariah by BSN, perseroan optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai bank syariah nasional terbesar kedua yang modern, inovatif, dan berperan aktif dalam penguatan ekosistem keuangan serta perumahan syariah nasional.

13 Tahun Berkarya, Regenesis Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Industri Aesthetic Nasional

Bisnistoday — Menginjak usia ke-13 tahun berkarya di Indonesia, PT Regenesis Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan terdepan di industri aesthetic. Konsistensi Regenesis dalam menghadirkan inovasi global, teknologi tercanggih dunia, serta komitmen tinggi terhadap aspek legalitas menjadikan perusahaan ini semakin dipercaya, baik oleh principle internasional maupun pemilik klinik kecantikan di seluruh Indonesia.

Selama 13 tahun perjalanannya, Regenesis dikenal sebagai mitra strategis yang secara berkelanjutan membawa teknologi dan produk aesthetic kelas dunia ke Indonesia. Seluruh brand yang dihadirkan Regenesis telah melalui proses seleksi ketat, berbasis data, referensi global, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi dan legalitas yang berlaku. 

“Bagi Regenesis, inovasi tidak pernah dapat dipisahkan dari kepatuhan terhadap regulasi. Legalitas setiap brand adalah komitmen utama kami, agar para mitra klinik dapat menjalankan bisnisnya dengan rasa aman, nyaman, dan dapat bertanggung jawab,” ujar Ir. Emmy Noviawati, President Director PT Regenesis Indonesia dalam siaran persnya baru-baru ini. 

Dipercaya Principle Global dari Hampir Seluruh Benua
Menutup tahun 2025, PT Regenesis Indonesia mencatat pencapaian strategis dengan menjadi distributor aesthetic yang menjadi target kunjungan berbagai principle partner internasional dari hampir seluruh benua. Kepercayaan semakin menguat melalui keterlibatan aktif Regenesis dalam ISWAM 2025, sebuah event internasional bergengsi di bidang aesthetic.

Semakin banyak principle global yang menjadikan PT Regenesis Indonesia sebagai pilihan utama dalam membuka kerja sama lintas negara. Kepercayaan ini tidak hadir secara instan, melainkan merupakan hasil dari perjalanan panjang, konsistensi, serta reputasi Regenesis selama 13 tahun berkiprah di industri aesthetic Indonesia.

Aktivitas Internasional dan Kolaborasi Berkelas Dunia
Setelah meluncurkan buku terbarunya “Beauty of Being Entrepreneur” yang ditujukan bagi para mitra bisnis, Regenesis merayakan ulang tahunnya dengan rangkaian kunjungan principle internasional dalam berbagai event berskala global.Sejumlah aktivitas berkelas dunia turut dihadirkan, di antaranya Workshop Filler Neauvia dari Italia, yang menampilkan inovasi filler berbasis teknologi terkini.

Selain itu, TSK dari Jepang—brand needle yang telah lama menjadi pilihan utama para dokter untuk mendukung tindakan injeksi—juga hadir dan berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan.

Pada momentum yang sama, principle dari Paris turut melakukan kunjungan dan menggelar Afternoon High Tea bersama para customer serta konsulen dari PERDOSKI, memperkuat kolaborasi ilmiah dan profesional di bidang aesthetic.

Peluncuran Teknologi WonderfaceDalam kesempatan tersebut, Ron Pirolo, Founder PT Regenesis Indonesia, turut memperkenalkan Wonderface, sebuah mesin teknologi aesthetic terbaru yang dikembangkan berdasarkan standar teknologi global. 

Wonderface dirancang dengan pendekatan teknologi modern yang berfokus pada efektivitas, keamanan, dan efisiensi, sehingga mampu memberikan nilai tambah nyata bagi pemilik bisnis klinik kecantikan dalam mengembangkan dan memajukan usahanya.

“Wonderface kami hadirkan sebagai solusi teknologi yang tidak hanya menjawab kebutuhan treatment masa kini, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis klinik dalam jangka panjang,” ungkap Ron Pirolo Founder PT Regenesis Indonesia. 

Ekosistem Kuat dan Nilai ICARE
Saat ini, lebih dari 36 principle dari berbagai belahan dunia telah memilih Regenesis sebagai partner eksklusif di Indonesia untuk memperkenalkan beragam teknologi dan inovasi aesthetic terbaru. 

Kepercayaan ini diperkuat oleh ekosistem Regenesis yang solid, dengan dukungan tim profesional lintas divisi, meliputi Sales & Marketing, Medical, Technical, Digital Marketing, Regulatory, Supply Chain, Corporate Division serta divisi back office lainnya. 

Selain kekuatan operasional, nilai inti perusahaan ICARE ( Integrity, Collaboration , Accountability Respect and Excellence ) menjadi fondasi budaya kerja yang memperkuat kepercayaan para principle dan customer dalam menjalin kemitraan jangka panjang bersama Regenesis.

Advancing Your Business & Brand Protection
Mengusung misi “Advancing Your Business”, Regenesis secara konsisten menghadirkan berbagai program strategis yang mendukung pertumbuhan mitra. Salah satunya adalah Regenesis Brand Protection Program, sebuah inisiatif untuk mencegah dan menghentikan peredaran produk palsu di Indonesia yang mengatasnamakan brand Regenesis tanpa legalitas jelas Ron Pirolo Founder & Director PT Regenesis Indonesia. 

Seluruh brand yang dibawa Regenesis memiliki status Distributor Tunggal (Eksklusif) dan tidak menggunakan sistem reseller, sehingga keaslian, kualitas, dan legalitas produk dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya. Dewi

BTN Jadi Pahlawan Lingkungan: 20.000 Unit Rumah Rendah Emisi & Nol Karbon di 2026! Wah!

BISNISTODAY.COM, Bekasi– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berharap dapat mendukung pembiayaan rumah rendah emisi hingga 20.000 unit pada tahun 2026 dan meningkatkan porsi pembiayaan berkelanjutan sebagai wujud komitmen perseroan dalam menerapkan praktik perbankan yang ramah lingkungan (green banking) demi mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan dan mengurangi emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, hingga akhir 2025, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan 11.000 rumah rendah emisi yang dilakukan oleh berbagai developer di berbagai daerah, contohnya Legok (Banten), Cileungsi (Kabupaten Bogor), Medan, Semarang, Cirebon, dan Bekasi.

“Harapannya, tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi, kalau bisa 30.000. Sampai tahun 2029, harapannya kita ingin membangun 150.000 unit dan sampai 2030 kita harap 200.000,” ujar Setiyo di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi, Rabu, 4 Februari 2026.

Setiyo menuturkan, BTN pertama kali meluncurkan Program Rumah Rendah Emisi pada kuartal IV-2024 bersama sejumlah developer dengan target pembangunan 1.000 unit rumah rendah emisi dalam tiga bulan yang akhirnya berhasil tercapai. Program yang kini telah berjalan selama dua tahun tersebut didukung oleh beberapa mitra startup yang memproduksi material atau bahan bangunan ramah lingkungan (eco-friendly) dari sampah plastik yang sudah tidak bernilai.

Di antara para startup produsen material eco-friendly tersebut yakni contohnya Rebrick, Plustik, dan Green Brick yang mengumpulkan sampah plastik berupa bungkus mie instan serta sachet sabun dan sampo dan mengolahnya menjadi bahan bangunan untuk flooring, paving, dan dinding sehingga turut berkontribusi dalam pengurangan polusi atau sampah yang umumnya berasal dari rumah tangga.

“Setiap produsen memiliki produk yang berbeda-beda namun mereka saling melengkapi. Dengan rumah rendah emisi ini justru kita menciptakan beberapa startup baru di bidang recycle plastik. Kami sedang mencari pengusaha di setiap pulau karena bisnis ini inklusif, jadi siapa saja bisa terlibat. Saat ini angkanya baru 11.000 (rumah rendah emisi), kalau mau mencapai jutaan tentunya perlu dukungan lebih banyak startup,” tutur Setiyo.

Salah satu upaya yang dilakukan BTN untuk mencari startup-startup potensial baru adalah melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur yang banyak menelurkan inovasi-inovasi untuk mendukung sektor perumahan. Plustik yang dibangun Reza Hasfinanda adalah contoh alumni BTN Housingpreneur tahun 2024 yang telah memulai kolaborasinya bersama para developer rumah rendah emisi melalui dukungan BTN sebagai enabler yang menjembatani kedua belah pihak.

BTN juga telah kembali menghasilkan para inovator baru melalui BTN Housingpreneur 2025 yang baru saja ditutup pada 31 Januari 2026 dengan total 1.170 submission selama gelaran berlangsung. Ajang tersebut menghasilkan 26 pemenang dari total 58 finalis yang lolos seleksi ketat oleh Dewan Juri yang berasal dari pelaku industri perumahan, akademisi, arsitek, dan manajemen BTN.

Setiyo juga turut mengapresiasi para developer yang berpartisipasi dalam Program Rumah Rendah Emisi BTN, salah satunya yang turut hadir dalam kesempatan tersebut yakni Preadi Ekarto selaku CEO dan Owner ISPI Group yang membangun Perumahan Mutiara Gading City di Bekasi. ISPI Group merupakan salah satu developer yang telah terlibat program ini sejak dimulai pada November 2025.

“Kami di ISPI Group terus mendukung program rumah rendah emisi ini. Banyak lahan yang masih bisa dibangun untuk rumah rendah emisi,” ujar Preadi.

Untuk lebih mendorong lebih banyak developer terlibat dalam Program Rumah Rendah Emisi, BTN akan menstandarisasi insentif yang akan diberikan untuk developer menjadi suatu paket yang menarik. “Bunga untuk developer rumah rendah emisi juga sudah diturunkan. Nanti akan kami standarisasi, misalnya suku bunganya bisa turun 25 basis poin. Jadi macam-macam insentifnya,” ungkap Setiyo.

Tidak hanya bermitra dengan developer dan startup daur ulang, BTN juga turut melibatkan masyarakat dalam hal ini nasabah KPR untuk turut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon. Program yang paling utama yaitu Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”, yang memungkinkan debitur KPR BTN untuk mengumpulkan sampah rumah tangga melalui startup Rekosistem dan sampah tersebut dikonversi menjadi rupiah ke dalam tabungan nasabah untuk mengurangi angsuran KPR.

“Setelah dihitung-hitung, dengan mengikuti program ini bisa mengurangi cicilan KPR sekitar 10-15% per bulannya atau sekitar Rp100.000-150.000, ini lumayan sekali untuk memberikan penghasilan tambahan bagi rumah tangga yang terlibat,” ujar Setiyo.

Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” mendapatkan apresiasi dari Ratu Belanda Queen Maxima dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Financial Health (UNSGSA) saat kunjungannya ke Indonesia pada 26 November 2025 untuk menyaksikan langsung program ini dan bertemu dengan para nasabah KPR BTN.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita turut mengapresiasi para nasabah KPR BTN yang menunjukkan antusiasmenya untuk turut terlibat dalam Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”. “Kami berharap lebih banyak lagi nasabah KPR BTN yang tertarik untuk ikut mengumpulkan sampah dalam program ini, sehingga mereka dapat merasakan manfaatnya terhadap pengelolaan keuangan keluarga,” ujarnya.

Setiyo mengatakan, apresiasi tersebut menjadi bukti pengakuan dunia internasional terhadap komitmen BTN dalam penerapan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environment, Social, and Governance/ESG). Hal ini sejalan dengan keberhasilan BTN meraih ESG Rating AA berdasarkan MSCI ESG Ratings pada 2025, yang menunjukkan bahwa perseroan menjadi bank paling terdepan di antara seluruh perbankan nasional dalam komitmen dan realisasi penerapan ESG.

Untuk semakin memantapkan posisinya dalam prinsip keberlanjutan, BTN berharap dapat meningkatkan total loan portfolio-nya di sustainability atau ESG menjadi 60% pada 2026 dari 52% saat ini. “Portofolio ESG BTN juga termasuk pembiayaan kepemilikan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), karena memberdayakan MBR termasuk aspek sosial dalam ESG,” ujarnya.

Ambil Posisi Sebagai Banknya Para Developer, BSN Gerak Cepat Bangun Ekosistem Perumahan di Indonesia

BISNISTODAY.COM, Jakarta – Meski baru beroperasi secara resmi pada tanggal 22 Desember 2025, PT Bank Syariah Nasional (BSN) langsung bergerak cepat dalam membangun ekosistem perumahan di Indonesia.

Hal itu dibuktikan dengan keseriusan BSN yang langsung memposisikan dirinya sebagai “Banknya Para Developer”.

Didukung dengan fakta sebagai bank pemegang market share FLPP terbesar ke-2 di Indonesia, Bank hasil spin-off dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ini semakin mantap menjalankan sektor pembiayaan perumahan yang selama ini menjadi core business mereka.

“Selama 20 tahun beroperasi, BSN (Dulu merupakan Unit Usaha Syariah BTN) telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah melalui pembiayaan konsumer maupun pembiayaan komersial,” kata Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor saat memberikan sambutan dalam acara BSN Developer Gathering 2026, di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurut Alex, pertumbuhan positif yang dicatatkan BSN juga terus berlanjut pada sepanjang tahun 2025, di mana BSN berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sekitar 20,51% dan pertumbuhan pembiayaan mencapai sekitar 25,02% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi  yang solid antara BSN dan seluruh mitra strategis terutama para developer,” tutur Alex.

Sebagai wujud komitmen dalam memberikan layanan terbaik, BSN lanjut Alex, hingga akhir tahun  2025 telah memiliki 118 outlet layanan perbankan, yang terdiri atas 36 Kantor Cabang dan 82 Kantor Cabang Pembantu, serta didukung oleh 589 Kantor Layanan Syariah.

“Seluruh jaringan ini kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dan  layanan perbankan untuk para nasabah dan developer sebagai mitra kami,” ujarnya.

Dia menambahkan, memasuki tahun 2026, BSN juga menargetkan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat.

Hal itu tak lepas dari misi perseroan dalam mengambil peran aktif sebagai salah satu pilar pendukung program strategis pemerintah termasuk mensukseskan Program Tiga Juta Rumah yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Sepanjang tahun ini kami memiliki beberapa program unggulan yang bisa dimanfaatkan para nasabah maupun kalangan developer sebagai mitra kami diantaranya, BSN Yasa Griya, BSN Modal Kerja Back to Back dan BSN IMBT (Ijarah Muntahiya Bittamlik) untuk pembiayaan komersil,” ungkap Alex.

Sementara untuk pembiayaan Konsumer, BSN terus berkomitmen mendukung KPR Subsidi dengan target penyaluran tahun 2026 ditingkatkan menjadi 73.700 unit atau sekitar 23% dari market share. Sedangkan untuk KPR Non Subsidi, BSN menawarkan margin Promo, mulai 2,65% untuk selected developer.

“Selain itu  kami juga meluncurkan program KPR Ikhtiar Haji, yaitu program KPR BSN dengan benefit porsi Haji atau paket Umroh yang dirancang untuk meningkatkan daya tarik dan akselerasi penjualan proyek perumahan Developer dan KPR Golden Deal yang  menghadirkan kesempatan kepada Nasabah para Top 10 Developer Realisasi Tertinggi atau Terpilih untuk mendapatkan e-voucher emas,” papar Alex.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta menambahkan salah satu program mereka yang kini tengah digemari nasabah adalah Program BSN Cicil Emas yang menawarkan margin mulai 9,00% dan jangka waktu  sampai dengan 5 tahun. 

Selain itu, terdapat program KPR bundling emas atau BSN Home & Gold, yaitu pembiayaan KPR dan emas dengan ketentuan DP yang  berbeda dari skema regular.

“Kami juga menawarkan program BSN Bonus Emas yang didukung melalui kerja sama dengan developer  berupa gimmick pembiayaan emas, di mana nasabah yang membayar angsuran  KPR secara lancar selama 1 tahun berhak memperoleh emas dengan cicilan yang  difasilitasi oleh developer” jelas Penta.

Untuk mempermudah para nasabah mengakses seluruh layanan perbankan BSN secara cepat, aman dan mudah, BSN juga telah menyiapakan Super App Bale Syariah by BSN yang rencananya secara resmi akan diluncurkan pada Minggu ini. 

“Bale Syariah by BSN merupakan aplikasi perbankan digital syariah yang memudahkan nasabah bertransaksi  secara aman, cepat, dan sesuai prinsip syariah. Aplikasi ini mudah diunduh melalui  smartphone, memiliki proses registrasi yang praktis, serta memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi dengan mudah dan efisien kapan saja dan di mana saja,” pungkasnya.

Penghargaan Developer Terbaik

Acara BSN Developer Gathering 2026 menurut rencana akan diselenggarakan di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang. Dalam acara tersebut, BSN memberikan apresiasi kepada para developer yang telah berjasa dalam membantu BSN mempercepat pembangunan ekosistem perumahan di Indonesia.

Pada acara BSN Developer Gathering di Jakarta, Penghargaan diberikan kepada 18 pemenang untuk tiga kategori yakni Developer Award Commercial, Developer Award KPR Non Subsidi dan Developer Award KPR Subsidi untuk wilayah Jabodetabek. Berikut para pemenangnya:

I. Developer Award Commercial

PT Alam Indah Selaras

PT Hekta Karya

PT Royal Sakti Mandiri

PT Sakura Lestari Internasional

PT Tarumanagera Properti Indonesia

PT Kreasi Prima Nusantara

II. Developer Award Non Subsidi:

1. PT Widia Persada

2. Gred Group

3. Sakura Land

4. Greenpark Group

5. PT Hekta Karya

6. PT Klik rumah Indonesia

III. Developer Award KPR Subsidi

PT Pesona Kahuripan Group

PT Kawah Anugerah Properti

PT Bangun Famili Sejahtera

Vista Land Group

PT Kreasi Prima Nusantara

PT Royal Sakti Mandiri

II. Developer Award Non Subsidi:

1. PT Widia Persada

2. Gred Group

3. Sakura Land

4. Greenpark Group

5. PT Hekta Karya

6. PT Klik rumah Indonesia

Rakernas I AMDATARA Tegaskan Komitmen Bangun Industri AMDK yang Sehat dan Kompetitif

Bisnistoday.com, Jakarta – Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) telah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama. Forum strategis ini dilakukan untuk merapatkan barisan, memperkuat kolaborasi, serta merumuskan arah kebijakan organisasi dalam mendorong pertumbuhan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo menyatakan dalam satu setengah bulan berdiri, Amdatara sudah melakukan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan terkait yang strategis seperti Kementerian lingkungan hidup (KLH), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Alhamdulillah kita mendapat dukungan dari Pemerintah selaku mitra strategis kami,” ujar Karyanto di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Selain itu, lanjutnya, Amdatara juga sudah memperkuat jaringan DPD sebagai bagian jenis struktur organisasi DPW. Menurutnya, ini sangat penting untuk memberikan layanan ke anggota untuk menjalani kolaborasi dengan pemerintah daerah. 

“Karena sebagian besar perusahaan AMDK berada di daerah sehingga memang sangat penting bagi kita untuk memperkuat jaringan kita di daerah,” ucap Karyanto.

Sebagai perkumpulan baru, dia mengatakan AMDATARA akan memperkuat dua hal. Pertama adalah melakukan strategi komunikasi melalui media sosial termasuk melakukan kolaborasi offline. Langkah kedua, AMDATARA akan memperkuat sekretariat. 

Rakernas pertama AMDATARA bertema “Rapatkan Barisan, Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Daya Saing”. Rakernas membahas dan menetapkan kebijakan strategis organisasi, merumuskan solusi atas isu-isu industri seperti regulasi, standar mutu, keamanan pangan, berkelanjutan untuk memastikan industri AMDK terus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Agenda ini menjadi ruang konsolidasi nasional guna menyatukan visi menjadi asosiasi inklusif, kolaboratif, dan berintegritas yang mendorong keunggulan industri AMDK Indonesia melalui peningkatan kualitas, inovasi, ramah lingkungan, serta kepatuhan regulasi.

Langkah ini diharapkan memperkuat industri AMDK melalui penguatan organisasi internal, advokasi kebijakan yang mendukung keberlanjutan (termasuk harmonisasi regulasi, SNI, Perizinan Air, Halal, dan EPR), peningkatan kompetensi dan sinergi anggota, penerapan tata kelola akuntabel dengan standar mutu dan keamanan produk tinggi, serta membangun kolaborasi solid.

Industri AMDK menjadi salah satu sektor paling dinamis dalam industri makanan-minuman dengan pertumbuhan industri yang konsisten di kisaran 5-8 persen per tahun. Kontribusi industri ini juga signifikan terhadap perekonomian nasional dengan kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun, melibatkan lebih dari 700 perusahaan dan menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung.

Artinya, sektor bisnis ini telah menciptakan lapangan kerja, menguatkan rantai pasok, menguatkan dan mengembangkan industri UMKM hingga menciptakan multiplier effect bagi sektor-sektor ekonomi lainnya.

Sebagai organisasi yang berdiri sejak 2025 dan kini menaungi lebih dari 80 perusahaan dengan lebih dari 150 merek AMDK di Indonesia, AMDATARA menegaskan posisinya sebagai rumah bersama bagi pelaku industri dalam membangun ekosistem usaha yang profesional, inklusif, dan bertanggung jawab.

AMDATARA meyakini bahwa industri AMDK yang kuat, aman, dan berkelanjutan akan menjadi pondasi penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional. AMDATARA juga berkomitmen terus mendorong kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang baik sebagai kunci kemajuan industri AMDK Indonesia.

Rakernas I AMDATARA di Hotel Novotel Jakarta Pulomas turut dihadiri Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir & Laut Kementerian Lingkungan Hidup, Sayid Muhadhar, Kasubdit Operasi dan Pemeliharaan Air Tanah, Air Baku, Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Bhakti.

Selain itu hadir pula, Dewan Pengawas Amdatara, Pakar Hidrogeologi, Profesor Heru Hendrayana; Pakar Hidrasi Sehat Fakultas Kedokteran UI, Diana Sunardi; Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat IPB, Ahmad Sulaeman; Pakar Teknologi Pangan dan Kemasan IPB, Nugraha Edi Suyatma; Dewan Pengawas, pengurus pusat dan daerah AMDATARA dari delapan wilayah, anggota kehormatan, serta mitra strategis dan suplier industri AMDK. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk membangun sinergi lintas sektor demi penguatan industri nasional. Adg_br

UPH Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional 2026, Keluarga Dinilai Fondasi Bangsa

Bisnistoday.com, Tangerang – Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi tuan rumah Seminar Nasional 2026 yang menekankan penguatan peran keluarga sebagai fondasi persatuan bangsa. Kegiatan ini digelar di Auditorium Grand Chapel, Kampus UPH Lippo Village, Tangerang, Selasa (3/2/2026), sebagai bagian dari rangkaian Natal Nasional 2025.

Seminar mengangkat refleksi tentang keluarga sebagai ruang pertama pembentukan nilai kasih, toleransi, iman, dan karakter di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Lebih dari 2.000 peserta mengikuti acara ini secara luring dan daring melalui siaran langsung YouTube, yang menjangkau Kampus UPH Medan dan Surabaya.

Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, menegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.

“Keluarga adalah ruang pertama pembentukan nilai, karakter, dan iman yang menuntun setiap individu bertumbuh secara bertanggung jawab di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI sekaligus Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, menekankan pentingnya aksi nyata dalam membangun bangsa.

Sepanjang rangkaian Natal Nasional 2025, panitia menyalurkan berbagai bantuan sosial, termasuk paket pendidikan, renovasi gereja, bantuan bencana, hingga distribusi ambulans lintas agama.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan simbolis lima unit ambulans hasil dukungan PT Astra International Tbk kepada lima lembaga lintas agama. Dengan penyerahan ini, total ambulans yang disalurkan Panitia Natal Nasional 2025 mencapai 35 unit.

Seminar menghadirkan narasumber Prof. Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, serta Dr. (H.C.) James T. Riady, Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. Keduanya menekankan pentingnya sinergi keluarga, iman, dan pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

Koordinator Seminar Nasional 2026, Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai ruang dialog nilai keluarga dan ketahanan iman.“Dari kampus inilah fondasi keluarga Indonesia yang kuat perlu dibangun,” tegasnya. Adg_br

OneSight EssilorLuxottica Foundation dan Kementerian Kesehatan RI dan Perkuat Akses Layanan Kesehatan Mata di Indonesia

Bisnistoday- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation hari ini secara resmi meluncurkan sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di seluruh Indonesia. Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan layanan kesehatan mata yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan dapat berdampak signifikan terhadap capaian pendidikan, produktivitas kerja, serta kualitas hidup. Tanpa deteksi dini dan akses terhadap solusi koreksi seperti kacamata, banyak masyarakat menghadapi hambatan yang sebenarnya dapat dicegah dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktivitas sehari-hari.

Melalui kemitraan ini, ekosistem kesehatan mata di Indonesia akan diperkuat melalui pendekatan komprehensif berbasis empat pilar yang akan diimplementasikan selama tiga tahun, guna menjawab kesenjangan utama dalam upaya pencegahan dan intervensi dini kesehatan mata, yaitu: pelatihan bagi 900 perawat puskesmas, penguatan 15 vision center, donasi 50 ribu kacamata dan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya kesehatan mata dan pemeriksaan mata secara rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Dailami Azis, Country Manager EssilorLuxottica Indonesia, mengatakan ajang ini bertujuan adalah untuk memberikan akses perawatan dan pemeriksaan mata kepada masyarakat. Dan kedepannya kami berencana untuk membangun lebih banyak vision center, sekitar 15 vision center dan juga untuk melatih sekitar 900 tenaga kesehatan untuk bisa melakukan vision screening.

Ia melanjutkan penglihatan itu adalah fondasi sebuah masyarakat, karena itu mempengaruhi pendidikan dan juga produktivitas, dan tentunya masa depan terutama anak-anak. “Dan dengan adanya inisiatif ini kami ingin akses kepada pemeriksaan mata untuk anak-anak sehingga kita bisa deteksi dini apabila terdapat kelainan refleksi atau gangguan penglihatan,” ucap Dailami, saat peluncuran di Jakarta, 2/2/26.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Peluncuran hari ini menandai langkah penting dalam memperkuat akses layanan kesehatan mata di Indonesia. “Gangguan penglihatan dapat berdampak besar terhadap pendidikan, produktivitas, dan kualitas hidup. Banyak gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat dicegah atau dikoreksi jika terdeteksi sejak dini, sehingga kolaborasi ini menjadi sangat penting,”

Lebih lanjut Siti Nadia Tarmizi mengatakan, deteksi dini dapat mencegah atau mengoreksi banyak gangguan penglihatan. Oleh karena itu, kolaborasi strategis menjadi kunci dalam memperluas skrining penglihatan, memastikan tindak lanjut layanan, serta meningkatkan kesehatan mata dan kualitas hidup masyarakat. 

Head of OneSight EssilorLuxottica Foundation Asia Tenggara, Patricia Koh, menambahkan, “Kami berkomitmen untuk bekerja bersama Kementerian Kesehatan dan para mitra lokal dalam meningkatkan deteksi dini, menyediakan solusi yang terjangkau, serta memperluas layanan kesehatan mata yang berkualitas. Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama kami terhadap upaya pencegahan dan dampak jangka panjang.”

Sebagai bagian dari peluncuran kemitraan ini, telah dilaksanakan kegiatan skrining penglihatan bagi masyarakat yang mencakup pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada 800 penerima manfaat. 

Kegiatan ini mencerminkan komitmen inisiatif ini dalam menghadirkan aksi nyata untuk menjawab kebutuhan kesehatan mata di tingkat komunitas, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata.

Inisiatif ini selaras dengan prioritas kesehatan nasional Indonesia serta berkontribusi pada komitmen global SPECS 2030 dari World Health Organization (WHO), yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata secara global dan membantu lebih banyak orang melihat dengan lebih jelas.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Indonesia Melihat Nusantara (YIMN) sebagai mitra pelaksana, serta koordinasi erat dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Bori

Plink dan GEA Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital di Vending Machine

Bisnistoday – PT Prismalink International (Plink) memperkuat ekspansinya di sektor ritel otomatis melalui kemitraan strategis dengan GEA, penyedia vending machine di Indonesia. Kolaborasi yang terjalin sejak 2025 ini berfokus pada pengembangan ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi langsung dengan sistem vending machine GEA.

Melalui kerja sama ini, sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Plink terintegrasi (embedded) langsung ke dalam vending machine GEA, sehingga transaksi dapat dilakukan tanpa memerlukan perangkat tambahan. Integrasi tersebut memungkinkan konsumen menggunakan seluruh aplikasi pembayaran berbasis QRIS, baik dari perbankan, penyelenggara non-bank, hingga pembayaran lintas negara (cross-border).

Head of Business, Stefanus, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan penyedia platform seperti GEA merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat adopsi pembayaran digital, khususnya di sektor ritel otomatis.

“Melalui satu platform vending machine, layanan Plink dapat langsung dimanfaatkan oleh banyak merchant dalam ekosistem tersebut. Ini menjadi langkah efektif untuk memperluas digitalisasi pembayaran, khususnya di ritel otomatis,” ujar Stefanus dalam siaran persnya, Jakarta 2/2/26.

Hingga saat ini, sebanyak 80 unit vending machine GEA telah menggunakan layanan QRIS dari Plink. Selain kemudahan integrasi, Plink juga menghadirkan stabilitas layanan transaksi serta dukungan customer support 24/7 guna memastikan kelancaran operasional merchant. Dari sisi mitra, GEA menilai Plink sebagai solusi pembayaran yang mudah diimplementasikan dengan dukungan komunikasi teknis yang solid.

“Proses integrasi berjalan efektif karena koordinasi teknis antara tim GEA dan Plink sangat baik. Hal ini membuat implementasi QRIS pada vending machine dapat dilakukan secara efisien,” kata Agung Rifai, IT Programmer GEA.

GEA berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dengan dukungan teknis dan operasional yang berkelanjutan. Dengan ekosistem pembayaran yang semakin terintegrasi, kedua perusahaan optimistis dapat mendorong pertumbuhan ritel otomatis yang lebih modern dan efisien.

Hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan, Plink akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai penyedia platform lain, termasuk sistem hotel, laundry, hingga layanan ritel otomatis lainnya, guna mendorong percepatan digitalisasi pembayaran di Indonesia. Dewi

Tutup Rangkaian BTN Expo 2026, Awarding BTN Housingpreneur 2025 Lahirkan Inovator Muda Ekosistem Perumahan

BISNISTODAY.COM, Jakarta – BTN Expo 2026 sukses menutup rangkaian BTN Housingpreneur 2025 dengan gebyar awarding yang melahirkan inovator muda berbakat.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu tekankan, ajang ini jadi pengungkit krusial pertumbuhan sektor perumahan dan ekosistem pendukungnya di tengah tantangan ekonomi.

“Di situasi saat ini kita semua paham bahwa perlu ada pengungkit pertumbuhan sektor perumahan dan ekosistem perumahan. BTN Expo 2026 menjadi momen penutup rangkaian BTN Housingpreneur dan kami senang menyambut acara ini,” ujar Nixon dalam Awarding BTN Housingpreneur 2025 dan Closing Ceremony BTN Expo, Sabtu (31/1).

Nixon menyatakan, BTN Expo bukan sekadar pameran properti. Lebih dari itu, BTN Expo menjadi platform ekosistem yang menyatukan akses peluang usaha, pengembangan karier, hingga solusi finansial bagi masyarakat.

Hasil BTN Housingpreneur 2025 dinilai sangat menggembirakan. Program ini mencatat 1.170 submission dan melahirkan 57 inovator baru yang kreatif, visioner, dan solutif. Mayoritas peserta merupakan startup anak muda dengan ide-ide segar, terutama terkait pemanfaatan teknologi di sektor perumahan.

“Dari awal masuk ke area pameran BTN Expo ini, kita sudah melihat banyak inovasi. Mulai muncul teknologi-teknologi yang akan dipakai di perumahan. Startup-startup ini memang perlu kita beri ruang agar bisa dilihat masyarakat secara luas, sehingga banyak hal bisa menjadi lebih efektif dan efisien,” terang Nixon.

BTN Expo 2026 juga menunjukkan komitmen terhadap penguatan UMKM dan ekonomi kreatif. Sebanyak 30 tenant UMKM fashion dihadirkan di Bale Ayu, serta 23 merchant UMKM kuliner di Bale Santap. Selain itu, BTN turut menghadirkan Road to Indonesia Fashion Week sebagai bagian dari dukungan terhadap industri kreatif nasional.

Di sisi pengembangan sumber daya manusia (SDM), BTN Expo 2026 menggelar program BTN Hiring untuk merekrut talenta-talenta baru menjadi pegawai BTN. Tidak hanya itu, hadir pula BTN Champions Arena by Ruangguru sebagai wujud investasi BTN dalam pengembangan talenta masa depan.

“BTN percaya investasi terbaik adalah investasi pada talenta dan sumber daya manusia,” ungkap Nixon.

Pada sektor perumahan, BTN Expo 2026 menghadirkan mitra developer BTN, baik perumahan subsidi maupun non-subsidi. Nixon menegaskan, BTN memang selektif dalam memilih developer sebagai bentuk komitmen menyediakan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan, pemerintah mengapresiasi BTN yang telah menggelar BTN Housingpreneur 2025 sebagai wujud komitmen pengembangan ekosistem perumahan nasional dengan menjaring inovasi dari akar rumput. Ajang ini menurutnya memberikan fasilitas pengembangan kemampuan dan kapasitas anak-anak muda Indonesia untuk memecahkan masalah sektor perumahan, yakni masih mismatch-nya supply dan demand untuk hunian yang layak.

“Saya sangat bangga dan gembira berada di antara anak-anak muda yang luar biasa, karena sejak awal pemerintah punya tekad yang sangat kuat bagi pembangunan dan pengembangan ekosistem perumahan. Bangsa kita memiliki energi yang besar. Oleh sebab itu, tidak ada tenaga yang bisa mengubah ini semua kecuali anak-anak muda,” ujar Wakil Menteri PKP.

Wakil Menteri PKP mendorong para generasi muda Indonesia untuk meraih impian dan mewujudkan ide-idenya untuk membawa perubahan. “Silahkan bermimpi ingin jadi apapun yang Anda mau, negara kita ini adalah negara demokrasi, negara merdeka,” tukasnya.

Selama empat hari penyelenggaraan, BTN Expo 2026 juga diramaikan dengan penampilan musisi Tanah Air yang menghadirkan energi dan semangat bagi pengunjung. Antusiasme masyarakat tercatat tinggi, dengan jumlah pengunjung hampir mencapai 6.000 orang pada periode 28 Januari hingga pagi 30 Januari 2026.

BTN Expo 2026 juga memberikan dampak sosial. Melalui partisipasi pengunjung, terkumpul donasi sebesar Rp7.600 per kontribusi yang disalurkan untuk korban bencana di Indonesia. Hingga Jumat (30/1), total dana yang terkumpul mencapai Rp43.312.000.

Nixon menyampaikan apresiasi atas antusiasme pengunjung selama acara berlangsung. Ia berharap BTN Expo 2026 mampu menjadi motor penggerak bagi BTN untuk semakin menegaskan komitmen dalam mendukung ekosistem perumahan, UMKM, serta pengembangan talenta masa depan Indonesia.

BTN Gelar Awarding Juara BTN Housingpreneur 2025

Pada kesempatan yang sama, BTN dan Wamen PKP Fahri Hamzah menyerahkan trofi dan hadiah dengan nilai total Rp1,5 miliar kepada para juara BTN Housingpreneur 2025 dari sebanyak 58 finalis yang disaring dari 1.170 submission sejak 22 Oktober 2025.

Berikut adalah daftar para pemenang BTN Housingpreneur 2025:

Kategori: Rumah Nusantara

Business Ideation – Mahasiswa

Juara 1: Kelompok 35 Degrees (Dhurung Argapana)

Juara 2: Kelompok Abdihyang (ModuLego House 30)

Business Ideation – Umum

Juara 1: Mifta Syahrudin (Groving House)

Juara 2: E-Design Studio (Rumah Kampung Kota)

Kategori: House Design

Established Business:

Juara: PT Sakura Lestari Internasional (Green Pilar Asri)

Business Ideation – Mahasiswa

Juara 1: Rafi Zufarul Fahd (Growing Habitat)

Juara 2: Kelompok AKSI NYATA (MERRHAUZ)

Juara 3: Kelompok Wicwakarma Udayana (Umah Rintis)

Business Ideation – Umum

Juara 1: Beni Suroso (Aparthouse)

Juara 2: Kelompok Arkitekton Limatama (Terra Griya)

Juara 3: Irwan Arifin Lubis (KOTA[K] TUMBUH)

Kategori: Housing Related Innovation

Business Ideation – Mahasiswa

Juara 1: Kelompok GeoFloodAI

Juara 2: Kelompok Jelanpaint

Juara 3: Kelompok MiBi-Tech (MiBi-Tech 2.0)

Business Ideation – Umum

Juara 1: PT Inovasi Tangguh Bencana (Proteka)

Juara 2: Maulana Derifato Achmad (myECO)

Kategori: House Value Chain Innovation

Established Business

Juara 1: PT Raesaka Amanah Widyakarya (Parongpong RAW Lab)

Juara 2: PT Wasteforchange Alam Indonesia (RR Board)

Juara 3: PT Andalusia Intra Teknologi (KPR Energy)

Kategori: House Technology Innovation

Established Business:

Juara 1: PRANA TECH (TRAIN-O)

Juara 2: PT Hayago Robotika Indonesia (AITOMA)

Juara 3: PT Mercusuar Agresif Perkasa (RUMAH GOKILS)

Kategori: Affordable House Development

Established Business:

Juara 1: PT Infiniti Triniti Jaya (Perumahan Mulia Gading Kencana Jakarta)

Juara 2: PT Sakura Sejahtera (Mangkualam Asri Karawang)

Juara 3: PT Bagus Permata Biru (Permata Grati Garden Lumajang)

Kategori: Inspiring Residential Development

Established Business:

Juara: PT Maumere Putra Development (Perumahan Gloria Regency Waturia Maumere)

Hadir di BTN Expo, Transaksi Cicil Emas BSN Melambung Tinggi

BISNISTODAY.COM, Jakarta – PT Bank Syariah Nasional (BSN) menargetkan total pembiayaan konsumer sepanjang 2026 ini mencapai sekitar Rp1 triliun.

Selain didukung tren positif KPR syariah serta peningkatan kuota rumah subsidi, BSN ekspansif melebarkan portofolionya melalui pembiayaan non-KPR seperti pembiayaan emas, cicil emas, multiguna, dan multijasa berbasis payroll.

Salah satu portofolio yang sedang digemari masyarakat saat ini adalah pembiayaan emas, dan ini terbukti dalam waktu kurang lebih sebulan pembiayaannya melonjak mencapai hampir 400 persen dari sekitar Rp17 miliar menjadi Rp50 miliar.

Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta mengatakan bahwa lonjakan tersebut didorong oleh fokus pemasaran kepada nasabah existing yang telah dikenal profil dan kebutuhannya, dukungan kemitraan dengan supplier emas guna menjaga kualitas layanan, serta diversifikasi portofolio pembiayaan ke segmen non-KPR. Pembiayaan emas saat ini menjadi salah satu produk non-KPR yang diprioritaskan perseroan.

“Kami memang masih baru, sehingga strategi utama kami tetap menjadi pemimpin di sektor perumahan, khususnya pembiayaan KPR syariah. Di saat yang sama, kami juga berupaya meningkatkan kualitas finansial melalui diversifikasi portofolio pembiayaan,” kata Penta di sela BTN Expo di Jakarta, kemarin

Selain pembiayaan emas, BSN yang sejak 22 Desember 2025 resmi beroperasi sebagai bank umum syariah ini juga mengembangkan pembiayaan multiguna dan multijasa berbasis payroll sebagai bagian dari strategi memperluas layanan konsumer.

Langkah ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam terhadap produk pembiayaan berbasis prinsip syariah.

“Karena itu, kami tidak hanya fokus pada KPR, tetapi juga merambah ke pembiayaan non-KPR, seperti pembiayaan emas dan cicil emas, serta pembiayaan multiguna dan multijasa sesuai prinsip syariah,” imbuhnya.

Terkait target pembiayaan konsumer sebesar Rp1 triliun yang dipatok untuk 2026, Penta mengatakan bahwa target tersebut masih dalam proses pengkajian dan review bersama Regulator.

“Untuk pembiayaan non-KPR, kami akan lebih agresif. Namun kami tetap memiliki strategi untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin KPR berbasis prinsip syariah,” katanya.

Sementara dari sisi pembiayaan perumahan yang selama ini menjadi core business mereka, Penta menyebut bahwa tren KPR syariah masih menunjukkan kinerja positif tahun ini.

Hal tersebut didasarkan pada kinerja KPR subsidi yang sepanjang tahun lalu mencatatkan pertumbuhan terbesar, dengan realisasi pembiayaan tumbuh di atas 20 persen.

Menurut Penta, tingginya minat generasi muda terhadap produk pembiayaan berbasis prinsip syariah turut menjadi pendorong pertumbuhan tersebut.

Adapun dari sisi strategi pemasaran, BSN fokus pada penguatan eksistensi dan peningkatan kapasitas. Tahun ini, BSN memperoleh kuota sekitar 73 ribu unit rumah, meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 59 ribu unit rumah.

“Strategi paling mendasar adalah menyampaikan kepada masyarakat bahwa BSN sudah fully operation dan layanan kami sudah bisa dinikmati lebih luas. Kami juga memperkuat marketing communication, kapasitas dan efisiensi,” jelas Penta.

Untuk memperkuat layanan dan memperluas akses nasabah, BSN pun turut mengembangkan Bale Syariah by BSN, layanan digital yang berbagi platform dengan BTN Bale milik induk usaha.