
Bisnistoday- Industri keramik Indonesia tengah berada dalam fase pertumbuhan yang jarang terjadi sebelumnya. Kapasitas produksi nasional diproyeksikan mencapai sekitar 672 juta meter persegi per tahun pada 2026 dan terus meningkat hingga sekitar 728 juta meter persegi pada 2029.
Dengan dukungan bahan baku domestik, investasi baru, dan kebijakan penguatan industri, pemerintah menargetkan Indonesia masuk ke jajaran empat besar produsen keramik dunia.
Di tengah momentum tersebut, Panorama Media bersama Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) hari ini resmi meluncurkan KERAMIKA Indonesia 2027, pameran industri keramik yang akan berlangsung pada 10-13 Juni 2027 di NICE PIK 2, Banten.
Mengusung tema “From Indonesia to the World, Shaping the Future of Ceramics”, pameran ini digelar bersamaan dengan MEGABUILD Indonesia, MegaFurniture, dan MegaProperty. Peluncuran ini sekaligus menandai dibukanya pendaftaran bagi exhibitor dari dalam dan luar negeri.
“Indonesia memiliki fondasi manufaktur yang kuat untuk membawa industri keramik nasional ke level yang lebih tinggi. Dengan ekspansi kapasitas, investasi, dan inovasi yang terus berjalan, kita punya peluang nyata untuk masuk empat besar produsen keramik dunia. KERAMIKA 2027 menjadi momentum untuk menghubungkan industri nasional dengan teknologi, investasi, dan pasar global,” kata Edy Suyanto, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) saat launching KERAMIKA 2027 di Jakarta, 6/10/26.
KERAMIKA 2027 dirancang sebagai platform bisnis, sourcing, dan networking yang mempertemukan pelaku industri keramik Indonesia dengan buyer, importir, distributor, pengembang, kontraktor, arsitek, desainer, hingga penyedia teknologi dari Indonesia, ASEAN, dan pasar internasional.
“KERAMIKA 2027 kami hadirkan bukan hanya sebagai pameran, tetapi sebagai tempat bertemunya kekuatan manufaktur, teknologi, dan desain Indonesia dengan mitra bisnis dari berbagai negara. Kami ingin pelaku industri, baik lokal maupun internasional, ikut membangun pertemuan ini sejak awal,” ujar Royanto Handaya, President Director, Panorama Media.
Saat ini sekitar 95% produksi keramik nasional masih diserap pasar domestik. Angka tersebut menunjukkan besarnya permintaan dalam negeri, sekaligus ruang yang masih luas bagi produsen Indonesia untuk memperluas ekspor.
Untuk memperluas pasar, penyelenggara juga menyiapkan kolaborasi dengan sejumlah mitra dan asosiasi dari kawasan ASEAN maupun negara lainnya. Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, Bangladesh, Thailand, Australia hingga sejumlah negara Eropa dan Amerika masuk dalam jejaring kerja sama yang dibangun.
Kolaborasi tersebut antara lain diarahkan untuk mendatangkan buyers dan membuka peluang bisnis bagi peserta pameran. Model ini sejalan dengan program business matching dan hosted buyer yang menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem Megabuild dan Keramika.
Melalui International Buyer Program & Business Matching, KERAMIKA 2027 akan mempertemukan produsen dengan buyer, importir, dan distributor mancanegara dalam pertemuan bisnis yang terkurasi, dengan arah yang konkret mulai dari kemitraan distribusi dan ekspor hingga pengadaan proyek.
“Banyak produsen kita sudah siap dari sisi kualitas dan kapasitas, yang dibutuhkan adalah akses yang lebih langsung ke pembeli dan mitra di luar negeri. Kami berharap KERAMIKA 2027 menjadi tempat para anggota ASAKI dan pelaku industri lainnya menampilkan kemampuan terbaiknya,” ujar Desi Natalia, Ketua Panitia Keramika indonesia.
Dukungan pelaku industri terlihat sejak peluncuran, yang turut dihadiri oleh Roman, Platinum, Quadra, Arwana, Niro, KIA, Milan, Concord, Garuda, Atena, Arna, HLT, Hengtai. Di area pameran, pengunjung akan menemukan seluruh rantai industri keramik.
“Keramik hari ini bukan lagi sekadar penutup lantai dan dinding, tetapi elemen yang menentukan karakter sebuah ruang. Desainer membutuhkan akses langsung ke inovasi format, tekstur, dan permukaan, dan pameran seperti ini mempertemukan kami dengan produsen sebelum sebuah proyek dimulai,” ujar Rica Jumaria Ishak, Sekretaris Jenderal Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Pusat.
Kebutuhan tersebut ditopang oleh aktivitas pembangunan yang terus tumbuh. Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,11% pada 2025, dengan sektor konstruksi berkontribusi 9,83% terhadap PDB nasional. Karena digelar bersamaan dengan MEGABUILD Indonesia, MegaFurniture, dan MegaProperty, KERAMIKA 2027 akan dikunjungi oleh pengembang, kontraktor, arsitek, dan pemilik proyek yang terlibat langsung dalam pemilihan material.
“Arsitek mencari material yang menjawab kebutuhan desain, ketahanan, dan keberlanjutan sekaligus. Dialog yang lebih dekat antara arsitek dan industri akan mendorong lahirnya produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan proyek di Indonesia,” kata Teguh Aryanto, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.
Selama empat hari penyelenggaraan, rangkaian program akan melengkapi area pameran. ASAKI Ceramic Forum membahas perkembangan manufaktur, teknologi, investasi, kebijakan, dan peluang ekspor.
Ceramic Innovation Awards memberikan apresiasi bagi inovasi produk dan desain ubin terbaik, sedangkan Power Networking Lunch mempertemukan pemimpin industri, buyer, investor, dan mitra bisnis dalam suasana yang lebih personal.
“Kawasan Banten dan sekitarnya terus berkembang dengan proyek hunian, komersial, dan kawasan baru. Forum dan pertemuan seperti ini memberi ruang bagi arsitek untuk bertukar pandangan dengan industri mengenai material yang paling tepat untuk kebutuhan tersebut,” ujar Shri Chandra Satryotom, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten. Bori


