Pameran Terbesar Megabuild, Keramika & Megaproperty 2026, Hadirkan Solusi “End-to-End” Industri Konstruksi dan Properti

Bisnistoday- Saat ini, konsumen modern dan pengembang dihadapkan pada standar baru: bangunan tidak hanya harus estetis, tetapi juga terintegrasi dengan teknologi pintar (Smart Home) dan mengadopsi prinsip Green Building yang ramah lingkungan.

Namun, masalah kerap terjadi di lapangan. Ekosistem pengadaan yang terpecah membuat para arsitek, kontraktor, desainer interior, hingga masyarakat umum sering kali membuang waktu dan biaya. Sulitnya menemukan inovasi material terbaru, keramik berkualitas tinggi, sekaligus melihat prospek investasi properti dalam satu waktu menjadi tantangan utama.

Menjawab masalah rantai pasok yang terfragmentasi tersebut, Panorama mengadakan pameran terintegrasi Megabuild, Keramika dan Megaproperty 2026 yang digelar pada 4–7 Juni 2026. 

Sinergi ketiga pameran ini sejalan dengan pemulihan sektor properti yang kembali menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dengan tingginya kebutuhan hunian (backlog) di kalangan Milenial dan Gen Z. 

Tidak hanya itu pameran ini hadir sebagai solusi End-to-End, dari material hingga hunian. Melalui konsep “The Ultimate 3-in-1 Sourcing Hub”, yang menyatukan seluruh rantai pasok dalam satu atap. 

Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya, mengatakan, perkembangan teknologi dan tantangan ekonomi membuat pelaku industri harus membangun sistem kerja yang lebih kolaboratif.

“Kami merancang edisi 2026 ini bukan sekadar pameran, melainkan katalisator pertumbuhan ekonomi. Dengan menyatukan Megabuild, Keramika dan Megaproperty, kami memberikan panggung bagi inovasi material, teknologi arsitektur, dan investasi properti terbaik agar seluruh stakeholder dapat berakselerasi dalam satu platformplatform, ” ujarnya dalam prescon hari ini, di Jakarta, Senin, 25/5/26.

Royanto menilai tantangan industri saat ini tidak hanya berasal dari tekanan ekonomi global, tetapi juga perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

Karena itu, perusahaan di sektor konstruksi dan properti dinilai harus semakin adaptif agar mampu bertahan sekaligus terus berkembang di tengah persaingan industri.

Menurutnya, selama ini Indonesia belum memiliki wadah yang mampu menghubungkan seluruh sektor konstruksi secara menyeluruh.

“Kita melihat bahwa banyak langkah-langkah yang menunjukkan industri konsumsi itu sudah berjalan ke era yang lebih cerdas, lebih efisien, lebih digital, dan lebih kolaboratif,” ujar Royanto. 

Melalui penyelenggaraan MegaBuild Indonesia 2026, Keramika Indonesia 2026, dan MegaProperty Expo 2026, Panorama Media ingin menghadirkan ekosistem industri konstruksi yang lebih terintegrasi.

Royanto menjelaskan sektor bahan bangunan, properti, desain interior, arsitektur, hingga konstruksi kini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena saling terhubung satu sama lain.

Karena itu, seluruh pelaku industri dinilai perlu dipertemukan dalam satu platform yang sama agar kolaborasi dan inovasi dapat berkembang lebih optimal.

Panorama Media juga berencana melengkapi ekosistem tersebut dengan menghadirkan pameran Mega Construction pada penyelenggaraan berikutnya yang akan fokus pada sektor konstruksi dan infrastruktur.Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Nasional, Adi Surya Triwibowo, mengatakan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan mulai memengaruhi cara kerja para desainer.

Menurutnya, teknologi menjadi tantangan yang perlu diikuti oleh pelaku industri kreatif agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar. Adi menilai pameran industri seperti MegaBuild Indonesia, Keramika Indonesia, dan MegaProperty Expo dapat membantu desainer dan arsitek mengikuti perkembangan material serta teknologi terbaru.

Hal senada disampaikan oleh Edy Suyanto selaku Ketua Umum ASAKI, “Keramika 2026 adalah etalase kebanggaan industri keramik nasional. Kami ingin membuktikan bahwa kualitas, desain dan teknologi pabrikan lokal siap bersaing di pasar global sekaligus memenuhi kebutuhan proyek-proyek premium di Indonesia.” Bori

Industri Keramik Nasional Mulai Ekspansi Kapasitas Produksi

Bisnistoday-Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) optimistis penyelenggaraan pameran Keramika 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat daya saing produk keramik nasional di pasar domestik maupun global

Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto di Jakarta, Senin menyampaikan pameran Keramika 2026 menjadi etalase penting bagi industri keramik nasional untuk menunjukkan kualitas dan inovasi produk dalam negeri.

“Keramika 2026 adalah etalase kebanggaan industri keramik nasional. Kamiingin membuktikan bahwa kualitas, desain dan teknologi pabrikan lokal siap bersaing di pasar global sekaligus memenuhi kebutuhan proyek-proyek premium di Indonesia,” kata Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 25 Mei 202

Pameran yang digelar bersamaan dengan Megabuild dan Megaproperty 2026 itu dinilai mampu mempertemukan seluruh rantai pasok industri konstruksi dan properti dalam satu platform terintegrasi.

ASAKI menyebut industri keramik nasional mulai menunjukkan pemulihan dan bersiap memperluas kapasitas produksi hingga 2029 di tengah tekanan impor produk global.

Lebih lanjut Edy mengatakan industri keramik nasional sempat menghadapi tekanan berat dalam beberapa tahun terakhir akibat membanjirnya produk impor dari sejumlah negara produsen.

“Comeback stronger melalui Keramika 2026 ini, setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan yang berat, khususnya menghadapi unfair trade dan dumping dari produsen keramik China, demikian juga unfair trade dari India dan Vietnam,” ujar Edy. 

Selain tekanan impor, industri keramik nasional juga masih dibayangi tingginya biaya energi dan pasokan gas untuk kebutuhan produksi.

Kondisi tersebut dinilai memengaruhi tingkat utilisasi industri dalam beberapa tahun terakhir. ASAKI mencatat utilisasi industri keramik nasional sempat mencapai sekitar 75 persen pada 2021 sebelum turun menjadi 66 persen pada 2024.

Meski sebelumnya menargetkan utilisasi dapat mencapai 80 persen pada 2026, ASAKI merevisi target menjadi sekitar 73 hingga 75 persen dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan ekonomi global.

“Menurut data terbaru, Januari sampai Mei utilisasi kita 72 persen. Satu persen di bawah rata-rata nasional tahun lalu, namun ASAKI masih optimistis di satu semester lagi,” kata Edy.

ASAKI mengacu pada data World Ceramic Tiles Forum yang menunjukkan produksi keramik dunia mencapai 15,9 miliar meter persegi pada 2021. Namun angka tersebut turun hampir 30 persen menjadi sekitar 11,3 miliar meter persegi pada 2024.

Di tengah perlambatan global tersebut, industri keramik nasional justru mulai melakukan ekspansi kapasitas produksi.

ASAKI mencatat penambahan kapasitas industri mencapai sekitar 73 juta meter persegi pada periode 2020 hingga 2024. Sementara pada 2025 hingga 2029 diproyeksikan kembali bertambah sekitar 90 juta meter persegi.

Di tengah perlambatan global tersebut, industri keramik nasional justru mulai melakukan ekspansi kapasitas produksi.

ASAKI mencatat penambahan kapasitas industri mencapai sekitar 73 juta meter persegi pada periode 2020 hingga 2024. Sementara pada 2025 hingga 2029 diproyeksikan kembali bertambah sekitar 90 juta meter persegi.

“2025 sampai tahun 2029 nanti ada tambahan lagi ekspansi kurang lebih 90 juta meter persegi,” ujar Edy.

Dengan demikian, total ekspansi industri keramik nasional hingga 2029 diperkirakan mencapai sekitar 165 juta meter persegi.

ASAKI menilai industri keramik nasional sebenarnya sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri tanpa bergantung pada produk impor. “Kita sudah swasembada keramik. Tanpa impor pun, kita mampu memenuhi permintaan keramik dalam negeri,” kata Edy.

Meski demikian, ASAKI menilai pertumbuhan industri masih sangat bergantung pada pasar domestik karena kontribusi ekspor keramik nasional masih berada di bawah lima persen. “Industri keramik nasional sangat domestic driven. Mati hidupnya industri keramik sangat tergantung permintaan domestik,” pungkasnya. Bori/ Dw

Perkuat Ekspansi di Indonesia, PT Regenesis Indonesia Resmikan Kantor Cabang di Surabaya

Bisnistoday-Di tengah dinamika kondisi market Indonesia yang dipengaruhi oleh situasi geopolitik internasional, PT Regenesis Indonesia tetap menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia estetika di Indonesia. 

Memasuki tahun 2026, PT Regenesis Indonesia mempersiapkan berbagai peluncuran produk-produk terbaru sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri estetika yang terus berkembang. Regenesis memperkuat struktur dan kesiapan tim melalui peresmian kantor cabang Surabaya.

Langkah ini menjadi bentuk keseriusan perusahaan dalam memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memperkuat kehadiran Regenesis di wilayah Indonesia Timur.

Ir. Emmy Noviawati selaku President Direktur PT Regenesis Indonesia menyampaikan bahwa perluasan kantor cabang Surabaya bukan hanya menjadi simbol ekspansi perusahaan, tetapi juga bentuk komitmen Regenesis untuk terus hadir lebih dekat dengan para mitra dan customer di Indonesia Timur. 

Emmy Noviawati juga menegaskan bahwa di tengah tantangan market saat ini, Regenesis tetap konsisten memberikan pelayanan terbaik serta menghadirkan produk-produk berkualitas yang dapat membantu perkembangan bisnis klinik kecantikan secara berkelanjutan.

Tidak hanya memperluas wilayah operasional, Regenesis juga memperkuat struktur tim Surabaya dengan menambah jajaran profesional di setiap divisi. Penguatan ini dilakukan guna memastikan pelayanan yang lebih optimal, responsif, dan terintegrasi bagi seluruh mitra kerja yang bekerja sama dengan Regenesis.

Kantor baru Regenesis Surabaya juga dirancang sebagai ruang kolaboratif yang memungkinkan tim Regenesis untuk mengundang para mitra dan partner dalam berdiskusi lebih mendalam mengenai strategi pengembangan bisnis klinik kecantikan secara berkesinambungan.

Melalui pendekatan ini, Regenesis berharap dapat menjadi partner pertumbuhan bagi setiap klinik, tidak hanya melalui penyediaan produk-produk unggulan Regenesis, tetapi juga melalui pertukaran ide, edukasi, serta pengembangan strategi market yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Dalam kesempatan yang sama, Ron Pirolo selaku Founder dan Direktur PT Regenesis Indonesia menyampaikan bahwa perluasan kantor cabang baru ini merupakan salah satu langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh customer dan partner bisnis.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tagline Regenesis, “Advancing Your Business”, di mana Regenesis tidak hanya hadir sebagai distributor produk estetika, tetapi juga sebagai partner yang mendukung pertumbuhan bisnis customer secara jangka panjang.

Perluasan kantor cabang Surabaya ini menjadi simbol optimisme dan keberlanjutan langkah PT Regenesis Indonesia dalam menghadapi tantangan industri. Regenesis percaya bahwa di tengah perubahan dan tantangan global, inovasi, kualitas pelayanan, serta hubungan jangka panjang dengan para partner tetap menjadi fondasi utama dalam membangun industri estetika yang sehat dan berkembang.

Dengan semangat baru di tahun 2026, PT Regenesis Indonesia yakin mampu tumbuh berkembang, khususnya di wilayah Indonesia Timur, serta terus menjadi mitra terpercaya dalam menghadirkan solusi dan teknologi estetika yang relevan, berkualitas, dan berdaya saing tinggi. Dewi

Kuasai Pangsa Pasar KPR Subsidi Syariah di Indonesia, Bank BSN Mendapat Apresiasi Menteri PKP

BISNISTODAY.COM, Jakarta—PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memantapkan posisinya sebagai salah satu pemeran utama dalam penyaluran KPR Subsidi nasional. Hingga April 2026, perseroan mencatatkan performa signifikan dengan menguasai pangsa pasar KPR Subsidi yang terus menguat di tengah dorongan program perumahan rakyat.

Berdasarkan data kinerja periode Januari hingga April 2026, Bank BSN telah berhasil merealisasikan penyaluran KPR Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 16.523 unit. Capaian tersebut setara dengan total plafon pembiayaan senilai Rp2,7 triliun yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Konsistensi dan komitmen Bank BSN dalam menyalurkan KPR Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus tercermin pada peningkatan kinerja realisasi setiap tahunnya. Sebelumnya di 2025 realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, tahun ini kita targetkan sebanyak 73.700 unit. Ini bentuk komitmen Bank BSN untuk mendukung Program 3 Juta Rumah,” kata Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor usai menerima kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait di kantor Bank BSN Jakarta, Rabu (13/5).

Lebih lanjut, pencapaian Bank BSN hingga akhir April 2026 menempatkan perseroan pada posisi kedua secara nasional dengan pangsa pasar perumahan KPR Subsidi sebesar 23,4%.

Adapun segmen perbankan syariah, Bank BSN menempati posisi pertama dan menguasai pangsa pasar KPR Subsidi Syariah mencapai 84% atau setara 16.523 unit.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi atas pertumbuhan signifikan ini.

“Terima kasih Pak Dirut Bank BSN. Untuk target yang 73.700 saya optimis tercapai sesudah melihat langkah-langkah, SDM yang dipersiapkan, juga peta jalan Bank BSN. Bank BSN ini sudah nomor dua sesudah BTN, jadi ini perdana untuk penggarapan Kota Baru nanti,” ungkap Menteri yang akrab disapa Ara tersebut.

Guna mengejar target akhir tahun dan mendukung program strategis pemerintah, Bank BSN didorong melalui Program KUR Perumahan senilai Rp500 miliar.

Proses KUR Perumahan ini akan dijalankan sepenuhnya oleh Bank BSN dengan persiapan yang sudah matang dan diproyeksikan mulai berjalan paling lama dua bulan ke depan setelah mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, Bank BSN juga bersiap masuk ke pembiayaan rumah tapak dan rumah susun subsidi sesuai aturan terbaru. Proyek mercusuar yang akan digarap adalah rencana pengembangan Kota Baru di Kabupaten Tangerang menggunakan lahan dari Kementerian Hukum seluas 3 hingga 4 hektar.

“Proses KUR Perumahan akan dijalankan oleh Bank BSN. Persiapannya sudah sangat matang. Nanti juga ada langkah untuk rumah tapak dan rumah susun subsidi yang aturannya sudah dikeluarkan,” tambah Alex.

Kota Baru tersebut nantinya akan menjadi contoh kawasan terpadu mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, hingga olahraga bagi MBR dan menengah tanggung.

Lebih lanjut Ara menambahkan, sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjalankan program yang “Pro-Rakyat”, saat ini tengah dilakukan simulasi opsi tenor panjang hingga 40 tahun.

Opsi ini ditujukan terutama bagi pekerja muda seperti PNS, TNI, dan Polri yang baru memulai karier. Sosialisasi ke sektor perbankan terkait skema ini akan dilakukan dalam waktu dekat.

Alex optimis Bank BSN siap mendukung penuh program pemerintah dan menjadi pemain utama dalam program KPR subsidi nasional.

“Bank BSN berkomitmen untuk dapat menyalurkan KPR Subsidi skema FLPP sebanyak 73.700 unit di tahun 2026 ini melalui berbagai inovasi layanan digital dan penguatan kolaborasi dengan ekosistem properti,” pungkas Alex.

MoreFood Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hubungkan Bisnis F&B Indonesia ke Pasar Internasional

Bisnistoday – Industri Food & Beverage (F&B) Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif, pada angka 7-8% di tahun 2026, sebagai salah satu sektor paling strategis di Asia Tenggara. 

Dengan pasar yang mencakup lebih dari 280 juta penduduk dan potensi ekspor yang masif, kebutuhan akan akses terhadap supplier berkualitas, teknologi terkini, dan inovasi menjadi krusial bagi para pelaku usaha. Menjawab tantangan tersebut, MoreFood Expo Indonesia 2026 resmi dibuka hari ini, Kamis (7/5), di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran berskala internasional ini diselenggarakan oleh Huamo Group bekerja sama dengan Panorama Media. MoreFood Expo Indonesia 2026 hadir secara sinergis bersama Café & Brasserie Expo dan FLEI Business Show, menciptakan sebuah ekosistem bisnis F&B dan peluang kemitraan komprehensif dalam satu area.

Acara dibuka oleh KH Ma’ruf Amin SH, M. Hum, Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, sekaligus pakar ekonomi syariah Indonesia. Menurutnya, industri halal, termasuk makanan di dalamnya, merupakan tren ekonomi dunia yang terus berkembang.

“Hari ini kita tidak sekadar bertemu, kita bersatu dalam satu tekad untuk menjadikan industri halal sebagai proses peradaban ekonomi dunia yang baru,” tutur Ma’ruf Amin saat pembukaan Morefood. 

“Saya ingin menyampaikan tiga pilihan utama yang akan membawa kita pada kejayaan bersama. Pertama, benchmark kolaborasi global. kolaborasi global Jangan biarkan dunia hanya punya standar teknis. Indonesia ingin melahirkan new gold standard, sebuah tolok ukur peradaban dalam kolaborasi halal. Kita ingin kerjasama ini menjadi role model bagaimana dua negara terlebih bisa bersinergi, tidak hanya dalam arus modal, tetapi juga dalam harmonisasi standar. Saling mengakuan sertifikat halal dan penguatan rantai pasok yang transparan,” imbuh Ma’ruf Amin. 

Dan yang ke dua tambah Ma’ruf Amin, kita tidak ingin UMKM hanya menjadi penonton, kita jadikan mereka pemain utama di panggung dunia. Dan ketiganya adalah ekosistem dan budaya halal sebagai identitas bangsa. Hadirin yang berbahagia, makanan halal di Indonesia bukan sekedar label. Ia adalah nafas budaya, ia adalah doa yang mengalir dalam setiap suapan, rendang, minang, sate madura.

Sementara itu Carrie Wang, General Manager Huamo Group, “MoreFood bukan sekadar pameran, tetapi sebuah gerakan untuk membuka peluang baru dan menghubungkan industri F&B Indonesia dengan pasar global,” ucap Carrie Wang, General Manager of Huamo Group.

Menghubungkan Indonesia dengan pasar internasional, MoreFood Expo Indonesia 2026 menjadi solusi bagi pelaku bisnis yang sering menghadapi kendala dalam menemukan pemasok yang tepat dan efisien. Dengan menghadirkan lebih dari 1.200 pemasok internasional dan lokal, pameran ini menawarkan wadah pengadaan terpadu yang mencakup kategori bahan baku pangan, pengemasan, pengolahan makanan, produk siap saji, hingga solusi rantai pasok dari hulu ke hilir.

Sejumlah merek lokal ternama juga turut memeriahkan pameran ini, di antaranya Brewell, PT Sosrait Satu Rantai, Best Fresh, Panda Food, Bogaraya, serta berbagai merek unggulan lainnya.

“Pameran ini adalah jembatan perdagangan yang memungkinkan kolaborasi dua arah antara Indonesia dan pasar global, menciptakan peluang bisnis yang saling menguntungkan,” ujar Wang Guo Ping, Pendiri dan Direktur Utama Huamo Group. 

Hal senada diungkapkan oleh Wolfgang Qi, Ketua Asosiasi Makanan Impor Guangdong dan Direktur Utama Worldex China Exhibitions Co., Ltd.

“Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar, dan MoreFood hadir sebagai platform yang efisien dan terpercaya untuk mempertemukan supplier dan buyer,” ujar Wolfgang. 

Selain pameran produk, hari pertama MoreFood Expo diisi dengan berbagai aktivitas strategis, termasuk temu bisnis untuk membangun koneksi usaha jangka panjang serta konferensi bisnis dan seminar yang menghadirkan praktisi industri, manufaktur dunia, dan asosiasi guna membahas strategi rantai pasok, peluang ekspor-impor, hingga inovasi produk. 

MoreFood Expo Indonesia berlangsung hingga 10 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran. Pelaku bisnis, distributor, importir, hingga pemilik usaha HoReCa (Hotel, Restaurant, Café) hadir langsung, mengeksplorasi ribuan produk inovatif, dan menemukan mitra supplier yang tepat untuk meningkatkan skala bisnis mereka. Dewi

Bank BSN Perkuat Segmen Milenial, Luncurkan KPR Bonus Emas

BISNISTODAY.COM, Bekasi – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperkuat penetrasi pasar pembiayaan hunian melalui inovasi produk bundling KPR dan emas untuk menyasar semua segmen konsumen.

Langkah ini merupakan strategi perseroan dalam meningkatkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus memperkuat posisi sebagai mitra utama keuangan keluarga.

Direktur Consumer Banking Bank BSN, Mochamad Yut Penta, menjelaskan bahwa pembiayaan KPR Bank BSN saat ini tidak hanya fokus pada pemilikan aset properti, tetapi juga membawa nilai filosofis untuk menjaga jiwa dan keturunan sesuai prinsip Maqasid Syariah. Melalui integrasi KPR dan emas, nasabah kini dapat memiliki hunian sekaligus aset likuid secara bersamaan.

“Melalui bundling KPR dan emas, narasi yang kita bangun adalah nasabah memiliki rumah sekaligus aset likuid. Jadi, selain menjaga jiwa dan keturunan, Bank BSN juga menjaga keamanan finansial keluarga. Hal ini sejalan dengan visi perseroan menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah,” kata Penta di sela acara Penyerahan Simbolis Akad KPR Bonus Emas bersama ISPI Group di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi, Rabu (6/5).

Penta mengungkapkan bahwa strategi ini sangat relevan mengingat profil nasabah Bank BSN saat ini didominasi oleh kelompok muda. Berdasarkan data perseroan, sekitar 85% segmen nasabah merupakan milenial dalam rentang usia 25 hingga 40 tahun.

“Jadi kami tidak membuat program ini untuk menyasar segmen yang baru, tidak. Segmen yang ada sekarang ini 85% adalah milenial. Ini adalah umur di mana mereka mulai memikirkan masa depannya dan memiliki literasi keuangan yang relatif lebih baik. Kami pandang program ini sangat cocok buat mereka,” imbuh Penta.

Sistem bundling ini, lanjutnya, bersifat inklusif bagi nasabah baru maupun nasabah lama. Bagi nasabah yang telah memiliki KPR di Bank BSN, mereka dapat memanfaatkan fitur cicilan emas secara mandiri sebagai bentuk diversifikasi investasi.

Kinerja fitur cicil emas di aplikasi super apps Bale Syariah mencatatkan pertumbuhan signifikan. Penta menyebutkan, realisasi cicilan emas yang melalui sistem booking melonjak hampir 5.000% dibandingkan tahun sebelumnya.

“KPR kami memiliki sifat margin yang flat (pasti), tetapi emas itu sangat likuid, bisa dijual kapan saja ketika nasabah membutuhkan. Kami melihat investasi emas trennya sedang naik karena dianggap sebagai instrumen investasi yang aman saat ini. Kami ingin terus meningkatkan value bagi customer, baik dari sisi produk maupun teknologi untuk memudahkan mereka bertransaksi,” jelasnya.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, Bank BSN menargetkan untuk menjadi primary bank atau bank utama bagi para nasabahnya.

“Harapannya, nasabah mulai dengan ber-KPR di kita, lalu selanjutnya bertransaksi untuk keperluan apa saja melalui Bank BSN. Kami sudah menyediakan Bale Syariah dan banyak fasilitas lainnya untuk mendukung itu,” kata Penta.

Promo Margin Spesial

Dalam kesempatan yang sama, Bank BSN mensosialisasikan rangkaian program pembiayaan hunian non-subsidi terbaru yang berlaku hingga 30 Juni 2026. Untuk pengembang dengan rating Platinum, Gold, atau Kelolaan—termasuk ISPI Group—Bank BSN menawarkan promo margin khusus mulai dari 2,65% fixed 3 tahun bagi nasabah primary dan institusi.

Selain itu, tersedia pula margin 3,50% fixed 3 tahun dan 4,50% fixed 5 tahun untuk segmen pasar sekunder (secondary). Bagi masyarakat umum, Bank BSN menyediakan Promo Reguler dengan skema Fix & Cap serta pilihan margin tetap hingga 10 tahun untuk memberikan kepastian angsuran.

“Dengan jaringan mencapai 672 outlet di seluruh Indonesia, kami optimistis dapat memperkuat posisi sebagai pemimpin dalam ekosistem perumahan nasional,” pungkas Penta.

Bank BSN Menggila Usai Spin Off, Laba, Aset, dan DPK Sama-Sama Meroket

BISNISTODAY.COM, Jakarta — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) membukukan lompatan kinerja finansial yang signifikan sepanjang tahun buku 2025 dengan pertumbuhan laba bersih mencapai lebih dari 300% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Lonjakan kinerja yang impresif ini merupakan dampak langsung dari aksi korporasi pemisahan unit usaha syariah (spin off) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada Desember 2025. Melalui proses tersebut, Bank BSN menerima pengalihan aset dan liabilitas dari Bank Victoria Syariah serta UUS BTN.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih Bank BSN pada akhir tahun 2025 tercatat mencapai Rp83,64 miliar, meningkat tajam 313,85% dibandingkan dengan perolehan laba tahun 2024 yang senilai Rp20,21 miliar. Realisasi ini mencerminkan pertumbuhan yang luar biasa, mengingat rekam jejak UUS BTN pada tahun-tahun sebelumnya yang konsisten mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata industri dan induknya.

Lompatan fantastis juga terlihat pada sisi neraca. Total aset Bank BSN per 31 Desember 2025 ditutup pada level Rp73,07 triliun, atau meningkat 2.104,5% dibandingkan posisi tahun 2024 yang sebesar Rp3,31 triliun. Capaian aset ini secara otomatis menempatkan Bank BSN sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia.

Sementara itu lompatan kinerja dalam penghimpunan DPK Bank BSN tahun 2025 juga sangat menakjubkan. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga melonjak tajam menjadi Rp58,73 triliun, tumbuh 4.206,5% dari posisi 2024 yang sebesar Rp1,36 triliun.

Dari sisi fungsi intermediasi, Bank BSN mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp54,87 triliun pada 2025. Angka tersebut tumbuh 4.083,8% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya senilai Rp1,31 triliun.

Kinerja positif Bank BSN turut didorong oleh penguatan pendapatan berbasis piutang dan bagi hasil. Pendapatan pengelolaan dana sebagai Mudharib tercatat sebesar Rp2,73 triliun, naik 1.112,3% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp224,8 miliar.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menyatakan rasa syukur atas pencapaian kinerja sepanjang tahun 2025. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari kerja keras seluruh karyawan serta dukungan penuh dari pemangku kepentingan.

“Pencapaian ini adalah anugerah dan bukti kepercayaan stakeholder. Dukungan BTN sebagai induk menjadi motor bagi Bank BSN untuk memberikan performa terbaik,” kata Alex dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (6/5).

Alex menambahkan, ke depan Bank BSN akan fokus pada penguatan ekosistem pembiayaan perumahan berbasis syariah dengan mengedepankan inovasi digital.

“Kami bertekad menjadi bagian dari bank syariah modern dan digital-minded. Seluruh layanan akan disambungkan secara digital untuk mempermudah akses masyarakat kapan saja dan di mana saja,” ungkapnya.

Selain inovasi layanan, Bank BSN berkomitmen mengisi ruang kosong dalam ekosistem syariah nasional yang potensinya masih terbuka lebar. Melalui model literasi keuangan yang inklusif, perusahaan berharap dapat mendorong edukasi masyarakat dalam menggunakan layanan syariah untuk kebutuhan masa depan.

Hingga 31 Desember 2025, Bank BSN tercatat memiliki 37 kantor cabang, 82 kantor cabang pembantu, 3 outlet prioritas dan 546 kantor layanan syariah (KLS) di seluruh Indonesia, yang didukung oleh jaringan ATM yang terintegrasi penuh (inline) dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai induk usaha.

Sinergi BSN-REI Membangun Hunian, Menciptakan Kemaslahatan Masyarakat

Bandar Lampung, BISNISTODAY.COM — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) dan Realestat Indonesia (REI) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan layanan perbankan syariah serta memperkuat ekosistem hunian yang terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini dilakukan di Bandar Lampung, Selasa (5/5/2026), bertepatan dengan momentum HUT REI ke-54.

Direktur Utama Bank Syariah Nasional (Bank BSN), Alex Sofjan Noor, menyatakan bahwa sinergi tersebut bertujuan mendukung optimalisasi pembiayaan perumahan berbasis syariah melalui penyediaan produk perbankan yang inovatif, transparan, dan sesuai prinsip syariah.

“Komitmen Bank BSN untuk menjadikan sektor properti sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi syariah nasional, sejalan dengan peran REI dalam mendorong pengembang menghadirkan hunian berkualitas bagi masyarakat,” kata Alex di sela Penandatangaan MOU dengan REI dan menghadiri Puncak Acara HUT REI di Bandar Lampung, Selasa (5/5).

Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan produk pembiayaan perumahan, program edukasi dan sosialisasi bagi pengembang serta masyarakat, serta dukungan terhadap proyek hunian yang terintegrasi dengan sistem keuangan syariah.

Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan syariah dan memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Menurut Alex, ekspansi strategis ini didorong oleh performa keuangan Bank BSN yang tampil impresif dan menunjukkan tren pertumbuhan positif hingga penutupan Maret 2026.

Momentum pertumbuhan ini semakin nyata pada sisi penyaluran pembiayaan yang melonjak tajam 22% menjadi Rp56,5 triliun, yang kini telah memberikan manfaat bagi lebih dari 1,34 juta nasabah di seluruh tanah air.

Sebagai bagian dari BTN Group, Bank BSN menargetkan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 73.700 unit pada tahun 2026, naik 34,8% dari realisasi tahun sebelumnya.

Untuk segmen KPR komersial, Alex menjelaskan bahwa Bank BSN menawarkan margin kompetitif mulai 2,65% fixed 3 tahun serta produk inovatif BSN Golden Deal yang mengintegrasikan kepemilikan rumah dengan investasi emas.

“Bank BSN ingin hadir bukan hanya saat rumah sudah siap dijual, tetapi juga sejak proses pengembangan proyek, pembiayaan lahan, hingga akhirnya rumah tersebut dimiliki oleh masyarakat,” ungkap Alex.

Perseroan juga menyediakan dukungan infrastruktur digital melalui platform Bale Syariah by BSN yang telah mencatat volume transaksi Rp2,84 triliun dari 1,2 juta transaksi hingga April 2026.

Selain itu, Bank BSN hadir dengan layanan Cash Management System, payroll, Virtual Account, hingga QRIS untuk mendukung operasional para pengembang anggota REI secara lebih efisien.

Melalui kolaborasi ini, Bank BSN bersama REI menegaskan komitmen untuk menciptakan ekosistem hunian yang menjunjung nilai keberlanjutan, keadilan, dan kemaslahatan masyarakat.

Ke depan, kerja sama akan terus diperkuat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait di industri properti demi mendorong akses hunian yang lebih luas.

Sementara itu Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto menegaskan bahwa kerja sama ini mencakup pemanfaatan jasa layanan perbankan syariah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap melalui kerja sama kedua belah pihak ini agar dalam penyaluran kredit ke anggota REI, kedua pihak bisa lebih profesional dan lebih baik,” ujar Joko.

TOA dan UI Kolaborasi Ajarkan Siaga Bencana Sejak Dini

Bisnistoday– Indonesia sebagai negara rawan bencana, membutuhkan penguatan sistem dan pemahaman kesiapsiagaan komprehensif diseluruh lapisan masyarakat. 

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 4.700 kejadian bencana alam sepanjang 2025. Untuk itu, upaya mitigasi tidak cukup bertumpu pada teknologi semata, tetapi juga membutuhkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menjalankan langkah respons tepat, guna menekan risiko korban.

Menjawab hal tersebut, TOA Indonesia bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia menghadirkan rangkaian inisiatif kolaboratif bertajuk “When Knowledge Meets Readiness”, yang menyasar 5.000 siswa sekolah dasar (SD) di wilayah rawan bencana.

Brand & Community Manager TOA Indonesia, Clara Dinny Aryanti menyampaikan, “Selama ini, TOA Indonesia dikenal luas untuk penyediaan sistem pengeras suara di rumah ibadah. Namun, lebih dari itu, TOA sebagai perusahaan yang berakar dari Jepang memiliki DNA kuat dalam pengembangan sistem peringatan darurat. Kami meyakini bahwa peran TOA di Indonesia tidak berhenti pada kehadiran perangkat semata, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat diimplementasikan secara optimal, hingga memberikan kontribusi nyata dalam melindungi masyarakat,” ujar Clara Dinny Aryanti dalam siaran pers nya, Depok 4/5/26.

Kolaborasi ditandai dengan peluncuran dua video animasi edukasi siaga bencana di Aula Prof. Dr. Soemantri Brodjonegoro, FMIPA Universitas Indonesia, Depok. Dan  dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D., Presiden Direktur TOA Indonesia, Hendrick Halim, serta Dosen Prodi Geologi & Geofisika FMIPA Universitas Indonesia, Twin Hosea W. Kristyanto, M.T. selaku moderator diskusi.

Dua video animasi edukasi bertajuk “Aku Harus Apa?”, akan disosialisasikan di SD wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Konten ini mengangkat langkah respons sederhana namun krusial yakni kebakaran, gempa bumi, dan tsunami. Pendekatan ini untuk menempatkan anak-anak sebagai penggerak edukasi sejak dini.

Melalui animasi, pesan kesiapsiagaan diharapkan dapat tersampaikan secara lebih efektif, sehingga dapat menjembatani kesenjangan pemahaman yang selama ini terjadi.

Materi video dikembangkan melalui riset kolaboratif bersama para ahli, termasuk referensi dari Research Institute of Disaster Science (IRIDES) di Tohoku University, Jepang, serta observasi lapangan di berbagai daerah lokal.

Sejalan dengan visi TOA Indonesia, Dosen Prodi Geologi & Geofisika FMIPA Universitas Indonesia, Asri Oktavioni Indraswari, S.T., M.Sc., D.Phil. mengutarakan, “Literasi kebencanaan di Indonesia masih membutuhkan upaya ekstra dalam hal bagaimana masyarakat menerjemahkan informasi menjadi tindakan. Pertemuan dengan TOA Indonesia dalam forum ilmiah AIWEST telah membuka peluang kolaborasi baru untuk menjawab tantangan ini. Hari ini menjadi kelanjutan dari komitmen yang telah dibangun bersama, dengan harapan dapat menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Selain video animasi, TOA Indonesia juga berkomitmen mendukung implementasi perangkat komunikasi darurat di sekolah-sekolah dasar wilayah rawan bencana. Sistem komunikasi darurat terintegrasi ini membantu penyampaian pesan evakuasi secara cepat dan terkoordinasi, baik didalam maupun luar ruangan, serta dirancang sebagai bagian dari early warning system untuknmendukung respons yang lebih sigap.

Analis Kebencanaan BNPB, Trevi Jayanti Puspasari turut menanggapi positif, “Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya di lapangan. Akademisi menghadirkan basis ilmiah, sementara industri membawa kapabilitas teknologi dan implementasi,” ujarnya.

Ke depan, TOA Indonesia dan Universitas Indonesia berharap kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Perangkat TOA sendiri telah digunakan di sejumlah landmark dunia, seperti Stadion Noevir Kobe, Gedung Taipei 101, hingga Lapangan Tenis Wimbledon. Dewi

Dari Cikarang ke Jerman: Jalan Panjang Pipa Stainless Steel Indonesia Menembus Pasar Eropa

Bisnistoday— Di lantai produksi kawasan GIIC Deltamas, aktivitas hari itu tak sekadar rutinitas industri. Sebanyak 20 ton pipa stainless steel diberangkatkan menuju Jerman—menjadi ekspor perdana PT Stainless Prima Pipe (SPP) sejak berdiri pada 2023.

Bagi perusahaan yang relatif baru, capaian ini bukan hal sederhana. Terlebih, pasar yang dituju dikenal memiliki standar tinggi dan regulasi ketat.

Direktur Utama SPP, Mustika Ali, menyebut sejak awal perusahaan memang dirancang untuk tidak hanya bermain di pasar domestik.

“Kami membangun perusahaan ini dengan visi global. Jadi standar yang kami siapkan sejak awal memang mengikuti standar internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, produk yang diekspor merupakan pipa stainless steel untuk kebutuhan industri sensitif seperti makanan dan farmasi, sektor yang menuntut presisi dan higienitas tinggi.

Secara tak langsung, Mustika menegaskan bahwa kemampuan menembus pasar Jerman menunjukkan kesiapan industri lokal dalam memenuhi standar global yang selama ini dikenal sangat ketat.

Di dalam negeri sendiri, kebutuhan produk serupa mencapai 300–400 ton, dengan SPP telah mengisi sebagian besar pasar tersebut. Namun, langkah ke luar negeri dinilai sebagai fase penting untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Pemerintah melihat ekspor ini sebagai bagian dari tren positif sektor besi dan baja nasional. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajari Puntodewi, menyebut bahwa komoditas ini telah menjadi salah satu penopang utama ekspor Indonesia.

“Ini bukan hanya soal ekspor baru, tapi juga penambahan varian produk bernilai tambah,” katanya.

Ia mengakui, pasar seperti Eropa bukan tanpa tantangan. Hambatan perdagangan dan standar teknis yang tinggi kerap menjadi penghalang bagi produk negara berkembang.

Namun demikian, ia menilai keberhasilan ini menjadi sinyal bahwa produk Indonesia mulai mampu menembus batas tersebut.“Kita patut optimistis, karena ini menunjukkan bahwa industri kita sudah bisa menghasilkan produk berkualitas tinggi, bahkan untuk sektor yang sangat sensitif,” ujarnya.

Ke depan, ekspansi ke pasar global dinilai tidak hanya bergantung pada kapasitas produksi, tetapi juga konsistensi kualitas dan dukungan ekosistem industri secara menyeluruh.

Bagi SPP, langkah ke Jerman hanyalah awal. Di baliknya, ada ambisi yang lebih besar: menjadikan produk dalam negeri sebagai bagian dari rantai pasok industri global.