Kalahkan Himbara Lain, BTN Pimpin Penyaluran KPR Sejahtera FLPP di Awal 2026

INDUSTRY.co.id, Jakarta– Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) merilis realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP periode 1–31 Januari 2026, secara nasional mencapai 7.312 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp912,4 miliar. Dari jumlah tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan penyaluran tertinggi sebanyak 4.160 unit, melampaui bank-bank Himbara lainnya.

Berdasarkan data BP Tapera, setelah BTN, pada periode Januari 2026 Bank Syariah Nasional (BSN) mencatatkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP sebanyak 861 unit, Bank Mandiri 699 unit, BNI 616 unit, serta  BRI 587 unit.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari BTN, jumlah realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP BTN jauh lebih besar yakni mencapai 6.749 unit hingga akhir Januari 2026. Hal ini dikarenakan ada beberapa KPR Sejahtera FLPP yang sudah diakadkan BTN masih dalam proses penagihan ke BP Tapera.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kinerja awal tahun ini melanjutkan konsistensi BTN sepanjang 2025, di mana perseroan berhasil menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebanyak 192.208 unit. Rekam jejak tersebut memperkuat posisi BTN sebagai bank dengan pengalaman dan jaringan terluas dalam pembiayaan perumahan rakyat.

“Dominasi BTN pada Januari 2026 menunjukkan kesiapan sistem, jaringan, dan kemitraan yang telah kami bangun secara konsisten. Kami berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari peran BTN sebagai mitra strategis pemerintah,” ujar Nixon.

Diamenambahkan, pada 2026 pemerintah menetapkan kuota nasional FLPP sebesar 350.000 unit,  dan BTN mendapatkan alokasi kuota sebanyak 172.000 unit.

“BTN siap mengoptimalkan alokasi kuota yang diberikan dengan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, BP Tapera, serta mitra pengembang di berbagai wilayah. Transformasi digital dan optimalisasi jaringan distribusi akan terus kami dorong agar proses pembiayaan semakin cepat, transparan, dan tepat sasaran,” lanjut Nixon.

Dengan konsistensi kinerja sejak 2025 hingga awal 2026, BTN menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembiayaan perumahan rakyat serta institusi perbankan dengan kapasitas terbesar dalam mendukung pemerataan akses hunian layak dan terjangkau di seluruh Indonesia.

Bidik 100 Digital Store pada 2027, BTN Resmikan Gerai Baru di Central Park

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mempercepat transformasi digital dengan meresmikan BTN Digital Store terbaru di Central Park, Jakarta. Kehadiran gerai ini juga menjadi bagian dari strategi BTN dalam menghadirkan 100 Digital Store hingga 2027 guna memperluas akses layanan digital bagi masyarakat.

Adapun, peresmian BTN Digital Store di Central Park tersebut dilakukan tepat pada Hari Ulang Tahun ke-76 BTN. Gerai tersebut mengusung konsep paperless, seamless, dan self-service, memungkinkan nasabah membuka rekening dalam waktu kurang dari lima menit serta melakukan penggantian kartu kurang dari dua menit. Layanan ini juga didukung oleh kehadiran Superbuddy, petugas pendamping yang membantu nasabah menikmati pengalaman perbankan digital dengan lebih nyaman.

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menyampaikan bahwa ekspansi BTN Digital Store di lokasi publik strategis merupakan langkah nyata BTN dalam menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan nasabah.

“Kami melihat perubahan perilaku nasabah yang semakin digital. Digital store di mall menjadi langkah strategis untuk menjangkau generasi milenial dan Gen Z, sekaligus memperkuat positioning kami sebagai bank yang adaptif dan inovatif,” ujar Rully di Jakarta, Jumat (13/2).

Saat ini, BTN telah memiliki 24 BTN Digital Store di berbagai kota di Indonesia, dengan enam di antaranya berlokasi di public places, yaitu Ancol, Blok M, Central Park, Lippo Mall Kemang, Pondok Indah Mall, dan Supermal Karawaci.

Selain menghadirkan layanan perbankan, BTN Digital Store juga dirancang sebagai experience center yang menggabungkan elemen lifestyle. Di lokasi Central Park, BTN berkolaborasi dengan partner seperti Golden Black Coffee dan SelfieTime untuk memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi pengunjung.

Pada momentum peluncuran ini, BTN turut menghadirkan berbagai promo spesial bagi nasabah, mulai dari kopi gratis, foto instan, voucher belanja, hingga merchandise eksklusif bagi nasabah yang membuka rekening dan melakukan penempatan dana. Program ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mencoba pengalaman baru dalam mengakses layanan perbankan digital.

BSN Mulai Masuk Kampus, Kolaborasi Bangun Literasi Keuangan Syariah Melalui Dunia Pendidikan

BISNISTODAY.COM, Surakarta — PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi memperluas jangkauan strategisnya ke sektor pendidikan melalui kolaborasi erat dengan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Langkah ini ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan langsung oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. bersama Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, bertempat di Surakarta, Jumat (13/2).

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang telah diberikan UNS kepada BSN dalam pengelolaan layanan keuangan yang telah berjalan selama ini, khususnya melalui kerja sama yang telah berjalan bersama Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) UNS dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UNS.

“Dukungan terhadap institusi pendidikan sejalan dengan visi BSN sebagai “Mitra Utama Keuangan Keluarga Indonesia yang Berkah dan Amanah”,” kata Alex dalam sambutannya.

Menurut Alex, perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam membangun ekosistem keluarga Indonesia.

“Kami meyakini bahwa institusi pendidikan memiliki peran penting dalam membangun dan menjaga ekosistem keluarga Indonesia. Oleh karena itu, dukungan terhadap pengelolaan keuangan universitas menjadi bagian dari komitmen BSN untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan dan bernilai,” ujar Alex.

Adapun, penandatanganan MoU ini mempertegas sinergi yang lebih luas, mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan kompetensi SDM.

Selain itu, kolaborasi ini juga menyasar program “Magang Berdampak” untuk pengembangan talenta muda, pertukaran pengetahuan, pemanfaatan fasilitas bersama, serta dukungan layanan perbankan institusional.

Pada kesempatan yang sama, secara spesifik, BSN juga menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS. Kerja sama tingkat fakultas ini akan berfokus pada pengelolaan dana operasional, penyediaan layanan digital banking, sosialisasi literasi keuangan syariah, hingga dukungan penuh pada kegiatan akademik maupun non-akademik fakultas.

Lebih lanjut Alex menegaskan bahwa kehadiran BSN di kampus adalah untuk memperkuat literasi keuangan syariah dengan mengintegrasikan layanan perbankan syariah seperti giro transaksional, payroll karyawan, hingga layanan cash management system (CMS). Bahkan layanan lain untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi dosen atau para pengajar di UNS khususnya sampai dengan penyediaan fasilitas tempat hunian untuk para mahasiswa jika diperlukan agar proses belajar tidak terganggu dengan lokasi tinggal mahasiswa yang jauh dengan kampus. Misalkan dengan menyiapkan rumah kost atau asrama mahasiswa yang dikelola kampus untuk dimanfaatkan mahasiswa, jelas Alex menambahkan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat tumbuh secara alami, tidak berhenti pada seremoni, tetapi hidup dalam bentuk program, interaksi, dan kolaborasi yang terus berkembang untuk kontribusi sosial yang lebih luas. Paling tidak BSN telah membuka diri untuk memberikan layanan syariah yang lebih baik untuk dunia kampus dan hari ini kita mulai dengan UNS,” pungkas Alex.

Genap Berusia 76 Tahun, BTN Bertansformasi Menjadi Bank yang Lebih Modern

Bisnistoday.com, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah melayani masyarakat Indonesia selama 76 tahun dengan fokus utama pada pembiayaan perumahan. Bahkan jauh sebelum istilah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dikenal, penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah sangat identik dengan BTN.

Kini dalam usianya yang genap 76 tahun, BTN terus melakukan transformasi menjadi bank yang semakin modern. Tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, BTN juga mengembangkan layanan berbasis gaya hidup (lifestyle) untuk memperkuat bisnis beyond mortgage. Salah satu wujud transformasi tersebut adalah kehadiran aplikasi Bale by BTN, yang dirancang untuk menunjang kebutuhan transaksi generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z.

Sejak diluncurkan pada 9 Februari 2025, jumlah pengguna Bale by BTN telah mencapai 3,7 juta akun. Peningkatan ini turut mendongkrak volume transaksi Bale by BTN yang melonjak 79,2% secara year on year (YoY) menjadi 2,2 miliar transaksi per 31 Desember 2025. Dengan nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun.

Saldo pengguna Bale by BTN juga terus meningkat. Tercermin dari kontribusinya sebesar Rp22,8 triliun terhadap dana pihak ketiga (DPK) BTN hingga akhir 2025. Tumbuh 15,3% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,7 triliun.

BTN juga terus mengakselerasi digitalisasi melalui kehadiran BTN Digital Store di sejumlah kota besar. Seperti di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang. Hingga saat ini, sebanyak 24 BTN Digital Store telah beroperasi di seluruh Indonesia.

Kantor cabang digital ini menggantikan fungsi teller dan customer service konvensional dengan sistem berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI). Nasabah dapat membuka rekening hanya dalam waktu 3–5 menit melalui pemindaian KTP yang terintegrasi dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan, BTN merupakan bank nasional dengan sejarah panjang dan kontribusi strategis dalam pembangunan perumahan di Indonesia. Bank yang berakar sejak 1897 sebagai Postpaarbank itu terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

Tonggak penting BTN dimulai pada 9 Februari 1950 saat resmi lahir kembali sebagai bank nasional. Peran strategis BTN semakin menguat pada 1976 ketika menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pertama di Indonesia.

“Sejak saat itu, BTN menjadi pilar utama pembiayaan perumahan rakyat dan bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional,” ujar Nixon dalam Perayaan dan Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 BTN di Ballroom Menara 1 BTN, Jakarta, Senin (9/2).

Hingga kini, BTN telah menyalurkan KPR kepada sekitar 5,8 juta keluarga di seluruh Indonesia. Capaian ini menegaskan posisi BTN sebagai motor penggerak kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.

Dari sisi kinerja, BTN mencatatkan pertumbuhan signifikan. Total aset perseroan menembus Rp527,8 triliun, tumbuh 12,4% YoY pada 2025. Capaian ini mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat sekaligus hasil transformasi yang dijalankan secara konsisten.

BTN juga terus mendorong transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan. Nixon menyampaikan bahwa Bale by BTN dirancang untuk memberikan kemudahan akses perbankan yang lebih inklusif dan terintegrasi.

“Transformasi digital menjadi kunci agar BTN tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Layanan harus semakin mudah, cepat, dan dapat diakses oleh semua lapisan, menuju visi Mitra Utama Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia,” jelas Nixon.

Dari sisi keberlanjutan dan reputasi, BTN mencatatkan sejumlah prestasi, antara lain menjadi bank pertama di Indonesia yang meraih MSCI ESG Rating AA. Selain itu, BTN menempati peringkat ke-6 Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di antara BUMN dan menjadi yang terbaik di antara bank Himbara.

Di bidang sumber daya manusia, BTN juga diakui sebagai tempat kerja unggulan dengan masuk dalam Top 3 LinkedIn Top Companies serta meraih penghargaan Best Company to Work For in Asia.

Ke depan, arah transformasi BTN semakin jelas. Nixon kembali menegaskan komitmen BTN untuk terus memperkuat transformasi menuju Mitra Utama Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia melalui layanan yang semakin digital, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

“Seluruh insan BTN wajib menjaga integritas, memperkuat semangat melayani, dan memberikan kinerja terbaik bagi kemajuan perusahaan,” tegas Nixon.

Meski terus bertransformasi secara digital dan semakin modern, BTN tetap menjaga perannya sebagai pilar pembiayaan perumahan nasional. CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menuturkan, selama lebih dari tujuh dekade BTN berperan strategis dalam mendukung pembangunan perumahan nasional melalui pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan. Transformasi BTN sebagai housing bank mencerminkan komitmen untuk tetap relevan dan melayani kebutuhan masyarakat.

“Sejalan dengan tema Komitmen Nyata Melayani Negeri, saya yakin BTN akan terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam mendukung agenda perumahan nasional,” ujar Rosan.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan, BTN telah menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor perumahan nasional dengan memberikan daya dukung hunian bagi masyarakat Indonesia. Peran konsisten BTN dalam menghadirkan akses pembiayaan turut memperkuat fondasi kesejahteraan keluarga.

Dalam berbagai program dan kebijakan perumahan nasional, BTN hadir sebagai mitra yang dapat diandalkan, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga penguatan ekosistem perumahan yang semakin terintegrasi.

“Transformasi BTN dalam beberapa tahun terakhir, melalui digitalisasi layanan, pengembangan produk transaksional, serta penguatan peran beyond mortgage, menunjukkan kesiapan BTN menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” terang Misbakhun.

Sebagai mitra dan pemangku kepentingan, lanjut dia, BTN merupakan institusi yang terus bertumbuh, terbuka terhadap kolaborasi, dan konsisten mendukung agenda pembangunan nasional. Tema HUT ke-76 BTN, Komitmen Nyata Melayani Negeri, mencerminkan semangat pengabdian tersebut.

“Kami berharap BTN terus menjaga integritas, profesionalisme, serta memperkuat kontribusinya bagi pembangunan nasional,” harapnya.

Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya menilai, BTN sangat lekat dengan konsep perumahan rakyat karena perannya sebagai pionir penyaluran kredit subsidi.

“Kami bersyukur BTN menjadi mitra utama REI dalam tumbuh dan berkembang bersama, meski dalam perjalanannya menghadapi berbagai tantangan,” ungkap Bambang.

Saat ini, penyaluran kredit subsidi tidak lagi eksklusif melalui BTN. Hampir seluruh bank Himbara dan sejumlah bank swasta turut menyalurkannya. Meski demikian, BTN tetap menjadi salah satu bank dengan portofolio terbesar di sektor tersebut.

Ke depan, Bambang berharap kerja sama BTN dan REI terus ditingkatkan. Ia memahami prinsip kehati-hatian perbankan, namun menekankan pentingnya pelayanan kredit yang cepat, tepat, dan efisien dengan suku bunga kompetitif.

“Bisnis properti, khususnya perumahan menengah ke bawah, sangat bergantung pada kecepatan proses kredit. Keterlambatan akan menambah beban bunga dan berisiko menggerus usaha,” katanya.

Dia menilai BTN terus bertumbuh dan bertransformasi menuju bank utama. Digitalisasi menjadi keniscayaan seiring perubahan perilaku masyarakat. Namun, kemudahan layanan harus diimbangi sistem keamanan yang kuat agar data nasabah tetap terlindungi.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah menyatakan, BTN telah melakukan transformasi nyata dalam operasional, teknologi, dan model bisnis, sehingga meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan daya saing.

“Peran perbankan sangat vital, bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga membantu pengembang menjaga arus kas agar usaha berkelanjutan,” jelas Junaidi.

Menurut dia, peran BTN semakin krusial dalam mendukung program 3 juta rumah pemerintah. Mayoritas pembiayaan perumahan subsidi masih mengandalkan BTN, baik untuk konsumen maupun pengembang.

“Maju terus BTN untuk program perumahan Indonesia,” pungkas Junaidi.

Genap Berusia 76 Tahun, Laba Bersih Konsolidasian BTN Tembus RP3,5 Triliun

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025, mulai dari total aset, pencapaian laba bersih, penyaluran kredit, hingga perolehan dana pihak ketiga (DPK). Hal ini menunjukkan BTN mampu menjaga pertumbuhan yang stabil dan solid dengan indikator keuangan yang sehat di tengah berbagai tantangan dan dinamika makroekonomi.

Memasuki usianya yang ke-76 tahun pada 9 Februari 2026, BTN mengumumkan sepanjang tahun 2025 mampu membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp527,8 triliun, atau tumbuh sebesar 12,4% yoy.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, pencapaian aset tersebut merupakan bukti dari kiprah BTN selama 76 tahun yang telah menyalurkan 5,8 juta unit rumah termasuk kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal, dengan pangsa pasar KPR mencapai 39% secara nasional.

Atas perannya yang esensial di sektor perumahan nasional tersebut, BTN berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun pada tahun 2025, bertumbuh double-digit sebesar 16,4% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp3,0 triliun.

“BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2025 yang ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsisten dilakukan di berbagai lini. Kinerja yang positif ini merupakan hasil kerja keras atas penerapan strategi bisnis yang cermat serta pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin,” ujar Nixon di Jakarta, Senin (9/2).

Pencapaian laba bersih BTN dipicu oleh pendapatan bunga yang naik 23,0% yoy menjadi Rp36,3 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp29,6 triliun. Di sisi lain, peningkatan di beban bunga sangat minim yaitu 0.4% yoy menjadi Rp17,9 triliun per akhir 2025 dari tahun sebelumnya yakni Rp17,9 triliun. Dari pencapaian itu, BTN membukukan pendapatan bunga bersih yang naik 57,5% menjadi Rp18,4 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp11,7 triliun pada tahun 2024.

Nixon menuturkan, BTN berhasil memperkuat profitabilitas dengan memperbaiki proses bisnis di sisi penyaluran kredit dan pengelolaan portofolio yang menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, serta upaya yang konsisten dalam memperoleh pendanaan yang berbiaya lebih murah. “Hal ini berbuah peningkatan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 4,2% pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya sebesar 2,9%,” tuturnya.

Hingga akhir 2025, BTN berhasil membukukan pertumbuhan double-digit pada penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar 11,9% yoy menjadi Rp400,6 triliun, dari Rp358,9 triliun pada tahun 2024. Nixon menjelaskan, mayoritas kredit BTN disalurkan ke sektor perumahan, dengan penyaluran kreditnya mencapai Rp328,4 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 7,5% yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp305,6 triliun.

Di kredit perumahan, BTN membukukan pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 10% yoy menjadi Rp191,2 triliun pada akhir 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp173,8 triliun. Sedangkan KPR Non-Subsidi BTN meningkat 6,7% yoy menjadi Rp113,0 triliiun hingga akhir tahun lalu, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp106,0 triliun.

Ekspansi kredit BTN di sektor perumahan pada tahun 2025 salah satunya ditopang oleh keterlibatan perseroan dalam program baru pemerintah yakni Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pada Oktober 2025. Nixon mengatakan, BTN menjadi bank penyalur terbesar untuk KPP dengan total penyaluran mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir 2025. Angka tersebut setara dengan hampir separuh dari total penyaluran KPP secara nasional.

“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka,” tutur Nixon.

Sementara itu, kepercayaan masyarakat yang terus meningkat turut memicu perolehan DPK konsolidasian yang tumbuh 14,6% yoy menjadi Rp437,4 triliun pada akhir tahun lalu, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp381,7 triliun. Nixon menjelaskan, pertumbuhan DPK BTN yang double-digit salah satunya didukung oleh akselerasi pertumbuhan transaksi digital terutama di superapp Bale by BTN.

BTN membukukan jumlah pengguna (user) Bale by BTN yang tumbuh pesat 66,1% yoy menjadi 3,7 juta hingga akhir 2025 dibandingkan tahun 2024 sebanyak 2,2 juta. Meningkatnya jumlah user turut mendongkrak jumlah transaksi Bale yang melonjak 79,2% yoy menjadi 2,2 miliar per 31 Desember 2025 dari tahun sebelumnya sebanyak 1,2 miliar. Sementara itu, nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun, naik 27,7% yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp81,1 triliun.

Saldo user Bale by BTN terus meningkat, terlihat dari kontribusinya sebesar Rp22,8 triliun terhadap DPK BTN hingga akhir 2025, naik 15,3% yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,7 triliun.

“Nominal saldo rata-rata pengguna Bale lebih tinggi, sehingga turut mendorong pertumbuhan DPK BTN terutama transaksi dana murah. Kami akan terus mendorong positioning Bale sebagai superapp yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga, baik yang terkait dengan kebutuhan perumahan maupun berbagai macam lifestyle lainnya,” tutur Nixon.

Pertumbuhan bisnis yang positif turut diiringi dengan peningkatan kualitas kredit di sepanjang tahun 2025, terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross yang menurun ke level 3,1% dari tahun sebelumnya yakni 3,2%. Sebagai upaya memperbaiki struktur risiko, BTN melakukan peningkatan pencadangan atau NPL Coverage menjadi 123,9% pada akhir 2025, naik 856 bps dari tahun sebelumnya di level 115,4%.

BTN juga memperkuat permodalan sebagai buffer risiko sekaligus menopang ekspansi bisnis, terlihat dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang berada di level 20,9% per 31 Desember 2025, naik 240 bps dari periode yang sama tahun sebelumnya di level 18,5%.

“BTN memproyeksikan NPL dapat menurun hingga di bawah 3,0% pada akhir tahun 2026 sejalan dengan membaiknya kualitas kredit,” ujar Nixon.

Pada tahun 2025, BTN juga telah secara resmi sukses melaksanakan aksi korporasinya yang paling utama yakni pendirian anak usaha Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia. Nixon menuturkan, BSN diharapkan dapat mengembangkan pangsa pasar serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan produk dan layanan perbankan syariah yang mumpuni.

BSN membukukan total aset sebesar Rp73 triliun pada akhir 2025, meningkat 20,5% yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp61 triliun. Pertumbuhan itu ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang naik 25,0% yoy menjadi Rp55 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp44 triliun. Sementara itu, pertumbuhan double digit juga terlihat dalam perolehan DPK yakni 18,4% yoy menjadi Rp59 triliun per 31 Desember 2025, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp50 triliun.

“Dengan langkah Beyond Mortgage, BTN terus memantapkan aspirasinya untuk menjadi consumer bank yang memberikan solusi finansial terintegrasi bagi seluruh kebutuhan nasabah, sekaligus menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung pembangunan perumahan nasional melalui akses pembiayaan kepemilikan rumah yang terjangkau bagi semua segmen masyarakat. Melalui aspirasi ini, BTN berharap dapat memberikan value creation bagi kesejahteraan rakyat dan perekonomian secara keseluruhan,” tutur Nixon.

Perkuat Komitmen ESG Melalui Inklusivitas, BTN Gelar Run for Disabilities

BISNISTODAY.COM, Solo-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar BTN Run for Disabilities, Run for Inclusivity dengan berlari bersama para atlit paralimpik di Stadion Manahan, Solo.

Acara tersebut dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Walikota Solo Respati Ardi, Direktur Risk & Management BTN Setiyo Wibowo, dan Wakil Ketua Sekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Rima Ferdianto.

Selain sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026, kegiatan ini juga menegaskan komitmen perseroan sebagai bank yang inklusif.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di perseroan tidak hanya sebagai penyalur Corporate Social and Responsibility (CSR). Prinsip tersebut menjadi nilai panduan dalam proses bisnis Bank.

“Lari adalah olahraga inklusif yang bisa dilakukan semua orang, termasuk para penyandang disabilitas. Begitu pula melalui lari, BTN berkomitmen menjadi bank yang inklusif dan hadir untuk semua, sejalan dengan prinsip ESG,” ujar Setiyo usai berlari dengan para disabilitas pada acara BTN Run for Disabilities, Run for Inclusivity di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (7/2).

Setiyo melanjutkan bentuk komitmen BTN menjadi bank yang inklusif tidak hanya melalui layanan keuangan yang bisa menjangkau semua lapisan masyarakat. Bentuk dukungan tersebut juga melalui dukungan nyata terhadap olahraga, kesehatan, dan pemberdayaan para penyandang disabilitas sesuai dengan prinsip ESG.

“Melalui Run for Disabilities, Run for Inclusivity sebagai bagian Road to BTN Jakim, kami ingin menegaskan peran BTN yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga konsisten mendorong kesehatan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata Setiyo.

Adapun, dalam kesempatan yang sama, BTN menyerahkan bantuan untuk sarana dan prasarana pendukung atlet paralimpik. Selain itu, BTN juga akan melibatkan 10 pelari disabilitas dalam BTN Jakim dan menginisiasi penggalangan dana dari puluhan ribu peserta lari.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan kegiatan lari bersama para penyandang disabilitas diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik.

“Kurangnya aktivitas fisik masuk menjadi 5 besar penyebab penyakit di Indonesia. Dan lari merupakan olahraga paling inklusif, murah, dan sehat karena modalnya hanya sepatu. Teman-teman disabilitas sudah membuktikan bisa, masa kita yang sehat tidak bisa?” ujar Budi.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengapresiasi inisiatif BTN yang melibatkan penyandang disabilitas secara aktif dalam ajang lari berskala nasional. “Kami menyadari pentingnya dukungan sistem bagi atlet disabilitas, mulai dari layanan, lingkungan, hingga masa depan mereka setelah menjadi atlet. Kami berterima kasih kepada BTN karena melalui BTN Jakim, rekan-rekan disabilitas benar-benar dilibatkan. Kami berharap kegiatan ini terus membuka ruang untuk menguatkan peran kota Solo seabgai kota inklusif,” tutur Respati.

Wakil Sekertaris Jenderal NPC Indonesia Rima Febianto menilai kegiatan Run for Disabilities mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap olahraga bagi penyandang disabilitas. Dengan kegiatan seperti ini, para orang tua dengan anak penyandang disabilitas akan melihat peluang pengembangan anak-anaknya. “Kami mengapresiasi BTN atas inisiatif dan dukungan yang sangat penting untuk membangun ekosistem olahraga bagi penyandang disabilitas yang berkelanjutan,” tutup Rima.

BSN Fokus Dorong Ekosistem Perumahan Syariah, Developer Jadi Mitra Kunci Pertumbuhan

BISNISTODAY.COM, Bandung-Bank Syariah Nasional (BSN) menegaskan penguatan peran developer sebagai mitra utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan syariah melalui penyelenggaraan Developer Gathering 2026 di Bandung, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam memperkuat kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan bisnis, sekaligus mendukung program perumahan nasional.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa developer memiliki posisi krusial dalam mendorong ekspansi pembiayaan perumahan syariah yang berkelanjutan. Karena itu, BSN secara khusus mengambil inisiatif untuk menjadikan developer sebagai mitra strategis utama melalui pendekatan kolaboratif yang lebih intensif.

“Developer adalah ujung tombak industri perumahan. Melalui Developer Gathering ini, kami ingin memperkuat kemitraan strategis sekaligus memberikan apresiasi kepada para developer yang selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis BSN,” kata Alex dalam sambutannya.

Dalam kegiatan yang dihadiri 79 developer mitra BSN di Jawa Barat tersebut, Alex memaparkan kinerja positif BSN sepanjang 2025. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sekitar 20,51% dan pertumbuhan pembiayaan sekitar 25,02% secara tahunan (year-on-year).

“Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara BSN dan para mitra developer. Sektor perumahan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pembiayaan kami,” tegasnya.

Hingga akhir 2025, BSN juga telah memperkuat jaringan layanan dengan 118 outlet perbankan, terdiri atas 36 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu, serta didukung oleh 589 Kantor Layanan Syariah di berbagai wilayah Indonesia.

Alex menjelaskan, Developer Gathering 2026 dilaksanakan di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Keempat kota tersebut menjadi pilot project karena kontribusi pada wilayah tersebut cukuo signifikan terhadap kinerja pembiayaan perumahan BSN.

“Empat kota ini memiliki volume transaksi, pertumbuhan proyek, dan kontribusi pembiayaan yang besar terhadap bisnis BSN. Dampaknya nyata, baik terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer maupun kualitas portofolio. Kemarin di Jakarta dan hari ini di kota Bandung”, jelas Alex.

Ke depan, BSN memastikan program Developer Gathering akan terus dilanjutkan dan diperluas ke kota-kota lain sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat.

Sementara itu, Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta menjelaskan hingga 2025, 98% portofolio pembiayaan BSN berada di sektor perumahan, mencerminkan spesialisasi bank syariah ini di sektor properti riil.

Dari total portofolio tersebut, 63% disalurkan melalui produk KPR subsidi, 31% KPR nonsubsidi, dan 4% pembiayaan konstruksi.

“Selama lebih dari 20 tahun beroperasi, BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah, baik di segmen konsumer maupun komersial,” ujar Penta.

Kontribusi BSN terhadap program strategis pemerintah di sektor perumahan juga tercermin dari penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Pada 2025, realisasi FLPP nasional mencapai 278.868 unit, dengan BTN Group—yang terdiri dari BTN dan BSN—menguasai hampir 70% pangsa penyaluran secara nasional.

Pada kesempatan yang sama Maqin U Norhadi, SEVP, Chief of Commercial Banking BSN memaparkan, pembiayaan komersial BSN terus mengalami peningkatan seiring akselerasi signifikan ekspansi bisnis perseroan.

Selain itu, segmen pembiayaan komersial lain juga mencatatkan lonjakan yang mencerminkan strategi penyesuaian portofolio BSN dalam memperluas pembiayaan sektor produktif sekaligus menjaga keseimbangan risiko di tengah dinamika dunia usaha.

“Total realisasi pembiayaan komersial periode 2020–2025 sebesar Rp12,39 triliun. Dengan rincian Yasa Griya sebesar 7,93 triliun (64%) dan Non Yasa Griya sebesar 4,45 triliun  (36%),” pungkas Maqin

Di tengah penguatan tersebut, Alex menegaskan, BSN akan terus bergerak membuka peluang bisnis baru yang berkelanjutan dengan tetap berlandaskan prinsip syariah.

Core business BSN yang berfokus pada sektor perumahan dinilai selaras dengan konsep Maqashid Syariah, karena properti merupakan aktivitas ekonomi riil, produktif, dan non-spekulatif. Pendekatan ini memperkuat posisi BSN sebagai mitra pembiayaan jangka panjang yang mengedepankan transparansi, kepastian akad, serta kemitraan berkelanjutan dengan nasabah dan pengembang.

BSN Luncurkan Bale Syariah, Siap Jadi Superapps Penguat Ekosistem Syariah

BISNISTODAY.COM, Jakarta-PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi meluncurkan Bale Syariah by BSN sebagai bagian dari transformasi menyeluruh menuju bank syariah modern yang adaptif terhadap perubahan perilaku masyarakat serta penguatan ekosistem keuangan dan perumahan syariah nasional.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menegaskan transformasi digital merupakan keniscayaan bagi industri perbankan. “Kita berada di tengah era transformasi digital yang berjalan sangat cepat. Perubahan ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keniscayaan,” ujar Alex dalam peluncuran Bale Syariah di Jakarta, Kamis (5/2).

Alex menyampaikan digitalisasi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan layanan keuangan. “Saat ini, lebih dari 72 persen masyarakat Indonesia telah terhubung dengan internet. Teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara masyarakat mengelola keuangan,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan ekspektasi baru terhadap perbankan. “Masyarakat menginginkan layanan yang mudah diakses, cepat, aman, dan relevan dengan kebutuhan mereka sebagai masyarakat modern. Di sinilah bank syariah harus mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Alex.

Ia menyoroti pertumbuhan signifikan transaksi digital, khususnya mobile banking. “Seiring perubahan perilaku masyarakat, kanal digital, terutama mobile banking, mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Alex mengungkapkan, hingga pertengahan 2025, volume transaksi mobile banking di Indonesia telah melampaui 2,2 miliar transaksi. “Angka ini menegaskan bahwa mobile banking kini telah menjadi kanal utama transaksi keuangan masyarakat, bukan lagi sekadar pelengkap layanan perbankan,” katanya.

Berdasarkan perkembangan tersebut, BSN meluncurkan Bale Syariah sebagai mobile banking syariah terpadu. “Menjawab tantangan dan kebutuhan itu, hari ini kami meluncurkan Bale Syariah by BSN,” ujar Alex.

Ia juga memaparkan kinerja digital BSN hingga saat ini. “Kabar baik bahwa BSN saat ini  tercatat memiliki hampir 348.293 user aktif untuk semua channel digital. Dari jumlah tersebut, transaksi mencapai sekitar Rp6,5 triliun,” katanya.

Sedangkan untuk pengguna Bale Syariah saat ini memiliki 111.864 user aktif dengan total transaksi mencapai Rp1.26 triliun. Alex optimistis jumlah pengguna Bale Syariah akan terus meningkat. “Kami perkirakan jumlah user akan tumbuh dua kali lipat karena setiap nasabah baru BSN akan menggunakan new mobile apps Bale Syariah. Kami akan terus improve supaya BSN lebih maju lagi,” tegasnya.

Sebagai bagian dari BTN Group, BSN menempatkan Bale Syariah sebagai pintu masuk digital penguatan ekosistem perumahan syariah. “BSN memiliki peran penting dalam ekosistem perumahan. Karena itu, Bale Syariah kami posisikan sebagai pintu masuk digital bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan syariah yang terintegrasi,” ujar Alex.

Pada tahap peluncuran, Bale Syariah dibekali 57 fitur finansial dan 83 fitur nonfinansial. “Melalui Bale Syariah by BSN, nasabah dapat mengakses berbagai layanan utama dalam satu aplikasi terpadu,” katanya.

Layanan tersebut mencakup transfer dana, pembayaran listrik, PDAM, internet, pendidikan, pembelian pulsa dan token listrik, layanan ZISWAF, hingga pembayaran dan pelunasan haji serta perjalanan ibadah. “Dengan Bale Syariah by BSN, nasabah dapat melakukan transaksi keuangan harian dan menunaikan kewajiban ibadah cukup melalui satu aplikasi,” tegas Alex.

Ke depan, Bale Syariah akan dikembangkan menjadi superapps syariah. “Kami arahkan Bale Syariah menjadi superapps syariah, yang tidak hanya mencakup layanan transaksi keuangan, tetapi juga menghadirkan menu yang mendukung literasi, gaya hidup, dan kemaslahatan umat,” ujarnya.

Alex menekankan aspek keamanan sebagai fondasi utama layanan digital. “Bagi kami, menjaga keamanan transaksi dan data nasabah adalah bagian dari amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Dengan peluncuran Bale Syariah by BSN, perseroan optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai bank syariah nasional terbesar kedua yang modern, inovatif, dan berperan aktif dalam penguatan ekosistem keuangan serta perumahan syariah nasional.

13 Tahun Berkarya, Regenesis Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Industri Aesthetic Nasional

Bisnistoday — Menginjak usia ke-13 tahun berkarya di Indonesia, PT Regenesis Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan terdepan di industri aesthetic. Konsistensi Regenesis dalam menghadirkan inovasi global, teknologi tercanggih dunia, serta komitmen tinggi terhadap aspek legalitas menjadikan perusahaan ini semakin dipercaya, baik oleh principle internasional maupun pemilik klinik kecantikan di seluruh Indonesia.

Selama 13 tahun perjalanannya, Regenesis dikenal sebagai mitra strategis yang secara berkelanjutan membawa teknologi dan produk aesthetic kelas dunia ke Indonesia. Seluruh brand yang dihadirkan Regenesis telah melalui proses seleksi ketat, berbasis data, referensi global, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi dan legalitas yang berlaku. 

“Bagi Regenesis, inovasi tidak pernah dapat dipisahkan dari kepatuhan terhadap regulasi. Legalitas setiap brand adalah komitmen utama kami, agar para mitra klinik dapat menjalankan bisnisnya dengan rasa aman, nyaman, dan dapat bertanggung jawab,” ujar Ir. Emmy Noviawati, President Director PT Regenesis Indonesia dalam siaran persnya baru-baru ini. 

Dipercaya Principle Global dari Hampir Seluruh Benua
Menutup tahun 2025, PT Regenesis Indonesia mencatat pencapaian strategis dengan menjadi distributor aesthetic yang menjadi target kunjungan berbagai principle partner internasional dari hampir seluruh benua. Kepercayaan semakin menguat melalui keterlibatan aktif Regenesis dalam ISWAM 2025, sebuah event internasional bergengsi di bidang aesthetic.

Semakin banyak principle global yang menjadikan PT Regenesis Indonesia sebagai pilihan utama dalam membuka kerja sama lintas negara. Kepercayaan ini tidak hadir secara instan, melainkan merupakan hasil dari perjalanan panjang, konsistensi, serta reputasi Regenesis selama 13 tahun berkiprah di industri aesthetic Indonesia.

Aktivitas Internasional dan Kolaborasi Berkelas Dunia
Setelah meluncurkan buku terbarunya “Beauty of Being Entrepreneur” yang ditujukan bagi para mitra bisnis, Regenesis merayakan ulang tahunnya dengan rangkaian kunjungan principle internasional dalam berbagai event berskala global.Sejumlah aktivitas berkelas dunia turut dihadirkan, di antaranya Workshop Filler Neauvia dari Italia, yang menampilkan inovasi filler berbasis teknologi terkini.

Selain itu, TSK dari Jepang—brand needle yang telah lama menjadi pilihan utama para dokter untuk mendukung tindakan injeksi—juga hadir dan berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan.

Pada momentum yang sama, principle dari Paris turut melakukan kunjungan dan menggelar Afternoon High Tea bersama para customer serta konsulen dari PERDOSKI, memperkuat kolaborasi ilmiah dan profesional di bidang aesthetic.

Peluncuran Teknologi WonderfaceDalam kesempatan tersebut, Ron Pirolo, Founder PT Regenesis Indonesia, turut memperkenalkan Wonderface, sebuah mesin teknologi aesthetic terbaru yang dikembangkan berdasarkan standar teknologi global. 

Wonderface dirancang dengan pendekatan teknologi modern yang berfokus pada efektivitas, keamanan, dan efisiensi, sehingga mampu memberikan nilai tambah nyata bagi pemilik bisnis klinik kecantikan dalam mengembangkan dan memajukan usahanya.

“Wonderface kami hadirkan sebagai solusi teknologi yang tidak hanya menjawab kebutuhan treatment masa kini, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis klinik dalam jangka panjang,” ungkap Ron Pirolo Founder PT Regenesis Indonesia. 

Ekosistem Kuat dan Nilai ICARE
Saat ini, lebih dari 36 principle dari berbagai belahan dunia telah memilih Regenesis sebagai partner eksklusif di Indonesia untuk memperkenalkan beragam teknologi dan inovasi aesthetic terbaru. 

Kepercayaan ini diperkuat oleh ekosistem Regenesis yang solid, dengan dukungan tim profesional lintas divisi, meliputi Sales & Marketing, Medical, Technical, Digital Marketing, Regulatory, Supply Chain, Corporate Division serta divisi back office lainnya. 

Selain kekuatan operasional, nilai inti perusahaan ICARE ( Integrity, Collaboration , Accountability Respect and Excellence ) menjadi fondasi budaya kerja yang memperkuat kepercayaan para principle dan customer dalam menjalin kemitraan jangka panjang bersama Regenesis.

Advancing Your Business & Brand Protection
Mengusung misi “Advancing Your Business”, Regenesis secara konsisten menghadirkan berbagai program strategis yang mendukung pertumbuhan mitra. Salah satunya adalah Regenesis Brand Protection Program, sebuah inisiatif untuk mencegah dan menghentikan peredaran produk palsu di Indonesia yang mengatasnamakan brand Regenesis tanpa legalitas jelas Ron Pirolo Founder & Director PT Regenesis Indonesia. 

Seluruh brand yang dibawa Regenesis memiliki status Distributor Tunggal (Eksklusif) dan tidak menggunakan sistem reseller, sehingga keaslian, kualitas, dan legalitas produk dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya. Dewi

BTN Jadi Pahlawan Lingkungan: 20.000 Unit Rumah Rendah Emisi & Nol Karbon di 2026! Wah!

BISNISTODAY.COM, Bekasi– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berharap dapat mendukung pembiayaan rumah rendah emisi hingga 20.000 unit pada tahun 2026 dan meningkatkan porsi pembiayaan berkelanjutan sebagai wujud komitmen perseroan dalam menerapkan praktik perbankan yang ramah lingkungan (green banking) demi mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan dan mengurangi emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, hingga akhir 2025, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan 11.000 rumah rendah emisi yang dilakukan oleh berbagai developer di berbagai daerah, contohnya Legok (Banten), Cileungsi (Kabupaten Bogor), Medan, Semarang, Cirebon, dan Bekasi.

“Harapannya, tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi, kalau bisa 30.000. Sampai tahun 2029, harapannya kita ingin membangun 150.000 unit dan sampai 2030 kita harap 200.000,” ujar Setiyo di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi, Rabu, 4 Februari 2026.

Setiyo menuturkan, BTN pertama kali meluncurkan Program Rumah Rendah Emisi pada kuartal IV-2024 bersama sejumlah developer dengan target pembangunan 1.000 unit rumah rendah emisi dalam tiga bulan yang akhirnya berhasil tercapai. Program yang kini telah berjalan selama dua tahun tersebut didukung oleh beberapa mitra startup yang memproduksi material atau bahan bangunan ramah lingkungan (eco-friendly) dari sampah plastik yang sudah tidak bernilai.

Di antara para startup produsen material eco-friendly tersebut yakni contohnya Rebrick, Plustik, dan Green Brick yang mengumpulkan sampah plastik berupa bungkus mie instan serta sachet sabun dan sampo dan mengolahnya menjadi bahan bangunan untuk flooring, paving, dan dinding sehingga turut berkontribusi dalam pengurangan polusi atau sampah yang umumnya berasal dari rumah tangga.

“Setiap produsen memiliki produk yang berbeda-beda namun mereka saling melengkapi. Dengan rumah rendah emisi ini justru kita menciptakan beberapa startup baru di bidang recycle plastik. Kami sedang mencari pengusaha di setiap pulau karena bisnis ini inklusif, jadi siapa saja bisa terlibat. Saat ini angkanya baru 11.000 (rumah rendah emisi), kalau mau mencapai jutaan tentunya perlu dukungan lebih banyak startup,” tutur Setiyo.

Salah satu upaya yang dilakukan BTN untuk mencari startup-startup potensial baru adalah melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur yang banyak menelurkan inovasi-inovasi untuk mendukung sektor perumahan. Plustik yang dibangun Reza Hasfinanda adalah contoh alumni BTN Housingpreneur tahun 2024 yang telah memulai kolaborasinya bersama para developer rumah rendah emisi melalui dukungan BTN sebagai enabler yang menjembatani kedua belah pihak.

BTN juga telah kembali menghasilkan para inovator baru melalui BTN Housingpreneur 2025 yang baru saja ditutup pada 31 Januari 2026 dengan total 1.170 submission selama gelaran berlangsung. Ajang tersebut menghasilkan 26 pemenang dari total 58 finalis yang lolos seleksi ketat oleh Dewan Juri yang berasal dari pelaku industri perumahan, akademisi, arsitek, dan manajemen BTN.

Setiyo juga turut mengapresiasi para developer yang berpartisipasi dalam Program Rumah Rendah Emisi BTN, salah satunya yang turut hadir dalam kesempatan tersebut yakni Preadi Ekarto selaku CEO dan Owner ISPI Group yang membangun Perumahan Mutiara Gading City di Bekasi. ISPI Group merupakan salah satu developer yang telah terlibat program ini sejak dimulai pada November 2025.

“Kami di ISPI Group terus mendukung program rumah rendah emisi ini. Banyak lahan yang masih bisa dibangun untuk rumah rendah emisi,” ujar Preadi.

Untuk lebih mendorong lebih banyak developer terlibat dalam Program Rumah Rendah Emisi, BTN akan menstandarisasi insentif yang akan diberikan untuk developer menjadi suatu paket yang menarik. “Bunga untuk developer rumah rendah emisi juga sudah diturunkan. Nanti akan kami standarisasi, misalnya suku bunganya bisa turun 25 basis poin. Jadi macam-macam insentifnya,” ungkap Setiyo.

Tidak hanya bermitra dengan developer dan startup daur ulang, BTN juga turut melibatkan masyarakat dalam hal ini nasabah KPR untuk turut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon. Program yang paling utama yaitu Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”, yang memungkinkan debitur KPR BTN untuk mengumpulkan sampah rumah tangga melalui startup Rekosistem dan sampah tersebut dikonversi menjadi rupiah ke dalam tabungan nasabah untuk mengurangi angsuran KPR.

“Setelah dihitung-hitung, dengan mengikuti program ini bisa mengurangi cicilan KPR sekitar 10-15% per bulannya atau sekitar Rp100.000-150.000, ini lumayan sekali untuk memberikan penghasilan tambahan bagi rumah tangga yang terlibat,” ujar Setiyo.

Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” mendapatkan apresiasi dari Ratu Belanda Queen Maxima dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Financial Health (UNSGSA) saat kunjungannya ke Indonesia pada 26 November 2025 untuk menyaksikan langsung program ini dan bertemu dengan para nasabah KPR BTN.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita turut mengapresiasi para nasabah KPR BTN yang menunjukkan antusiasmenya untuk turut terlibat dalam Program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”. “Kami berharap lebih banyak lagi nasabah KPR BTN yang tertarik untuk ikut mengumpulkan sampah dalam program ini, sehingga mereka dapat merasakan manfaatnya terhadap pengelolaan keuangan keluarga,” ujarnya.

Setiyo mengatakan, apresiasi tersebut menjadi bukti pengakuan dunia internasional terhadap komitmen BTN dalam penerapan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environment, Social, and Governance/ESG). Hal ini sejalan dengan keberhasilan BTN meraih ESG Rating AA berdasarkan MSCI ESG Ratings pada 2025, yang menunjukkan bahwa perseroan menjadi bank paling terdepan di antara seluruh perbankan nasional dalam komitmen dan realisasi penerapan ESG.

Untuk semakin memantapkan posisinya dalam prinsip keberlanjutan, BTN berharap dapat meningkatkan total loan portfolio-nya di sustainability atau ESG menjadi 60% pada 2026 dari 52% saat ini. “Portofolio ESG BTN juga termasuk pembiayaan kepemilikan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), karena memberdayakan MBR termasuk aspek sosial dalam ESG,” ujarnya.