Bisnistoday– Indonesia sebagai negara rawan bencana, membutuhkan penguatan sistem dan pemahaman kesiapsiagaan komprehensif diseluruh lapisan masyarakat. 

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 4.700 kejadian bencana alam sepanjang 2025. Untuk itu, upaya mitigasi tidak cukup bertumpu pada teknologi semata, tetapi juga membutuhkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menjalankan langkah respons tepat, guna menekan risiko korban.

Menjawab hal tersebut, TOA Indonesia bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia menghadirkan rangkaian inisiatif kolaboratif bertajuk “When Knowledge Meets Readiness”, yang menyasar 5.000 siswa sekolah dasar (SD) di wilayah rawan bencana.

Brand & Community Manager TOA Indonesia, Clara Dinny Aryanti menyampaikan, “Selama ini, TOA Indonesia dikenal luas untuk penyediaan sistem pengeras suara di rumah ibadah. Namun, lebih dari itu, TOA sebagai perusahaan yang berakar dari Jepang memiliki DNA kuat dalam pengembangan sistem peringatan darurat. Kami meyakini bahwa peran TOA di Indonesia tidak berhenti pada kehadiran perangkat semata, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat diimplementasikan secara optimal, hingga memberikan kontribusi nyata dalam melindungi masyarakat,” ujar Clara Dinny Aryanti dalam siaran pers nya, Depok 4/5/26.

Kolaborasi ditandai dengan peluncuran dua video animasi edukasi siaga bencana di Aula Prof. Dr. Soemantri Brodjonegoro, FMIPA Universitas Indonesia, Depok. Dan  dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D., Presiden Direktur TOA Indonesia, Hendrick Halim, serta Dosen Prodi Geologi & Geofisika FMIPA Universitas Indonesia, Twin Hosea W. Kristyanto, M.T. selaku moderator diskusi.

Dua video animasi edukasi bertajuk “Aku Harus Apa?”, akan disosialisasikan di SD wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Konten ini mengangkat langkah respons sederhana namun krusial yakni kebakaran, gempa bumi, dan tsunami. Pendekatan ini untuk menempatkan anak-anak sebagai penggerak edukasi sejak dini.

Melalui animasi, pesan kesiapsiagaan diharapkan dapat tersampaikan secara lebih efektif, sehingga dapat menjembatani kesenjangan pemahaman yang selama ini terjadi.

Materi video dikembangkan melalui riset kolaboratif bersama para ahli, termasuk referensi dari Research Institute of Disaster Science (IRIDES) di Tohoku University, Jepang, serta observasi lapangan di berbagai daerah lokal.

Sejalan dengan visi TOA Indonesia, Dosen Prodi Geologi & Geofisika FMIPA Universitas Indonesia, Asri Oktavioni Indraswari, S.T., M.Sc., D.Phil. mengutarakan, “Literasi kebencanaan di Indonesia masih membutuhkan upaya ekstra dalam hal bagaimana masyarakat menerjemahkan informasi menjadi tindakan. Pertemuan dengan TOA Indonesia dalam forum ilmiah AIWEST telah membuka peluang kolaborasi baru untuk menjawab tantangan ini. Hari ini menjadi kelanjutan dari komitmen yang telah dibangun bersama, dengan harapan dapat menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Selain video animasi, TOA Indonesia juga berkomitmen mendukung implementasi perangkat komunikasi darurat di sekolah-sekolah dasar wilayah rawan bencana. Sistem komunikasi darurat terintegrasi ini membantu penyampaian pesan evakuasi secara cepat dan terkoordinasi, baik didalam maupun luar ruangan, serta dirancang sebagai bagian dari early warning system untuknmendukung respons yang lebih sigap.

Analis Kebencanaan BNPB, Trevi Jayanti Puspasari turut menanggapi positif, “Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya di lapangan. Akademisi menghadirkan basis ilmiah, sementara industri membawa kapabilitas teknologi dan implementasi,” ujarnya.

Ke depan, TOA Indonesia dan Universitas Indonesia berharap kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Perangkat TOA sendiri telah digunakan di sejumlah landmark dunia, seperti Stadion Noevir Kobe, Gedung Taipei 101, hingga Lapangan Tenis Wimbledon. Dewi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *