
Bisnistoday- Panorama Media resmi membuka FLEI Business Show edisi ke-27 dan Café & Brasserie Expo Indonesia (CBE) edisi ke-9 di NICE PIK 2, Tangerang. Pembukaan dihadiri jajaran Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan KADIN Indonesia.
Kedua pameran menghadirkan ekosistem bisnis yang saling melengkapi: FLEI mempertemukan pemilik brand waralaba dengan calon mitra dan investor, sementara CBE mempertemukan pelaku usaha kafe, restoran, dan bar dengan para pemasoknya.
“Industri waralaba memiliki peran penting dalam memperluas kesempatan berusaha dan menggerakkan perdagangan dalam negeri. Kami mendorong brand lokal untuk terus memperkuat standar bisnisnya agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global, dan pameran seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk mempertemukan pemilik brand dengan calon mitra,” ujar Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si, saat pembukaan, Tangerang 9/10/26.
Pameran ini berkolaborasi dengan asosiasi industri, seperti Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), dan Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO).
“Kami menghadirkan kedua pameran ini berdampingan karena kebutuhan pasarnya saling terhubung. Investor yang menemukan konsep usaha di FLEI juga membutuhkan pemasok dan peralatan di CBE. Dengan mempertemukan seluruh mata rantai tersebut di satu lokasi, kami ingin setiap kunjungan menghasilkan tindak lanjut bisnis yang nyata,” ujar Royanto Handaya, President Director Panorama Media.
FLEI Business Show: Brand Lokal Kian Kuat, Peluang Ekspansi Regional Terbuka
Kementerian Perdagangan mencatat, hingga Agustus 2026 jumlah Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk brand lokal mencapai 169, melampaui 163 STPW brand asing. Satu dekade sebelumnya, porsi brand asing masih sekitar 70 persen.
“Brand waralaba lokal kini telah sejajar, bahkan mulai melampaui brand asing dari sisi jumlah pendaftaran. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap brand dalam negeri terus meningkat. Namun, calon mitra tetap perlu cermat, dan pameran seperti FLEI memberi ruang untuk membandingkan secara langsung serta memastikan brand yang dipilih telah terdaftar resmi,” kata Ketua Umum WALI Levita G. Supit S.H., M.H yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Kadin bidang Franchise.
Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, FLEI menghadirkan International Business Summit yang mempertemukan pelaku usaha dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Malaysia.
“Banyak brand Indonesia, khususnya di sektor kuliner dan kopi, telah memiliki daya saing untuk masuk ke pasar regional. Yang dibutuhkan adalah akses jejaring dan mitra yang tepat, dan forum seperti International Business Summit membuka peluang tersebut,” ujar Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor KADIN Indonesia.
Café & Brasserie Expo: Ruang Temu Industri Kafe dari Hulu ke Hilir
Pameran ini mempertemukan pemilik kafe dan restoran, pengelola outlet, barista, hingga calon pengusaha dengan pemasok kopi, teh, cokelat, beer, wine, dan spirits, peralatan dan solusi usaha.
Prospek industri ini ditopang oleh pasar domestik yang terus bertumbuh. Laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memproyeksikan konsumsi kopi Indonesia pada 2024/2025 mencapai 4,8 juta karung berukuran 60 kilogram, naik dari 4,45 juta karung pada 2020/2021.
“Pertumbuhan jumlah kedai kopi berdampak langsung pada permintaan biji kopi dalam negeri, yang pada akhirnya menguatkan petani dan roaster lokal. Semakin banyak pelaku usaha kafe yang menggunakan kopi Nusantara, semakin besar nilai tambah yang kembali ke hulu,” tutur Irsan Yumeno, Ketua Umum DPP ASKI. Bori