Bisnistoday- Desa Adat Sade salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, memiliki sejarah panjang, dimana adat suku Sasak telah berlangsung kurang lebih 1.500 tahun yang lalu. Dinas Pariwisata setempat pun menjadikan Desa Adat Sade sebagai desa wisata karena keunikannya. 

Dari tahun ke tahun kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri ke Desa Sade terus meningkat. Apalagi sejak peresmian Bandara Internasional Lombok Praya pada 2011 semakin memudahkan wisatawan untuk berkunjung. Hingga saat ini masyarakat Desa Sade masih melestarikan keunikan adat suku Sasak, seperti bentuk bangunan, tradisi kawin culik, dan masih banyak lagi.

Bangunan-bangunan rumah juga masih terkesan sangat tradisional. Atapnya terbuat dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah. Orang Sasak Sade menamakan bangunannya bale. Dengan keberagaman budaya dan keunikan Desa Adat Sade menjadi destinasi wisata yang menarik.

Sayangnya keindahan dan keunikan Desa Adat Sade hangus terbakar pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Berdasarkan data sementara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah serta tim lapangan Politeknik Pariwisata Lombok per 27 Agustus 2026, kebakaran di Desa Adat Sade berdampak pada 189 kepala keluarga dan 320 pelaku pariwisata.

Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade pada 22 Agustus 2026 juga tercatat menyebabkan kerusakan 75 bangunan rumah adat, 69 toko seni, delapan lumbung alang, satu menara pantau, empat Berugak Sekenam, enam Berugak Sakepat, satu Bale Beleq, dan beberapa fasilitas umum.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengemukakan perlunya penyusunan rencana jangka panjang yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, para mitra, dan masyarakat adat dalam upaya pemulihan Desa Adat Sade, termasuk pelaksanaan rekonstruksi dan penggalangan dananya. 

Kementerian Pariwisata akan mendukung pemulihan ekosistem pariwisata di Desa Adat Sade, termasuk membantu meningkatkan kapasitas dan memberdayakan masyarakatnya.

“Kami dari Kementerian Pariwisata bersama poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat,” katanya dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia juga menyampaikan perlunya penyusunan rencana induk rekonstruksi desa adat yang melibatkan masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan desa adat. 

Sebagai wujud nyata dari komitmen kepedulian sosial perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat, Germany Brilliant (GB) Sanitaryware menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Sasak untuk membantu meringankan beban masyarakat. 

Tim Germany Brilliant turun langsung ke Desa Adat Sade untuk menyalurkan berbagai bantuan pokok sandang, pangan guna meringankan beban kebutuhan harian warga. Bantuan yang didistribusikan meliputi bahan pangan esensial serta kebutuhan khusus untuk anak-anak dan balita, antara lain:

1 Beras untuk kebutuhan pangan utama keluarga. Susu dan makanan anak-anak untuk mendukung pemenuhan gizi generasi muda.Pampers untuk keperluan kesehatan dan kebersihan balita.
2 Terpal sebagai bantuan sarana prasarana penunjang warga membuat atap sementara untuk rumah yang terbakar.
“Kegiatan CSR ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk senantiasa hadir dan memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan membawa kebahagiaan bagi warga Desa Sasak,” ujar Yapto Wijaya, General Manager Germany Brilliant.

Lebih lanjut Yapto mengatakan membangun kehidupan bukan hanya tentang sanitasi yang baik, tapi tentang mengembalikan senyum dan martabat kemanusiaan. Sade Bangkit Sade Lestari. 

Melalui program yang berkelanjutan ini, Germany Brilliant berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada inovasi produk perlengkapan rumah tangga berkualitas, tetapi juga terus konsisten dalam membangun dan memperkuat solidaritas sosial demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dewi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *