Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, BTN Jadi yang Terdepan Bantu Rakyat Miliki Rumah Impian

BISNISTODAY.COM, Jakarta – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penting bagi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk menunjukkan kiprahnya sebagai mitra utama pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Melalui peran strategisnya sebagai bank pembiayaan perumahan nasional, BTN menjadi garda terdepan dalam mendukung visi pemerintah menjadikan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau sebagai bagian dari pemerataan ekonomi nasional.

Hingga akhir September 2025, BTN telah menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebesar Rp186,58 triliun, naik 8,0% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp172,76 triliun. Artinya, BTN telah mengucurkan sekitar Rp13,82 triliun agar masyarakat dapat memiliki rumah subsidi dalam satu tahun terakhir atau kurun waktu yang tidak jauh berbeda dengan satu tahun periode pemerintahan Presiden Prabowo.

Selain itu, sebagai wujud komitmen program Tiga Juta Rumah, pemerintahan Presiden Prabowo pada bulan Juni 2025 memutuskan untuk menaikkan kuota KPR FLPP dari 220.000 menjadi 350.000 secara nasional untuk tahun 2025. Dari total nasional, BTN dipercaya menyalurkan 220.000 unit dan tetap menjadi penyalur KPR subsidi terbesar dengan pangsa pasar sekitar 62%.

“Dengan kuota 220.000 unit untuk BTN, artinya BTN mengakadkan 220.000 rumah pada tahun ini saja. Kalau dibagi dengan jumlah hari kerja, setiap hari BTN mengakadkan 1.000 rumah. Ini mesin KPR terbesar yang pernah ada di Indonesia,” tukas Nixon di Jakarta belum lama ini.

Klaim BTN sebagai mesin KPR raksasa ini bahkan diafirmasi oleh lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia. Dalam keterangan tertulisnya belum lama ini, Fitch menyatakan bahwa sangat sulit untuk mencari pengganti BTN yang selama ini berperan khusus dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan.

Dengan posisinya sebagai mitra utama pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan rumah bagi rakyat, BTN terus konsisten mendukung program Tiga Juta Rumah. Setelah dilantik pada 20 Oktober satu tahun yang lalu, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kabinet dan visi-misi pemerintahannya, yang terdiri dari Delapan Misi atau Asta Cita. Di antara misinya itu, terdapat misi “Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan”. Pemerintahan Prabowo meyakini, program Tiga Juta Rumah dapat menjadi kunci untuk mengentaskan kemiskinan melalui sektor perumahan.

Pemerintahan Prabowo dengan target tiga juta rumahnya — yaitu dua juta di perdesaan dan satu juta di perkotaan — bahkan percaya bahwa pembangunan rumah secara masif dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Hal ini diperkuat dengan kajian yang dilakukan BTN melalui unit Housing Finance Center-nya, bahwa sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 185 sub-sektor ekonomi lainnya.

Dengan semangat mendukung Asta Cita pemerintahan Prabowo, BTN berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) di sektor perumahan, mulai dari developer maupun BUMN, startup, hingga komunitas di akar rumput seperti driver ojek online, pedagang kecil, dan pangkas rambut dalam rangka memberikan akses pembiayaan kepada pekerja sektor informal. Selain dengan pihak di negeri sendiri, BTN bahkan merambah ke tingkat internasional berkat dukungan pemerintah dengan berkolaborasi bersama investor dari Qatar, yakni AlQilaa Group yang mendukung pembangunan hunian vertikal bersubsidi di Indonesia.

Nixon mengatakan, BTN mengapresiasi Presiden Prabowo yang menaruh perhatian besar terhadap sektor perumahan melalui berbagai upaya-upaya perbaikan dan simplifikasi sejumlah perizinan yang ada di sektor perumahan. Contohnya, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk rumah subsidi bagi MBR dan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sehingga memangkas biaya kepemilikan rumah secara signifikan. Kebijakan stimulus yang terbaru bagi perbankan, yakni penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun untuk bank Himbara dan BSI, dengan alokasi untuk BTN sebesar Rp25 triliun juga dinilai sangat membantu BTN dengan ketersediaan likuiditas untuk mendukung penyaluran kredit ke sektor perumahan.

Nixon juga mengapresiasi pemerintah yang telah menyesuaikan aturan maksimal penghasilan untuk MBR penerima program FLPP yang terbagi dalam beberapa zona. Untuk wilayah Jabodetabek ditetapkan Rp12 juta untuk single income dan Rp14 juta untuk joint income bersama pasangan. Menurut Nixon, kebijakan ini memperlebar akses bagi masyarakat yang penghasilannya dianggap tanggung atau di level menengah untuk dapat ikut menikmati program KPR subsidi.

Dengan begitu, KPR FLPP akan terus diminati oleh masyarakat sebagai solusi untuk memiliki rumah layak huni dengan biaya yang terjangkau. “Mudah-mudahan kebijakan ini dapat memperbaiki kemampuan bayar para pembeli rumah,” ujarnya.

Berbagai upaya percepatan tersebut memberikan dorongan bagi BTN untuk getol merealisasikan KPR subsidi bagi MBR agar pemerintahan Prabowo dapat mengurangi backlog (kekurangan) perumahan yang masih mencapai sekitar 9 juta sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Selain aktif memberikan masukan kepada pemerintah, BTN juga memastikan kesiapan ekosistemnya bersama sektor perumahan, serta melakukan penyesuaian proses bisnis dan kapasitas operasionalnya untuk mendukung program Tiga Juta Rumah, sejalan dengan transformasi yang telah dimulai beberapa tahun ke belakang, termasuk di sisi digital. Inisiatif digitalnya yang paling utama yakni super app Bale by BTN yang terintegrasi dengan Bale Properti untuk membantu masyarakat memilih rumah impiannya dan mengajukan KPR secara online.

“Ekosistem perumahan dan transaksi perbankan yang komprehensif dapat diakses hanya dalam genggaman tangan melalui satu aplikasi saja secara end-to-end. Dengan upaya ini, BTN beraspirasi menjadi bank transaksional sehingga BTN dapat memiliki mesin funding atau pendanaan yang berkelanjutan untuk mendukung program pembangunan perumahan nasional,” pungkas Nixon.

SOME BY MI Hadirkan Dua Produk Baru Retinol

Bisnistoday menpar — Brand clean-derma asal Korea, SOME BY MI, resmi meluncurkan dua produk terbaru yang melengkapi lini Retinol andalannya, rangkaian perawatan kulit yang telah menjadi favorit konsumen di berbagai negara.
 Lini Retinol SOME BY MI dikenal dengan kombinasi Retinol, Retinal, dan Bakuchiol sebagai bahan utama, menghadirkan formula yang lembut namun efektif bahkan untuk kulit sensitif. Sejak debut globalnya, rangkaian ini terus menjadi salah satu koleksi terlaris dan ikon dari SOME BY MI.

Dua inovasi terbaru yang kini hadir adalah Retinol Bakuchiol Bubble Toner dan Retinol Bakuchiol Dual Cream. Retinol Bakuchiol Bubble Toner merupakan first-step toner dengan micro-bubble ultra halus yang menyerap cepat ke kulit, membantu melembapkan, memperbaiki tekstur, mengecilkan pori, dan menyamarkan bekas jerawat.

Toner ini juga telah  tersertifikasi vegan, telah melalui uji dermatologis rendah iritasi, dan aman digunakan setiap hari. Untuk hasil kulit yang makin glowing, cukup gunakan 2–3 lapisan seperti masker hidrasi ringan.
 Sementara itu, Retinol Bakuchiol Dual Cream hadir dengan tekstur soufflé ganda berwarna kuning dan ungu yang memisahkan bahan aktif agar tetap stabil dan bekerja maksimal.Bagian kuning mengandung Retinol & Retinal untuk memperbaiki pori dan tekstur kulit, sedangkan bagian ungu diperkaya Bakuchiol & Collagen Water untuk menjaga elastisitas dan kekenyalan.

Formula ganda ini telah teruji secara klinis mampu memberikan perbaikan instan pada tekstur kulit dan tampilan pori, menghasilkan efek glass skin yang lembut dan bercahaya alami. Kedua produk ini dirancang untuk bekerja lebih optimal bila digunakan bersama Retinol Serum dari SOME BY MI, memberikan hasil sinergi glass skin yang lebih kuat.
 Dalam rangka peluncurannya, SOME BY MI menggandeng TikTokuntuk menggelar acara offline berskala besar bertajuk “#Our Glow Day: Awaken your glow with retinol today.” Acara ini diadakan di kantor pusat TikTok (MCC) dan dihadiri oleh para TikTok Affiliate serta influencer kecantikan. Selama acara, peserta mendapatkan edukasi mendalam mengenai kandungan dan keunggulan produk terbaru SOME BY MI, sekaligus menjadi yang pertama mencoba langsung Retinol Bakuchiol Bubble Toner dan Dual Cream.
 Sepanjang bulan November, promosi spesial dengan potongan harga menarik juga berlangsung di TikTok Shop, lengkap dengan kesempatan memenangkan hadiah eksklusif seperti AirPods Max, AirPods, hingga produk tren dari Korea. Informasi lengkap dapat dilihat melalui akun resmi @somebymi.official_id di Instagram dan TikTok.
 Tren glass skin yang kian digemari, khususnya di TikTok, menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap kulit yang halus, sehat, dan bercahaya. Melalui inovasi terbaru ini, SOME BY MI bertekad menyempurnakan rutinitas glass skin dan memperkuat posisinya sebagai brand retinol terdepan di pasar global.

CEO SOME BY MI, Jin Yoon-jin, menjelaskan, “Kami memperkuat lini Retinol best-seller kami dengan dua inovasi baru untuk menjawab kebutuhan konsumen global. Khususnya untuk pelanggan di Indonesia, kami menghadirkan formula ringan, tidak lengket, rendah iritasi, namun tetap memberikan hasil maksimal agar semua orang bisa mendapatkan kulit sebening kaca dengan SOME BY MI Retinol, “ujarnya dalam siaran persnya baru-baru ini. 
 Kini, SOME BY MI juga semakin memperluas jangkauannya ke pasar Amerika Serikat, Eropa, dan Amerika Latin, memperkokoh posisinya di kancah kecantikan global. Di Indonesia, produk terbaru ini sudah bisa didapatkan di toko resmi SOME BY MI di Shopee dan TikTok Shop. Dewi

barenbliss Luncurkan Koleksi Mewah ‘Aura Mood’: Crush at First Swipe, Tahan Lama Hingga 36 Jam!

Bisnistoday – barenbliss (BNB) kembali meluncuran koleksi yang menangkap esensi daya tarik mewah dan percaya diri: Crush at First Swipe. Koleksi ini menampilkan dua bintang utama: Aura Mood Transferproof Lip Cream (Matte & Vinyl) dan Bloomvegan Better Me 2 in 1 Cushion & Powder.

Dwi Agusti Maulidiya (Tia), Public Relations Manager barenbliss Indonesia dalam siaran press release nya Jakarta 31/11/25, mengungkapkan tema Crush at First Swipe merangkum pengalaman saat menggunakan produk ini, sebuah kesan mendalam dan tak terlupakan. Inovasi terbesar hadir pada lini Aura Mood Transferproof Lip Cream yang diklaim tahan hingga 36 jam.

Aura Mood Transferproof Matte Lip Cream: Menyajikan hasil akhir matte yang intens namun ringan. Dengan teknologi Transferproof Pigment dan diperkaya 7X Gemstone Mineral Care, lip cream ini menjamin warna yang menempel sempurna, anti-transfer, dan tahan lama.

Aura Mood Transferproof Vinyl Lip Cream: Menawarkan hasil akhir vinyl glossy yang mewah dan memikat. Selain klaim transferproof hingga 36 jam, produk ini dilengkapi Deep Moisture Lock dari Sodium Hyaluronate, Squalene, dan Vitamin E.

“Lip cream ini diciptakan untuk momen mewah dan percaya diri, di mana satu usapan mampu menciptakan Bliss Moments yang berani, hidup, dan memukau, siap untuk menghadapi hari tanpa perlu touch-up,” ujar Tia.

Bloomvegan Better Me 2in1 Cushion & Powder : Flawless Sejak Sentuhan Pertama

Inovasi Crush at First Swipe juga meluas ke kategori base makeup melalui Bloomvegan Better Me 2 in 1 Cushion & Powder yang dirancang untuk memberikan kulit yang tampak sempurna secara instan dan merawatnya secara berkelanjutan.

1 Sistem 2-in-1 untuk Flawless Finish:
– Cushion: Menyediakan dasar semi-matte yang diperkaya 10X Vegan Algae Extracts, – Vitamin C, dan Plant Water Essence.

-Matte Powder: Mengandung 2% Niacinamide dan Bakuchiol-VC untuk mengunci riasan, mengontrol minyak, dan memastikan hasil akhir matte bebas cakey dan minim oxidize hingga 12 jam.

2 Formula Skincare-Friendly: Kandungan Bakuchiol dan Niacinamide di dalamnya berfungsi untuk mencerahkan, menjaga elastisitas kulit, dan memastikan produk ini aman dan bermanfaat untuk digunakan setiap hari.

BNB dengan bangga menegaskan bahwa seluruh koleksi ini berpegangan teguh pada prinsip Clean Ingredients, 0% Alcohol, dan telah teruji secara dermatologis.

“Konsep Crush at First Swipe adalah tentang percaya diri yang instan. Kami Kami menghadirkan inovasi, baik pada daya tahan 36 jam Lip Cream maupun fungsi ganda Cushion, untuk menciptakan produk yang tidak hanya memenuhi janji clean beauty, tetapi juga memberikan dampak visual yang dramatis dan langsung terasa,” ungkap Dwi Agusti Maulidiya (Tia), Public Relations Manager barenbliss Indonesia.

Koleksi Aura Mood Transferproof Lip Cream dan Bloomvegan Better Me 2 in 1 Cushion & Powder telah diluncurkan pada tanggal 25 Oktober 2025. Dewi

BTN Dukung Indonesia Jadi Pusat Mode Melalui Jakarta Fashion Week 2026

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi menjadi Official Bank Partner pada gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 yang mengusung tema “The Legacy of Style”.

Keikutsertaan BTN dalam ajang mode terbesar di Indonesia ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung pengembangan industri kreatif serta mendorong kemajuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor fesyen nasional.

Sebagai mitra strategis, BTN berpartisipasi melalui program BTN Fashion Lab, sebuah inisiatif yang mempertemukan pelaku UMKM fesyen dengan desainer Indonesia untuk menciptakan kolaborasi kreatif berupa capsule collection yang ditampilkan dalam Dewi Luxe Market dan FashionLink Show.

Program ini menjadi wujud nyata dukungan BTN dalam membuka akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat kapasitas pelaku kreatif agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Corporate Secretary BTN, Ramon Armando menegaskan bahwa partisipasi BTN dalam Jakarta Fashion Week 2026 merupakan bentuk konsistensi perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

“BTN senantiasa konsisten hadir untuk mendorong regenerasi desainer muda Indonesia. Kami percaya, setiap daerah memiliki keunikan yang dapat menjadi kekuatan dalam industri mode nasional. Melalui pembiayaan dan literasi keuangan yang tepat, pelaku kreatif lokal bisa bersaing hingga ke pasar internasional,” ujar Ramon di sela sela pembukaan JFW awal pekan lalu.

CEO GCM Group sekaligus Chairman Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana, menyampaikan apresiasi atas kemitraan strategis dengan BTN yang memberikan ruang bagi regenerasi pelaku fesyen di Indonesia.

“Kami bangga memperkenalkan BTN Fashion Lab, sebuah inisiatif yang menghubungkan pelaku UMKM dengan desainer untuk menciptakan karya kolaboratif. Inisiatif ini tidak hanya mendorong pertumbuhan industri mode, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi para pelaku kreatif muda Indonesia,” ujar Svida.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa ajang JFW 2026 merupakan perayaan besar kreativitas dan budaya bangsa yang menjadi kebanggaan nasional.

“Malam ini adalah momen yang membanggakan bagi kita semua. Grand Opening Jakarta Fashion Week menandai perayaan besar kreativitas dan budaya bangsa,” ujarnya.

“JFW adalah panggung utama kreativitas anak bangsa. Di sinilah lahir kolaborasi antara tradisi dan inovasi, antara kekayaan wastra nusantara dan gaya hidup modern. Generasi muda kini semakin mencintai produk lokal karena mereka mencari authenticity, value, dan sustainability. Semangat inilah yang membuat industri mode kita semakin kaya dan tampil di kancah internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa Jakarta Fashion Week merupakan ruang penting bagi pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas anak bangsa.

“Jakarta Fashion Week menjadi panggung kolaborasi yang menunjukkan kecintaan kita terhadap wastra Indonesia dan kekayaan budaya daerah. Dari sini lahir karya yang membawa identitas bangsa ke kancah dunia,” ujarnya.

Dengan semangat The Legacy of Style, BTN berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, menghadirkan solusi keuangan bagi pelaku usaha kreatif, serta mendorong Indonesia menjadi pusat mode dan gaya hidup di kawasan Asia Tenggara.

Menpar, Dunia Pariwisata Global Saat Ini Mengalami Pergeseran Tren yang Cukup Signifikan

Bisnistoday – Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2026 yang merupakan program flagship Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) kembali digelar di Artotel Harmoni-Gajah Mada Jakarta, pada Rabu, 29 Oktober 2025. Mengusung tema Navigasi Menuju Pariwisata yang Lestari, Berdaya, dan Menguntungkan, acara dibuka oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana.

Menpar menyampaikan bahwa dunia pariwisata global saat ini mengalami pergeseran tren yang cukup signifikan. Salah satunya perubahan pola pemilihan destinasi.

Terkait pola sumber wisatawan, Widi mengungkapkan jika sebelumnya pasar didominasi oleh wisatawan asal Amerika Utara, Eropa Barat, dan Asia Timur,  kini proporsinya semakin beragam. “Negara-negara dari Amerika Selatan, Asia Selatan, dan Timur Tengah diperkirakan akan masuk ke dalam 15 besar pasar outbound pada tahun 2040,” ucap Widi saat press conference. 

Sementara dari sisi perubahan pola pemilihan destinasi, Menpar mengungkapkan bahwa destinasi wisata yang sebelumnya bukan top of mind atau sekadar detour, kini justru semakin diminati. Itu karena wisatawan mencari pengalaman baru di destinasi yang unik.

“Perjalanan intraregional juga akan semakin diminati. Di Asia Tenggara, diperkirakan akan meningkat dari 24 persen pada 2023 menjadi 30 persen pada 2030,” sebutnya.

Dukungan Investasi
Dengan perubahan tren tersebut, Indonesia berpeluang untuk mendapatkan manfaat lewat beragam strategi, termasuk mengemas ulang dan memperkaya produk wisata, menggabungkan destinasi populer dengan destinasi niche di sekitarnya, dan menciptakan paket wisata yang lebih otentik.

“Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman. Destinasi berdekatan pun menawarkan pesona berbeda, mulai dari alam, budaya, dan kuliner. Misalnya, wisatwan ke Bali dapat menikmati pantai dan resort, sekaligus melanjutkan ke Banyuwangi untuk merasakan sisi lain di Pulau Jawa,” ujarnya.

Untuk hasil yang optimal, pelaksanaannya memerlukan investasi. Deputi Bidang Industri dan Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Rizki Handayani menyatakan ada dua jenis investasi yang dibutuhkan, yakni investasi bersifat fisik dan investasi sumber daya manusia. Dari segi investasi fisik, ia menekankan pentingnya menyeimbangkan supply dan demand yang jelas sehingga investor tertarik menanam modal.

“Oleh BKPM, kami itu ditarget sampai tahun 2029 itu ada sekitar Rp350 triliun investasi di sektor pariwisata, di mana setiap tahun sekitar Rp70 triliunan. Ini angka yang tidak sedikit. Dan kemudian dari angkat tersebut, lebih dari 50 persen ditargetkannya di 10 DPP (Destinasi Pariwisata Prioritas),” kata Kiki.

Dukungan Para Pelaku Industri
SVP Corporate Secretary Injourney Yudhistira Setiawan menyatakan bahwa Indonesia memiliki aset pariwisata terbesar di Asia Tenggara, tetapi kunjungan wisatawannya termasuk rendah. Capaiannya masih di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam saat ini. Situasi itu menantang Indonesia dalam menarik investasi lebih besar. 

“Untuk bisa mendapatkan investasi dan juga mengembangkan area, kita perlu tahu dulu positioning dari masing-masing destinasi seperti apa. Karena sangat disayangkan apabila kita sudah memiliki aset pariwisata yang sudah sedemikian banyak, besar, dan potensial, tetapi kunjungan wisatawanya masih sangat minim,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengedepankan lima pilar untuk mengatasi tantangan, meliputi atraksi dan program; pengembangan destinasi; konektivitas; penyiapan infrastruktur dan amenitas; pariwisata berkelanjutan; serta people and hospitality. Saat ini, InJourney berfokus pada pengembangan wisata di lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), yakni Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang.

Sementara, Eduard Rudolf Pangkerego, Chief Operating Officer, Artotel Group, menekankan tentang penerapan praktik berkelanjutan di bisnis perhotelan yang dikelolanya. Hal itu merupakan wujud pertanggungjawaban terkait dampak bisnis yang ditimbulkan. Di samping, tren pariwisata berkelanjutan juga semakin meningkat belakangan ini.

“Sekarang di bursa efek, kita harus keluarkan ESG Report yang benar. Kami menyentuh green investment, aktivitas-aktivitas yang lebih hijau. Tidak hanya di green, tapi juga blue economy. Untuk itu, kami meluncurkan program The Art of Goodness. Selain semata-mata profit, kita juga bertanggung jawab terhadap people dan planet,” katanya.

Tren Pariwisata di Asia Pasifik
Vivin Harsanto, Executive Director, Head of Growth & Head of Strategic Consulting, JLL Indonesia menyoroti tentang tren pariwisata yang berkembang di Asia Pasifik. Berdasarkan hasil survei dengan 1000 responden Gen Z dan milenial, disimpulkan bahwa mereka meminati aktivitas yang berkaitan dengan alam, seperti kemping, trekking, dan diving.

Muncul pula minat wisata budaya dan heritage yang autentik. Di samping itu, wellness dan spa juga diminati sebagai daya tarik wisata. Berikutnya adalah wisata belanja dan disusul dengan wisata kuliner. “Mungkin kalau di Jakarta dibuat satu walking tour gastronomi Betawi, keliling mulai dari Petak Sembilan sampai Monas, misalnya,” katanya.

Hanya saja, pengembangannya menghadapi tantangan. Utamanya adalah konektivitas. Calon wisatawan semakin memperhitungkan biaya perjalanan dengan membandingkan pengalaman yang bisa diperoleh dari destinasi-destinasi berbeda. “Itu sebetulnya menjadi comparison our tourism against Southeast Asia atau Asia Pasifik,” kata Vivin.

Tantangan lain yang muncul adalah akses internet yang belum merata, terutama di daerah-daerah terpencil. Juga, ketergantungan pada uang tunai, khususnya jika berwisata ke daerah terpencil yang belum familiar dengan QRIS atau pembayaran digital lainnya.

Studi juga menemukan bahwa keterbatasan hiburan juga menjadi tantangan yang harus diatasi berikutnya. Selain, kualitas akomodasi yang perlu ditingkatkan, baik secara fisik maupun keterampilan para pekerja di bidang hospitality. 

Melalui ITO 2026, Forwaparekraf menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar wacana, melainkan arah baru bagi industri pariwisata Indonesia. Pertumbuhan ekonomi tetap menjadi tujuan, tetapi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan kelestarian lingkungan. Dewi

Dukung Pembangunan Jakarta, BTN Berikan Layanan Perbankan Untuk Ancol

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Taman Impian Jaya Ancol dalam pemanfaatan layanan jasa perbankan.

Melalui kerja sama tersebut, BTN dan Ancol berkomitmen mendukung pembangunan kota Jakarta melalui peningkatan pelayanan dan infrastruktur pendukung kawasan hiburan Ancol.

Penandatanganan kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya oleh BTN, Pembangunan Jaya Ancol, dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) pada 19 Agustus 2025, yang disaksikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam kerja sama kali ini, BTN menyediakan layanan jasa perbankan untuk Ancol yang akan mendukung operasional kawasan hiburan tersebut.

“Kerja sama ini akan memperkuat hubungan istimewa antara sektor perbankan dan sektor pariwisata, karena Ancol adalah salah satu tempat pariwisata terkenal di Jakarta. Tidak ada orang Indonesia yang tidak tahu Ancol, dan merupakan impian semua anak-anak Indonesia untuk bisa liburan ke Ancol. Jadi, sinergi ini diharapkan akan meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat untuk datang ke Ancol melalui program yang akan kita sebut ‘Kembali ke Ancol’,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam sambutannya pada acara penandatanganan kerja sama BTN dan Ancol di Jakarta, Kamis (30/10).

Melalui kerja sama ini, BTN memberikan dukungan yang akan mempromosikan branding dan naming BTN serta renovasi atau revitalisasi sarana dan prasarana di kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol. Nixon mengatakan, melalui program pemberian sponsor ini, BTN dan Ancol akan melakukan promosi bersama untuk memberikan manfaat kepada kedua belah pihak sekaligus eksposur kepada masyarakat.

Selain itu, BTN juga menyediakan solusi transaksi perbankan untuk Ancol kepada pengunjung dan mitra-mitranya, yang mencakup berbagai kanal pembayaran, di antaranya berupa QRIS, uang elektronik, kartu debit, kartu kredit, EDC, virtual account, dan Ancol Member Card. Ancol juga dapat memberikan diskon, harga khusus ataupun benefit lainnya kepada pengunjung yang menggunakan fitur atau produk BTN di kawasan ataupun restoran kelolaan Ancol.

Adapun dukungan yang diberikan BTN untuk operasional bisnis Ancol sebagai korporasi yaitu melalui layanan Bale Korpora serta giro atau deposito. Bale Korpora menjadi salah satu layanan andalan BTN untuk memberdayakan bisnis melalui transaksi dan pengelolaan keuangan yang seamless. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pengguna Bale Korpora yang mencapai 19.801 korporasi dan institusi hingga kuartal III-2025, naik 11,1 % year-on-year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan nilai transaksi tumbuh 8,3% yoy menjadi Rp163,4 triliun, dari sebelumnya Rp150,9 triliun.

“Dari kolaborasi ini, kita berharap akan ada beberapa kerja sama secara produk, wholesale solutions dan cash management. Kita akan handle transaksi Ancol agar lebih efisien, cepat, dan akurat. Begitu pula untuk pembayaran ritel baik online maupun offline, mulai dari ticketing hingga merchant. Dari situ, Ancol bisa mengetahui berapa omzet dari merchant-merchant di kawasan Ancol,” jelas Nixon.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Winarto mengatakan, pihaknya mengapresiasi dukungan BTN sebagai wujud sinergi dalam menjadikan Ancol sebagai kawasan ikonik pariwisata dan legacy (warisan) kota Jakarta. Sejak tahun 1960-an, Ancol mengelola dua core business yakni pengembangan kawasan properti dan pengelolaan kawasan rekreasi.

“Melalui penandatanganan kerja sama hari ini, BTN memberikan inspirasi kepada kami untuk menghidupkan kembali usaha properti Ancol. Sinergi dengan BTN juga memberikan kesempatan bagi Ancol untuk mengembangkan investasi di luar kawasan Ancol. Kami juga sedang menyiapkan suatu produk yang diharapkan juga didukung oleh BTN. Dengan antusiasme yang luar biasa, Ancol dan BTN secara bersama-sama akan saling mendukung, langgeng, dan memberikan manfaat,” tutur Winarto.

Melalui kerja sama ini, BTN menyediakan fasilitas pembiayaan yang lebih terjangkau untuk karyawan Ancol, yakni di antaranya bunga 2,6% tetap (fixed) selama 3 tahun untuk pembelian, renovasi, pembangunan rumah pertama maupun kedua ataupun apartemen. Nixon mengatakan, penawaran khusus tersebut termasuk tenor hingga 30 tahun sehingga angsurannya akan jauh lebih ringan. Selain itu, BTN juga menawarkan bunga kompetitif 0,46% per bulan untuk Kredit Ringan (KRING) BTN untuk memenuhi kebutuhan finansial pegawai.

Melalui kolaborasi ini, BTN dan Ancol meyakini bahwa komitmen bersinergi yang kuat dan kongkrit dalam mendukung pembangunan Jakarta dapat menjadikannya kota global yang lebih modern, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi semua warganya.

Genjot Dana Murah, BTN Resmi Luncurkan Tabungan BTN-HKBP

BISNISTODAY.COM, Tapanuli Utara– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi meluncurkan Tabungan BTN Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), di Auditorium HKBP Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara (Taput), Selasa (28/10). Peluncuran tabungan ini selain untuk mendukung kegiataan keagamaan, diharapkan bisa meningkatkan perolehan dana murah perseroan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, menjelaskan peluncuran Tabungan BTN–HKBP merupakan sebuah produk yang kami rancang dengan semangat transaksi, pelayanan dan kasih.

“Tabungan BTN–HKBP bukan hanya sarana menabung, tetapi juga bentuk iman yang bekerja melalui kasih, karena setiap dana yang ditabung akan memberikan manfaat tambahan sebesar 1% untuk disalurkan ke Gereja HKBP, di luar bunga yang diterima oleh nasabah,” katanya saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BTN dan HKBP di HKBP Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara.

Nixon melanjutkan dana tersebut akan disalurkan kembali untuk mendukung pelayanan dan kegiatan operasional gereja dan sebuah contoh indah bagaimana aktivitas finansial dapat menjadi sarana pelayanan rohani.

“Kami percaya, kerja sama ini akan menjadi langkah awal yang baik untuk kolaborasi yang lebih luas ke depan dan tidak hanya dalam bidang keuangan, tetapi juga dalam pemberdayaan pendidikan, sosial, dan ekonomi di lingkungan jemaat HKBP,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Nixon, kerja sama ini bukan sekadar bentuk kemitraan antara lembaga keuangan dan organisasi keagamaan, tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen kita untuk membawa kebaikan dan manfaat bagi masyarakat, khususnya jemaat HKBP di seluruh Indonesia.

“Sebagai bank yang berfokus pada pelayanan bagi masyarakat dan keluarga Indonesia, BTN ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai mitra yang turut mendukung penguatan peran gereja dan dunia pendidikan. Kami memahami betapa pentingnya pengelolaan keuangan yang efektif dan transparan di lingkungan gereja, serta kebutuhan akan kemudahan bagi para pendeta, pengurus, dan jemaat dalam mengatur keuangan serta mewujudkan kepemilikan rumah,” ujarnya.

Nixon mengatakan melalui kerja sama ini BTN berkomitmen untuk mendukung pengelolaan keuangan gereja yang lebih efisien dan profesional, serta memberikan kemudahan bagi jemaat dalam mengakses layanan keuangan dan juga

membantu para pendeta, pengurus, serta jemaat dalam memiliki hunian yang layak melalui berbagai program pembiayaan BTN.

“Akhir kata, Atas nama manajemen Bank BTN, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ompui Ephorus dan seluruh pimpinan HKBP atas kepercayaan dan kerja samanya. Semoga Tuhan memberkati langkah kita semua dan memberkati kerja sama ini agar membawa berkat bagi banyak orang,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ompui Ephorus (Ketua Umum) HKBP, Pdt. Victor Tinambunan, mengatakan, pihaknya merasa bersyukur dan menyambut baik kerja sama dengan BTN yang diharapkan mendukung peningkatan kesejahteraan jemaat dan pengembangan HKBP sebagai sebuah organisasi yang besar.

“Dengan adanya kolaborasi bersama BTN, kami berharap para pendeta, pengurus, dan jemaat dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan berkontribusi lebih besar bagi negara,” paparnya.

Sementara, Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) Dr Effendi MS Simbolon, mengatakan sangat bersyukur karena BTN percaya kepada UHN HKBP untuk melakukan kerjasama.

“Seperti yang disampaikan pak Dirut BTN kalau MoU ini sangat mulia ya, sebuah janji iman. Karena tidak mengurangi hak dari bunga yang didapat. Tapi justru ditambahkan ke rekening HKBP,” tutupnya.

Untuk diketahui potensi pengumpulan dana murah dari Tabungan BTN-HKBP ini sangat besar, dikarenakan jumlah jemaat HKBP saat ini mencapai 6,5 juta orang yang menjadikan HKBPorganisasi gereja terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Dengan menggandeng HKBP yang memiliki 6,5 juta jemaat, BTN menunjukkan keseriusan untuk menjadi penyedia layanan keuangan yang lebih komprehensif dengan didukung keunggulan layanan digital.

Cari Bibit Unggul Inovator Perumahan, Kick Start Kompetisi BTN Housingpreneur 2025 Resmi Digelar

BISNISTODAY.COM, Depok-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara resmi menggelar Kick Start BTN Housingpreneur 2025, sebuah ajang kompetisi inovasi di sektor perumahan yang bertujuan mencari bibit unggul wirausaha dan inovator untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional.

Acara perdana ini berlangsung di Auditorium Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia (UI) Depok, dan dihadiri ratusan mahasiswa serta masyarakat umum.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyampaikan BTN Housingpreneur merupakan gerakan akar rumput untuk menjaring ide-ide segar dan solusi inovatif dalam menjawab tantangan kepemilikan rumah di Indonesia.

“Masih banyak keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah. Sebagai negara terbesar di ASEAN, kontribusi sektor perumahan terhadap PDB kita justru paling rendah di kawasan. Melalui BTN Housingpreneur, kami ingin mendorong munculnya inovator yang bisa menawarkan solusi nyata untuk menjawab masalah perumahan dan menghasilkan bisnis dari inovasi tersebut,” ujar Setiyo dalam Kick Start BTN Housingpreneur 2025 di Auditorium Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok, Selasa (28/10).

Setiyo memaparkan, angka backlog atau kebutuhan akan rumah di Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan Asean atau sekitar 3,6 persen. Selain itu, rasio kredit pemilikan rumah (KPR) terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih rendah, hanya sekitar 3,4%, sementara negara lain seperti Filipina sudah mencapai 7–8%.

“Artinya potensi bisnis di sektor ini sangat besar. Tidak heran Presiden Prabowo Subianto menempatkan program perumahan sebagai salah satu prioritas utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tambah Setiyo.

Selain memiliki potensi besar, sektor perumahan juga memberikan multiplier effect yang luas. Pembangunan perumahan berpengaruh langsung ke 172 sektor industri, mulai dari toko bahan bangunan hingga tenaga kerja konstruksi. “Yang menarik, 95% industri perumahan di Indonesia bersumber dari lokal, sehingga sektor ini benar-benar mendorong ekonomi dalam negeri,” jelas Setiyo.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan melalui ajang ini, perseroan ingin para peserta menghadirkan ide-ide inovatif dan menggunakan bahan ramah lingkungan, hemat energi, serta mendukung prinsip keberlanjutan.

Ramon menambahkan BTN Housingpreneur 2025 bukan hanya ajang kompetisi bagi mahasiswa, tetapi juga terbuka bagi pengusaha yang sudah berjalan.

“Kami juga membentuk komunitas alumni dari tiap angkatan. Mereka saling berbagi pengalaman, berkolaborasi, bahkan menciptakan proyek bersama. Jadi, Housingpreneur bukan sekadar lomba, tapi sebuah movement untuk melahirkan wirausaha muda di ekosistem perumahan nasional,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Kerja Sama, Komersialisasi Aset, dan Kawasan Terpadu Universitas Indonesia, Winny Hanifiati Warouw, mengapresiasi langkah BTN menggelar kompetisi tahunan ini sebagai wadah kolaborasi antara dunia akademik dan industri.

“Dengan mengusung konsep eco-tech housing dan keberlanjutan, BTN Housingpreneur sejalan dengan semangat UI untuk membangun bangsa secara berkelanjutan. Kolaborasi antara kampus, industri, dan lembaga keuangan seperti BTN menjadi kunci lahirnya ekosistem inovasi di sektor perumahan,” tutur Winny.

Pada acara Kick Start ini juga digelar talk show interaktif menghadirkan berbagai narasumber, antara lain: Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, Asisten Profesor Departemen Arsitektur UI Dr. Miktha Farid Alkadri, Founder & CVO BARDI Smart Home Ryan Maurice Tallulah, serta Juara 2 BTN Housingpreneur 2024 Kategori Housing Related Innovation – Value Chain & Founder Plustik Reza Hasfinanda.

Setelah peluncuran di UI, BTN akan melanjutkan roadshow BTN Housingpreneur 2025 ke berbagai kampus besar yakni di Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian berlanjut ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mendaftarkan diri dan mendapatkan informasi lengkap melalui www.btnhousingpreneur.com atau akun Instagram resmi @btnhousingpreneur untuk mengikuti perkembangan terbaru ajang ini.

AQUA Elektronik Luncurkan Lemari Pendingin dengan Teknologi Unggulan

Bisnistoday – Solusi lemari pendingin (showcase) merupakan aspek penting dari industri makanan dan minuman (juga rumah tangga) untuk memastikan kesegaran produk seperti daging, susu, buah buahan, sayuran dan makanan minuman lainnya.

Dengan mempertahankan suhu dingin yang tepat, berkisar antara 2-8 derajat Celsius, hadirnya showcase dengan fitur antibakteri secara efektif menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, memperlambat aktivitas enzimatik yang menyebabkan pembusukan makanan, dan membantu mempertahankan nilai gizi produk.

Perlu diketahui bahwa suhu dingin yang tidak stabil dan seragam dapat mempercepat pertumbuhan bakteri, yang mengakibatkan pembusukan, hilangnya nilai gizi, dan potensi bahaya kesehatan. Selain itu, makanan yang disimpan dalam suhu dingin tetap mempertahankan rasa dan kesegarannya. Hal ini karena penyimpanan dingin membantu menjaga tekstur, rasa, dan kualitas keseluruhan barang yang mudah rusak.

Memahami hal itu, AQUA Elektronik menghadirkan lemari pendingin atau showcase AQB-460FW (kapasitas 396 liter) dan AQB-760FW (kapasitas 625 liter) dengan desain estetik dan memiliki kapasitas besar, serta hemat listrik.

“AQUA Elektronik berkomitmen menghadirkan perangkat elektronik rumah tangga dengan fitur terkini, desain estetik, hemat energi dan mampu melindungi makanan dan minuman dari kerusakan mikroorganisme/bakteri sehingga lebih awet, tetap terjaga nutrisinya dan dalam jangka panjang konsumen bisa berhemat,” kata Meiriano Ullman Head of Product Planning Department AQUA Elektronik Indonesia dalam siaran persnya. 

Sejumlah keunggulan produk showcase AQUA Elektronik dibandingkan pesaing yang patut menjadi sorotan, antara lain:
1. Desain estetik sesuai hunian kekinian Produk AQB-460FW dan AQB-760FW memiliki desain menawan estetik dan tahan lama.

2. Hemat energi dan biaya Dilengkapi kipas sentrifugal tipe DC dan multilayer berfungsi mengontrol pasokan udara dingin lebih presisi dan merata. Teknologi ini bekerja di tegangan 12V sehingga lebih baik dibanding dengan penggunaan kipas tipe AC. “Dengan demikian efisiensi pendinginan meningkat sehingga hemat listrik hingga 40 persen,” tutur Rian.

3. Adanya pintu kaca efektif mencegah kondensasi/pengembunan air di permukaan kacadengan teknologi gas argon di antara kedua kaca yang dapat mengatur sirkulasi udara, mengelola perpindahan panas dan meningkatkan isolasi panas dari luar.

4. Dengan fitur Sanitized Masterbatch to the Liner Material, yakni antibakteri yang 98 persen efektif menghambat pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri. Selain itu, mampu menahan erosi bakteri dan mencegah aroma tak sedap yang dihasilkan mikroorganisme.

5. Kapasitas lebih besar

6. Pendinginan lebih cepat

7. Penyimpanan dingin ini memiliki sistem pembersihan air beku secara otomatis, dialirkan langsung ke reservoir (tangki) selanjutnya dipanaskan dan diuapkan secara otomatis melalui tabung evaporator.

Selain itu, penempatan lampu LED di bagian atas kabinet menjadikan ruang penyimpanan lebih luas, sekaligus memudahkan untuk mengambil dan menempatkan minuman/bahan makanan lebih banyak dengan tampilan lebih baik.

Poin plus lainnya, showcase pada showcase ini dilengkapi empat roda kastor sehingga mudah dipindahkan. Dari sisi kekuatan, rak mampu menahan beban maksimum hingga 30 kg. Dewi

Kinerja Keuangan Tumbuh Gemilang, Laba Bersih BTN Tembus Rp2,3 Triliun

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil membukukan kinerja gemilang sepanjang periode Januari-September 2025, baik dari sisi pencapaian laba bersih, penyaluran kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), maupun peningkatan aset. Hal ini membuktikan transformasi yang dijalankan BTN berhasil membawa dampak yang positif terhadap kinerja bisnis perseroan.

Pada kuartal III-2025, BTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,3 triliun, bertumbuh double-digit sebesar 10,6% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,08 triliun.

Pencapaian laba bersih BTN dipicu oleh pendapatan bunga kredit yang naik 18,8% yoy menjadi Rp26,57 triliun hingga akhir September 2025, lebih tinggi dari kenaikan beban bunga yang sebesar 2,5% yoy menjadi Rp13,81 triliun. Kenaikan beban bunga dapat dijaga stabil seiring dengan upaya perseroan menggencarkan perolehan DPK berbiaya murah.

Upaya tersebut berbuah hasil pendapatan bunga bersih yang naik 43,5% yoy menjadi Rp12,76 triliun per akhir kuartal III-2025, serta margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang naik 101 basis poin (bps) menjadi 3,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,9%. Efisiensi yang dilakukan juga menghasilkan cost-to-income ratio (CIR) yang menurun ke level 47,8% hingga kuartal III-2025, dari periode yang sama tahun lalu sebesar 59,9%.

“BTN kembali membukukan laba bersih pada kuartal III-2025 berkat konsistensi kami menjaga pertumbuhan bisnis terutama di pembiayaan sektor perumahan dan transaksi keuangan yang beragam agar bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan. Upaya ini dilakukan dengan ditopang prinsip kehati-hatian dan perhitungan yang cermat atas kebutuhan di pasar,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (23/10).

Nixon menuturkan, BTN terus dipercaya oleh masyarakat sebagai bank pilihan untuk bertransaksi, seperti tercermin dari pertumbuhan DPK yang mencapai 16,0% yoy hingga kuartal III-2025, menjadi Rp429,92 triliun, dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp370,75 triliun. BTN mencatat pertumbuhan DPK di atas pertumbuhan di industri perbankan yang sebesar 11,18% yoy per akhir September 2025.

Pertumbuhan DPK tersebut ditopang oleh kenaikan di deposito ritel yang berbiaya lebih rendah dibandingkan deposito institusi skala besar. Selain itu, BTN juga menjaga pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) yang hampir mencapai separuh dari total DPK BTN per kuartal III-2025, termasuk di antaranya dipicu oleh peningkatan transaksi di aplikasi Bale by BTN.

Adapun jumlah user Bale by BTN telah mencapai 3,2 juta hingga akhir kuartal III-2025, naik 66,8% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebanyak 1,9 juta. Sedangkan jumlah transaksi Bale by BTN melonjak 96,0% menjadi 1,53 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 783,5 juta. Sementara itu, nilai transaksi di Bale by BTN mencapai Rp71,9 triliun hingga akhir September 2025, naik 19,6% yoy dari September tahun lalu sebesar Rp60,1 triliun.

“Peningkatan jumlah user dan transaksi melalui Bale superapp mendorong pertumbuhan saldo DPK di BTN, sehingga menunjukkan bahwa inisiatif digital yang kami lakukan terus meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memilih bertransaksi di BTN. Kami berharap sumber dana murah yang berkelanjutan ini akan menjadi mesin kekuatan baru bagi BTN sehingga kami dapat mencapai aspirasi menjadi bank transaksional di masa depan,” tutur Nixon.

Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan BTN tetap tumbuh positif sebesar 7,0% yoy menjadi Rp381,03 triliun hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp356,06 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor perumahan yang meningkat 6,4% yoy menjadi Rp322,53 triliun dan sektor non perumahan (non-housing loan) yang naik 10,7% yoy menjadi Rp58,49 triliun.

Di sektor perumahan, BTN membukukan penyaluran KPR Sejahtera FLPP (KPR subsidi) yang mencapai Rp186,58 triliun hingga kuartal III-2025, bertumbuh 8,0% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan KPR non-subsidi bertumbuh 7,3% menjadi Rp111,33 triliun, berkat strategi perseroan menggandeng para developer top nasional dan mengadakan penawaran bunga promo KPR.

“Keputusan pemerintah yang telah meningkatkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit tahun ini dan alokasi untuk BTN sebanyak 220.000 unit menopang pertumbuhan kredit dan pembiayaan subsidi di BTN, selain melalui berbagai insentif dan stimulus lainnya. Harapan kami adalah dengan dukungan pemerintah dan kerja keras BTN, semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati kepemilikan rumah dan meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Nixon.

Dengan pertumbuhan positif di sisi pendanaan dan pembiayaan, BTN mencatat loan-to-deposit ratio (LDR) di level 88,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 96,0%. Hal ini menunjukkan BTN telah memupuk likuiditas yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasinya.

Sementara itu, total aset BTN telah berhasil menembus Rp500 triliun sebelum tahun 2025 berakhir seperti yang diproyeksikan sebelumnya, dengan nilai sebesar Rp510,85 triliun hingga September 2025, naik 12,2% yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp455,10 triliun.

Unit Usaha Syariah Siap Lepas landas Jadi Bank Baru

Pertumbuhan unit usaha syariah (UUS) BTN sebelum lepas landas menjadi bank syariah baru terus menunjukkan kekuatan core business-nya di perumahan dan berbagai layanan syariah. Hingga kuartal III-2025, UUS BTN membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,4% yoy menjadi Rp592 miliar, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp546 miliar.

Pencapaian tersebut ditopang oleh peningkatan pembiayaan sebesar 19,7% yoy menjadi Rp51,10 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp42,70 triliun.

Sedangkan perolehan dana masyarakat juga meningkat double-digit sebesar 19,3% yoy menjadi Rp56,90 triliun pada akhir September 2025, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp47,68 triliun. Pertumbuhan positif di pembiayaan dan DPK berbuah peningkatan aset yang naik 18,4% yoy menjadi Rp68,36 triliun hingga kuartal III tahun ini, dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp57,72 triliun.

“UUS BTN tinggal selangkah lagi untuk tampil sebagai bank umum syariah dengan potensi yang sangat besar di industri perbankan syariah nasional. Dengan kehadiran Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai bank syariah baru hasil spin-off, kami meyakini akan lebih banyak masyarakat yang terlayani dengan prinsip syariah untuk berbagai kebutuhan keuangan mereka, sehingga dampaknya akan terasa untuk pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia,” kata Nixon.