Midea Luncurkan Celest Inverter, AC Pintar dengan Teknologi AI Pertama di Kelasnya

Bisnistoday – Midea Electronics Indonesia meluncurkan Midea AC Celest Inverter, ac pintar buatan dalam negeri yang diproduksi di pabrik Midea di Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. AC ini digadang-gadang menggunakan teknologi AI Ecomaster. Celest juga pendingin udara yang hemat energi, mendinginkan ruangan lebih cepat, serta mudah dirawat oleh pengguna maupun teknisi.

Product Management Head of Midea Electronics Indonesia Hendry Wijaya mengungkapkan, kehadiran Celest menjadi tonggak penting bagi Midea dalam menghadirkan inovasi relevan untuk konsumen dalam negeri.

“Midea ingin memastikan bahwa setiap inovasi yang kami hadirkan benar-benar memberikan manfaat yang terasa bagi pengguna. Melalui Celest, kami membawa teknologi AI yang bukan hanya pintar, tetapi juga praktis dan hemat energi, sehingga konsumen bisa menikmati kenyamanan maksimal dengan biaya operasional yang lebih rendah,” ujar Hendry saat peluncuran AC Celest di Jakarta, Kamis, 27 November 2025.

Midea AC Celest Inverter hadir dengan pilihan kapasitas 0,5 PK hingga 2,5 PK, sehingga memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk menyesuaikan dengan ukuran ruangan. Dengan konsumsi daya listrik yang rendah, pengguna hanya mengeluarkan biaya setara sekitar seribuan rupiah per hari. Ini membuat Celest menjadi salah satu AC inverter paling efisien di kelasnya dengan harga terjangkau dan desain modern dengan finishing doff. 

Keunggulan Celest diperkuat oleh empat fitur utama yang dioptimalkan untuk kebutuhan konsumen Indonesia. Teknologi AI Ecomaster dengan presisi suhu hingga 0,3°C mampu menyeimbangkan kenyamanan dan penghematan energi, memberikan efisiensi listrik hingga 30% dibanding mode standar. 

CoolFlash memastikan pendinginan berlangsung cepat bahkan saat suhu luar mencapai 55°C, memudahkan ruangan kembali sejuk dalam waktu singkat. Ketahanan jangka panjang Celest juga didukung fitur PrimeGuard, yang mengkombinasikan tabung tembaga TU1 tahan korosi, lapisan pelindung dengan ketahanan 12,5 kali lebih kuat dibanding Blue Coated Fins, serta kemampuan PCB untuk beroperasi dalam rentang tegangan yang lebih luas. 

Sementara itu, fitur I-Clean menghadirkan mekanisme pembersihan mandiri pada unit indoor dengan proses dedusting otomatis dan pembekuan evaporator hingga -10°C untuk mengangkat debu dan kotoran. Sehingga pemeliharaan harian menjadi lebih mudah dan unit tetap bekerja optimal.

Product Manager Residential Air Conditioner Midea Electronics Indonesia Windi Ario Wicaksono menambahkan bahwa Midea AC Celest Inverter merupakan kombinasi antara performa, daya tahan, perawatan yang mudah, dan desain modern yang semakin dicari oleh konsumen. 

“Berbagai fitur seperti AI Ecomaster, CoolFlash, PrimeGuard, dan I-Clean menjadi nilai tambah yang menjadikan Midea AC Celest sebagai ‘paket lengkap’ bagi pengguna yang menginginkan AC cerdas dan tahan lama dengan harga yang tetap terjangkau,” ujar Windi. Dewi

Germany Brilliant Serahkan Bantuan Keran dan Sanitary Untuk Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

Bisnistoday- Germany Brilliant (GB) produsen perlengkapan kamar mandi dan dapur terkemuka di Indonesia, menyerahkan bantuan perlengkapan sanitary (perlengkapan kamar mandi) ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon (Masjid Agung Cirebon) pada hari Kamis, 20 November 2025. Penyerahan perlengkapan sanitary ini diterima langsung oleh Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn.

Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn mengatakan, dahulu sejarah Cirebon dimulai dari masjid ini. “Alhamdulillah hari ini kita semua bisa berkumpul di Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang penuh sejarah. Sebelumnya saya sudah mendengar bahwa program ini digalakkan oleh GB dari masjid ke masjid. Alhamdulillah masjid ini termasuk dalam salah satu program GB,” ungkap Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn. 

“Mudah-mudahan kontribusi dari GB bisa bermanfaat untuk masjid ini dan orang yang beribadah semakin nyaman karena fasilitas untuk ibadah seperti keran air, toiletnya dan lain-lain bagus. Tentu kami haturkan rasa terima kasih kepada GB. Mudah-mudahan program ini dapat bisa dilanjutkan di kemudian har dan kita terus dapat berkontribusi pada tempat-tempat yang bersejarah ini,” tambah Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn, saat serah terima bantuan di Cirebon, 20 November 2025.

Yapto Wijaya, General Manager GB mengatakan, kegiatan dibawah payung Corporate Social Responsibility (CSR), GB lebih menekankan pada tempat atau rumah ibadah ini seperti masjid, gereja, pura, wihara dan lain-lain, yang bertujuan memberikan dampak positif seluas-luasnya bagi masyarakat. 

“Suatu kehormatan bagi GB bisa ke masjid yang berusia lebih dari 500 tahun dan kami juga mendapatkan sambutan dan tangan terbuka dari Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn. Sebelumnya kami memang sudah melakukan hal yang sama dibeberapa masjid seperti, Masjid Atta’awun Puncak Bogor, Masjid Nurul Musthofa Depok, dan juga rumah ibadah lainnya seperti Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi, Gereja, rumah panti jompo dan lain-lain,” ujar Yapto Wijaya. 

Yapto Wijaya menambahkan, dipilihnya Masjid Agung Cirebon karena Cirebon masih dekat dengan Jakarta dan menjadi salah satu destinasi wisata religi bagi umat muslim. “Hari ini kami mengganti semua keran wudhu sebanyak 80 buah yang sudah tidak layak pakai, agar tidak ada air yang menetes keluar, karena bocor itu mubazir. Kami juga mengganti kloset lama dengan kloset duduk. Semua pengerjaannya hanya memakan waktu 1-2 hari saja, karena sebelumnya ada tim yang sudah survey duluan,” imbuh Yapto Wijaya. 

Masjid Tertua di Cirebon
Masjid Agung Cirebon merupakan masjid kebanggaan sekaligus masjid bersejarah bagi masyarakat Cirebon. Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Cirebon dan dikenal juga dikenal dengan nama Masjid Agung Cirebon atau Masjid Sunan Gunung Jati yang dibangun pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati, tepatnya pada tahun 1498 M. Terletak di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, masjid ini disebut-sebut sebagai masjid tertua di Cirebon.

Moh. Ismail, Jupel Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan Pengurus Masjid Agung Cirebon mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada GB yang telah mengganti perlengkapan sanitary yang sudah tidak layak di masjid ini, sehingga menambah kenyamanan jamaah untuk beribadah. Program csr seperti ini baru pertama kalinya untuk penggantian sanitary dan mudah-mudahan bisa memotivasi perusahaan lainnya untuk hadir di masjid ini. 

“Selama ini kami memang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah karena kesulitan dalam administrasi. Jadi semua masjid di Indonesia harus terdaftar dalam SIMAS, aplikasi yang dibuat oleh Kementerian Agama dengan mengisi nama masjid, pemilik masjid, surat tanahnya, sertifikatnya dll. Nah itu semua itu tidak kami pegang, adanya di keraton yang saya sendiri belum dapat informasi untuk masalah administrasi ini bisa dikeluarkan atau tidak. Tetapi masjid ini tetap terdaftar di Kementerian Agama. Jadi memang harus ada kerjasama dari pihak keraton atau bisa jadi ini karena bagian dari keraton,” ungkap Ismail. 

“Dan yang urgent sebetulnya bagian atap masjid utama terjadi kebocoran. Dan kami sendiri sudah puluhan kali melakukan perbaikan dengan beberapa kali ganti tukang, tapi hasilnya tetap masih bocor. Kami tidak berani melakukan perbaikan besar karena masjid ini bagian dari situs sejarah dan budaya. Jangan sampai malah justru keaslian bangunan ini rusak. Kami berharap Dinas Kebudayaan, bisa membantu untuk perbaikan atap masjid,” ujar Ismail.

Ditemui di tempat yang sama, Syekh Nabil bin Sa’ad Sumair, pelantun Sholawat, mengatakan alhamdulillah pada kesempatan ini bisa bertemu bersama. Saya melihat masjid ini sungguh luar biasa. InsyaAllah Allah SWT terus mengokohkan masjid ini, dimakmurkan masjid ini, kemudian kegiatan-kegiatan yang ada di masjid ini mudah-mudahan terus menebar manfaat, karena Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, sebaik-baik manusia itu yang bisa memberikan manfaat untuk manusia yang lain,” tutup Syekh Nabil. Dewi

Queen Máxima, Apresiasi Inovasi BTN Bayar Cicilan KPR Pakai Sampah

BISNISTODAY.COM, Bekasi-Ratu Belanda Queen Máxima, dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kesehatan Keuangan (UNSGSA), memberikan apresiasi khusus atas inovasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang memungkinkan masyarakat mengurangi cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan menukarkan sampah rumah tangga.

Program bertajuk “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” ini dinilai sebagai terobosan inklusi keuangan hijau yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mengurangi beban sampah nasional di tingkat unit masyarakat terkecil.

Apresiasi tersebut disampaikan Queen Máxima saat meninjau langsung kawasan hunian BTN di Perumahan Gran Harmoni Cibitung, Bekasi, Rabu (26/11). Queen Maxima menyampaikan program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” merupakan contoh nyata bagaimana inovasi sederhana dapat memberi dampak besar bagi kehidupan masyarakat

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan program tersebut menjadi salah satu poin yang dilihat oleh Queen Máxima dalam kunjungannya ke Indonesia sebagai wujud peran aktif BTN di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (environment, social, and governance/ESG), selain upaya BTN memberikan akses pembiayaan untuk kepemilikan rumah dan literasi keuangan kepada masyarakat.

“Dari sisi ESG, ini tahun kedua kita sangat aktif mendorong project ESG di mana sampah rumah tangga dikumpulkan dan dikonversi menjadi rupiah, kemudian masuk ke tabungan untuk mengurangi angsuran yang bisa mencapai 10-15% per bulan. Jadi, kalau angsurannya sekitar Rp1,1-1,2 juta per bulan, nasabah bisa menabung dari sampah rumah tangga sekitar Rp100-200 ribu per bulan. Ini sekaligus membantu negara, bumi, dan lingkungan agar lebih bersih dan green,” ujar Nixon usai Kunjungan Queen Máxima di Cibitung, Bekasi, Rabu (26/11).

Nixon melanjutkan keluarga Indonesia rata-rata mampu menghasilkan hingga empat kilogram sampah per hari. “Sampah yang selama ini dianggap beban ternyata punya nilai ekonomi. Melalui program ini, sampah dipilah, ditimbang, dan dikonversi menjadi tabungan untuk mengurangi cicilan rumah. Semakin rajin memilah, semakin ringan cicilan mereka,” ujar Nixon.

Sementara itu, program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” telah diterapkan di beberapa lokasi. Hingga akhir 2026, BTN membidik akan melaksanakan program tersebut di 100 titik di Pulau Jawa. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pengembangan ekonomi hijau dan akselerasi penanganan sampah nasional.

Selain terkait inovasi tersebut, Queen Máxima juga mengunjungi rumah rendah emisi yang dibiayai dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Queen Máxima juga melakukan dialog dengan para debitur KPR Subsidi BTN, yakni Mursidi yang bekerja sebagai tukang bubur, Aisyah yang berkarier sebagai tenaga kesehatan, dan Fahrudin, pekerja di bengkel. Queen juga meninjau langsung akad massal KPR Subsidi bagi berbagai golongan pekerja, termasuk pekerja informal seperti supir taksi dan pengusaha barang bekas.

Nixon melanjutkan, pengembangan pembiayaan rumah rendah emisi BTN memiliki roadmap jangka panjang. BTN menargetkan pembangunan 150.000 unit rumah rendah emisi pada tahun 2029. Untuk tahap awal, BTN menjalankan proyek percontohan yang melibatkan delapan pengembang dengan total 1.317 unit rumah yang telah dibangun dan dipasarkan.

“Secara bertahap, akan ada 150.000 rumah dengan 30 persen porsi penggunaan material eco-friendly yang dibiayai BTN hingga 2029,” terang Nixon.

Dalam kesempatan tersebut, Queen Máxima juga melihat langsung interaksi antara BTN, developer, dan konsumen hingga proses akad pembelian rumah. Beliau mengamati bahwa akses ke pembiayaan rumah yang terjangkau akan meningkatkan kesehatan keuangan nasabah karena memungkinkan mereka untuk menabung dan mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menegaskan pentingnya kesehatan keuangan bagi para debitur. Menurut dia, kemampuan mengelola keuangan akan sangat menentukan keberlangsungan hidup nasabah setelah memiliki kredit pemilikan rumah (KPR).

“BTN mendorong para debitur untuk menjaga kemampuan menabung. Mereka harus memiliki dana darurat untuk menghadapi kebutuhan tak terduga,” ujar Setiyo.

Dia mencontohkan tiga nasabah yang ditemui bersama Queen Máxima di Perumahan Gran Harmoni Cibitung, Bekasi, yakni, penjual bubur, perawat, dan karyawan pabrik. Dari interaksi tersebut, Queen Máxima mengamati pentingnya kesehatan keuangan bagi nasabah karena membantu mereka untuk menabung dan mengelola keuangan dengan lebih baik.

Setiyo menjelaskan, BTN memiliki program edukasi menabung dengan produk tabungan bulanan dengan sistem autodebet untuk memudahkan nasabah menyisihkan dana darurat secara konsisten. Termasuk, inisiatif yang saat ini digalakkan adalah menabung dengan memanfaatkan sampah rumah tangga melalui program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”.

Sampah yang dikumpulkan dan dipilah, terutama jenis yang memiliki nilai ekonomi, dapat ditukarkan melalui Rekosistem menjadi saldo tabungan di BTN. Program ini tidak hanya mendorong kebiasaan menabung, tetapi juga membantu meringankan cicilan KPR.

“Dari sampah bisa menjadi tabungan. Nilai sampah yang disetorkan ibu rumah tangga dapat masuk ke tabungan dan membantu mengurangi cicilan sekitar 10–15 persen,” jelas Setiyo.

Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengatakan, kunjungan Queen Máxima memberikan perhatian besar dunia terhadap keberlanjutan pembiayaan perumahan di Indonesia. Dia menilai, literasi keuangan menjadi tantangan yang harus terus dijawab BTN dengan edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat.

Hirwandi memandang edukasi tidak hanya berhenti pada cara memiliki rumah. Tapi juga pada kemampuan masyarakat untuk mengelola keuangan setelahnya, terutama menjaga kebiasaan menabung.

“Menabung untuk pembiayaan angsuran rumah, pendidikan anak, maupun emergency funding atau dana darurat,” jelas Hirwandi.

Konsisten Berinovasi untuk Sektor Perumahan, BTN Housingpreneur Sabet Penghargaan

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah sukses meraih penghargaan sebagai “Bank Pemberdaya Wirausaha Sektor Perumahan” pada ajang Detikcom Awards 2025 atas konsistensinya mendukung inovasi di sektor perumahan melalui program kompetisi tahunan BTN Housingpreneur. Berbagai inovasi tersebut juga dilakukan untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah milik Presiden Prabowo Subianto.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas langkah strategis BTN dalam mencari ide dan inovasi hingga ke akar rumput untuk menjawab tantangan perumahan nasional.

“Bagi kami, mencari solusi perumahan tidak harus selalu lahir dari ruang-ruang besar. Inovasi juga bisa ditemukan sampai ke tingkat akar rumput karena di sanalah kebutuhan nyata masyarakat berbicara. Penghargaan untuk program BTN Housingpreneur ini menjadi penyemangat kami untuk terus menghadirkan inovasi yang benar-benar relevan dan bermanfaat bagi masa depan perumahan Indonesia,” ujar Ramon usai menerima penghargaan di Jakarta, Selasa (25/11).

Ramon menuturkan, melalui penghargaan tersebut, program BTN Housingpreneur juga dinilai mampu menjadi wadah kolaboratif untuk menjawab berbagai tantangan di sektor perumahan nasional, mulai dari backlog (kekurangan) hunian hingga penguatan kewirausahaan terutama di kalangan generasi muda.

Adapun, BTN Housingpreneur merupakan kompetisi tahunan yang mencari ide dan inovasi dari para pelaku usaha sektor perumahan seperti developer, kontraktor, arsitek, pengusaha startup hingga mahasiswa dan masyarakat umum. Kompetisi tersebut berfokus pada inovasi teknologi, keberlanjutan, dan solusi perumahan.

“BTN Housingpreneur juga menghadirkan ruang jejaring bagi para pemenang dan finalis untuk dapat saling belajar dan berjejaring dengan para pelaku di sektor perumahan, sehingga selain saling menginsipirasi juga dapat membuka peluang bisnis yang lebih besar,” ujar Ramon.

Hingga kini, pendaftaran BTN Housingpreneur 2025 telah dibuka pendaftarannya sejak 22 Oktober 2025 dan akan ditutup pada 15 Desember 2025. Para peserta dapat berpartisipasi sesuai kelompok kategori dan memilih subkategori yang akan diikuti.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mendaftarkan diri dan mendapatkan informasi lengkap melalui www.btnhousingpreneur.com. Adapun informasi juga dapat diperoleh dari Instagram resmi @btnhousingpreneur untuk mengikuti pendaftaran kompetisi ini.

Buka Digital Store, BTN Gandeng Unesa Perluas Layanan Digital bagi Mahasiswa dan Dosen

BISNISTODAY.COM, Surabaya – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meresmikan BTN Digital Store KCP Digital Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Lidah Wetan, Jumat, 21 November 2025 sebagai bagian dari ekspansi layanan digital BTN di Surabaya.

Layanan BTN Digital Store mengusung konsep self-service yang memungkinkan nasabah menyelesaikan hampir seluruh transaksi perbankan secara mandiri dengan pendampingan petugas atau superstaf bila diperlukan.

Unesa dipilih sebagai lokasi peluncuran karena telah menjadi mitra strategis BTN sejak 2006. Seluruh pembayaran kampus terintegrasi dengan BTN, mulai dari transaksi pendidikan sekitar 70.000 mahasiswa hingga payroll lebih dari 2.300 dosen dan karyawan. Dengan hadirnya BTN Digital Store, transaksi akademik dan kebutuhan keuangan sivitas kampus ditargetkan berlangsung lebih cepat dan efisien tanpa antrean panjang.

Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof. Dr. Nurhasan menyebut layanan digital BTN ini memberi manfaat langsung bagi kampus serta memperlancar proses kegiatan belajar mengajar karena seluruh kebutuhan pembayaran dapat diakses dalam satu titik layanan.

“Digital Store mempermudah transaksi mahasiswa, dosen, dan karyawan. Selama ini kebutuhan perbankan kampus sangat didukung BTN,” ujarnya.

Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menjelaskan BTN Digital Store menawarkan pengalaman layanan perbankan modern tanpa sekat teller seperti kantor konvensional. Transaksi dilakukan melalui perangkat digital mandiri, sementara petugas superstaf bertugas memberi panduan jika ada kendala teknis.

Dengan konsep tersebut, layanan Digital Store lebih cepat dibandingkan kantor cabang reguler. Contohnya pembukaan rekening melalui mesin yang hanya memakan waktu 3-5 menit, jauh lebih singkat dibandingkan secara manual yakni sekitar 20-40 menit. “Kami menghadirkan layanan yang cepat dan efisien sesuai kebiasaan masyarakat yang semakin digital,” kata Rully.

Lebih lanjut, Rully menuturkan bahwa BTN menempatkan ekspansi Digital Store di lingkungan kampus sebagai strategi memperkuat basis pengguna digital dari generasi muda. BTN juga menyiapkan peluang kolaborasi lanjutan dengan Unesa, mulai dari edukasi literasi keuangan, program magang mahasiswa, hingga penjajakan pembukaan peluang kerja sektor perbankan bagi lulusan Unesa.

“Dengan inisiatif digital ini, BTN berharap dapat meningkatkan pertumbuhan dana murah secara berkelanjutan,” ujar Rully.

Hingga kini, BTN mengoperasikan delapan Digital Store di Indonesia, termasuk di kawasan perkantoran DPR RI, Bursa Efek Indonesia, dan beberapa lokasi strategis lainnya di Jakarta.

Sejalan dengan upayanya menjadi bank transaksional pilihan nasabah, BTN akan terus menambah jumlah Digital Store di berbagai daerah hingga 23 unit pada akhir 2025 dan mencapai 100 unit pada 2027 melalui konversi kantor cabang eksisting maupun pembukaan lokasi baru di pusat aktivitas masyarakat, termasuk kawasan komersial dan perguruan tinggi.

BTN juga tengah mengembangkan konsep Digital Store sebagai layanan hybrid yang menggabungkan transaksi perbankan dengan ruang sosial untuk menarik pengguna muda dan menciptakan interaksi layanan yang lebih dekat dengan nasabah.

Blusukan Cari Inovasi Perumahan, BTN Housingpreneur Gelar Roadshow di USU Medan

BISNISTODAY.COM, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berupaya mencari solusi hunian masa depan yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan dengan melanjutkan roadshow BTN Housingpreneur 2025 di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan. Pendekatan akar rumput ini juga dilakukan BTN untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah Milik Presiden Prabowo Subianto.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan gaya hidup masyarakat Indonesia terus berkembang dan mempengaruhi kebutuhan akan hunian. Oleh karena itu, lanjut Ramon, kehadiran ajang kompetisi BTN Housingpreneur dilakukan untuk menggali ide dan inovasi dari level yang paling bawah agar dapat menghadirkan solusi untuk perumahan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“BTN Housingpreneur 2025 merupakan wujud komitmen BTN mendukung Program Tiga Juga Rumah agar lahir terobosan nyata dan relevan yang menjawab kebutuhan akan rumah layak huni serta terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/11).

Sementara itu, Kepala Kantor BTN Wilayah Sumatera Noor Ridlo mengatakan BTN Housingpreneur bukan hanya kompetisi, tapi juga gerakan untuk mendorong agar tercipta kolaborasi antar berbagai pihak di sektor perumahan. “Kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, pengusaha, pengembang, dan perbankan ini diharapkan dapat menciptakan solusi atas tantangan sektor perumahan di Indonesia,” ujar Noor pada Roadshow BTN Housingpreneur 2025 di USU, Medan, Kamis (20/11).

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris USU Muhammad Fidel Ganis Siregar juga mengajak para mahasiswa untuk memaksimalkan kompetisi ini dengan memikirkan bagaimana kota di Sumatera harus dirancang dan dikembangkan. “USU memiliki tanggung jawab moral, tidak hanya membangun perumahan secara fisik tapi juga menciptakan ekosistem kehidupan yang mampu menghadirkan inovasi, mampu diakses banyak orang dan terjangkau,” tutur Fidel.

Adapun, BTN Housingpreneur 2025 merupakan ajang kompetisi tahunan yang terbuka bagi kalangan pengembang, pengusaha, arsitek, mahasiswa dan masyarakat umum. Pada tahun ini, BTN Housingpreneur mengangkat tema “Housing for Nation: Smart, Green, Inclusive”. Kompetisi ini terdiri dari beberapa kategori dengan total hadiah senilai Rp1,5 miliar.

Sebelumnya, BTN telah melakukan Kick Start BTN Housingpreneur 2025 di Universitas Indonesia. Rangkaian acara tersebut juga dilanjutkan dengan roadshow di Institut Teknologi Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. BTN juga bakal melanjutkan roadshow BTN Housingpreneur 2025 ke Jakarta dan Makassar

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mendaftarkan diri dan mendapatkan informasi lengkap melalui www.btnhousingpreneur.com. Informasi juga dapat diperoleh dari instagram resmi @btnhousingpreneur untuk mengikuti perkembangan terbaru ajang ini. Pendaftaran kompetisi ini telah dibuka dari 22 Oktober 2025 dan akan ditutup pada 15 Desember 2025.

BEST tanam 27.800 Mangrove di Bekasi

BISNISTODAY.COM, Bekasi, Jawa Barat — PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) bersama PT Megalopolis Manunggal Industrial Development (MMID) melalui program MM2100 Peduli, berkolaborasi dengan 48 tenant Kawasan Industri MM2100, berhasil menanam 27.800 pohon mangrove di Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Kegiatan CSR lingkungan ini telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 2015 dan menjadi salah satu program restorasi pesisir terbesar di wilayah Bekasi.

Program penanaman ini dilakukan bersama tenant antara lain PT. Mayora Indah Tbk., PT. United Steel Center Indonesia, PT. Denso Manufacturing Indonesia, PT. Yusen Puninar Logistics Indonesia, PT. Yamaha Music Manufacturing Asia, dan PT. Toyota Boshoku Indonesia, serta didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Forum Pencinta Alam Kawasan Industri (FPAKI) MM2100, Forum Komunikasi Koordinasi Sumber Daya Manusia (FKKSM) MM2100, dan Lions Club MM2100. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ketahanan pesisir dari erosi dan abrasi, meningkatkan serapan karbon (blue carbon), serta mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati.

Sebagai bagian dari komitmen sosial terhadap masyarakat sekitar, MM2100 Pedili juga menyalurkan bantuan tas dan perlengkapan alat tulis kepada dua sekolah dasar di wilayah Pantai Bahagia sebagai bentuk dukungan bagi pendidikan anak-anak pesisir.

“Kami berbangga dapat bersinergi dengan 48 tenant dan komunitas MM2100 dalam program CSR yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat pesisir,” ujar *Herdian, Corporate Secretary BEST.* “Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk menjaga kelestarian lingkungan dan melaksanakan pengelolaan yang bertanggung jawab.”

Ketua FPAKI MM2100, Umar menambahkan, “Keterlibatan MM2100 Peduli bersama para tenant selama 10 tahun terakhir dalam konservasi lingkungan secara konsisten juga telah membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat di Pantai Bahagia. Kami berharap program ini terus berkelanjutan dan semakin banyak pihak berpartisipasi dalam pelestarian alam.”

Selain memberikan perlindungan alami bagi pesisir, keberadaan mangrove juga berkontribusi pada peningkatan hasil perikanan, perbaikan kualitas air, serta membuka peluang ekowisata di wilayah Muara Gembong. Manfaat ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat dan diharapkan terus memberikan dampak positif jangka panjang.

JSPT Akan Lakukan Investasi Beberapa Proyek Strategis”

Bisnistoday- PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) dalam Paparan Publik yang diselenggarakan hari ini, memaparkan pencapaian kinerja JSPT sampai dengan kuartal ketiga tahun 2025.

Hingga kuartal ketiga tahun 2025 JSPT membukukan pendapatan sebesar Rp1.795,7 miliar, meningkat sebesar Rp73,0 miliar atau 4% dibandingkan periodeyang sama tahun lalu yang sebesar Rp1.722,7 miliar. Pendapatan segmen usaha perhotelan meningkat sebesar Rp114,4 miliar atau 8% yang memberikankontribusi yang sangat positif terhadap pendapatan JSPT. 

Peningkatan pendapatan di segmen usaha perhotelan seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara, yang berkunjung ke pulau Bali menjadi 5,3 juta yang mengalami kenaikan 12% dari tahun sebelumnya. Laba bersih JSPT per September 2025 sebesar Rp231,2 miliar, mencatat penurunan sebesar 2% dibandingkan dengan September 2024.

Saat ini, JSPT juga masih mengembangkan beberapa proyek yaitu renovasi Hyatt Regency Yogyakarta, pengembangan proyek Puri Botanical di Jakarta Barat dan Hyarta EcoVillage di Yogyakarta serta Savanna Sumatera di Sumatera Utara.Hyatt Regency Yogyakarta, saat ini sedang dilakukan renovasi secara bertahap sebanyak 269 kamar yang diharapkan selesai pada tahun 2027. 

Renovasi tahap pertama telah selesai sebanyak 77 kamar dan saat ini sedang dilakukan renovasi tahap kedua sebanyak 50 kamar yang ditargetkan akan selesai pada bulan Desember tahun ini.

Puri Botanical adalah kawasan residensial seluas sekitar 135 hektar di Jakarta Barat, dengan akses tol langsung, sistem keamanan 24 jam, serta akan dilengkapi fasilitas lengkap seperti rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan, area komersial, dan taman terbuka. Saat ini sedang dipasarkan Kluster Lavender, Kluster Magnolia, dan Kluster Gardenia yang menyasar segmen menengah atas dengan pilihan luas tanah. 

Kawasan residensial premium Hyarta EcoVillage, adalah Kluster perumahan eksklusif seluas 4,7 hektar di Yogyakarta, terdiri atas 120 unit rumah dan 9 ruko. Pengembangan tahap pertama mencakup 86 unit rumah dan 9 ruko yang dilengkapi dengan club house, yang kini hampir selesai dan ditargetkan terjual habis pada 2025.

Kelanjutan pembangunan tahap kedua sebanyak 34 unit rumah yang menargetkan pasar menengah atas. Savanna Sumatera adalah kota mandiri seluas sekitar 660 hektar yang berlokasi di Deli Serdang, Sumatera Utara, sekitar 30 menit di selatan Medan. 

Di permulaan tahun 2024 telah diselesaikan jalan akses utama dari gerbang masuk hingga ke dalam kawasan dan Kluster Ananta dan sampai saat ini telah terjual 200 unit rumah. Pembangunan pusat wisata De River seluas 5 hektar telah selesai dan kini ramai dikunjungi. Untuk menunjang keberlanjutan pertumbuhan kinerja ke depannya, aset-aset yang akan dikembangkan, antara lain:

a. Kawasan Residensial Mewah di Depan Andaz Bali – Bali.Kawasan residensial mewah seluas 4,3 hektar ini merupakan ekspansi dari proyek hotel Andaz Bali seluas 5,9 hektar, hotel bintang lima yang menjadi ikon kemewahan dan ketenangan di kawasan Sanur, yang menghadirkan perpaduan sempurna antara gaya hidup modern dan nuansa tropis khas Bali, yang berlokasi di seberang hotel Andaz Bali.

Perseroan berencana membangun Kawasan Residensial Mewah, pada tahap pertama sebanyak 21 unit villa, sedangkan untuk tahap kedua baru akan dibangun 64 unit kondominium, yang akan dipasarkan mulai Q-4 tahun 2026 kepada konsumen lokal maupun internasional.

b. Retail Bali Collection – Bali.- Bali Collection memiliki total area sewa 25.931 m² dengan luas lahan 8,1 Ha dan sebagai salah satu aset JSPT di kawasan ITDC Nusa Dua, Bali, JSPT akan melakukan revitalisasi Bali Collection Blok C dengan leasable area seluas kurang lebih 5.000 m² yang direncanakan akan selesai di akhir tahun 2026.
– Revitalisasi ini bertujuan untuk memperkuat posisi Bali Collection sebagai pusat destinasi untuk Kuliner Nusantara, Seni, Warisan Budaya Indonesia, dan Pengalaman Rekreasi Keluarga.
– Peremajaan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan komunitas dan pengalaman pelanggan yang akan menambah tingkat kunjungan di Bali Collection.

c. Lifestyle Retail Puri Botanical -Jakarta Barat.- Berlokasi di kawasan residensial yang sudah matang, Puri Botanical memiliki landbank komersial ±25 Ha dengan potensi pengembangan bertahap. Tahap awal akan dikembangkan urban lifestyle retail seluas ±2 Ha dengan area sewa ±12.000 m² sebagai destinasi gaya hidup baru di Jakarta Barat.
– Saat ini, pengembangan desain tengah berlangsung bersama konsultan landscape berpengalaman untuk menciptakan lingkungan retail yang hijau dan asri.
– Pembangunan tahap pertama akan mengusung konsep Urban Lifestyle, mengacu pada tren ritel terkini yang berfokus pada sustainability, wellness, technology, dan community engagement. Kawasan retail ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2027.
d. Investasi Strategis – Phuket, Thailand- Perseroan saat ini tengah menjajaki ekspansi regional melalui investasi strategis pada proyek Hotel & Residences di Bang Tao, Phuket, Thailand, yang akan bekerja sama dengan local partner dan operator ternama. Proyek ini mencakup pengembangan 275 kamar hotel mewah serta 107 unit branded residences di kawasan Layan Beach, Phuket, Thailand, seluas 10 Hektar, salah satu destinasi resor premium di Asia Tenggara.
– Langkah ini menegaskan posisi Perseroan sebagai pengembang dan pemilik aset hospitality regional dengan kemampuan untuk mengelola proyek multi-negara di bawah standar merek global. Dewi

BSN Siap Menjadi Katalitas Penguat Pasar Syariah Nasional

BISNISTODAY.COM, Jakarta-Setelah resmi menerima limpahan aset dan liability Unit Usaha Syariah (UUS) BTN, Bank Syariah Nasional (BSN) menyatakan kesiapannya untuk menjadi katalitas penguat pangsa pasar syariah di Indonesia. BSN pasca spin off beraset sekitar Rp71 Triliun juga siap mengejar pertumbuhan aset perseroan diatas Rp100 Triliun pada 2 tahun ke depan.

Kesiapan BSN yang saat ini masuk dalam kelompok Bank Syariah dengan aset terbesar kedua di Indonesia disampaikan pada RUPSLB BSN yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (19/11).

RUPSLB yang dipimpin oleh Komisaris Utama merangkap sebagai komisaris independent BSN Bahrullah Akbar didampingi oleh jajaran komisaris, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor, Wakil Direktur Utama BSN Arga M. Nugraha beserta jajaran Direksi BSN lainnya menyetujui 4 mata acara yang menjadi agenda dalam RUPSLB tersebut.

Adapun mata acara yang disetujui dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025 adalah Persetujuan penerimaan atas pemisahan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kepada BSN dan Persetujuan atas penambahan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor serta perubahan anggaran dasar Perseroan.

Arga M. Nugraha Wakil Direktur Utama BSN mengatakan RUPSLB menyetujui penerimaan pengalihan hak dan kewajiban UUS BTN untuk dicatatkan sebagai penambahan modal disetor dan ditempatkan pada perseroan. Seluruh hak, kewajiban dan tanggung jawab terkait UUS BTN beralih ke perseroan dan berlaku efektif pada tanggal efektif pemisahan.

Arga memastikan seluruh rangkaian pemisahan hak dan kewajiban UUS BTN dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan serta Good Corporate Governance.

“Kita memastikan proses pemisahan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan dan akan tetap GCG” kata Arga menjelaskan.

Selain itu RUPSLB BSN juga menyetujui perubahan susunan anggota Dewan Pengawas Syariah Perseroan yang berisi pemberhentian dengan hormat Misbahul Ulum dan Syarif Hidayatullah sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah Perseroan serta mengangkat Dewan Pengawas Syariah BSN yang baru yang terdiri dari Muhammad Faiz sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah, Mohammad Bagus Teguh Perwira dan Misbahul Ulum sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Hirwandi Gafar selaku Kuasa Pemegang Saham Pengendali BSN menyampaikan apresiasi kepada jajaran serta seluruh insan BSN juga Unit Usaha Syariah BTN yang selama ini telah menunjukkan dedikasi, komitmen, dan kinerja yang konsisten.

Seperti diketahui, perjalanan UUS BTN hingga menjadi entitas baru BSN dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. Aset UUS telah mencapai Rp60,56 triliun pada Desember 2024 dan meningkat menjadi Rp68,36 triliun pada September 2025.

“Pertumbuhan aset yang solid ini menegaskan bahwa UUS BTN memiliki fundamental bisnis yang kuat untuk melangkah ke fase berikutnya. Sejalan dengan UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan serta POJK No. 12 Tahun 2023, pemisahan UUS BTN menjadi Bank Umum Syariah bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga sebuah momentum strategis. Dengan aset yang telah melebihi persyaratan minimum dan dukungan kajian konsultan independen, BTN memilih untuk melakukan spin-off UUS BTN ke dalam entitas Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai anak perusahaan BTN,” kata Hirwandi.

Kini dengan aset Rp69 triliun per November 2025 dan meningkat menjadi Rp71,3 triliun setelah finalisasi pelimpahan aset yang ditetapkan dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025 ini, Hirwandi optimistis target BSN untuk memiliki aset di atas Rp100 triliun akan tercapai hanya dalam kurun waktu dua tahun setelah beroperasi.

“Sebagai induk, BTN memiliki posisi kuat untuk mendukung penguatan BSN. Sinergi BTN dan BSN akan menciptakan pertumbuhan berimbang antara bisnis konvensional dan syariah. Sekaligus memperkuat citra BTN sebagai grup perbankan nasional yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada perbankan berkelanjutan (sustainability banking),” pungkas Hirwandi.

Susunan Pengurus BSN

Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen : Bahrullah Akbar

Komisaris Independen : Ilham Nurhidayatuloh

Komisaris Independen : Lukman Khakim

Komisaris : Machhendra Setyo Atmaja

Komisaris : Hilman Latief

Direksi Perseroan

Direktur Utama : Alex Sofjan Noor

Wakil Direktur Utama : Arga M. Nugraha

Direktur Finance, Strategy & Treasury : Abdul Firman

Direktur Consumer Banking : Mochamad Yut Penta

Direktur Risk Management : Beki Kanuwa

Direktur Network & Retail Funding : Ari Kurniaman

Direktur Human Capital & Compliance : Anton Rijanto

Dewan Pengawas Syariah Perseroan

Ketua Dewan Pengawas Syariah : Misbahul Ulum

Anggota Dewan Pengawas Syariah : Bapak Syarif Hidayatullah

BTN Resmi Spin-Off UUS, BSN Jadi Bank Syariah Terbesar Kedua di Indonesia

BISNISTODAY.COM, Jakarta-Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi menyetujui pemisahan (spin off) Unit Usaha Syariah (UUS) kepada PT Bank Syariah Nasional (BSN). Melalui keputusan ini, seluruh hak dan kewajiban UUS BTN dialihkan ke BSN.

Hasil penggabungan UUS BTN dan Bank Victoria Syariah tersebut akan menjadikan BSN sebagai bank umum syariah (BUS) dengan aset terbesar kedua di Indonesia, dengan total aset menembus Rp70 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, total nilai aset UUS BTN telah memenuhi batas yang diatur dalam ketentuan Pasal 59 POJK 12/2023 sejak kuartal IV/2023 atau tepatnya per Desember 2023. Berdasarkan laporan keuangan BTN tahun buku 2023 (audited) yang dipublikasikan pada kuartal I/2024, tercatat UUS BTN memiliki total aset sebesar Rp54,3 triliun. “Oleh karena itu, Perseroan selaku bank umum konvensional wajib melakukan pemisahan atau spin off UUS,” kata Nixon dalam RUPSLB BTN di Menara I BTN, Jakarta, Selasa (18/11).

Dia menjelaskan, pemisahan UUS BTN dilakukan dengan mempertimbangkan prospek positif pertumbuhan ekonomi syariah di masa mendatang. Langkah ini dinilai tepat sebagai strategi untuk memperkuat peran BTN dalam ekosistem perbankan nasional. Sekaligus diharapkan memberikan dampak positif bagi Perseroan, nasabah, industri perbankan syariah, serta perekonomian nasional secara keseluruhan.

“Pemisahan UUS juga dilakukan seiring dengan iklim regulasi yang semakin kondusif, seperti POJK 16/2022 yang mendorong transformasi UUS menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Dengan demikian, sinergi antara BUS dan induknya dapat terjalin lebih erat guna meningkatkan kualitas produk dan layanan. Operasional bisnis pascapemisahan juga akan menjadi lebih efektif dan efisien,” terang Nixon.

Menurut dia, kebijakan ini sejalan dengan implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah (RP3SI) 2023–2027 yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Roadmap tersebut mendorong akselerasi pertumbuhan bank syariah melalui lima arah kebijakan, yaitu konsolidasi dan spin-off UUS, finalisasi pembentukan Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), penyusunan pedoman produk perbankan syariah, perluasan akses layanan perbankan syariah, serta peningkatan akses dan pendampingan bagi sektor usaha mikro dan kecil (UMK unbankable) melalui instrumen keuangan sosial syariah.

Dari sisi kinerja, lanjut Nixon, UUS BTN menunjukkan tren pertumbuhan yang solid dalam lima tahun terakhir. Secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) periode 2020-2024, aset tumbuh 16,36%. Dari sisi pembiayaan tumbuh 15,04% dan dana pihak ketiga (DPK) naik 20,12%. Kontribusi UUS terhadap total aset BTN juga meningkat dari 9,14% pada 2020 menjadi 12,90% pada 2024.

Jaringan UUS BTN saat ini mencakup 35 Kantor Cabang Syariah (KCS), 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS), dan 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai daerah. Infrastruktur teknologi yang sebagian besar telah terpisah dari induk, serta sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, membuat UUS BTN dinilai siap beroperasi secara mandiri.

“Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan kesiapan UUS BTN untuk berdiri sendiri sebagai entitas bank umum syariah penuh,” ujar Nixon.

Setelah spin-off, seluruh aset dan kewajiban UUS BTN akan resmi dialihkan ke BSN. Proses finalisasi pelimpahan tersebut akan ditetapkan dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025, sehari setelah BTN menggelar RUPSLB untuk melepas hak dan kewajiban UUS. Dengan penggabungan tersebut, aset BSN mencapai Rp71,3 triliun, menjadikannya bank umum syariah dengan aset terbesar kedua di Indonesia.

BTN juga telah menyiapkan Group Principle Guideline (GPG) sebagai pedoman tata kelola antara induk dan anak perusahaan. Pedoman ini menjadi landasan untuk menyelaraskan kebijakan, memastikan konsistensi dan standardisasi, meningkatkan akuntabilitas, mendukung kepatuhan terhadap regulasi, mendorong efisiensi dan sinergi, serta memfasilitasi adaptabilitas.

Dalam menghadapi industri perbankan yang semakin kompetitif, BSN akan mengimplementasikan Corporate Plan 2025–2029 yang berfokus pada lima strategi utama. Di antaranya, memperkuat pembiayaan berprinsip syariah yang berkelanjutan, memperkuat pengelolaan risiko pembiayaan dengan menurunkan Non Performing Financing (NPF), menggenjot dana murah (low-cost fund) melalui inovasi digital meningkatkan fee-based income, serta memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan segmen milenial.

Sebagai induk, BTN memiliki posisi kuat untuk mendukung penguatan BSN. Sinergi BTN dan BSN akan menciptakan pertumbuhan berimbang antara bisnis konvensional dan syariah. Sekaligus memperkuat citra BTN sebagai grup perbankan nasional yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada perbankan berkelanjutan (sustainability banking).

“Dengan disetujuinya pemisahan ini, seluruh hak, kewajiban, dan tanggung jawab UUS BTN akan beralih kepada BSN secara efektif pada tanggal efektif pemisahan yang akan ditetapkan dalam waktu dekat,” jelas Nixon.