HUT ke-20 BTN Syariah Jadi Momentum Terbentuknya BUS BTN

Bisnistoday.com, Jakarta – BTN Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) di bawah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akan melangkah menuju era baru sebagai Bank Umum Syariah (BUS) pada 2025, atau tepat 20 tahun setelah didirikan. Selama dua dekade beroperasi, BTN Syariah telah memainkan peranan penting dalam pertumbuhan induk usahanya dan berkontribusi untuk sektor perumahan nasional dengan membuka akses pembiayaan rumah berbasis syariah kepada masyarakat.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN Syariah yang genap mencapai usia ke-20 pada 14 Februari 2025 telah menjadi pemain utama dalam sektor properti Indonesia dengan menguasai 28% pangsa pasar pembiayaan perumahan berbasis syariah secara nasional per Oktober 2024. Sedangkan di pasar pembiayaan perumahan subsidi syariah, BTN Syariah menguasai 90%. BTN Syariah juga menunjukkan potensinya untuk menjadi pesaing kuat di perbankan syariah Indonesia.

“Selama 20 tahun, BTN Syariah telah menjadi salah satu engine pertumbuhan bagi BTN dengan fokusnya melayani masyarakat yang membutuhkan pembiayaan rumah dengan basis syariah Islam. Setiap tahun, BTN Syariah mencatat pertumbuhan bisnis yang pesat dan kini telah mencapai usia dewasa yang siap untuk melangkah lebih jauh untuk melayani lebih banyak insan yang membutuhkan hunian layak dan terjangkau. Telah tiba saatnya BTN Syariah untuk go to the next level dengan menjadi bank umum syariah,” ujar Nixon dalam perayaan ulang tahun BTN Syariah ke-20 di Jakarta, Jumat (14/2).

Selama 20 tahun terakhir, BTN Syariah bertumbuh double-digit dilihat dari pertumbuhan rerata per tahunnya (compound annual growth rate/CAGR) seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan hunian layak dan terjangkau di Indonesia. Pada tahun 2009, total aset BTN Syariah baru mencapai Rp2,25 triliun, namun per akhir 2024 nilainya telah menyentuh Rp61 triliun atau rata-rata bertumbuh 22,83% setiap tahunnya.

Kemudian, pembiayaan BTN Syariah tercatat sebesar Rp1,99 triliun pada 2009 dan telah mencapai Rp44 triliun pada 2024, dengan pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 21,31%. Sedangkan perolehan dana pihak ketiga (DPK) BTN Syariah mencapai Rp50 triliun per akhir 2024, dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 24,72% sejak tahun 2009 ketika nilai DPK tercatat sebesar Rp1,44 triliun.

Nixon mengatakan, BTN Syariah juga memiliki tingkat profitabilitas yang baik dengan selalu mencatatkan perolehan laba setiap tahunnya sejak 2009. Pada akhir 2024, laba bersih BTN Syariah mencapai Rp911,42 miliar, bertumbuh setiap tahunnya dengan rata-rata sebesar 23,35% dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp31,72 miliar.

“Selama dua dekade, BTN Syariah membukukan pertumbuhan bisnis yang stabil dari tahun ke tahun ditopang dengan rasio keuangan yang sehat dan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian. Hal ini terlihat dari rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) yang dijaga di bawah 3% atau 2,87% pada akhir 2024,” ujar Nixon.

BTN Syariah mencatatkan milestone baru pada tahun 2010, yaitu pertama kalinya penyaluran pembiayaan KPR Subsidi iB bernama KPR Sejahtera BTN iB. Lima tahun kemudian, pada 2015, BTN Syariah mulai menyediakan produk KPR Subsidi Selisih Margin BTN iB untuk permintaan KPR Subsidi syariah, disusul dengan KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) BTN iB pada 2019.

Direktur Consumer BTN Hirwandi Gafar mengatakan, BTN Syariah terus memantapkan posisinya sebagai mitra terpercaya pemerintah untuk perumahan rakyat dengan menyediakan pembiayaan Tapera BTN iB pada 2022, yang terdiri dari Pembiayaan Kepemilikan Rumah Tapera BTN iB, Pembiayaan Bangun Rumah Tapera BTN iB, dan Pembiayaan Renovasi Rumah Tapera BTN iB.

Pencapaian BTN Syariah yang terus berinovasi dan konsisten membiayai perumahan nasional turut berbuah apresiasi. Pada tahun 2024, BTN Syariah mendapatkan penghargaan dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), salah satunya yaitu peringkat dua untuk kategori Bank Penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan Kontribusi Penyaluran Tertinggi Tahun 2024. Pada tahun yang sama, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) juga menganugerahi BTN Syariah dengan penghargaan BPKH Annual Meeting and Banking Award 2024.

Tidak hanya penghargaan nasional, BTN Syariah juga meraih pengakuan dunia internasional dengan meraih penghargaan Banking Service Excellence 2024 untuk beberapa kategori, di antaranya yaitu experience kantor cabang dan ATM terbaik, serta Indonesia Best Domestic Islamic Bank dalam acara Euromoney Islamic Finance Award 2024.

“Sejumlah milestone dan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa BTN Syariah telah menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari perkembangan industri perbankan syariah dan sektor perumahan nasional. Prestasi ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya ketika BTN Syariah telah menjadi bank umum syariah,” tutur Hirwandi.

Lebih lanjut, Hirwandi mengatakan, BTN Syariah turut bertransformasi bersama induknya selama 20 tahun ke belakang untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mendukung perumahan nasional. Selama pemerintahan sebelumnya di bawah Joko Widodo, BTN Syariah telah menjadi akselerator bagi program Satu Juta Rumah untuk mengurangi backlog perumahan dengan menyediakan pembiayaan perumahan syariah dengan akad Musyarakah Mutanaqisah, Murabahah, dan Istishna untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah impian dengan kepastian angsuran.

Kemampuan dan pengalaman BTN Syariah bersama induk dalam mendukung program tersebut terus dilanjutkan ke Program Tiga Juta Rumah per tahun yang diusung Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebagai bentuk komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi dari sektor perumahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Nixon menambahkan, keahlian tersebut juga didukung oleh infrastruktur dan jaringan outlet BTN Syariah yang luas. Hingga akhir 2024, terdapat 110 kantor cabang dan kantor cabang pembantu BTN Syariah di seluruh Indonesia.

Untuk memperkuat pendanaan, BTN Syariah bersama induknya juga melakukan sekuritisasi aset KPR dan penerbitan sukuk jangka panjang BTN Tapera.

“Sejalan dengan transformasi digital BTN induk untuk menyediakan layanan perbankan dan keuangan satu atap (one stop housing financial solution), BTN Syariah juga turut terlibat dalam pengembangan ekosistem KPR digital syariah melalui pengajuan KPR secara online melalui aplikasi portal BTN Properti. Kami juga telah menyiapkan Super Apps Mobile Banking BTN Syariah yang akan diluncurkan tahun ini, ” ujar Hirwandi.

Spin-Off, BTN Syariah Masuk ke Babak Baru

Berbagai pencapaian BTN Syariah selama dua dekade semakin memperkuat fondasi UUS ini untuk melangkah masuk ke babak baru menjadi bank umum syariah melalui inisiatif strategis berupa proses spin-off yang telah direncanakan rampung sebelum tahun 2025 berakhir. Hirwandi mengatakan, perubahan status menjadi bank umum syariah akan membantu BTN Syariah meningkatkan kapasitas bisnisnya, dengan produk dan layanan yang lebih terarah tidak hanya di sektor perumahan, namun juga berekspansi ke ekosistem halal.

“Sebagai contoh, Pembiayaan Emas, Umroh dan Haji Plus, Pembiayaan Korporasi dan UMKM, dan memperluas segmentasi nasabah prioritas. Kami yakin bahwa dengan menjadi bank umum syariah, BTN Syariah dapat meningkatkan kualitas layanan jasa keuangan syariah kepada masyarakat,” ucap Hirwandi.

Sedangkan di sisi pendanaan, BTN Syariah akan meningkatkan engagement kepada komunitas Muslim untuk menghimpun dana pihak ketiga dan dana murah (current account saving account/CASA). Dengan adanya peningkatan DPK berbiaya rendah, kata Hirwandi, BTN Syariah akan memiliki amunisi yang lebih besar bagi ekspansi pembiayaan dengan margin rate yang lebih murah.

“BTN Syariah terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi terkait layanan keuangan syariah melalui ekosistem halal dan terus berinovasi, termasuk dalam hal digitalisasi dan perbaikan business process, sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat menikmati kepemilikan hunian yang layak dan terjangkau,” pungkas Hirwandi.

2025, Aset BTN Bakal Tembus Rp500 Triliun

BISNISTODAY.COM, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) optimistis hingga akhir tahun 2025 aset perseroan bakal tembus Rp500 triliun. Hal ini seiring dengan perolehan aset BTN hingga akhir 2024 yang sebesar Rp469,61 triliun yang naik 7% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp438,75 triliun.

“Di tengah dinamika makroekonomi yang terus berkembang, BTN telah menyiapkan berbagai inisiatif strategis untuk going beyond mortgage dengan solusi perbankan yang komprehensif pada tahun 2025 dalam rangka menciptakan pertumbuhan bisnis yang lebih sustainable, sehat, dan solid. Optimisme kami juga didorong oleh komitmen pemerintah untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau kepada seluruh rakyat Indonesia melalui Program Tiga Juta Rumah,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/2).

Nixon mengungkapkan, keyakinan perseroan aset bakal tembus Rp500 triliun bakal ditopang oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang solid. Sepanjang tahun 2024, BTN berhasil membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp357,97 triliun atau tumbuh sebesar 7,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp333,69 triliun.

Nixon mengatakan, penyaluran kredit BTN pada 2024 terutama didorong oleh bisnis KPR baik Subsidi maupun Non Subsidi seiring dengan permintaan yang terus meningkat terhadap kepemilkan rumah. Hingga akhir Desember 2024, penyaluran KPR Subsidi BTN mencapai Rp173,84 triliun, naik 7,5% yoy dibandingkan tahun 2023. Sementara itu, KPR Non Subsidi BTN bertumbuh 10,2% yoy menjadi Rp105,95 triliun pada akhir 2024.

Selain itu, BTN juga membukukan pertumbuhan di segmen kredit bermargin tinggi (high-yield loans), yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Agunan Rumah (KAR), dan Kredit Ringan (KRING) mencapai 13,9% yoy atau menjadi Rp16,4 triliun pada akhir 2024. Nixon menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh beberapa inisiatif strategis, seperti contohnya kerja sama dengan institusi keuangan non bank untuk KUR, meningkatkan layanan payroll untuk KRING, dan cross-selling melalui beberapa nasabah institusi utama BTN untuk KAR.

Kualitas penyaluran kredit BTN juga dijaga dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, sehingga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross tercatat di level 3,16% dan diyakini akan terus menurun ke level di bawah 3% pada 2025. “Kami menerapkan teknologi untuk menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi dan ketat dalam rangka menurunkan NPL ke level yang lebih sustainable,” ujar Nixon.

Di sisi perolehan dana masyarakat, pada tahun 2024 BTN membukukan pertumbuhan DPK sebesar 9,1% yoy menjadi Rp381,67 triliun dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 349,93 triliun. Pertumbuhan DPK ini didukung oleh peningkatan dana murah berupa tabungan dan giro (current account saving account/CASA) yang kontribusinya mencapai 54,1% terhadap total DPK, naik jika dibandingkan tahun 2023 sebesar 53,7%. Pertumbuhan CASA BTN pada akhir 2024 tercatat mencapai 9,8% yoy dibandingkan tahun 2023.

Nixon mengatakan, pertumbuhan DPK BTN lebih tinggi dari pertumbuhan DPK industri yang sebesar 4,48% yoy pada akhir 2024 sejalan dengan upaya perseroan untuk terus meningkatkan transaksi dana murah ritel dan institusi menengah, termasuk dari digital channel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui inisiatif transformasi aplikasi mobile banking BTN yakni BTN Mobile menjadi Bale by BTN.

“BTN mencatat pertumbuhan yang pesat di bisnis digitalnya sejak BTN Mobile diperbaharui pada 2023. Jumlah pengguna Bale by BTN yang sebelumnya bernama BTN Mobile telah mencapai 2,2 juta pada akhir 2024, meningkat 107% yoy dibandingkan tahun 2023. Kami optimistis jumlah user dapat mencapai minimal 3,6 juta hingga 4 juta pada tahun ini,” tutur Nixon.

Lebih lanjut, Nixon menegaskan, hingga akhir 2024 BTN berhasil menjaga rasio loan to deposit ratio (LDR) di level 93,8%. Level LDR yang terjaga tersebut menunjukkan kemampuan perseroan untuk mengelola likuiditasnya di tengah persaingan yang ketat di industri perbankan. Sementara itu, BTN membukukan laba bersih sebesar Rp3 triliun pada akhir 2024. Nixon mengatakan, BTN optimistis bahwa total aset dapat menembus Rp500 triliun pada akhir 2025 ditopang oleh prospek pertumbuhan yang positif.

Kinerja BTN Syariah Jelang Spin-Off

Seiring dengan aksi korporasi BTN untuk menyapih unit usaha syariahnya, yakni BTN Syariah menjadi Bank Umum Syariah yang ditargetkan rampung pada tahun 2025, pertumbuhan solid juga tercermin dari kinerja BTN Syariah di sepanjang 2024.

BTN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp872 miliar pada akhir 2024, meningkat 24,2% yoy dari tahun 2023 sebesar Rp702 miliar. Peningkatan laba bersih BTN Syariah ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat 18,3% yoy menjadi Rp44 triliun dibandingkan Rp37 triliun pada tahun 2023. Sementara itu, pertumbuhan double digit juga terlihat dalam perolehan DPK BTN Syariah, yang mencapai 18,7% yoy menjadi Rp50 triliun.

Pencapaian di sisi pembiayaan dan DPK tersebut menopang peningkatan aset BTN Syariah menjadi Rp61 triliun pada akhir tahun 2024, naik 11,6% yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp54 triliun. “Pertumbuhan bisnis syariah yang pesat selama tahun 2024 menjadi modal yang kuat bagi unit usaha syariah BTN dalam persiapannya menjadi entitas bank syariah baru. Kami optimistis BTN Syariah akan menjadi pesaing kuat di industri perbankan syariah dengan expertise-nya di bidang pembiayaan perumahan berbasis syariah,” pungkas Nixon.

75 Tahun, BTN Resmi Luncurkan Bale By BTN

Bisnistoday.com, Jakarta– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pada Minggu (09/02/2024) tepat berusia 75 tahun. Dalam usia yang tergolong matang tersebut dan  seiring dengan upaya transformasi perseroan dalam rangka menjawab kebutuhan nasabah, BTN resmi meluncurkan Bale by BTN, sebuah Super App yang menawarkan solusi menyeluruh dan layanan terbaik melalui inovasi digital. Melalui peluncuran tersebut, BTN berharap dapat mencatat empat hingga lima juta pengguna (user) Bale by BTN hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, usia 75 tahun merupakan momentum perseroan untuk terus berbenah dan bertransformasi menjadi lebih baik lagi untuk dapat menjawab kebutuhan nasabah dan menghasilkan kinerja yang semakin positif. Seiring dengan hal tersebut, setelah perseroan melakukan soft launching pada awal Desember tahun lalu, kini bertepatan dengan HUT BTN yang ke-75, perseroan secara resmi meluncurkan Super App Bale by BTN yang sebelumnya dikenal dengan BTN Mobile.

Bale by BTN merupakan inisiatif strategis perseroan untuk bisa lebih kompetitif lagi dalam menjadikan BTN sebagai bank transaksional. Diharapkan dengan hadirnya Bale by BTN dapat menarik lebih banyak dana murah ritel secara berkelanjutan dan juga mempermudah nasabah untuk memenuhi kebutuhannya secara digital.

“Kami sengaja menggunakan nama Bale untuk Super App ini karena berasal dari kata “balai” yang berarti “rumah”, jadi ini adalah “rumah” bagi masyarakat Indonesia. Bale sudah tersambung dengan dua juta user hanya dalam waktu satu tahun, dan pada tahun 2025 diharapkan bisa didorong ke angka empat hingga lima juta user,” ujar Nixon dalam Grand Launching Bale by BTN di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (9/2).

Nixon mengatakan, berbagai fitur yang memudahkan nasabah untuk bertransaksi perbankan dan keuangan tersedia melalui Bale by BTN, sehingga nasabah hanya perlu mengakses satu Super App untuk berbagai kebutuhan. Dengan semakin meningkatnya kenyamanan nasabah dalam bertransaksi digital, diharapkan akan membantu peningkatan dana pihak ketiga (DPK) ritel serta pendapatan berbasis biaya (fee-based income).

Sementara itu, Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN, menambahkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap platform digital BTN terlihat dari pencapaian positif Bale by BTN sejak masih bernama BTN Mobile. Hingga kini, jumlah user Bale by BTN diproyeksikan mencapai 3,6 juta, dengan volume transaksi mencapai Rp8 triliun per bulan. Setiap bulannya, BTN mendapatkan 125.000 pengguna baru Bale by BTN.

“Performance digital BTN menunjukkan pertumbuhan positif dengan peningkatan user aktif Bale by BTN. Hal ini karena BTN telah bertransformasi sedemikian rupa, sehingga transaksi digitalnya mengalami quantum leap (lompatan yang signifikan),” ucap Thomas.

Menurut Thomas, di era digital, masyarakat mencari layanan yang dapat mengoptimalkan seluruh kebutuhan perbankannya. Oleh sebab itu, semakin nasabah merasa nyaman bertransaksi melalui platform digital, maka akan semakin tinggi transaksi dan jumlah simpanan saldo di rekening tabungan. Hal ini terlihat dari saldo tabungan, eDepo (deposito online), dan saldo merchant di Bale by BTN yang meningkat pada akhir 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada akhir Desember 2024, BTN mencatat peningkatan hampir 43% year-on-year (yoy) di saldo tabungan menjadi Rp16,76 triliun dari sebelumnya Rp11,66 triliun. Sementara itu, saldo eDepo melonjak 103,84% yoy menjadi Rp5,3 triliun dari sebelumnya Rp2,6 triliun. Sedangkan saldo merchant naik 58,6% yoy menjadi Rp2,49 triliun dari sebelumnya Rp1,57 triliun.

“Mayoritas user aktif BTN Mobile didominasi oleh segmen milenial atau nasabah produktif yang memiliki penghasilan dan terbiasa melakukan transaksi dengan menggunakan mobile banking. Dengan adanya potensi pertumbuhan transaksi yang pesat, BTN berharap Bale by BTN dapat membantu masyarakat mengelola keuangan, sejalan dengan visi kami yang baru, yaitu menjadi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”,” ujar Thomas.

Konsep Bale by BTN sebelumnya telah dimunculkan pada Soft Launching pada 15 Desember 2024 saat ulang tahun KPR BTN ke-48, yang turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Thomas mengatakan, Bale by BTN memberikan pengalaman perbankan baru bagi nasabah dengan journey lengkap, mulai dari pembukaan rekening tabungan dana eDeposito, transactional banking, pengajuan kredit, pengajuan merchant, lifestyle ekosistem unggulan, hingga Plus by BTN Prioritas. Berbagai fitur dan manfaat lainnya juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan seluruh segmen nasabah setiap saat, seperti contohnya pengelolaan portofolio investasi, dan cashback 30% di 51 merchant nasional dan 1.731 merchant lokal.

“Seperti filosofi bale yang berarti balai atau rumah tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga, kami berharap Bale by BTN mampu menjadi rumah bagi seluruh aplikasi BTN sehingga menjadi one stop service bagi kebutuhan finansial maupun layanan pemenuhan kebutuhan sehari-hari termasuk, lifestyle nasabah,” ujar Thomas.

Sesuai dengan keunikan Bale by BTN yang menghubungkan nasabah dengan ekosistem perumahan, BTN telah menggabungkan platform BTN Properti ke dalam Bale by BTN dan mengembangkan fitur pengajuan KPR online yang lebih efisien. “BTN adalah bank pertama yang memiliki inisiatif dalam pengajuan KPR online, yang memungkinkan nasabah untuk melakukan input data dan dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR tanpa harus datang ke kantor cabang. Saat dilakukan akad, ketika nanti sudah ada sistem e-notaris, BTN akan digitalkan notarisnya juga,” jelas Thomas.

Lebih lanjut, Thomas mengatakan, BTN juga berharap Bale by BTN akan diminati oleh segmen berusia lebih muda, yakni para Gen Z dan mahasiswa, sehingga Super App ini didesain dengan daya tarik yang lebih catchy dan tone warna yang soft, lengkap dengan icon-icon fitur yang mudah digunakan oleh anak muda.

“Bale juga berarti ‘BTN Around Lifestyle Ecosystem’, yakni bagaimana Bale by BTN dapat menjadi solusi untuk peningkatan dana murah dan fee based income dengan memenuhi kebutuhan seluruh segmen dan memperkuat engagement BTN terutama dengan segmen mass retail. Kami berharap Bale by BTN dapat menjadi product champion dan memperkuat positioning BTN di industri perbankan nasional,” kata Thomas.

KOPNUS Syariah dan Bank Panin Dubai Syariah Jalin Kerjasama Strategis dalam Perjanjian Mudharabah

Bisnistoday- KSPPS Kopnus Indonesia (KOPNUS Syariah) resmi menandatangani perjanjian kerja sama pembiayaan dengan Bank Panin Dubai Syariah dalam skema mudharabah. Acara ini berlangsung di Gedung KOPNUS, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (05/02/2025).

Penandatanganan kerjasama ini dilaksanakan oleh Ketua KOPNUS Syariah Bapak Asep Sugianto, Bendahara KOPNUS Syariah Bapak Eska Mohammad dan Bapak Susanto selaku Wholesale & Structured Financing Head Bank Panin Dubai Syariah yang disaksikan langsung oleh Bapak Rahmat selaku Ketua Pengawas Kopnus Syariah, serta jajaran pengurus Kopnus Syariah lainnya. Para tamu undangan menyambut positif kerja sama ini dan berharap dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Ketua KOPNUS Syariah, Bapak Asep Sugianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memperluas akses pembiayaan syariah bagi masyarakat. 

“Kami optimistis bahwa kolaborasi ini akan memberikan manfaat yang besar bagi anggota koperasi dan pelaku usaha berbasis syariah. Dengan dukungan Bank Panin Dubai Syariah, kami berharap dapat memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers nya, Jakarta 7/2/25.

Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat bisnis syariah utamanya untukmendukung usaha kecil dan menengah yang berbasis syariah. Keuntungan darikerja sama ini akan dibagi sesuai dengan nisbah yang telah disepakati oleh keduabelah pihak.

Sementara itu, perwakilan Bank Panin Dubai Syariah Bapak Susanto menegaskan komitmen bank dalam mendukungn pertumbuhan industri keuangan syariah di Tanah Air. “Kami ucapkan terima kasih atas kerjasamanya dengan KOPNUS Syariah, Bank Panin Dubai Syariah percaya bahwa sinergi ini dapat membantu meningkatkaninklusi keuangan syariah di berbagai sektor,” jelasnya.

Dengan adanya perjanjian mudharabah ini, KOPNUS Syariah dan Bank Panin DubaiSyariah menargetkan peningkatan akses pembiayaan bagi anggota yang merupakan Pensiunan ASN , TNI dan Polri yang membutuhkan modal dengan sistem yang lebih adil dan sesuai dengan prinsip syariah. Kerja sama ini diharapkan menjadi model bagi lembaga keuangan syariah lainnya dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.

Lalamove Bekerjasama Dengan BNN Cegah Peredaran Paket Narkotika ke Pengemudi

Bisnistoday – Lalamove bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta, menggelar seminar edukasi dan pelatihan bagi mitra pengemudi pada Senin, 03 Februari 2025 di Jakarta Selatan.

Mengusung tema “Paket Bebas Narkoba: Membangun Kesadaran Keamanan Pengiriman”, pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Lalamove meningkatkan pemahaman dan keamanan mitra pengemudi dalam mencegah modus baru peredaran paket narkotika melalui jasa ekspedisi yang belakangan ini marak terjadi. 

Acara dihadiri oleh Sukamto Widodo (Katim Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Jakarta Selatan), Adolf Efroza (Analis Intelijen Seksi Pemberantasan BNN Kota Jakarta Selatan) dan Dr. Wahyu Wulandari (Katim Bidang Rehabilitasi BNNP DKI Jakarta), serta puluhan mitra pengemudi Lalamove.

Pelatihan ini merupakan langkah awal terjalinnya kerjasama antara Lalamove dengan BNN secara jangka panjang dengan memberikan fokus terhadap upaya pencegahan pengiriman narkotika di layanan logistik Lalamove, dan membangun pondasi yang kokoh untuk mengedukasi mitra pengemudi tentang pentingnya kewaspadaan dan respon cepat.

Pelatihan reguler ini juga merupakan bagian dari program ‘Lalamove Driver Academy’ yang merupakan wadah bagi mitra driver untuk meningkatkan kompetensi yang mengacu pada 3 pilar, yakni keamanan, kewirausahaan dan pengetahuan industri.

Nantinya, kegiatan Lalamove Driver Academy akan disusul dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara resmi antara Lalamove dan BNN untuk menjalin kerjasama dalam koordinasi, pelatihan dan rehabilitasi.

Andito Prakoso, Managing Director Lalamove Indonesia mengatakan, “Pengembangan kompetensi dan keamanan mitra di sektor logistik membutuhkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Lalamove sangat terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai stakeholder guna meningkatkan kompetensi mitra kami dan memainkan peran yang lebih besar dalam menciptakan lingkungan logistik online yang aman di tengah dinamika ekosistem logistik online Indonesia yang terus berubah dan memerlukan hubungan sinergis yang lebih kuat antara perusahaan platform dan pemangku kepentingan pemerintah sebagai agen masyarakat. Selain itu, pelatihan ini juga dirancang untuk mempersiapkan para mitra pengemudi dalam menghadapi peak season selama bulan Ramadhan nanti,” ujarnya dalam siaran pers nya, Jakarta 7/02/25.

Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin mempertegas pentingnya upaya pencegahan, termasuk di sektor logistik. Berdasarkan survei BNN bersama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi penyalahgunaan narkoba pada tahun 2023 mencapai 1,73% atau sekitar 3,33 juta jiwa, dengan nilai transaksi perdagangan tersebut sebesar Rp 524 triliun per tahun. 

Keleluasan sindikat narkoba dalam menjalankan bisnisnya saat ini juga menggunakan modus baru, seperti transaksi menggunakan e-commerce, pembayaran dengan dompet digital serta pengiriman melalui jasa ekspedisi, sehingga tidak diperlukannya transaksi face-to-face antara bandar atau pengedar dengan konsumen.

Sukamto Widodo, Katim Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN KotaJakarta Selatan mengatakan, “Kami menyadari bahwa penyalahgunaan danketergantungan masyarakat pada bisnis narkoba semakin kompleks, sehingga kami dari BNN Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Lalamove memberikan edukasi kepada mitra pengemudi untuk mencegah pengiriman paket narkotika, seperti mengenali ciri-ciri paket berisi narkotika serta bagaimana cara melaporkan kiriman mencurigakan tersebut dengan aman.

Sejalan dengan hal tersebut, Adolf Efroza, Analis Intelijen Seksi Pemberantasan BNNKota Jakarta Selatan menambahkan, “Modus pengiriman narkoba saat ini didominasi oleh ekspedisi, sehingga dengan adanya acara ini diharapkan timbul kesadaran dan pengetahuan mitra driver Lalamove untuk mendeteksi pengiriman narkoba dan dapat melaporkan ke BNN untuk ditindaklanjuti. Kami mengapresiasi sekali adanya kerjasama ini karena semua pihak harus terlibat dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba.”

Selain bekerja sama dengan BNN Provinsi DKI Jakarta, Lalamove Driver Academy jugatelah berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, dan SiberKreasi untuk bersama-sama mengembangkan kompetensi pelaku sektor logistik Indonesia. Dewi

SOMETHINC Luncurkan Omega Jelly Deep Cleansing Balm

Bisnistoday – SOMETHINC sebagai brand kecantikan lokal yang terus berinovasi kembali menghadirkan produk pembersih wajah terbaru, yaitu Omega Jelly Deep Cleansing Balm untuk melengkapi rangkaian dari Omega Cleansing Balm Series yang telah menjadi produk best seller 1st cleanser product serta pernah mendapat penghargaan pada Female Daily Best of Beauty Awards (BoBA).

Produk ini merupakan pembersih wajah dengan inovasi tekstur “jelly-to-milky oil”, yang bekerja efektif membersihkan waterproof sunscreen, sebum & makeup waterproof dalam waktu 20 detik tanpa membuat kulit kering atau terkelupas, menjadikannya pilihan 1st Step Cleanser yang ideal untuk masyarakat Indonesia.

Omega Jelly Deep Cleansing Balm memiliki kandungan utama yaitu Sea Buckthorn, yang kaya akan antioksidan & vitamin C 15 kali lebih tinggi dibandingkan buah jeruk. Sea Buckthorn dikenal untuk menjaga kulit dari efek buruk radikal bebas, menjaga elastisitas, & keremajaan kulit serta menutrisi kulit.

Omega Jelly Deep Cleansing Balm juga diformulasikan dengan tekstur yang gentle, non-greasy, dan non-drying, membuat pori-pori kulit bersih namun terjaga kelembabannya yang cocok digunakan oleh semua jenis kulit. Produk ini hadir dalam dua ukuran yaitu 30 & 100 ml dengan kemasan tube praktis yang travel-friendly.

“Double cleansing menjadi langkah penting dalam rutinitas skincare untuk memastikan wajah bersih secara maksimal, terutama bagi pengguna waterproof makeup dan sunscreen. Omega Jelly Deep Cleansing Balm menjadi pilihan yang tepat karena tidak hanya efektif mengangkat makeup secara menyeluruh, tetapi juga membantu menjaga kelembaban & memberikan nutrisi yang dibutuhkan kulit,” jelas Irene Ursula, Founder dari BeautyHaul Group dalam siaran pers nya, Jakarta 3/2/25.

Omega Jelly Deep Cleansing Balm akan tersedia pertama kali di Shopee Official Store SOMETHINC mulai tanggal 3 Februari 2025. Selain itu, produk ini juga akan dapat dibeli di e-commerce dan toko kecantikan lainnya. Dewi

Dukung Program 3 Juta Rumah, BTN Transformasi Pengelolaan Sales KPR Non Subsidi

BISNISTODAY.COM, Jakarta – Sebagai salah satu bentuk penguatan internal dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan transformasi menyeluruh terhadap tenaga sales untuk penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) Non Subsidi, yang dikenal sebagai tim ujung tombak perseroan.

Direktur Consumer BTN Hirwandi Gafar mengatakan, BTN memperkuat produktivitas para tenaga sales atau penjualan BTN, yang biasa dikenal dengan CLM (Consumer Loan Marketing) melalui inisiatif strategis berupa sistem baru untuk pengelolaan tenaga sales yang dimulai pada awal 2025.

“Memasuki tahun 2025 ini, BTN memulai sebuah transformasi untuk penguatan kapasitas dan kapabilitas tim sales KPR Non Subsidi melalui sistem pengelolaan yang lebih baik. Upaya ini merupakan wujud konsistensi kami dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan mitra developer. Kami berharap, inisiatif strategis ini dapat menjadi langkah penting BTN untuk memperkuat mesin pertumbuhannya, sehingga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan rumah rakyat melalui Program Tiga Juta Rumah yang diusung pemerintah,” ujar Hirwandi saat membuka Kick Off New Sales Force Management KPR Non Subsidi di Jakarta, Sabtu (1/2).

Menurut Hirwandi, penguatan produktivitas tim sales menjadi prioritas pertama untuk strategi bisnis konsumer BTN pada 2025 dalam rangka memonetisasi ekosistem perumahan dalam sekala besar. Apalagi, BTN telah memainkan peran krusial dalam ekosistem perumahan nasional dengan menghubungkan berbagai pemangku kepentingan, seperti contohnya mitra developer yang saat ini jumlahnya telah mencapai lebih dari 8.000.

Berdasarkan kajian BTN, sistem pengelolaan tenaga sales menjadi komponen yang paling berpengaruh terhadap efektivitas penjualan. Dalam hal ini, di antaranya termasuk penguatan struktur dan peran setiap individu dalam tim sales serta bentuk kegiatan penjualan yang dilakukan.

Oleh sebab itu, dalam sistem pengelolaan yang baru, BTN memperkenalkan struktur baru untuk tenaga sales dengan skema insentif berbasis performa, sistem monitoring secara digital, serta pembagian peran yang lebih jelas untuk setiap individu.

Hirwandi menjelaskan, pengelolaan yang baru ini akan membantu perseroan menilai setiap tim sales-nya dengan lebih efisien dan cermat, sehingga pada saat yang bersamaan, dapat memperbaiki kekurangan di dalam tim dan memperkuat sisi yang telah terbukti produktif.

“Tim sales BTN akan memiliki metode kerja serta pembagian kerja yang lebih baik sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan. Dalam prosesnya, setiap individu dalam tim dituntut untuk terus mengedukasi satu sama lain, melakukan pelatihan atau training, serta terus meningkatkan wawasan mengenai pasar. Tim akan termotivasi melalui insentif yang lebih baik berdasarkan kinerja masing-masing, serta evaluasi dan optimalisasi atas hasil monitoring kinerja yang dilakukan,” jelas Hirwandi.

Selain itu, kata Hirwandi, dengan sistem yang baru ini, tim sales diperkuat dengan branding BTN sebagai bank yang modern dan terus bertransformasi melalui new uniform dan nilai-nilai yang mengedepankan profesionalisme, kredibilitas, serta integritas dalam memberikan layanan yang prima.

Hirwandi meyakini, dengan adanya penguatan pengelolaan tim sales melalui inisiatif yang baru, BTN dapat meningkatkan daya saing (competitiveness) di tengah persaingan yang lebih ketat dan mempertegas positioning-nya di pasar sebagai bank yang memiliki aspirasi untuk menjadi bank primer dan sekunder untuk pembeli rumah pertama (first-time home buyers).

“Sebagai bank yang telah bertransformasi menjadi bank modern dan akan memasuki usia yang ke-75, BTN berharap tenaga sales kami dapat menjadi lebih produktif, profesional, efisien, terlatih, dan berorientasi layanan. Dengan begitu, pertumbuhan bisnis KPR Non Subsidi BTN akan terjamin secara berkelanjutan dan perseroan memiliki fondasi yang kuat untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah,” tutur Hirwandi.

Makeup Korean Look ala Beby Tsabina di Valentine’s Day

Bisnistoday – Bagi yang merayakan Valentine’s Day makeup menjadi salah satu bagian penting untuk menunjang penampilan. Makeup Korea terkenal dengan hasil akhir yang flawless dan natural, cocok yang ingin tampil cantik namun tetap terasa ringan dan nyaman.

Beby Tsabina, Brand Ambassador barenbliss, berbagi tips makeup ala Korea yang bisa dicoba. “Aku suka banget sama Korean makeup look karena natural dan effortless, tapi tetap bikin aku terlihat fresh dan cantik. Pas banget buat Valentine, jadi nggak perlu makeup yang bold,” ujar Beby Tsabina dalam siaran pers nya, Jakarta 31/1/25.

Public Relations Manager barenbliss Indonesia, Dwi Agusti Maulidiya (Tia), turut menambahkan, riasan natural ala Korea yang simpel dan fresh ini tidak hanya akan membuat tampilan menawan tetapi juga menonjolkan kecantikan alami dan rasa percaya diri. barenbliss percaya kecantikan sejati bersinar dari dalam. “Ingat, natural beauty bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang mencintai diri sendiri, merayakan keunikan, dan menunjukan rasa percaya diri yang bersinar dari dalam,” ujar Tia.
Berikut langkah-langkah kreasi makeup Valentine ala Beby Tsabina dengan barenbliss:
Kunci Kulit Halus, Mulus dan Bebas Kilap!
Beby mengawali riasan dengan barenbliss Locklook Matte & Blur Primer. Primer multifungsi ini menggabungkan manfaat “blurring primer” dan “mattifying primer”, bantu menyamarkan pori-pori, menghaluskan tekstur kulit, dan mengontrol minyak berlebih hingga 16 jam. Teknologi HD-Silica memberikan efek blur untuk menyamarkan pori-pori, garis halus, sekaligus meratakan warna kulit. 

Sempurnakan dengan Complexion yang Flawless, dan tahan Lama
Selanjutnya, Beby menggunakan barenbliss Bloomatte Perfect Zoom Cover Cushion untuk menyempurnakan complexion. Cushion ini memberikan hasil akhir makeup yang flawless dan tahan lama berkat teknologi Air-fit Ultra Coverage dan NEW DOUBLE LOCK TECH. 

Warna Natural untuk Bibir
Beby memilih barenbliss Lily Makes Luminous Glow Tint khusus untuk memberikan finish look agar bibir tampak mempesona. Dilengkapi dengan bahan-bahan unggulan seperti 5x Miracle Repair, Hyaluronic Acids, Lily Extracts, dan Vitamin E. 

Mata dengan Bulu Mata Lentik
Terakhir, Beby menyempurnakan riasan mata dengan barenbliss Roll to Length Steel Mascara, memberikan bulu mata lentik, panjang, dan tidak menggumpal atau clumpy. Maskara ini diperkaya Arginine dan Pro-Vitamin B5, yang membantu menutrisi dan memperkuat bulu mata. Dewi

BTN Syariah Bakal Jadi Pesaing Utama di Perbankan Syariah Nasional

BISNISTODAY.COM, Jakarta – BTN Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) diperkirakan bakal menjadi pesaing utama di industri perbankan syariah nasional setelah nantinya resmi menjadi Bank Umum Syariah (BUS) sebelum tahun 2025 berakhir. Pasalnya, BTN Syariah memiliki basis pertumbuhan bisnis yang solid dan keunikan yang tidak dimiliki UUS dan BUS lainnya.

BTN Syariah terus mencatatkan pertumbuhan yang pesat dalam kinerja keuangannya. Sebagai contoh, aset BTN Syariah telah mencapai Rp58 triliun per kuartal III-2024, bertumbuh double digit atau 19,2% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp48 triliun. Per akhir 2024, Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengungkapkan, aset BTN Syariah telah mencapai Rp60 triliun.

“Kalau hitungan saya, dengan kecepatan yang sama, seharusnya (dalam waktu) tiga tahun (aset) BTN Syariah sudah (mencapai) Rp100 triliun,” ujar Nixon di Jakarta belum lama ini.

Baru-baru ini, BTN selaku induk usaha mewujudkan keseriusannya untuk mengembangkan BTN Syariah melalui pengumuman akuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS). Rencananya, BVIS akan diintegrasikan dengan BTN Syariah sebagai bagian dari proses spin-off BTN Syariah menjadi BUS, yang diharapkan dapat selesai pada semester II-2025.

Menurut Nixon, BTN Syariah memiliki potensi menjadi pemain besar di industri perbankan syariah karena ditunjang kapabilitas dan keunikannya sebagai UUS yang saat ini memimpin pasar KPR berbasis syariah di Indonesia. Berdasarkan data BTN Syariah, saat ini market share BTN Syariah di pasar KPR syariah di Indonesia telah mencapai lebih dari 90%.

“(Dengan berubah dari UUS menjadi BUS) kepercayaan masyarakat segmen syariah akan jauh lebih tinggi, karena menurut mereka, UUS itu masih setengah-setengah atau abu-abu. Kalau sudah clear, black or white, kepercayaan atau trust level-nya naik. Sehingga, biasanya yang pertama naik itu DPK (dana pihak ketiga). Hitungan kami seperti itu,” ujar Nixon.

Dari sisi pembiayaan, BTN Syariah juga turut menopang kiprah induknya di Program Tiga Juta Rumah melalui penyaluran pembiayaan rumah subsidi dengan menggunakan akad syariah. Apalagi, kata Nixon, sekitar 20-25% masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menginginkan akad KPR dengan skema syariah.

“Setidaknya ada dua BUMN yang bergerak di bidang perbankan syariah, karena yang mau dilayani ini besar. Jadi, tolong dilihat bahwa kuenya ini gede banget. Marketnya (BTN Syariah) tidak akan terlalu compete dengan mereka (bank-bank syariah lainnya),” tutur Nixon.

Harapan akan adanya kehadiran bank syariah baru yang berskala besar juga diutarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator industri perbankan dan keuangan. Pada awal Januari, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa perbankan syariah Indonesia saat ini masih cenderung didominasi oleh satu entitas.

“Sehingga ini tentu tidak kondusif untuk persaingan antarbank syariah sendiri maupun persaingan antara bank syariah dengan bank konvensional,” ujar Dian dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK bulanan, Selasa (7/1).

Oleh sebab itu, kata Dian, OJK mendorong terjadinya konsolidasi di perbankan syariah, terutama melalui aksi korporasi berupa spin-off, merger, ataupun akuisisi.

Senada dengan penilaian BTN dan OJK, pengamat perbankan melihat pasar perbankan syariah nasional memang membutuhkan pemain yang spesifik dan telah berpengalaman di bidang tersebut. Menurut Piter Abdullah, Direktur Eksekutif Segara Research Institue, BTN Syariah memiliki kapabilitas tersebut dan paling berpengalaman.

“BTN Syariah saat ini menjadi satu-satunya pemain syariah yang fokusnya di sektor perumahan karena bertumbuh berbarengan dengan induknya. Ini menjadi bekal kuat untuk BTN Syariah melayani lebih banyak segmen masyarakat syariah ketika sudah di-spin-off menjadi BUS,” kata Piter.

Jelang Imlek, KOPNUS Kembali Gelar Program Cuanpao Untuk Para Anggota nya

Bisnistoday- Menyambut Tahun Baru Imlek 2025 yang dirayakan sebagai tahun shio Ular Kayu, Koperasi Nusantara (KOPNUS) kembali mengadakan program “Promo Cuanpao ” sebagai bentuk apresiasi kepada Anggotanya.

Program ini berlangsung mulai 1 hingga 31 Januari 2025 di seluruh Kantor Cabang KOPNUS di Indonesia, termasuk di Rumah Prioritas Soepomo, Gedung KOPNUS Jalan Prof. Soepomo 2b, Tebet, Jakarta Selatan, dimana setiap anggota diberikankesempatan untuk mendapatkan hadiah Angpao virtual dengan nilai total jutaanrupiah. Hadiah tersebut langsung masuk ke Rekening Simpanan Harian ORENanggota secara real-time setelah hasil undian diproses melalui platform digital.

Anggota yang ingin mengikuti program ini dapat mengunjungi kantor cabangKOPNUS dari hari Senin hingga Jumat, sesuai jam operasional pukul 08.00 WIBhingga 17.00 WIB. 

Penarikan Angpao dilakukan secara langsung dengan pendampingan petugas kantor cabang. Jika anggota berhalangan hadir, pengambilan Angpao dapat diwakilkan setelah konfirmasi kepada Account Officer (AO) atau Kepala Cabang.Ketua KOPNUS, Joshua Rahmat, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman digital yang lebih mudah dan efisien kepada Anggota.

“Melalui pendekatan digitalisasi, kami memastikan hadiah Angpao dapat diterima dengan cepat, nyaman, dan transparan,” ujarnya dalam siaran pers, Jakarta 24/01/25.

Program ini berlaku bagi Anggota yang berpartisipasi dalam penempatan Simpanan Berjangka atau layanan lainnya yang ditentukan. Namun, perlu diperhatikan bahwa apabila Simpanan Berjangka dicairkan sebelum jatuh tempo, anggota wajib mengembalikan nilai hadiah Angpao yang telah diterima. 

Pengembalian dilakukan melalui pemotongan otomatis dari nominal pencairan simpanan ditambah penalti sebesar 2% dari jumlah pencairan.

Hilda, salah satu anggota KOPNUS Soepomo, menyampaikan apresiasinyaterhadap program ini. “KOPNUS dengan produk simpanan berjangka ORENnyamemiliki layanan yang sangat baik, proses mudah dan cepat, serta imbal jasa yanglebih menguntungkan ditambah dengan banyak program-program menarik untukanggotanya. Dewi