Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi Proses Bisnis Collection, BTN luncurkan Operating Model baru.

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meluncurkan Business Process Improvement (BPI) Monoline Collection sebagai Operating Model baru collection dengan merubah pembinaan debitur yang sebelumnya berdasarkan kelolaan masing-masing Kantor Cabang menjadi berdasarkan klaster wilayah, dibawah komando langsung dari Kantor Pusat. Transformasi ini diharapkan dapat membawa BPI ke arah yang lebih produktif, efisien dan efektif dalam mendukung percepatan penagihan dan eksekusi kredit bermaslah.

Pada tahap awal uji coba atau piloting inisiatif ini, BTN menerapkan piloting BPI Monolin Collection di Kantor Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Kanwil Jabalnusra). Pada acara yang dilaksanakan secara hibrid di kantor pusat BTN dan interaktif secara daring dengan para pimpinan kantor wilayah dan kantor cabang BTN khususnya Kanwil Jabalnusra, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan inisiatif BPI Monoline Collection. Langkah tersebut, kata Nixon, merupakan bagian dari salah satu misi perseroan saat ini, yaitu menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik dan inovasi bisnis berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Salah satu poin penting dalam Corporate Plan BTN tahun 2025 adalah optimalisasi strategi collection and recovery. Dengan adanya langkah penyempurnaan ini, kita berharap dapat mencapai target rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross di level 3,04% pada akhir tahun ini. Masih ada sisa lima bulan, jadi setelah inisiatif ini roll out secara massal, harapannya dapat mendorong pencapaian target,” kata Nixon dalam sambutannya pada Kick Off Implementasi Pilot BPI Monoline Collection Kanwil Jabalnusra di Menara 1 BTN Harmoni, Jakarta, Jumat, 1 Agustus 2025.

Nixon memaparkan, sisi collection BTN menghadapi sejumlah tantangan yang muncul dari kondisi makroekonomi global dan domestik, seperti contohnya dinamika perekonomian pasca Covid-19, ketegangan geopolitik serta ketidakpastian yang telah berdampak pada banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK), kenaikan biaya hidup dan inflasi, serta perang dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif impor Amerika Serikat.

Berbagai tantangan tersebut harus diantisipasi sehingga tidak berdampak terhadap bisnis bank terutama kenaikan rasio kredit bermasalah, untuk itu, lanjut Nixon, BTN melihat kebutuhan untuk melakukan transformasi proses bisnis secara menyeluruh, termasuk di sisi collection. Melalui langkah improvement tersebut, BTN berharap dapat meningkatan efisiensi dan produktivitas pada aspek collection

“Saat ini biaya collection and recovery masih tinggi karena biaya transportasi dan lain-lain yang semakin mahal, serta tumpang-tindih di kantor cabang untuk proses penagihan. Dengan penyempurnaan sistem collection dan strategi recovery, kita berharap dapat memperkuat risk underwriting dan menjaga cost of credit di bawah 1,2%,” ujarnya.

Nixon menambahkan, penyempurnaan sistem collection juga merupakan bagian dari inisiatif strategis BTN sebagai bank modern, yakni penguatan holistic banking propositions (penawaran layanan perbankan yang menyeluruh) dan capabilities to deliver at scale (kapabilitas untuk melayani dengan skala yang lebih besar). Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang BTN hingga 2029, yakni menjadi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”.

“Kita bukan lagi hanya sekadar bank yang berjualan KPR (kredit pemilikan rumah), tetapi menawarkan package produk yang holistik, sehingga operasional kantor cabang pun kita transformasi menjadi lebih terfokus, baik itu ke portofolio (pembiayaan) maupun ke transaksi. Sebelum mencapai ke sana, kita bereskan dahulu collection-nya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi perseroan untuk melakukan improvement collection karena situasi makroekonomi dan kinerja bisnis yang relatif terjaga dengan baik.

“Saat ini adalah waktu yang baik untuk memperbaiki “rumah” atau infrastruktur kita, setiap bocor kita perbaiki saat hujan dan badai sudah mulai reda. Tahun ini pressure suku bunga sudah turun dan cost of fund (biaya dana) melandai. Tujuan akhir kita adalah mengurangi biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) karena setiap tahun kita keluar biaya cukup besar untuk itu. Kalau itu bisa diperbaiki, kita bisa gunakan biayanya untuk meng-generate revenue dan meningkatkan profitabilitas,” jelas Setiyo.

Setiyo menambahkan, dengan adanya sekitar 2.000 staf dan tenaga collection di seluruh Indonesia, BTN berkomitmen untuk melakukan improvement pada proses bisnis collection dengan benchmarking bank-bank top internasional. Salah satu yang menonjol dari best practice di tingkat global adalah penerapan teknologi otomasi (automation) untuk berbagai bidang, termasuk collection, contohnya penggunaan chat bot atau mesin percakapan otomatis untuk proses penagihan kepada debitur.

“Hampir semua bank yang sudah maju, collection-nya banyak diotomasi dan menggunakan analytics. Kita juga akan mengubah dari sistem terdistribusi menjadi regionalisasi atau cluster-based. Kita sering mendengar namanya decision engine yang menggantikan proses manual, nantinya collection di BTN juga akan demikian, sehingga semakin personalized dan efisien,” pungkas Setiyo.

Merdeka Punya Rumah Idaman, BTN Tawarkan KPR Bunga Mulai 2,65%, Bebas Biaya, Bisa Untuk Renovasi, Pindah KPR ke BTN!

BISNISTODAY.COM, Jakarta— Kabar bahagia di bulan kemerdekaan! PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) ikut merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan meluncurkan “Program Merdeka”, sebuah paket lengkap kredit perumahan yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memiliki dan merenovasi hunian.

Program ini menjadi bentuk dukungan nyata BTN terhadap Program Prioritas Nasional dari pemerintah yaitu Program Tiga Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya tak lain untuk memperluas akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.

Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar menegaskan BTN ingin menjadikan momen kemerdekaan ini sebagai momentum untuk benar-benar memberi arti ‘merdeka’ bagi masyarakat. Bukan hanya merdeka dari penjajahan, tapi juga merdeka dari beban biaya dan bunga tinggi saat ingin memiliki atau memperbaiki tempat tinggal.

“Kami memahami bahwa kemerdekaan sejati tak hanya ditandai oleh bebasnya sebuah bangsa, tapi juga oleh kemandirian warganya dalam memenuhi kebutuhan dasar, salah satunya memiliki rumah yang layak dan menjadi milik sendiri. Hadirnya program ini diharapkan mampu mempercepat masyarakat untuk memiliki hunian impian baik dengan membeli maupun merenovasi,” ujar Hirwandi di Jakarta, Sabtu (2/8).

Program Merdeka racikan BTN ini dapat diakses mulai 1 hingga 31 Agustus 2025. BTN menawarkan 3 layanan yakni Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Merdeka, Kredit Agunan Rumah (KAR) Merdeka, dan KPR Take Over Merdeka.

Melalui KPR Merdeka, masyarakat bisa menikmati bunga super rendah mulai dari 2,65% fixed selama tiga tahun, lengkap dengan diskon biaya provisi dan administrasi hingga 80%. Promo ini dapat diakses melalui seluruh kantor cabang BTN maupun Call Center BTN 1500286.

Tidak hanya untuk kepemilikan rumah baru, BTN juga menghadirkan KAR Merdeka. Program ini merupakan solusi pembiayaan agunan rumah yang bisa dimanfaatkan untuk merenovasi hunian, membiayai pendidikan anak, atau bahkan liburan keluarga. Dalam program ini, BTN membebaskan biaya provisi dan administrasi. Kemudian, khusus untuk nasabah eksisting, pengajuannya cukup dengan slip gaji tiga bulan terakhir.

Yang paling menarik, BTN juga menggelar program spesial bernama KPR Take Over Merdeka. Ini adalah solusi bagi masyarakat ingin memindahkan cicilan ke BTN untuk menikmati bunga yang jauh lebih ringan. Dengan suku bunga mulai dari 3,5% fixed tiga tahun atau 4,5% fixed lima tahun, bebas biaya provisi dan administrasi, serta cashback biaya appraisal, program ini menjadi daya tarik besar bagi mereka yang ingin mengatur ulang cicilan secara lebih sehat.

Hirwandi melanjutkan, BTN percaya bahwa rumah bukan sekadar bangunan, melainkan pondasi masa depan yang layak diperjuangkan, tempat pembentukan karakter dan kecerdasan insan Indonesia. Menurutnya, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga aset yang nilainya terus meningkat dan menjadi investasi untuk masa depan.

“Dengan Program Merdeka, BTN berupaya hadir sebagai solusi konkret dan nyata di tengah kebutuhan masyarakat karena memiliki rumah bukan lagi mimpi yang jauh, tapi langkah nyata yang bisa dimulai hari ini juga,” tutur Hirwandi.

Segera ke BTN untuk menggapai cita dan harapan, karena Hidup Gak Cuma Tentang Hari Ini!

Dapat Tambahan Kuota FLPP, BTN Siap Perluas Akses Rumah Layak bagi Rakyat

BISNISTODAY.COM, Jakarta— Pemerintah resmi menaikkan target kuota FLPP menjadi 350.000 unit pada tahun anggaran 2025. Dari jumlah tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapatkan alokasi tambahan menjadi 220.000 unit, naik dari kuota sebelumnya yang hanya 158.301 unit. Penambahan kuota ini semakin menegaskan peran strategis BTN sebagai garda depan dalam mendukung program pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengatakan bahwa peningkatan kuota FLPP menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau. BTN pun menyambut baik langkah ini dan menyatakan siap mempercepat penyaluran kredit bersubsidi, baik untuk skema konvensional (160.000 unit) maupun syariah (60.000 unit).

“BTN sangat mendukung Program Tiga Juta Rumah pemerintah, khususnya bagi MBR dan Masyarakat Berpenghasilan Tanggung (MBT). Kami telah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan dari sisi supply dan demand, termasuk memperkuat digitalisasi layanan agar masyarakat makin mudah mendapatkan akses KPR subsidi,” ujar Hirwandi dalam webinar OJK Institute, Kamis (31/7).

BTN juga terus berinovasi lewat aplikasi digital Bale by BTN yang terintegrasi dengan fitur Bale Properti, sehingga masyarakat dapat mencari hunian, mengajukan KPR konvensional maupun syariah, dan memantau prosesnya secara daring—tanpa harus datang ke kantor cabang.

“Saran kami, jangan menunda membeli rumah. Sekarang lebih mudah dan cepat karena semua layanan BTN bisa diakses secara online,” tambahnya.

Sebelum adanya penyesuaian kuota, alokasi nasional FLPP 2025 adalah 220.000 unit, dengan BTN mendapat porsi 158.301 unit (122.834 unit konvensional dan 35.467 unit syariah). Namun sejak 23 Juli 2025, kuota nasional dinaikkan menjadi 350.000 unit, dan BTN kini ditargetkan menyalurkan 220.000 unit secara total.

Dalam forum yang sama, Kepala Departemen Pengawasan Bank Pemerintah OJK, Yan Syafri, menegaskan bahwa OJK mendukung pembiayaan sektor perumahan melalui berbagai kebijakan, termasuk POJK No.40/2019 yang mempermudah penilaian kualitas aset untuk kredit hingga Rp5 miliar, termasuk KPR subsidi.

“OJK mendukung program pembiayaan perumahan nasional, tapi tetap mendorong prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaannya,” tegas Yan.

Dukungan terhadap Hunian Vertikal dan TOD

BTN juga terus mendorong pembangunan hunian vertikal untuk mengatasi keterbatasan lahan, terutama di kota-kota besar. Hirwandi menegaskan, FLPP juga berlaku untuk rumah susun dan apartemen, namun masyarakat perlu didorong agar terbiasa dengan konsep hunian vertikal seperti yang lazim di negara lain.

“Kalau semua ingin rumah tapak, lahan pertanian akan tergerus. Pemerintah perlu hadir untuk edukasi publik dan dorong konsep rumah susun,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Edward Abdurrahman, menambahkan bahwa pemerintah mendukung konsep Transit Oriented Development (TOD) untuk efisiensi lahan dan biaya. Beberapa daerah, seperti Palembang, disebut sudah mulai merespons dengan baik konsep ini.

“Kami bekerja sama dengan BUMN pemilik lahan strategis dan pemerintah daerah untuk wujudkan hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi dan fasilitas publik,” kata Edward.

Rumah Sakit Mayapada Topping off di Kawasan Jakarta Garden City

Bisnistoday- Kawasan hunian township Jakarta Garden City (JGC) Jakarta Timur kini telah dilengkapi dengan fasilitas rumah sakit Mayapada Hospital Jakarta Timur (MHJT). Hal ini ditandai dengan seremoni topping off pembangunan Mayapada Hospital Jakarta Timur (MHJT) yang berlangsung Selasa (29/7).

Acara dihadiri oleh Direktur Utama Modernland Realty Tbk. – William Honoris, Direktur Modernland Realty Tbk Sami Miettinen, President Commisioner Mayapada Healthcare selaku Jonathan Tahir, Navin Sonthalia, President Director & CEO Mayapada Healthcare, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dr Herwin Meifendy serta jajaran direksi PT Modernland Realty Tbk., dan Mayapada Healthcare serta jajaran direksi dan manajemen perusahaan.

Seremoni Topping Off tersebut merupakan rangkaian Kerjasama PT Mitra Sindo Sukses selaku anak usaha PT Modernland Realty Tbk. dan Mayapada Healthcare(PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.) dalam mewujudkan rumah sakit yang dirancang modern dengan menghadirkan layanan kesehatan unggulan berstandar internasional di kawasan Jakarta Garden City (JGC).

Bagi Jakarta Garden City dengan adanya fasilitas rumah sakit tersebut merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan, tak hanya bagi penghuni perumahan, namun juga masyarakat yang berada di sekitar kawasan.

“Dengan adanya fasilitas rumah sakit, nantinya para penghuni dan masyarakatdapat lebih mudah dalam mengakses pelayanan kesehatan tanpa harus bepergian jauh sehingga dapat mempercepat proses penanganan medis. Selain itu, fasilitas rumah sakit juga dapat menjadi sarana edukasi dan sosialisasi kesehatan yang cukup efektif bagi Masyarakat,” ujar Hyronimus Yohanes selaku General Manager Sales & Marketing Jakarta Garden City. 

Lebih lanjut Hyronimus menegaskan bahwa pengan penambahan fasilitas rumah sakit Mayapada di dalam Kawasan Jakarta Garden City, merupakan langkah positif yang memberikan manfaat signifikan bagi penghuni perumahan dan Masyarakat yang ada di sekitarnya, serta memberikan manfaat diantaranya; kemudahan akses, meningkatkan nilai property serta memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi penghuni karena mengetahui fasilitasKesehatan terdekat selalu tersedia,” katanya.
Lokasi Strategis
Sementara itu menurut Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menegaskan bahwa seremoni topping off ini menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan Mayapada Hospital Jakarta Timur.

“Seremoni ini menandai komitmen nyata Mayapada Healthcare dalam menyelesaikan pembangunan rumah sakit modern di lokasi strategis agar semakin mudah diakses oleh masyarakat. Kami memahami bahwa aksesibilitas yang baik sangat penting terhadap peningkatan kualitas hidup,” tegasnya. 

Sebagai unit pertama kami di wilayah timur Jakarta, MHJT dirancang untuk menjadi rumah sakit unggulan yang tidak hanya melayani warga Jakarta Timur dan sekitarnya, tetapi juga menjawab kebutuhan layanan medis dan keselamatan kerja di kawasan industri sekitar. 

“Kami percaya MHJT membuat warga Jakarta Timur dan sekitarnya lebih mudah dan nyaman mendapatkan layanan kesehatan berkualitas internasional, yang dekat dengan tempat tinggal dan aktivitas mereka sehari-hari.” Lanjut Navin Sonthalia.

Mayapada Hospital Jakarta Timur dibangun di lahan seluas 1,5 hektar di areaBoulevard Utama Jakarta Garden City. Rumah sakit ini terdiri dari 8 lantaidengan kapasitas lebih dari 100 bed, dan dilengkapi dengan fasilitasmodern seperti Cathlab yang dapat mendukung berbagai layanan unggulan,termasuk kasus kegawatdaruratan seperti jantung dan stroke. 

Selain itu, karena lokasinya yang berdekatan dengan kawasan industri, Mayapada Hospital Jakarta Timur juga siap mengedepankan layanan Trauma Center yang didukung oleh tim dokter multidisiplin untuk menangani kasus trauma akibat kecelakaan kerja. Dewi

Lokasi MHJT mudah dijangkau dengan integrasi akses jalan tol dalam kotamaupun JORR, serta transportasi publik, menjadikannya sangat strategis sebagai pusat rujukan kesehatan regional. Sebagai bagian dari jaringan MayapadaHealthcare, rumah sakit ini juga memperkuat ekosistem layanan kesehatanberbasis kolaborasi tim dokter multidisiplin, teknologi terkini, dan perawatandengan pendekatan yang dipersonalisasi dan berpusat pada kebutuhan pasien(patient-centered care).Diharapkan setelah topping off hingga menjelang pembukaan MHJT, MayapadaHealthcare Bersama Modernland akan menghadirkan berbagai kegiatanpromotif dan preventif di kawasan JGC, termasuk pemeriksaan kesehatan,edukasi, dan aktivitas komunitas. 

Berkat Pembiayaan Subsidi BTN Syariah DA’I dan Guru Ngaji Bisa Punya Rumah Impian

BISNISTODAY.COM, Jakarta-Pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi meluncurkan program pembiayaan rumah subsidi dengan skema syariah bagi Da’i, Guru Ngaji, Aktivis Islam, dan Pegawai Ormas Islam di lingkungan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan program tersebut merupakan wujud komitmen perseroan mendukung program Perumahan Nasional milik Presiden Prabowo Subianto. “Program ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi keagamaan dalam memberikan kemudahan akses hunian yang layak dan terjangkau. Kami berharap para tokoh dan penggerak umat Islam di seluruh Indonesia dapat memiliki hunian layak dengan skema yang nyaman di hati,” ujar Nixon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (26/7).

Adapun, peluncuran program tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Ketua Umum MUI K.H. M. Anwar Iskandar, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, dan Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu. Melalui kerja sama tersebut, ketiga pihak akan bersinergi dalam menyalurkan program Pembiayaan Tapera dan Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera (KPR Sejahtera) berskema syariah, dengan target awal sebanyak 5.000 unit rumah subsidi pada tahun 2025.

Selain penyaluran pembiayaan perumahan subsidi, BTN juga akan memberikan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan di lingkungan MUI. “Kami juga secara optimal memberikan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah berbagai operasional dan transaksi keuangan di lingkungan MUI,” jelas Nixon.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Ma’ruf Amin mengatakan Program Perumahan Rakyat merupakan program yang harus didukung. “Karena memberikan kemudahan untuk mendapatkan rumah adalah bagian dari perintah agama,” ujar Ma’ruf.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan sepanjang sejarah, tahun ini pemerintah mengalokasi jumlah rumah subsidi terbesar yakni sebanyak 350rb unit. Sistemnya pun, lanjut dia, diberikan berdasarkan segmentasi sehingga program tersebut benar-benar menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

“BTN yang paling banyak menyalurkan pembiayaan rumah subsidi sebesar 220 ribu dari total 350 ribu unit. Sehingga kami sangat mendukung BTN menjadi besar karena yang paling berkontribusi dan serius mendukung perumahan,” jelas Maruarar.

Ketua MUI Anwar Iskandar menuturkan pihaknya berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat untuk kemaslahatan umat, termasuk terkait pemberian pembiayaan rumah subsidi bagi da’i dan guru ngaji. “Marilah kita sama-sama menanam sesuatu yang bermanfaat untuk dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang,” kata Anwar.

Sementara itu, hingga Maret 2025, BTN Syariah mencatatkan penyaluran Pembiayaan Perumahan Subsidi sebesar Rp28,5 triliun atau melesat 16,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara keseluruhan, BTN Syariah telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp46,26 triliun per Maret 2025 atau naik 18,2% yoy.

Developer Asing Abaikan Kewajiban, Kementerian Perumahan RI Diminta Turun Tangan

Bisnistoday — Konsumen melaporkan proyek perumahan The Leaf Residence di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia.

Laporan resmi tersebut diajukan melalui Kantor Hukum Yusuf Afandi Legal & Co, menyusul ketidakjelasan proses serah terima unit tanah dan bangunan yang telah dilunasi sejak tahun 2023.

“Laporan ini atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pencucian uang yang dilakukan oleh pihak pengembang, PT Realtegic Korporindo Investama,” kata Yusuf Afandi, S.H., kuasa hukum para korban dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/7/2025).

“Total nilai kerugian yang diderita oleh dua klien kami, SL dan EWAP, mencapai Rp472.552.600, termasuk kompensasi atas keterlambatan,” tambahnya.

Dikatakan Yusuf, bahwa para kliennya telah menunjukkan itikad baik dengan melunasi seluruh kewajiban pembelian rumah, namun hingga kini, tidak ada tanda-tanda realisasi pembangunan maupun jaminan hukum dari pihak developer.

“Ini bukan semata wanprestasi. Indikasi kuat mengarah pada tindak pidana yang serius,” tegas Yusuf.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan, klien telah berulang kali menghubungi pihak developer dan mencoba mendatangi kantor PT Realtegic Korporindo Investama di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Namun, kantor tersebut sudah tidak dapat diakses oleh konsumen.

Dalam surat resmi yang dikirimkan kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, kuasa hukum meminta atensi dan intervensi langsung dari pemerintah untuk memanggil dan memediasi pihak pengembang.

Laporan ini juga ditembuskan kepada Presiden RI, Wakil Presiden RI, Ketua Komisi V DPR RI, serta sejumlah lembaga terkait lainnya.

“Kami berharap ada tindakan nyata dari pemerintah dan lembaga pengawas, jangan sampai masyarakat terus menjadi korban praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab,” ujar Yusuf.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini puluhan konsumen KPR lainnya dari proyek perumahan yang sama sedang mempertimbangkan untuk memberikan kuasa hukum guna menempuh langkah serupa.

“Apabila tidak ada penyelesaian secara damai, kami akan menempuh jalur hukum pidana melalui aparat kepolisian dan proses peradilan,” pungkasnya.

Adapun dugaan tindak pidana yang dilaporkan meliputi:Pasal 378 KUHP tentang Penipuan,Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, serta kemungkinan pelanggaran terhadap UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

MoreFood Expo 2026 Resmi Diluncurkan: Gerbang Strategis Menuju Pasar Makanan dan Halal Indonesia

Bisnistoday– Industri makanan dan minuman di Indonesia tengah memasuki fase pertumbuhan yang pesat. Pasar layanan makanan (foodservice) nasional diperkirakan mencapai USD 62,4 miliar pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) mencapai sebesar 13% hingga tahun 2030. 

Seiring meningkatnya kebutuhan akan bahan makanan berkualitas, teknologi pengolahan modern, dan produk bersertifikasi halal, permintaan dari sektor ritel, horeca, hingga platform digital pun terus melonjak.

Dengan lebih dari 230 juta penduduk Muslim, Indonesia merupakan pasar konsumen halal terbesar di dunia dan menjadi pusat konsumsi halal yang berkembang di Asia Tenggara. Permintaan terhadap produk halal bukan lagi tren sementara, melainkan kebutuhan jangka panjang. Namun, peluang ini masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh banyak pelaku usaha. 

Tantangan seperti keterbatasan koneksi dengan buyer potensial, kurangnya pemahaman terhadap regulasi halal, serta keterbatasan akses distribusi masih menjadi hambatan utama, baik bagi pemain lokal maupun internasional.

Sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, MoreFood Expo 2026 secara resmi dibuka dalam acara Grand Launching pers yang diselenggarakan di Grand Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta, 24 Juli 2025.

Pameran dagang internasional B2B ini akan berlangsung pada 7–10 Mei 2026 di JIEXPO Kemayoran, dan menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri makanan, pengolahan, dan kemasan dengan buyer terkurasi dari berbagai sektor industri—baik dalam maupun luar negeri.

Diselenggarakan oleh Huamo Expo, bermitra dengan Panorama Media, dan didukung oleh asosiasi IPBBI, MoreFood Expo akan menampilkan berbagai sektor industri, termasuk bahan makanan nabati, makanan kemasan dan kaleng, mesin pengolahan dan pengemasan, peralatan katering, hingga rantai pasok horeca.

Carrie Wang, General Manager of Indonesia BD di Huamo Expo, menyatakan bahwa acara ini dirancang untuk memberikan solusi yang berdampak bagi pasar Indonesia.

“MoreFood Expo 2026 bukan sekadar pameran, ini adalah platform bisnis yang dibangun untuk menjembatani pelaku industri global dan lokal dengan kebutuhan pasar nyata di salah satu sektor pangan yang tumbuh paling cepat, khususnya halal,” ujarnya.

Selain area pameran, MoreFood Expo 2026 juga akan menghadirkan program business matching untuk mempertemukan para peserta pameran dengan pembeli yang telah dikurasi secara selektif, memberikan peluang nyata untuk menjalin kemitraan strategis dan transaksi bisnis.

Acara ini juga akan diselenggarakan bersamaan dengan dua pameran besar lainnya, Café Brasserie Expo dan Franchise & License Expo Indonesia, untuk menciptakan sinergi dan memperluas jangkauan audiens.

Royanto Handaya, Presiden Direktur Panorama Media, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan Huamo Expo. “Merupakan kehormatan bagi Panorama Media untuk berkolaborasi dengan Huamo Expo dalam menghadirkan MoreFood Expo 2026. Kami yakin acara ini akan menjadi penghubung utama antara inovasi industri dan pasar yang terus berkembang. Tidak hanya bagi pemain global, tetapi juga sebagai peluang strategis bagi produsen lokal untuk naik kelas, memperluas distribusi, dan mengakses pasar ekspor,” ujarnya.

Dukungan terhadap sektor halal juga datang dari Prof. Dr. Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin SH, M. Hum, Ketua umum Asosiasi Pecinta Rempah Nusantara dan Ketua Umum Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia, yang menekankan pentingnya edukasi industri dan panduan regulasi. “Kami siap mendampingi pelaku usaha lokal dan internasional dalam menavigasi proses sertifikasi halal di Indonesia. MoreFood Expo akan menjadi ruang strategis untuk membangun kepercayaan konsumen dan memperkuat ekosistem halal nasional,” ujarnya.

Dengan posisi yang kuat, dukungan lintas sektor, dan momentum pasar yang positif, MoreFood Expo 2026 siap menjadi panggung utama bagi pelaku industri makanan dan halal, baik lokal maupun global, untuk terhubung, berinovasi, dan tumbuh bersama. Dewi

BTN Sabet Dua Penghargaan di ASEAN Corporate Governance Awards 2025

BISNISTODAY.COM, Kuala Lumpur-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Dalam ajang ASEAN Corporate Governance Awards (ACGA) 2025, BTN berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu:m Top 50 ASEAN Public Listed Companies (PLCs) dan Top 5 Indonesia Public Listed Companies (PLCs).

Penghargaan ini merupakan hasil dari proses seleksi dan evaluasi ketat terhadap 569 perusahaan publik dari 6 negara Asia Tenggara, melalui mekanisme ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) yang telah diakui secara internasional sebagai standar penilaian tata kelola perusahaan berbasis prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.

Direktur Human Capital and Compliance BTN, Eko Waluyo, menegaskan bahwa capaian ini menjadi validasi atas perjalanan panjang transformasi tata kelola di BTN yang dijalankan secara konsisten.

“Penerapan GCG bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi telah menjadi budaya kerja dan bagian dari strategi bisnis berkelanjutan BTN. Kami percaya bahwa tata kelola yang kuat akan memperkuat kepercayaan publik, memperbaiki efisiensi operasional, dan mendukung kinerja jangka panjang,” ujar Eko di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (24/7).

Prestasi tahun ini menambah deretan penghargaan yang pernah diraih BTN dalam ajang ACGS sebelumnya, diantaranya sebagai Top 3 Indonesia PLCs dan termasuk dalam ASEAN Asset Class bersama 10 perusahaan terbaik lainnya

Konsistensi dalam penerapan prinsip tata kelola terbaik ini menunjukkan bahwa BTN terus melakukan perbaikan dan pembenahan secara berkelanjutan di seluruh aspek organisasi.

Dari sisi penilaian nasional, RSM Indonesia sebagai Domestic Ranking Body menyatakan bahwa penghargaan ini mencerminkan kemajuan perusahaan-perusahaan publik Indonesia, khususnya BUMN, dalam menerapkan praktik tata kelola yang sejajar dengan standar global.

“Semakin banyak perusahaan, termasuk BUMN seperti BTN, yang menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta peran Direksi dan Dewan Komisaris. Penghargaan ini mencerminkan bahwa tata kelola yang baik tidak hanya membangun kepercayaan pasar, tetapi juga mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Angela Simatupang, Corporate Governance Expert ACGS dan Senior Partner RSM Indonesia.

Ketua ACMF Working Group on Corporate Governance sekaligus Ketua Philippines Securities and Exchange Commission, Francisco Edralin Lim, turut menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian perusahaan-perusahaan yang menerima penghargaan tahun ini. Ia menekankan bahwa hasil penilaian 2023/2024 mencerminkan peningkatan nyata dalam kualitas tata kelola perusahaan di kawasan.

“Para penerima penghargaan telah menunjukkan bukan hanya kepatuhan, tetapi juga keteladanan. Prestasi mereka menjadi tolok ukur bagi perusahaan lain di kawasan ASEAN untuk terus meningkatkan standar tata kelola secara kolektif,” ungkap Lim.

Penghargaan ini menjadi pemacu bagi BTN untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan demi mendukung agenda pertumbuhan yang inklusif, kredibel, dan berkelanjutan, baik di level nasional maupun regional

Berkontribusi untuk Masyarakat dan Lingkungan, BTN Salurkan Dana TJSL Rp40,7 Miliar

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) serta program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Adapun, sepanjang periode Januari hingga Juni 2025, BTN telah merealisasikan dana TJSL sebesar Rp40,7 miliar. Dana tersebut disalurkan untuk berbagai program pembangunan berkelanjutan dan agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden. Program-program tersebut di antaranya yakni penguatan pangan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta penguatan hukum dan tata kelola, hingga dukungan terciptanya kota dan permukiman berkelanjutan.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan bahwa program TJSL menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, keberhasilan BTN dalam menjalankan bisnis tidak dapat dilepaskan dari kontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan. “BTN hadir sebagai bank yang memberikan berbagai layanan keuangan bagi masyarakat, sekaligus sebagai mitra pembangunan yang aktif memberikan solusi untuk tantangan sosial dan ekonomi bangsa hingga di tingkat akar rumput,” ujar Ramon di Jakarta, Rabu (23/7).

Penyaluran terbesar TJSL BTN pada paruh pertama tahun ini yakni di bidang pangan. Berbagai realisasi yang telah dilakukan yakni menyalurkan berbagai bantuan pangan, seperti paket sembako untuk korban banjir di Pekalongan, dukungan pasar murah di Banjarmasin, hingga penyediaan makan siang gratis bagi masyarakat melalui lembaga mitra di Boyolali. BTN juga turut mendukung pelaksanaan kegiatan sosial keagamaan dan bakti sosial di berbagai wilayah, termasuk di Jakarta dan sekitarnya.

Komitmen BTN terhadap pemberdayaan ekonomi  juga tercermin dalam pemberian bantuan untuk menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Melalui inisiatif seperti program inkubasi BTN Housingpreneur, dukungan pameran UMKM di Solo, serta bantuan alat usaha bagi pelaku usaha kecil di wilayah Sulawesi Tengah, BTN terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari akar rumput.

Di bidang lingkungan, BTN juga mengarahkan bantuan TJSL untuk mendukung terciptanya kota dan pemukiman yang berkelanjutan. Beberapa kegiatan yang dijalankan meliputi pembangunan dan renovasi sarana ibadah, penyediaan sarana kebersihan, serta partisipasi dalam pengelolaan sampah di berbagai daerah. BTN juga ambil bagian dalam penyelenggaraan program Mudik Gratis BUMN 2025, dengan memberangkatkan lebih dari 600 pemudik ke wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Bank Victoria Syariah Bersiap Gelar RUPSLB

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Bank Victoria Syariah (BVIS) tengah mempersiapkan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2025. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari aksi korporasi yang telah dilakukan pada Juni lalu, yakni pengambilalihan saham BVIS oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Direktur Utama BVIS Dery Januar membenarkan rencana penyelenggaraan RUPSLB tersebut. “RUPSLB akan menjadi langkah penting pasca-akta jual beli dan pengambilalihan saham BVIS oleh BTN pada 5 Juni lalu. Adapun agenda RUPSLB akan kami sampaikan setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham, dalam hal ini BTN,” jelas Dery di Jakarta, Senin (21/7).

Lebih lanjut, Dery memastikan akan ada aksi korporasi lanjutan setelah proses akuisisi ini rampung. “BVIS dan BTN akan bersama-sama membentuk Bank Umum Syariah. Langkah ini akan berdampak besar terhadap arah bisnis BVIS ke depan dan tentu memerlukan keputusan pemegang saham melalui RUPSLB,” ujarnya.

Dery menyambut baik rencana strategis yang tengah dijalankan bersama Unit Usaha Syariah BTN. Ia meyakini bahwa kolaborasi ini akan memperkuat posisi bisnis BVIS. “Kami mendukung penuh seluruh proses yang sedang berlangsung, karena kami optimistis ke depan skala bisnis BVIS akan tumbuh lebih besar.”

Penyelenggaraan RUPSLB BVIS diyakini dapat segera terlaksana, mengingat OJK telah menyetujui rencana BTN untuk melakukan spin off melalui akuisisi BVIS sebagai cangkang Bank Umum Syariah. Selain itu, proses restrukturisasi terkait spin off ini juga telah memperoleh persetujuan Presiden RI melalui Kementerian BUMN dan Danantara. Bahkan, Presiden disebut telah mengantongi nama untuk entitas baru hasil integrasi BVIS dan Unit Usaha Syariah BTN .

Dery pun optimistis, sinergi antara BVIS dan Unit Usaha Syariah BTN akan menciptakan entitas baru dengan semangat baru. “Kami akan memiliki lebih banyak produk, daya saing yang lebih kuat, dan market size yang jauh lebih besar. Tidak menutup kemungkinan, BVIS akan masuk ke jajaran bank syariah besar di Indonesia.”

Menurutnya, peluang pertumbuhan perbankan syariah masih sangat terbuka. “Fokus kami adalah pada layanan, peningkatan loyalitas nasabah iB, dan penguatan teknologi. Dengan layanan yang lebih baik, produk yang lebih beragam, dan dukungan infrastruktur digital yang mumpuni, kolaborasi ini akan menjadi jawaban atas tantangan industri perbankan syariah saat ini,” pungkas Dery.