XELA Pictures Rilis Film Perdana Sara & Fei Stadhuis Schandaal
Bisnistoday–Tak dapat dipungkiri bahwa perfilman Indonesia semakin marak beberapa tahun belakangan ini, bukan hanya dari segi kuantitas saja namun juga dari sisi tema pun kian beragam. Dan yang menggembirakan, bermunculannya beberapa Production House baru yang mencoba berkiprah sehingga industri perfilman semakin semarak tiap tahunnya.
Satu lagi Production House yang masuk di industri film nasional adalah XELA Pictures dengan memperkenalkan film perdananya berjudul ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’ yang segera tayang di bioskop Tanah Air mulai tanggal 26 Juli 2018 mendatang.
Kiprah perdana XELA Pictures ini tentunya melihat adanya geliat industri film yang semakin bergairah dengan jumlah penonton film yang menjadi pasar potensial. Berdasarkan data dari www.filmindonesia.or.id, pada tahun 2017, sebanyak 116 film panjang ditayangkan ke bioskop-bioskop Tanah Air dimana jumlah penonton meningkat dari 34,6 juta di tahun 2016 menjadi 37 juta penonton di tahun 2017
“Kami melihat potensi penonton film di Indonesia masih sangat besar. Dengan memproduksi film berlatar belakang sejarah, kami pun ingin mengangkat budaya Indonesia ke manca negara termasuk Tiongkok yang menjadi pasar kedua film perdana kami ini”, ujar Alexander Sutjiadi, Pemilik XELA Pictures dan Produser Eksekutif Film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’, Jakarta, 20/07.
Di film perdananya ini, XELA Pictures menggandeng sutradara senior, Adisurya Abdy untuk menghadirkan sebuah film berlatar belakang jaman kolonial yang terjadi ratusan tahun lalu namun dikemas dengan gaya kekinian.
“Saya memang tidak ingin membuat film sejarah, tetapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di jaman kolonial, yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal”, jelas sutradara era tahun 1980 an yang ngetop dengan film Roman Picisan, Macan Kampus, Asmara, Ketika Cinta Telah Berlalu dan beberapa film populer lainnya, Adisurya Abdy.
Kolaborasi perdana antara XELA Pictures dengan sutradara Adisurya Abdy ini pun melahirkan sebuah drama thriller dan misteri yang mampu menarik minat penonton usia muda. Segmen ini disasar karena merekalah yang paling banyak datang ke bioskop.
“Film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan format kekinian, tetapi unsur-unsur historisnya tetap terpenuhi. Sehingga memberikan generasi baru untuk banyak mengetahui sejarah yang belum terungkap”, papar Adisurya Abdylebih jauh.
Dengan kekuatan cerita, Omar Jusma yang menjadi Produser pun optimis film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’ dapat meraup banyak penonton. “Kami memasang bintang yang berpotensi dan memiliki karakter yang sesuai dengan film ini”, jelas Omar
Seputar penggunaan kata berbahasa Belanda, Stadhuis Schandaal pun merupakan unsur kesengajaan. Seperti yang dijelaskan oleh sang sutradara, “Gunanya agar penonton sejak awal sudah mengetahui bahwa film ini memiliki latar belakang jaman Belanda”.
Tak pelak, ini merupakan sebuah film drama yang meminjam situasi era kompeni dengan memakai kacamata anak muda masa kini atau yang biasa disapa dengan generasi millenials. Konsep artistik pun disesuaikan dengan jaman itu.
Sampai-sampai sang sutradara, Adisurya Abdy membangun set berupa tangsi dan benteng Belanda di atas tanah seluas 1.500 m2 di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang digabung dengan teknologi visual effect, sebagimana digunakan oleh industri perfilman modern saat ini.
“Kami sudah mencoba mencari bangunan-bangunan sisa peninggalan Belanda yang ada di Indonesia, tetapi tidak sesuai dengan kriteria dan mekanisme kerja yang akan kami lakukan. Untuk itu maka kami putuskan lebih baik membangun set sendiri agar kerja tim menjadi lebih bebas”, terang sang sutradara.
Beberapa wajah baru disodorkan di film ini seperti Amanda Rigby, Tara Adia, Haniv Hawakin, Volland Volt dan Mikey Lie.
Film ini juga menghadirkan pemain pendukung yang sudah malang melintang di industri film Tanah Air yaitu Anwar Fuady, George Mustafa Taka, Rowiena Umboh, Rensy Millano, Tio Duarte, Septian Dwi Cahyo, Iwan Burnani, Julian Kunto, Aby Zabit El Zufri serta beberapa pemain pendukung lainnya seperti Lady Salsabyla, Ricky Cuaca, Stephanie Ady, Iqbal Alif, Andhika Ariesta dan Yurike Cindy dan penata musik film dikerjakan oleh Areng Widodo,
Film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’berkisah tentang mahasiswi, Fei. Saat melakukan riset di kota tua Batavia, untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Fei didatangi gadis blasteran Belanda – Jepang bernama Sara.
Suatu hari, setelah pulang dari Shanghai, Fei kembali mendatangi gedung Museum Jakarta, yang terkenal dengan nama Museum Fatahilah. Dulunya, gedung ini adalah balai kota bernama Stadhuis.
Tiba-tiba Sara kembali muncul dan tanpa disadari membawa Fei masuk ke lorong waktu menuju abad 17, masa Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon memerintah Batavia. Dari sini cerita semakin menarik. penuh misteri dan pesan.
Demi meraih minat penonton di pasar Tiongkok, film ini mengambil lokasi syuting di dua negara yaitu Jakarta, Pangkalan Bun Kalimantan (Indonesia) serta Shanghai dan Ningbo (Tiongkok). “Kami pun bermitra dengan perusahaan film dan distribusi film dari Tiongkok”, ungkap Alexander Sutjiadi. Dewi
Sejumlah Sekuritas Rekomendasikan Buy untuk Saham BBTN
Bisnistoday.com-Sejumlah sekuritas merekomendasikan beli
(buy) terhadap harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dikarenakan
optimisme terhadap kinerja perseroan yang cukup baik hingga akhir tahun ini.
Analis BCA Sekuritas Gilang Purnama dan Prasetya Gunadi
dalam risetnya di Jakarta menjelaskan rekomendasi beli terhadap saham BBTN
dengan target harga mencapai Rp3.100 per saham dikarenakan pertumbuhan kredit perseroan yang terjaga
dengan baik dan lebih tinggi dari pada industri perbankan nasional.
Disisi lain, adanya potensi pemasukan tambahan dari fee
based income dan masih terdapat cukup ruang untuk memotong biaya operasional.
“Kami tetap merekomendasikan beli dengan target harga tidak
berubah Rp3.100 per saham yang mengacu pada 1,3x 2018F PBV,” katanya.
Selain itu, pertumbuhan perseroan juga akan ditopang dengan
kemampuan Bank BTN dalam mempertahankan cost of fund di tengah kenaikan suku
bunga yang tinggi.
“Kami memperkirakan pertumbuhan kredit akan tetap di atas
rata-rata industri nasional yang mencapai 19 persen di akhir 2018,” ujarnya.
Sementara itu, CGS CIMB dalam risetnya tetap mempertahankan
target harga BBTN sebesar Rp4.200 per saham dikarenakan kepercayaan terhadap
kinerja Bank BTN yang bisa mempertahan NPL dikisaran 2,9 persen.
“Manajemen tetap percaya diri mencapai target NPL-nya 2,3
persen sampai dengan 2,5 persen,” ungkap riset tersebut.
Sedangkan Analis MNC Sekuritas, Nurulita Harwaningrum dalam
risetnya merekomendasikan beli untuk saham BBTN dengan target harga Rp3.375 per
saham.
“Kami menilai target harga ini seiring meningkatnya
kualitas aset, BBTN juga menjadi pemimpin pasar KPR bersubsidi dan pertumbuhan
yang kuat untuk kredit dan dana,” tegasnya.
Berdasarkan laporan keuangan Bank BTN per 30 juni 2018
perseroan bersandi BBTN ini masih menjadi penguasa pasar pembiayaan perumahan
di Indonesia dengan pangsa lebih 38 persen. Perseroan juga masih menjadi pemain
utama pendukung program perumahan nasional yang diusung pemerintahan
Jokowi-JK. Bank BTN masih mendominasi
pembiayaan rumah rakyat lebih dari 95 persen. (andre)
Royal Canin Indonesia Gelar Event Dog Walk
Jakarta Modest Fashion Week, Pertama di Indonesia dan Terbesar di Asia Akan Segera Digelar
Jakarta, 18 Juli 2018 – Setelah kesuksesan Istanbul, London dan Dubai, kini Modest Fashion Week telah tiba di Asia; Jakarta. Jakarta Modest Fashion Week yang merupakan Modest Fashion Week resmi pertama di Asia Tenggara ini siap meramaikan Jakarta pada tanggal 26– 29 Juli 2018 di Gandaria City, Jakarta Selatan.
Think Fashion sebagai pemilik brand Modest Fashion Week bersama dengan Markamarie Creative sebagai local partner, bahu membahu mewujudkan pagelaran internasional modest fashion yang pertama di Indonesia.
Terhitung 18 desainer mancanegara dari Rusia, Kanada, Australia, Jepang, Turki, Jordan, Oman, Kyrgystan, Singapura, Malaysia, Austria, dan Uni Emirat Arab serta dan 27 desainer Indonesia telah bergabung untuk menampilkan ragam koleksinya, serta 40 fashion brand booth yang siap meramaikan jalannya fashion week selama 4 (empat) hari yang menjadi sorotan dunia internasional ini.
Jakarta Modest Fashion Week mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Ministry of Economy Turkey, Enjoy Jakarta, Kamar Dagang Indonesia(KADIN), Istanbul Textile and Apparel Exporter Associations (ITKIB), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Indonesian
Fashion Chamber (IFC), Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) sebagai event yang membuka perhatian dunia kepada Indonesia.
Selain itu ada juga dukungan berbagai brand besar yakni Gandaria City- official venue partner, InPartnership with Wirausaha Muda Mandiri, Exclusive partner – Indonesia 2018 Asian Para Games, Wardah Beauty – Official Make Up, Metro Dept. Store- Official Department Store, J.Corp– Official Cake, ZUHRE dan 2Madison Avenue – Platinum Partners, Indonesian Fashion Chamber (IFC) – Fashion Show
Partner, Salam – Official Registration, Cocowork – Official Coworking Space, Blue Bird – Official Transportation, Veranda Hotel – Official Hotel, dan Sofyan Hotel – Official Halal Hotel.
Ada juga Community Partners yaitu Omnilytics, Blogger Crony, Aksi Cepat Tanggap (ACT), House of Perempuan, HijabersMom Community, Hijabers Community, Rungrapher, Faktabahasa, ISYEF (Indonesian Islamic Youth Economic Forum), Wajah Bunda Indonesia dan Women of Haya dan lain-lain.
Desainer dan brand yang turut serta di Indonesia antara lain; Up2Date by Irna Mutiara, 2Madison Avenue, Sofie, Dian Pelangi, Kami Idea, Etu, Khanaan Shamlan, Medina Zein, Anggia Handmade, Sayee,
Doraemon Indonesia dan masih banyak lagi. Event ini juga didukung oleh puluhan Media Partner dari dalam dan luar negeri.
Franka Soeria, Founder Modest Fashion Weeks Global menuturkan, ”Indonesia sudah melakukan banyak bagi perkembangan modest fashion dibandingkan negara lain di dunia. Inilah saatnya menunjukkan kepada dunia dan membukakan gerbang bagi pecinta fashion internasional untuk melihat keunggulan fashion
negara kita. Sorotan mata dunia internasional akan mengarah
kepada event Jakarta Modest Fashion Week, dan menjadi ajang pembuktian akan usaha dan kemajuan fashion yang dibangun desainer Indonesia selama ini,” ujar Franka, di Jakarta, 18/07.
Franka juga menambahkan, Kurang lebih ada 21 Negara ikut serta dalam perhelatan busana modest terbesar di Asia Tenggara ini, tak hanya sebagai peserta namun juga tamu khusus dan pengisi acara. Tak hanya fashion, Jakarta Modest Fashion Week juga bicara tentang kesejajaran Jakarta-Indonesia untuk menjadi tuan rumah pagelaran fashion show berskala internasional.
Bekerjasama dengan brand brand terbaik di Indonesia, JMFW menjadi ajang modest fashion paling internasional di Asia.
Ozlem Sahin, co-founder Think Fashion turut menyampaikan, “Indonesia adalah negara yang sangat potensial, namun kemajuan modest fashionnya belum populer dengan maksimal di dunia internasional,” imbuhnya.
Lanjut Ozlem, baginya Jakarta Modest Fashion Week akan menjadi gerbang yang membuka mata dunia akan kemajuan fashion Indonesia dan juga potensinya untuk perdagangan berskala internasional.
“Kami berupaya menghadirkan kesempatan maju dari berbagai sisi terutama sisi industri kreatif yang memberikan kontribusi terhadap kemajuan suatu bangsa. Indonesia memiliki sumber daya kreatif yang kaya dan melalui JMFW
berkesempatan mengangkat keunikannya dan kesempatan untuk diakui fashion buyer yang datang dari seluruh dunia serta menjadi inspirasi bagi perkembangan modest fashion week internasional. Karenanya
dukungan dari berbagai pihak sangat kami hargai dan kami apresiasi sebagai bentuk cinta mendalam bagi Indonesia,” ujarnya.
Sebagai event internasional, JMFW turut memberikan perhatian bagi komunitas penyandang disabilitas melalui konten Dream & Design for Disabilities supported by Indonesia 2018 Asian Para Games X JMFW.
Indonesia 2018 Asian Para Games dan JMFW memiliki kesamaan misi yaitu mendukung komunitas difabel untuk menunjukan bakat terbaiknya dalam skala internasional.
Project Dream & Design for Disabilities melibatkan komunitas bisu-tuli dan penyandang disabilitas lain dari Indonesia-Turki dan Jerman.
Mereka dilibatkan dalam proses penciptaan busana untuk kemudian ditampilkan di runway dan ditawarkan untuk sepenuhnya didonasikan untuk aksi sosial.
Think Fashion dan Markamarie akan melahirkan brand khusus untuk membuat project ini menjadi proyek jangka panjang. Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut berkontribusidengan membantu mengumpulkan komunitas difabel untuk berpartisipasi dalam program ini.
“Event internasional selama empat hari dari tanggal 26 – 29 Juli 2018 ini tak hanya menampilkan fashion show dan menghadirkan berbagai booth fashion, namun juga beragam konten kreatif seperti talkshow, panel dan workshop edukatif di JMFW. Kami juga menghadirkan Buyers Panel yang akan banyak memberikan insight bagi pelaku fashion Indonesia, juga Design Intelligence yang bekerjasama dengan Omnilitycs – perusahaan retail intelligence yang berbasis di London dan Malaysia,” tandas Ismail Semin, Founder Markamarie Creative selaku partner lokal Think Fashion di Indonesia.
“Dengan tiga success story di kota sebelumnya, kami berusaha keras menarik perhatian dunia ke Jakarta. Impian Jakarta sebagai salah satu pusat dunia yang telah disebut sejak lama, bisadilihat dari sekarang, saat ini, melalui Jakarta Modest Fashion Week. Bukan 2020, tapi sekarang juga. Semoga acara ini menjadi permulaan yang baik bagi talenta Jakarta dan Indonesia untuk memperkenalkan diri lebih dalam lagi dan semakin menancapkan pesonanya di industri modest fashion dunia,” tutup Franka Soeria. Dewi
ASITA JAKARTA TRAVEL MART 2018 #BIGGERBETTERBOLDER
(Bisnistoday.com)-Bertempat di Sekretariat ASITA DKI Jakarta, pada Senin ( 23/7/ Juli/ 2018), Asita Jakarta Travel Mart (AJTM 2018) menggelar Grand Launching secara digital kegiatan yang ketiganya di tahun 2018. Sebagai acara tahunan, persiapan AJTM 2018 ini sudah dimulai sejak selesainya AJTM 2017.
DUKUNG PENGEMBANGAN WILAYAH MAJA, BTN GELONTORKAN KREDIT UNTUK PNS DI LEBAK
BISNISTODAY.COM-Dalam
rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah, PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk,menggelar kemitraan dengan Korps
Pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Lebak dan PT Bintang Energi
Lestari untuk menyediakan rumah bagi hampir 10.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab
Lebak. Melalui kemitraan tersebut, para PNS Pemkab Lebak bisa memiliki rumah
murah dan terjangkau di kawasan kota baru yakni Maja di Kabupaten Lebak,
Banten.
Direktur Bank BTN
Budi Satria mengatakan selain untuk mendukung suksesnya Program Satu Juta
Rumah, kemitraan ini juga digelar sebagai bentuk partisipasi perseroan dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pasalnya,
melalui kerja sama ini, akan dibangun hunian di atas area lahan seluas kurang
lebih 1.500 hektar di Maja yang masuk dalam rancangan pengembangan kota baru
RPJMN. Proyek pembangunan hunian bernama Perumahan Bintang Maja Lestari
tersebut pun akan dibangun secara bertahap.
“Dalam tahap
pertama, akan dibangun 2.000 unit rumah di atas lahan seluas 37 hektar. Rumah-rumah
tersebut dapat dimiliki PNS Pemkab Lebak dengan skema KPR [kredit pemilikan
rumah] yang terjangkau baik berskema subsidi maupun non-subsidi,” jelas Budi di
sela acara Penandatangan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Penyediaan Jasa dan
Layanan Perbankan serta Perumahan bagi Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia
pada Pemkab Lebak di Jakarta, Kamis (19/7).
Dengan kesepakatan
tersebut, Bank BTN tidak hanya menyediakan KPR bagi PNS Pemkab Lebak, tapi juga
memberikan kredit kontruksi untuk pembangunan kawasan perumahan tersebut. Budi
melanjutkan, Bank BTN juga akan menyediakan produk dan layanan perbankan
lainnya bagi Pemkab Lebak. Hal tersebut diberikan untuk memberikan kemudahan
bagi instansi ini dalam bertransaksi keuangan.
Adapun, sesuai RPJMN
2015-2019, akan ada 10 kawasan perkotaan baru yang akan dibangun pemerintah. Di
antaranya yakni Pontianak, Padang, Palembang, Tanjung Selor, Manado, Jayapura,
Sorong, Makassar, Banjarbaru, dan Maja. Kawasan Maja sendiri tercatat memiliki
luas sekitar 15.000 hektar dan mampu menampung hingga 1,2 juta jiwa. Kawasan
ini rencananya akan dilengkapi fasilitas umum seperti akses tol dan stasiun
kereta dari dan menuju Jakarta.
Sementara itu,
dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah, emiten bersandi saham BBTN ini
telah menyalurkan kredit perumahan untuk 423.303 unit rumah pada semester
I/2018. Penyaluran tersebut setara 56,44% dari target Bank BTN untuk Program
Satu Juta Rumah sebanyak 750.000 unit. “Kami terus menggelar berbagai kemitraan
dan inovasi untuk meningkatkan penyaluran kredit dalam rangka mendukung program
nasional tersebut,” kata Budi.
Hingga semester
I/2018, Bank BTN juga mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan senilai
Rp189,62 triliun. Posisi tersebut tercatat naik 19,17% secara tahunan
(year-on-year/yoy) dari Rp159,12 triliun pada periode yang sama tahun
sebelumnya. (An)