HIIP Asia Rambah Pasar Indonesia

Bisnistoday-Setelah sukses di Vietnam dan Thailand, di tahun 2019 Hiip Asia berekspansi ke Indonesia. Untuk memperluas pasar global, HIIP PTE Ltd. bekerja sama dengan BP Network, sebuah perusahaan lokal yang telah menjalankan bisnis yang sama selama dua tahun, mendirikan perusahaan patungan PT Hiip Inovasi Indonesia.

Shintaries Nijerinda, founder dan CEO BP Network, menjelaskan bahwa, “Keputusan untuk melakukan kerja sama dengan Hiip Asia ini didasarkan oleh besarnya pangsa pasar media sosial di Indonesia terutama influencer marketing. BP Network juga berkesempatan menjadi perusahaan global dan tentunya akan membuka akses teknologi dengan dukungan Platform Hiip yang memiliki teknologi Artificial Intelligence,” ditemui saat press conference di Jakarta, 25/4/19.

Lanjut Shintaries, BP Network adalah Blogger Network terbesar dan menjalankan bisnis Micro Influencer Marketing di Indonesia. Di tahun 2017, BP Network mendapatkan Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) dari Bekraf dan tahun ini menjalin kerja sama dengan Hiip Asia guna memperluas pasar influencer di Indonesia.

Phi Nguyen, co-founder dan CEO Hiip Asia, menjelaskan bahwa “Kami sangat senang bekerja sama dengan BP Network, influencer network perempuan terbesar di Indonesia, dan memberikan akses penuh ke platform kami yang berbasis teknologi AI serta mendukung dari sisi manajemen regional. Harapan saya, hal ini akan merangkul ekosistem influencer lokal yang telah ada dan akan memberi kesempatan lebih banyak kepada influencer untuk terhubung dengan brand internasional.”

Hiip adalah Influencer marketing platform yang menghubungkan antara brand dan influencer dengan menggunakan teknologi Big Data dan Artificial Intelligence. Platform Hiip didesain sedemikian rupa untuk mengakomodir kampanye digital yang masif dan menemukan influencer yang tepat. Hiip telah menghubungkan lebih dari 500 brand dan berkolaborasi dengan 6000 influencer. Dewi

The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019, Sensasi Lari Unik Pertama di Indonesia

Bisnistoday-Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Kraton Jogjakarta menggelar ajang lomba lari bertajuk ‘The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019’ dalam rangka Hari Informasi Geospasial 2019 dan bertepatan dengan 50 tahun usia BIG di tahun 2019.

Hal ini juga sebagai langkah untuk memperkenalkan keelokan pariwisata di Indonesia. Bertempat di Gumuk Pasir dan tepi Pantai Parangtritis, Jogjakarta, event ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2019 mendatang. Ajang ‘The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019’ ini akan menawarkan sensasi lari unik pertama di Indonesia karena peserta bakal menjajal medan lari yang tidak biasa yaitu berlari di gundukan pasir Pantai Parangtritis.

Gumuk Pasir Parangtritis merupakan satu-satunya bukit pasir yang terluas di Asia Tenggara. Area Pantai Parangtritis memiliki bukit pasir besar yang disebut Gumuk Pasir Parangtritis (Gumuk berarti Bukit Pasir; Pasir berarti Pasir).

Kepala BIG, Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc. mengatakan, tak sekedar keceriaan saja, melalui ajang lomba lari ini, kami pun ingin mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan gaya hidup sehat, seimbang dan penuh semangat tinggi.

“Sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap pemetaan seluruh wilayah Indonesia, maka ajang lomba lari ini menjadi wadah kami untuk memperkenalkan kiprah BIG ke masyarakat. Kami yakin banyak yang tidak tahu kami telah hadir selama 50 tahun di Indonesia. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, maka ajang ‘The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019’ menjadi ajang perkenalan BIG sekaligus agar kami dapat dikenal sebagai penyelenggara lomba lari yang menawarkan lomba lari dengan sensasi unik yang berbeda,” ujarnya Hasanuddin, Jakarta 25/04/19.

Event lari ini pun mendapatkan dukungan restu dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengingat Gumuk Pasir ini merupakan tanah milik Kraton Jogjakarta (Sultan Ground).

Selain itu, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro, yang biasa dipanggil Kanjeng Wiro, dari Kraton Jogjakarta juga merasa antusias dapat mendukung ajang lari yang mengangkat potensi wisata di Jogjakarta ini.

“Kami gembira dapat bekerjasama dengan BIG untuk menggelar ajang lomba lari. Ini merupakan salah satu bagian promosi untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jogjakarta, khususnya untuk menikmati keindahan Pantai Parangtritis. Harapannya dengan diselenggarakannya ajang ‘The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019’ ini dapat menjadi gerbang terbukanya potensi sosial ekonomi di bidang industri dan kepariwisataan, serta tentunya membuka potensi olahraga bagi masyarakat urban Jogjakarta”, tutur Kanjeng Wiro.

Untuk lintasan lari sendiri yakni rute 80% road aspal/semen melewati jalan raya dan jalan desa di sekitar Parangtritis, dan rute lainnya melewati pantai dan gumuk pasir dan lorong cemara dengan 3 kategori lomba yaitu 6K, 10K dan 21K.

Untuk pendaftaran dibuka sejak bulan April hingga akhir bulan Agustus 2019 mendatang, yang dapat dilakukan secara online di website http://sanddunesrun.id/. Untuk biaya pendaftarannya sendiri adalah Rp. 250.000 (6K); Rp. 350.000 (10K) dan Rp. 500.000 (21 K yang juga akan mendapatkan kaos finisher).

Diharapkan event ini dapat menjaring 5000 peserta rencananya akan diadakan beberapa kali dalam setahun di beberapa tempat di Jogjakarta. Tahun ini direncanakan di kota (bagian tengah) dan di Gumuk Pasir (bagian selatan). Tahun berikutnya diharapkan dapat dilaksanakan di utara (gunung Merapi) dan tempat lain di Jogjakarta. Dewi

Investasi 1 Triliun, SouthCity Kerjasama GoWork Kembangkan Hunian Coliving Pertama di Indonesia

 

bisnistoday.com, Jakarta–PT Setiawan Dwi Tunggal (SouthCity) pengembang SouthCity, area superblock seluas 55 hektar, menggelontorkan investasi hingga Rp 1 Triliun untuk membangun hunian aparemen coliving pertama di Indonesia, The Parc di Pondok Cabe.

Terletak di Cinere, Selatan Jakarta, The Parc merupakan apartemen dengan konsep coliving pertama di Indonesia dengan jumlah unit mencapai 1.701 unit di lahan seluas 1,5 hektar. Konsep coliving tersebut tercermin dari 70% area yang didekasikan sebagai fasilitas bersama, ruang rekreasi dan area hijau yang terintegrasi dengan area superblock SouthCity seluas 55 hektar, “Kami mendesain The Parc apartemen menjadi sebuah manifestasi dari kehidupan komunal. Kami menyediakan kesempatan bagi penghuni untuk saling berbagi dan berkolaborasi, namun tetap mengutamakan privasi,fungsi dan kenyamanan,” ujar CEO &Direktur SouthCity, Peony Tang.

Menurut Peony, The Parc tak sekedar sebuah hunian, tetapi juga sebuah tempat untuk melahirkan inspirasi terbaik dan membangun hubungan yang bermakna. “The Parc menjadi tempat untuk saling berhungungan dalam komunitas dan didisain untuk berbagi kehidupan dengan orang lain untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar dia.

Demi menyediakan fasilitas untuk berkolaborasi, SouthCity juga menggandeng GoWork, penyedia jasa coworking space yang sudah memiliki nama di Indonesia. Dalam kerjasama ini, GoWork selaku operator untuk mengadakan berbagai kegiatan komunitas, menyediakan fasilitas coworking space, dan juga fasilitas lain yang memungkinkan penghuninya berbagi dan berkolaborasi. Peony menyebutkan GoWork memiliki pengalaman dalam menyediakan 35.000 m2 coworking space yang tersebar di 17 lokasi di Indonesia dan memiliki komunitas yang berjumlah lebih dari 9.000 anggota lewat platform aplikasi,” ujar dia.

“Salah satu kunci kekuatan GoWork adalah semangat berkolaborasi, Kerjasama strategis ini adalah yang pertama di Indonesia. Kami berharap dengan kerjasama ini kami dapat turut memenuhi semangat SouthCity dalam mengembangkan hunian dengan filosofi ‘work,life and play’,” ujar Vanessa Li, CEO GoWork

Tujuan diadakannya kerjasama ini adalah untuk memastikan para penghuni bisa menikmati keuntungan dari coliving, yang tak sekedar berbagi fasilitas umum,  tetapi merupakan personafikasi dari kolaborasi dan komunitas-cara bagi para penghuni untuk berbagiketertarikan, sumberdaya dan impian dengan penghuni lain untuk mencapai tujuan hidup yang lebih terarah.

“Kami yakin, konsep coliving akan mengubah wajah industri properti dalam banyak hal, sama seperti konsep ekonomi berbagi telah mengubah dunia bisnis. Untuk memenuhi kebutuhan kaum milenial, pengembang harus lebih inovatif dan terbuka terhadap perubahan, untuk sektor properti, artinya harus bisa mengintegrasikan konsep ‘live, work and play’, dalam produknya, ” ujar Peony.

Selain itu, berkaca dari Uber dan Airbnb, yang telah lebih dahulu mengembangkan konsep ekonomi berbagi, SouthCity juga menggandeng PropertiAnda.com. Sebuah perusahaan digital yang mengembangkan konsep investasi properti melalui dana bersama (crowdfunding).Sebagai informasi, PropertiAnda.com merupakan pengembangan model fintech yang menawarkan platform layanan proptech (property technology) berbasis crowdfunding untuk berinvestasi pada aset properti. Layanan ini mengakomodasi beberapa orang untuk membeli sebuah properti secara bersama-sama mulai dari Rp 500,000, mendapatkan income dari biaya sewa properti dan menjual investasi tersebut kapan saja.

“Sejarah menyebutkan bahwa properti merupakan investasi yang konsisten, stabil dan dapat memberikan kesempatan untuk masyarakat yang ini berinvesatsi jangka panjang, tanpa harus memiliki modal besar, konsultan properti atau kurang likuiditas, “ ujar William Suwandi, Co-founder  Properti Anda.

Saat ini, The Parc telah menjual 60% dari total 392 unit di tower pertama. “Kami menargetkan penjualan hingga 80% tahun ini dan setelah itu akan mulai memasarkan tower dua,” ujar Stevie Jaya, Associate Director SouthCity.

Demi keterjangkauan yang menjadi kendala utama kaum milenial yang ingin memiliki hunian, The Parc menyediakan skema pembayaran ringan yaitu dengan cicilan sebesar Rp 99.000 per hari, Stevie opptimistis, The Parc akan memberi angin segar dunia properti dalam negeri baik bagi investor maupun end-users, termasuk kaum milenial.

The Parc Apartemen terdiri dari 3 tower setinggi 13 lantai yang direncanakan sebanyak 1.701 unit. Tower pertama yang direncanakan mulai dibangun pada akhir tahun ini menyediakan 3 tipe, yakni Studio (22,55 m2), 1 Bedroom (30,06-36,66 m2) dan 2 Bedroom (45,10 m2). Saat ini, The Parc dibandrol dengan harga promo dan terjangkau mulai dari Rp 357 juta sampai dengan Rp 707 jutaan per unit. Konstruksi tower 1 ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini.

SouthCity merupakan kawasan superblock dengan luas lahan sebesar 55 hektar menyediakan area ekspansif untuk perkembangan perumahan, perkantoran dan perhotelan di masa depan. Lengkap dengan hunian tempat tinggal, apartemen, ruko, mal, gedung perkantoran dan hotel, kawasan ini akan menjadi destinasi hiburan yang ramai untuk semua penghuni yang mencakup wilayah: Cinere, Pondok Cabe dan Jakarta Selatan.

GoWork adalah penyedia platform coworking space premium terkemuka di Indonesia dengan misi untuk memberdayakan orang untuk menjadi yang terbaik. Go-Rework menyediakan ruang kerja kelas dunia yang menginspirasi dan dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan untuk membantu perusahaan berkembang. Go-Rework mengejar misinya dengan menciptakan platform komunitas bisnis bagi para anggotanya melalui desain spasial yang dilengkapi teknologi terintegrasi, dan pemberdayaan konten dan layanan. Usaha ini didukung oleh beberapa pemodal ventura terkenal dan bermitra dengan merek-merek terkemuka di bidang kerja sama, gaya hidup dan real estate.

Properti Anda adalah platform crowdfunding pertama di Indonesia yang memberikan kesempatan pada investor milenial untuk investasi di properti mulai dari 500,000 rupiah saja. Dimana investor dapat menikmati kenaikan dari harga properti serta hasil sewa sesuai dengan porsi investasi. Tidak hanya itu kemudahan yang ditawarkan bagi investor adalah flexibilitas untuk menjual portfolio properti mereka secara real time serta portfolio investasi yang sudah dikurasi oleh para ahli di bidangnya. KOR

Tingkatkan Kesejahteraan, BTN Bina 10.812 Petani di Purwakarta

BISNISTODAY.COM, PURWAKARTA-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan pembinaan kepada 145 kelompok tani dengan anggota mencapai 10.812 petani di Purwakarta Jawa Barat yang tersebar pada tiga kecamatan yakni Pasawahan, Pondok Salam, dan Wanayasa. 

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, pembinaan yang dilakukan perseroan di daerah ini bekerjasama dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian dengan membangun Rice Milling Unit (Unit Penggilingan Padi/RMU). Selain itu BTN juga ikut serta dalam mengembangkan pertanian organik terintegrasi, hingga pemberian kredit dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani.

“Pengembangan di tiga wilayah tersebut, tercatat telah memiliki dua RMU, yakni RMU Kecamatan Pasawahan dan RMU Kecamatan Kiarapedes. RMU Kecamatan Pasawahan tercatat telah beroperasi sejak Januari 2018 dengan kapasitas 0,75 ton perjam. RMU ini menampung gabah dari kecamatan Pasawahan dan dari luar Purwakarta sebanyak 43 ton,” katanya saat mendampingi Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau RMU di Kiarapedes, Purwakarta, Jumat (26/4).

Lebih lanjut, RMU di Kecamatan Kiarapedes tercatat memiliki kapasitas 1,5 ton per jam. RMU yang mulai beroperasi pada November 2018 ini telah menerima gabah dari Purwakarta dan sekitarnya. RMU ini pun mencatatkan hasil produksi sebesar 6-6,5 ton per hari.

“Kami bersyukur yang telah kita lakukan disini telah membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Purwakarta,” ujarnya.

Selain RMU, Bank BTN juga menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Pemerintah Daerah Purwakarta untuk mengembangkan pertanian organik terintegrasi yakni dimulai dari proses pratanam hingga pasca panen.

“Melalui sistem terintegrasi tersebut, kami juga bisa secara tepat sasaran menyalurkan KUR bagi para petani. Dengan begitu, Bank BTN berharap para petani tidak lagi terlibat dengan para tengkulak dan berimbas pada kesejahteraan petani yang terjamin dan harga pangan yang terjaga,” paparnya.

Menurut Maryono, BTN telah menyalurkan 2.393 kartu tani dan diharapkan jumlah kartu tani dapat ditingkatkan sehingga banyak masyarakat yang menikmati kemudahan dari apa yang sudah diberikan oleh pemerintah bagi kesejahteraan para petani.

“Perseroan akan terus meningkatkan penyaluran kartu tani sehingga semakin banyak petani yang bisa merasakan manfaat dari kartu tersebut,” paparnya.

Sementara itu Menteri BUMN Rini M Soemarno mengungkapkan pembangunan RMU ini merupakan bantuan Kementerian Pertanian yang diinisiasi atas kerjasama antar stakeholder yang dikoordinir pelaksanaannya oleh Bank BTN melalui Mitra BUMDes Bersama Waponsa yang turut terlibat melakukan koordinasi dalam project RMU di wilayah Jawa Barat, khususnya Purwakarta.

“Ini merupakan pilot project dimana kalau ini berhasil akan menjadi panduan untuk dilakukan di wilayah lainnya,” ujar Rini.

Ditambahkan, BUMN melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri telah banyak melakukan kegiatan positif bersama masyarakat di seluruh Indonesia.

Ini merupakan bakti BUMN untuk Indonesia. Di bidang pertanian misalnya, berbagai pembangunan dan pengembangan terus dilakukan terutama sebagai wujud upaya ikut menyejahterahkan petani.

“Berbagai upaya terkait dengan bidang pertanian seperti yang dilakukan di wilayah Jawa Barat, tidak hanya untuk menjawab dalam memenuhi kesejahteraan para petani, tapi juga untuk mendukung ketersediaan bahkan swasembada beras di Indonesia,” tegasnya.  Adri

BTN Dorong Dunia Kampus Beradaptasi dengan Teknologi Digital

BISNISTODAY.COM, PADANG-PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menilai Era industri 4.0 tidak bisa dihindari lagi dalam segala sektor industri, karenanya dunia pendidikan perlu dibekali oleh pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, sehingga lulusannya mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan dunia mengalami revolusi teknologi yang cepat dalam dua abad terakhir, yang mengubah cara manusia bekerja, berkehidupan dan berinteraksi satu sama lain.

“Revolusi teknologi digital ini menimbulkan “Disruption” pada hampir seluruh bidang bisnis di dunia,” katanya dalam kuliah umum dihadapan ribuan mahasiswa di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Rabu (24/4)

Menurut Maryono, dalam menghadapi disruption tersebut, diperlukan sebuah terobosan dalam leadership style dan cara memimpin organisasi.

 Berdasarkan penelitian dari Effective Leadership in Digital Age Research disebutkan ada empat hal yang perlu dilakukan oleh pemimpin dalam industri 4.0 diantaranya pertama, Customer Centric yakni menselaraskan struktur, proses, dan strategi terhadap pengalaman customer yang tanpa batas memprioritaskan pengembangan yang mengacu pada kebutuhan pelanggan.

 Kemudian kedua, Adaptive & Data Driven yakni memiliki kemampuan beradaptasi dan me-reorganisasi peluang serta merangkul ketidakpastian menggunakan Big Data sebagai dasar pengambilan keputusan. Ketiga, Technology Savvy yakni Memahami Integrasi dan Aplikasi dari Teknologi terhadap Bisnis serta keempat Visionary yakni Memiliki Visi dan Misi yang kuat dan Kemampuan untuk mengkomunikasikannya.

Maryono menambahkan Leadership 4.0 merupakan solusi pendekatan gaya kepemimpinan dalam menghadapi era digitalisasi.

“Seorang pimpinan harus mampu menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Digital leaders akan cenderung lebih transparan dan akan mendistribusikan pengambilan keputusan di seluruh bagian organisasi,” ungkapnya.

Selain itu, pimpinan juga harus mampu memprioritaskan keragaman dan inklusi. Perusahaan memiliki banyak program terkait keragaman, memahami dampak positif keragaman pada budaya dan menyamakan peningkatan keragaman dan kinerja keuangan.

Lalu mendengarkan eksekutif muda. Generasi millenial akan menduduki 50 persen dari angkatan kerja saat ini, dan mereka akan mempunyai kendali untuk mengubah budaya korporasi. Dan terakhir berinvestasi pada teknologi generasi masa depan.

 “Saat ini, lebih dari 50 persen pemimpin telah bekerja mengandalkan kecerdasan buatan atau biasa disebut artificial intelligence (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning),” urainya.

Dengan pendekatan Leadership 4.0, beberapa fakta menunjukkan dampak yang signifikan dari sisi pertumbuhan profit, kepuasan karyawan, dan tingkat turnover karyawan.

Berdasarkan Survei Oxford Economics – SAP terhadap lebih dari 4000 eksekutif di 21 negara (2015) disebutkan hanya ada 1 dari 5 eksekutif yang dianggap layak untuk disebut sebagai digital leader.

Dari survei itu dipaparkan 87 persen karyawan di perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh digital leadership merasakan tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi. Kemudian sekitar 76 persen ekskutif yang termasuk digital leader membawa perusahaannya memperoleh profit lebih besar dibandingkan dengan eksekutif lainnya. Lalu 80 persen digital leader membuat keputusan berdasarkan data, dan 63 perse di antaranya menyatakan perusahaannya mampu membuat keputusan secara real time.

Dan tingkat turn-over karyawan lebih rendah di perusahaan dengan gaya kepemimpinan yang inklusi, mudah berbaur, dan struktur yang lebih dinamis.

“Universitas dapat mendukung pembentukan Kepemimpinan 4.0 melalui kombinasi pengembangan beberapa fundamental dan modern soft skill,” terang Maryono.

Lebih lanjut, BTN dalam menyambut industri 4.0 juga diimplementasikan di lingkungan perguruan tinggi dengan dibangunnya BTN Zone di lingkungan kampus. Salah satunya di Kampus Universitas Andalas, dimana mahasiswa dapat berinteraksi secara digital dalam memenuhi kebutuhannya dengan layanan transaksi perbankan one stop service melalui BTN Zone tersebut.

BTN membidik Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang dalam kerjasama pemanfaatan BTN Zone untuk membantu kebutuhan mahasiswa dalam layanan digital di lingkungan kampus.

“Semua terlayani serba digital sehingga untuk kebutuhan mahasiswa di lingkungan kampus tidak harus pergi keluar untuk melakukan transaksi perbankan. BTN Zone menjadi solusi kemudahan dan kecepatan dalam layanan perbankan secara one stop service,” tegas Maryono.

Sementara itu Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE mengungkapkan salah satu kunci keberhasilan adalah orang yang menguasi teknologi dan kedepan perlu di dorong agar dunia pendidikan untuk menguasai teknologi. Karena itu kerjasama dengan bank BTN sangat penting dilakukan dalam rangka sinergi.

Kerjasama dan sinergi dengan BTN ini tidak hanya dari sektor pembiayaan perumahan saja, tetapi juga banyak hal yang dapat dilakukan.

“Sekarang bisnis sukses itu adalah siapa yang cepat menguasai teknologi, dia yang terdepan” ungkap Tafdil.

Pihaknya berharap kehadiran BTN di Universitas Andalas dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan bermanfaat bagi mahasiswa kedepan.  ADRI

          

 

KUARTAL I/2019, BTN CATATKAN KREDIT NAIK 19,57%

BISNISTODAY.COM, Jakarta-Mengakhiri triwulan I/2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menorehkan kinerja positif ditopang berbagai langkah optimalisasi yang dilakukan perseroan. Per 31 Maret 2019, Bank BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan naik 19,57% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp202,5 triliun pada triwulan I/2018 menjadi Rp242,13 triliun.

Adapun, kenaikan positif pada penyaluran kredit dan pembiayaan Bank BTN tersebut juga masih berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Bank Indonesia (BI) merekam kredit perbankan secara nasional hanya naik di level 12% yoy per Februari 2019.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengungkapkan perseroan konsisten menggelar berbagai aksi strategis, kemitraan, dan promosi agar kian ekspansif dalam menyalurkan kredit. Meski tetap fokus dalam bisnis inti perseroan di bidang pembiayaan perumahan, Maryono berujar pihaknya terus aktif memacu akselerasi kredit di sektor non-perumahan.

“Capaian penyaluran kredit kami pada kuartal I/2019 ini akan terus kami pacu hingga akhir tahun nanti, tentunya dengan tetap selektif dan fokus menjaga kualitas kredit,” jelas Maryono pada Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank BTN per 31 Maret 2019 di Jakarta, Selasa (23/4).

Maryono menjelaskan kuatnya pertumbuhan kredit di Bank BTN tersebut bersumber dari lini sektor perumahan dan non-perumahan. Di sektor perumahan, kredit tercatat tumbuh 19,11% yoy dari Rp184,46 triliun pada akhir Maret 2018 menjadi Rp219,72 triliun di akhir Maret 2019. Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang masih tinggi menjadi pendorong kuat kenaikan total kredit di segmen ini. Catatan keuangan Bank BTN merekam KPR Subsidi naik 28,87% yoy dari Rp79,14 triliun per 31 Maret 2018 menjadi Rp101,99 triliun di periode yang sama tahun ini.

Per triwulan I/2019, KPR Non-Subsidi pun naik sebesar 14,37% yoy menjadi Rp79,83 triliun. Dengan capaian tersebut, KPR emiten bersandi saham BBTN ini tumbuh sekitar 22,07% yoy menjadi Rp181,83 triliun pada 31 Maret 2019. Rapor hijau tersebut sukses menempatkan Bank BTN sebagai pemimpin pasar di segmen KPR dengan pangsa sebesar 39,35% per Desember 2018. Bank BTN juga masih menempati posisi wahid di pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 92,96% per 31 Maret 2019.

Kemudian, di segmen kredit perumahan, kredit konstruksi juga terpantau naik 8,96% yoy menjadi Rp29,45 triliun pada akhir Maret 2019. Pada akhir bulan ketiga tahun ini, kredit perumahan lainnya tercatat telah disalurkan senilai Rp8,44 triliun.

Di sektor kredit non-perumahan, Bank BTN juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,24% yoy. Kenaikan tersebut ditopang laju positif penyaluran kredit di segmen kredit konsumer dan kredit komersial yang naik masing-masing sebesar 25,53% yoy menjadi Rp4,97 triliun dan 23,88% yoy menjadi Rp17,43 triliun per triwulan I/2019.

Meski terus menorehkan akselerasi pada kredit, Bank BTN tetap menjaga kualitas kredit dan pembiayaan selama tiga bulan pertama di 2019. Laporan keuangan Bank BTN menunjukkan per kuartal I/2019, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) nett perseroan berada di level 2%. Posisi tersebut jauh di bawah ambang batas atas NPL yang ditetapkan regulator sebesar 5%.

Pertumbuhan kredit Bank BTN juga mendorong kenaikan aset perseroan sebesar 16,47% yoy dari Rp258,73 triliun pada triwulan I/2018 menjadi Rp301,34 triliun. Nilai aset tersebut masih mengukuhkan predikat Bank BTN sebagai bank dengan aset terbesar kelima di Indonesia. Penyaluran kredit juga mendukung perolehan pendapatan bunga Bank BTN yang naik 21,69% yoy dari Rp5,27 triliun menjadi Rp6,42 triliun per akhir Maret 2019. Dengan pendapatan bunga tersebut, laba bersih Bank BTN per Maret 2019 menjadi senilai Rp723 miliar.

Sementara itu, di tengah kondisi likuiditas secara nasional yang tumbuh terbatas, Bank BTN tetap mampu mencatatkan kinerja positif pada penghimpunan dana masyarakat. Per 31 Maret 2019, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BBTN mencapai Rp215,82 triliun atau naik 10,98% yoy dari Rp194,48 triliun di periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut pun berada di atas rata-rata kenaikan DPK di industri perbankan nasional. BI merekam DPK perbankan nasional hanya naik sebesar 5,8% yoy pada Februari 2019.

 “Kami akan terus berfokus menghimpun dana masyarakat untuk menopang ekspansi kredit. Penghimpunan dana tersebut juga difokuskan pada peningkatan berbagai produk tabungan dengan cost of fund yang rendah,” jelas Maryono.

 Di lini bisnis syariah, Bank BTN juga tetap mengalami pertumbuhan positif. Per kuartal I/2019, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN mencatatkan akselerasi positif pada penyaluran pembiayaan dan penghimpunan DPK yang naik masing-masing sebesar 19,33% yoy menjadi Rp22,43 triliun dan 15,72% yoy menjadi Rp21,66 triliun. Dengan kenaikan bisnis tersebut, aset UUS Bank BTN terakselerasi sebesar 19,41% yoy menjadi 27,84 triliun pada triwulan I/2019. Kinerja bisnis unit bisnis ini juga menyumbang perolehan laba bersih UUS Bank BTN senilai Rp30,29 miliar per kuartal I/2019.

  Capaian Positif Program Satu Juta Rumah

 Sebagai agen Program Satu Juta Rumah, Bank BTN juga terus berupaya menjangkau masyarakat untuk memiliki rumah yang terjangkau. Hingga kuartal I/2019, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk 207.317 unit rumah atau senilai Rp22,65 triliun.

 Jumlah unit tersebut terdiri atas 150.064 unit rumah KPR Subsidi senilai Rp9,62 triliun dan 57.253 unit KPR Non-Subsidi senilai Rp13,02 triliun. Realisasi ini setara 25,91% dari target unit yang ditetapkan perseroan pada 2019. Adapun, pada akhir 2019 nanti, BBTN mengincar dapat menyalurkan kredit perumahan untuk 800.000 unit rumah.

 “Kami terus berkomitmen mendukung Program Satu Juta Rumah. Kami yakin dengan langkah ekspansif dalam memacu kredit akan mampu mencapai target Program Satu Juta Rumah yang mencapai 800.000 unit pada akhir tahun nanti,” jelas Maryono. (KORMEN)

 

Jakpro Leaders Talk: BUMD DKI Jakarta Perkuat GCG Tegakkan Integritas

 

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menginisiasi kebersamaan lintas BUMD se-DKI Jakarta untuk memperkuat Good Corporate Governance (GCG) sebagai upaya preventif berkelanjutan agar terhindar dari jerat kejahatan korporasi.

Inisiatif ini diluncurkan dalam ajang perdana “Jakpro Leaders’ Talk”, Selasa (23/4/2019) di Jakarta International Equestrian Park.

Kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Direksi BUMN ketika sedang menerima uang suap dari dua kontraktor swasta pada 22 Maret 2019 lalu, menjadi pelajaran bagi BUMD agar terhindar dari kondisi serupa. Kejadian berikutnya, 27 Maret 2019, KPK kembali menangkap seorang karyawan salah satu perusahaan BUMN. Hal ini perlu dikupas tuntas penyebab dan situasi-situasi yang perlu dicermati sehingga penegakan integritas dapat dipupuk dengan upaya-upaya sejak dini.

Penerapan Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu cara untuk memastikan penyelenggaraan manajemen sesuai koridor kepatuhan, tanpa harus kehilangan daya inovasi.

“Sebagus apapun peraturan, bila manusianya tidak mengetahui, tidak memahami atau belum tergerak untuk memahami koridor-koridor governance, maka tindak korupsi bisa terjadi,” ujar Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto.

Atas dasar hal ini, Jakpro membangun budaya belajar bersama, menggandeng sesama BUMD DKI Jakarta untuk kompak memperkuat GCG. Acara digelar di bawah koordinasi Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta didukung sinergi yang dibangun oleh Forum BUMD DKI Jakarta.

Semangat membangun Jakarta melalui BUMD bersih dituangkan dalam judul acara “BUMD Bersih, Kite Banget!”. Kalimat kunci ini mengambil rasa lokal Betawi untuk meresap sebagai budaya yang mengakar di era kekinian.

 Jakpro Leaders’ Talk menghadirkan para narasumber ahli yaitu Alexander Marwata (Wakil Ketua KPK), Muhammad Sigit (Deputi Bidang Pencegahan PPATK) dan S. Alexander Sianturi (Treasurer ACFE, Association of Certified Fraud Examiners).

Bincang penting ini dipandu moderator Ichsan Loulembah (Jurnalis Senior). Selaras dengan tema, pada acara dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Penegakan Integritas oleh seluruh Direktur Utama BUMD Provinsi DKI Jakarta. (Daftar BUMD terlampir). Agenda “Jakpro Leaders Talk” dijadwalkan berlanjut secara berkala dengan penyelenggaraan bergiliran di antara BUMD se-DKI Jakarta.

Jakpro, nama popular PT Jakarta Propertindo (Perseroda) sebuah entitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta yang bergerak di sektor properti, infrastruktur dan utilitas. Kompetensi terpadu trisektor tersebut merupakan pengalaman panjang sejak Tahun 1960 kala Jakpro bermula mengelola Kawasan Pluit dengan nama Badan Pengelola Lingkungan (BPL) Provinsi DKI Jakarta. Tahun 1997 didirikan PT Pembangunan Pluit Jaya dengan limpahan aset dari eks BPL Pluit.

Setelah merger dengan PT Pembangunan Pantai Utara Jakarta, nama perusahaan menjadi PT Jakarta Propertindo disingkat Jakpro sejak tanggal 15 Desember 2000. Di jajaran BUMD se-Indonesia, Jakpro bergelar Top BUMD. Pada Tahun 2018 ini, Jakpro merilis 3 (tiga) karya strategis iconic yang menjadi kebanggaan bangsa.

Pertama, Light Rail Transit (LRT) Jakarta. Dua lainnya bersertifikasi internasional yang dibangun dalam rangka Asian Games 2018: Jakarta International Equestrian Park (Jakarta Equestrian) dan Jakarta International Velodrome (JIV) di Rawamangun, Jakarta Timur.

Menyusul kemudian tengah dimulai pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Jakarta Utara dan Intermediate Treatment Facility (ITF) yaitu pengelolaan sampah skala kota menjadi energi di Sunter, Jakarta Utara.

Jakpro mencatatkan aset dalam Laporan Keuangan Tahun 2017 senilai Rp16,7 Triliun dengan Laba Bersih Rp475,7 Miliar. Audit oleh Kantor Akuntan Publik untuk Tahun Buku 2017 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian. Jakpro merupakan BUMD penyumbang deviden terbesar kedua kepada Pemprov DKI Jakarta Rp95,1 Miliar dari Laba Bersih 2017 yang dibukukan sebesar Rp475,7 Miliar. Laporan Keuangan Tahun 2018 siap dirilis dalam Q2/2019.

Perseroan memiliki 5 anak usaha yaitu PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP), PT Jakarta Konsultindo (Jakkon), PT Pulo Mas Jaya (PMJ) dan PT LRT Jakarta. Perseroan juga memiliki penyertaan saham di 8 perusahaan afiliasi yaitu PT Trans Jakarta, PT Jakarta Tollroad Development, PT Cinere Serpong Jaya, PT MUJ ONWJ, PT Jakarta Realty, PT KEK Marunda, PT Jakarta Marga Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Marga Lingkar Jakarta dan yang terkini adalah Joint Venture Company (JVC) yaitu PT Jakarta Solusi Lestari (JSL).

Dalam menyelenggarakan bisnis berorientasi keberlanjutan, Jakpro mengedepankan visi kota untuk manusia (city for human). Amanah penugasan dari Pemerintah Daerah dilaksanakan Jakpro dengan memerhatikan aspek kualitas terbaik dan good corporate governance. Untuk tujuan tersebut, Jakpro didukung berbagai entitas profesional. Awal Q1/2019 konsultan multinasional McKinsey & Company menyumbangkan kompetensinya melalui Jakpro guna membantu wujudkan visi menjadikan Jakarta lebih baik.

Mitra kerja badan usaha negara dari Finlandia, Fortum, juga menyiapkan dukungan melalui Jakpro untuk solusi sampah Jakarta menjadi listrik Waste to Energy (WtE) dalam proyek ITF (Intermediate Treatment Facility) yang dibangun dalam waktu dekat.

Jakpro juga mendapat dukungan dari berbagai entitas/lembaga/dari Kodam Jaya/Jayakarta dengan pengikatan kesepakatan guna mendukung laju pembangunan di wilayah DKI Jakarta untuk kemanfaatan rakyat.

 

“Emas Hijau” Anugerah Terindah Negara Tropis

sawit 003
Bisnistoday-Kelapa sawit adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan kepada negara-negara tropis seperti halnya Indonesia. “Emas hijau” begitulah julukanya untuk kelapa sawit ini. Tumbuh subur di daerah yang memiliki banyak sinar matahari. Seperti di pulau Kalimantan (khatulistiwa), pulau Sumatera, Sulawesi, Jawa dan lain-lain. Tidak heran jika di pulau-pulau tersebut surganya perkebunan kelapa sawit.
 
Menurut data Kementerian Pertanian, luas lahan perkebunan sawit di tanah air sebesar 14,03 juta hektare, sedangkan BPS mencatat 12-13 juta hektare. Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun turut mengeluarkan data sebesar 20 juta hektare. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. 

Sedangkan data produksi kelapa sawit menurut Kementerian Pertanian pada 2018 tercatat 37,8 juta ton dan di sisi lain Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebutkan produksinya mencapai 42 juta ton.
 
Kanya Lakshmi Sidarta, Sekretaris GAPKI ditemui di acara Fellowship media yang diadakan oleh Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) di Jakarta, 15/04/19, dengan tema “Peningkatan Citra Produk Kelapa Sawit yang Sustainable”, mengatakan kelapa sawit secara ekonomi menjadi komoditas ekspor nonmigas yang paling banyak menghasilkan devisa bagi negara.  Ketergantungan masyarakat akan kelapa sawit sendiri sangat tinggi. Tak cuma didalam negeri, tetapi juga hampir seluruh negara di dunia tidak terkecuali Uni Eropa yang kini mengembargo kelapa sawit dari Indonesia.
 
“Sayangnya sebagai penghasil devisa negara paling banyak, kelapa sawit justru  banyak berhembus isu negatif mulai dari deforistasi, penyebab hutan gundul, membuat lahan kering karena memerlukan banyak air dan masih banyak lagi,” tambahnya. 
 
Untuk itu lanjut Lakshmi Gapki tak henti-hentinya melawan isu-isu negatif dengan melakukan kampanye positif kepada masyarakat baik dari segi ekonomis, lingkungan hidup, manfaat kelapa sawit untuk kesehatan dan lain sebagainya.  
 
“Produksi kelapa sawit dalam negeri begitu besar, tak bisa diserap di dalam negeri untuk pangan saja makanya harus diekspor, dengan berbagai produk turunannya. Untuk ekspor sendiri ada hambatannya dengan adanya pemberitaan negatif karena unsur persaingam bisnis. Bahkan disebut, tidak sustainable. Maka muncul isu lingkungan. Karena isu kesehatan sudah tidak mempan. Minyak sawit justru yang paling mirip dengan ASI ya ini,” ungkap Lakshmi. 
 
Lakshmi menambahkan jika selama ini orang tahunya kelapa sawit hanya menghasilkan minyak goreng dan CPO saja, padahal lebih dari itu ada produk turunannya lebih dari seratus produk. Berbeda dengan 20 tahun yang lalu, di mana 100% ekspor sawit dalam bentuk CPO, saat ini ekspor CPO tinggal 20%, dan 80% ekspor produk turunan.
 
“Untuk fasilitas pengolahan ada di Indonesia, tapi memang belum cukup. Kalau hasilnya 100(%) harus diolah jadi 100 (%), tapi fasilitas mungkin cuma 80(%), itu pun dibagi-bagi, ada refinerychemical, jadi masih kurang serapan,” ujar Lakshmi.
 
Sedangkan untuk produk turunanya, hampir semua lini kebutuhan manusia menggunakan kelapa sawit. Seperti halnya, ungkap Lakshmi dipakai untuk bahan campuran makanan, produk kecantikan, baju, dan lainnya. 
 

“Selama 24 jam tanpa kita sadari telah memakai turunan kelapa sawit seperti halnya bangun tidur kita sikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung natrium lauril sulfat. Begitu juga saat mandi memakai sabun, sampo itu juga ada sawitnya. Bahkan  pakaian kerja mengandung propilen glikol yang bersumber dari sawit. Selain itu digunakan juga until perlengkapan kosmetik dan kecantikan, diantaranya untuk lipstik, pelembab, tabir surya, alas bedak dan krim pagi, ” ujarnya. Dewi

Peran BPDPKS untuk Petani Sawit Indonesia

sawit 002

 

Bisnistoday- Pernahkah anda mendengar kata Emas Hijau? Aneh pastinya ya. Karena selama ini yang kita tau hanya emas berwarna kuning dan Putih. Emas hijau selama ini disematkan untuk sebutan lain dari Kelapa sawit. Kenapa harus ada kata emas? Karena kelapa sawit memiliki nilai dan manfaat serta produk turunan yang dihasilkan sangat luar biasa.

Memiliki nama ilmiah Elaeis, kelapa sawit secara ekonomi menjadi komoditas ekspor nonmigas yang paling banyak menghasilkan devisa bagi Indonesia. Ketergantungan masyarakat akan kelapa sawit sendiri sangat tinggi. Tak cuma didalam negeri, hampir seluruh negara di dunia termasuk Uni Eropa yang kini mengembargo kelapa sawit dari Indonesia.

Hal inilah yang dikemukakan oleh Rusman Heryawan, Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di acara pembekalan materi sawit di Jakarta, 15/04/19.

“Meski berkali-kali melakukan kampanye hitam, tetap saja warga di Eropa masih butuh sawit. Saya pikir orang-orang Eropa itu benci tapi rindu kepada sawit kita, karena membuat kampanye hitam tetapi satu sisi mereka bergantung pada kelapa sawit yang dipakai untuk food,” ujar Rusman.

Untuk luas perkebunan sawit di tanah air sendiri, Rusman mengemukakan saat ini total luas ada 12 juta hektar yang tersebar di tanah air. “Saat ini perkebunan sawit di Indonesia terbagi menjadi tiga, yakni perkebunan sawit yang dimiliki oleh negara dalam hal ini PTPN dengan luas 1 juta hektar, kedua perkebunan sawit milik swasta dengan luas 6 juta hektar, dan ketiga perkebunan milik warga atau penduduk dengan luas 5 juta hektar,” ujar Rusman.

Tidak hanya itu, lanjut Rusman, ada setidaknya 4 juta petani yang terlibat langsung di kelapa sawit ini. Untuk perkebunan swasta sendiri tergabung dalam Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).

BPDPKS dibawah naungan Kementerian Keuangan RI memiliki peran penting bagi petani sawit Indonesia. Hal ini tertuang dalam visinya, yakni :
1. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama petani. Pengembangan disini lebih kepada pemberian pelatihan-pelatihan ke para petani. Karena kelapa sawit harus berkelanjutan.
2. Mendorong riset dan pengembangan sawit. Kegiatan pengembangan SDM sawit dimulai dari tahun 2016.
3. Promosi sawit. Pemberitaan yang menyudutkan kelapa sawit sebagai tanaman yang merusak lingkungan, membutuhkan air banyak dan lain sebagainya harus diluruskan dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan seperti ini ke media.
4. Peremajaan pohon kelapa sawit khususnya yang dimiliki oleh rakyat.
5. Mendukung sarana dan prasarana perkebunan rakyat, misalnya jalan-jalan dan melihat secara langsung perkebunan sawit rakyat mulai dari akses menuju perkebunan sawit dll. Dewi

BPDPKS Perdalam Informasi Kelapa Sawit Melalui Program Journalist Fellowship

sawit

Bisnistoday-Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementerian Keuangan menggelar pembekalan jurnalis dalam program Journalist Fellowship Gelombang I untuk menyatukan persepsi terkait industri kelapa sawit dalam negeri di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami menyatakan Jurnalist Fellowship Program digelar untuk memberikan kesempatan kepada jurnalis memperdalam berbagai hal seputar kelapa sawit.

“Diharapkan kegiatan ini bisa membuka wawasan seluas-luasnya mengenai kelapa sawit. Kami juga berharap kemampuan para jurnalis untuk menghasilkan karya jurnalistik yang baik menyangkut isu kelapa sawit bisa semakin terasah, sehingga publik dapat mengambil manfaat positif sebesar-besarnya dari informasi yang disampaikan para jurnalis,” ujar Dono.

Lanjut Dono, kegiatan ini perlu dilakukan mengingat kelapa sawit merupakan komoditas penting bagi bangsa Indonesia sehingga publik di dalam negeri maupun di lingkup global perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai sawit. Karena itulah para jurnalis sebagai penyampai informasi perlu juga memahami seluk beluk kelapa sawit dengan baik.

Jurnalist Fellowship Program merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh BPDPKS untuk memberikan kesempatan kepada jurnalis untuk memperdalam pengetahuan dan keahlian jurnalistik terkait kelapa sawit.

“Para peserta Jurnalist Fellowship Program ini akan mengikuti sejumlah tahapan kegiatan. Untuk tahap I digelar pembekalan di Jakarta. Pada tahap ini peserta diberikan pembekalan dengan tujuan memahami konteks terkait isu kelapa sawit nasional, peran dan fungsi Badan Pengelola Sawit Nasional serta program yang dilakukan oleh BPDPKS,” imbuhnya.

Pada tahap II peserta, ungkap Dono, akan melakukan kunjungan lapangan di dalam negeri. Untuk di dalam negeri kegiatan dilakukan dengan mengunjungi salah satu lokasi perkebunan sawit yang memiliki laboratorium sawit di Bangka. Tahapan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi lapangan perkebunan sawit.

Dalam setiap gelombang, para peserta Jurnalist Fellowship Program akan mengikuti sejumlah tahapan kegiatan. Pada tahap ini peserta diberikan pembekalan dengan tujuan memahami konteks terkait isu kelapa sawit nasional, peran dan fungsi Badan Pengelola Sawit Nasional serta program yang dilakukan oleh BPDPKS.

Program ini diselenggarakan dalam bentuk pelatihan dan riset terkait berbagai hal seputar kelapa sawit yang mencakup isu lingkungan, kesehatan, dampak ekonomi, standarisasi keberlanjutan, produk-produk sawit, serta isu-isu yang relevan. Dewi