BTN-PPATK Renovasi Rumah Rakyat

BISNISTODAY.COM, INDUSTRY.co.id, Bekasi – Rumah bukan sekadar bangunan fisik. Hunian yang layak merupakan fondasi kehidupan yang sehat, aman, dan bermartabat bagi masyarakat.

Berangkat dari semangat tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bedah Rumah bertajuk “Rumah Bersih, Keuangan Bersih”.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, program ini sejalan dengan peringatan 23 tahun rezim Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), serta Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM) di Indonesia. Selama lebih dari dua dekade, PPATK bersama para pemangku kepentingan telah menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.

“Bagi BTN, semangat ini sejalan dengan peran kami sebagai bank pembiayaan perumahan nasional. Kami tidak hanya berkomitmen memperluas akses kepemilikan rumah, tetapi juga memastikan setiap proses pembangunan dilakukan dengan tata kelola yang baik, transparan, dan berintegritas,” ujar Nixon.

Dia menegaskan, rumah merupakan fondasi kehidupan yang layak, sehat, dan bermartabat. Oleh karena itu, BTN memandang penting kolaborasi dengan PPATK agar pembangunan perumahan berjalan seiring dengan penguatan integritas keuangan.

“Program bedah rumah ini sekaligus menjadi dukungan nyata BTN terhadap Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya target penyediaan tiga juta unit rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” jelasnya.

Namun demikian, Nixon mengakui tantangan perumahan nasional masih cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di Jawa Barat baru sekitar 54,17 persen rumah tangga yang menempati rumah layak huni, sementara sekitar 45,83 persen lainnya masih tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.

“Artinya, hampir satu dari dua rumah tangga di Jawa Barat masih membutuhkan perhatian dan intervensi bersama,” katanya.

Melalui program Bedah Rumah “Rumah Bersih, Keuangan Bersih”, BTN dan PPATK berupaya menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat. Program ini bertujuan memperbaiki rumah tidak layak huni agar menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Pada pelaksanaan kali ini, program bedah rumah dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Jakarta, Bekasi, dan Cianjur, dengan total 15 rumah penerima manfaat.

Lebih dari sekadar perbaikan fisik, program ini juga membawa pesan penting bahwa masyarakat, khususnya MBR, perlu dilindungi tidak hanya dari keterbatasan hunian, tetapi juga dari risiko transaksi keuangan ilegal, seperti judi online, investasi bodong, maupun praktik pencucian uang.

“Hunian yang layak dan keuangan yang bersih merupakan fondasi bagi masyarakat yang berdaya dan berkelanjutan,” tegas Nixon.

Sinergi lintas institusi antara sektor keuangan, pemerintah, dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berintegritas, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Semoga bantuan perbaikan rumah yang diserahkan hari ini dapat membawa manfaat nyata bagi para penerima, menjadi awal kehidupan yang lebih layak, serta menginspirasi kita semua untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Ketua PPATK Ivan Yustiavandana menyatakan, bahwa integritas seseorang berawal dari rumah. Dari cara seseorang hidup bersama keluarga, berinteraksi dengan pasangan, hingga mendidik anak-anaknya semua interaksi itu terjadi di dalam rumah.

“Integritas itu mulainya dari rumah. Bagaimana dia hidup dengan keluarga, bagaimana berinteraksi dengan anak, dengan suami, dengan istri, semuanya bermula dari rumah. Orang yang berintegritas di luar itu dimulainya dari rumah,” ujar Ivan.

Karena itu, PPATK memandang penting upaya menghadirkan hunian yang bersih, nyaman, dan layak bagi masyarakat. Rumah yang bersih bukan hanya berdampak pada kualitas hidup. Tetapi juga berpengaruh terhadap tertatanya keuangan keluarga di dalamnya.

“Dari rumah yang bersih, keuangan keluarga juga akan ikut terjaga,” katanya.

Ivan menyampaikan, komitmen PPATK dalam menjaga integritas tidak hanya dilakukan melalui pengawasan dan analisis transaksi keuangan. Namun, juga diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada PPATK agar menyelamatkan setiap uang rakyat, PPATK turut menjalankan program pembangunan rumah bagi masyarakat.

“Pesan Presiden Prabowo jelas kepada kami, selamatkan setiap uang rakyat. Karena itu, PPATK juga punya program membangun rumah seperti yang dilakukan BTN. Dananya berasal dari sumbangan gaji para pegawai,” ungkapnya.

Dia berharap rumah yang dibangun dapat menjadi tempat yang bukan sekadar untuk berteduh. Tapi juga menjadi pusat kehidupan keluarga.

“Saya berharap rumah baru yang dibangunkan BTN kepada bapak-ibu bisa menjadi tempat untuk berkumpul, beribadah, dan merawat generasi berikutnya. Dari sanalah keluarga bisa tumbuh menjadi keluarga yang sejahtera,” tutur Ivan.

Membangun rumah, lanjut dia, berarti juga membangun masa depan. Sebab, dari rumah yang layak dan penuh nilai integritas, akan lahir generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan berdaya bagi bangsa.

Kementerian PU Lanjutkan Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Permanen untuk Perluas Akses Pendidikan Berkualitas

Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis terus berkomitmen meningkatkan akses pendidikan berkualitas, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. 

Setelah berhasil menyelesaikan pembangunan 164 Sekolah Rakyat Tahap I, Kementerian PU melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. 

“Kami memastikan fasilitas pendidikan dibangun secara cepat dan berkualitas agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Menteri Dody.

Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5–10 hektare yang disediakan oleh pemerintah daerah dan ditargetkan rampung sebelum dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. 

Setiap sekolah dilengkapi dengan fasilitas pendukung pembelajaran yang komprehensif, meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan dan pusat pembelajaran digital, kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan siswa, serta sarana olahraga dan ruang kegiatan ekstrakurikuler.

Direktur Jenderal Prasarana Strategis Bisma Staniarto menekankan pentingnya pengelolaan pembangunan yang tertib dan terukur guna memastikan setiap tahapan berjalan optimal. Prinsip penyediaan ruang belajar yang sehat, aman, dan inspiratif menjadi perhatian utama untuk mendukung semangat belajar siswa serta kinerja para pendidik.

Selain itu, integrasi teknologi dalam setiap fasilitas sekolah diharapkan mampu mendorong pembelajaran yang kreatif, partisipatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional. 

Sekolah Rakyat Tahap II dirancang menampung hingga 112.320 siswa melalui penyediaan 3.744 rombongan belajar (rombel), terdiri atas 1.872 rombel SD, 936 rombel SMP, dan 936 rombel SMA, dengan kapasitas setiap rombel sebanyak 22–25 siswa.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan pendidikan formal gratis berbasis asrama (boarding school) bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya pada Desil 1 dan Desil 2.

Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Melalui pembangunan Sekolah Rakyat, Kementerian PU diharapkan dapat mendukung pendidikan yang inklusif, meningkatkan pemerataan akses pendidikan di berbagai daerah, serta memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dewi

Kementerian PU Tuntaskan 164 Sekolah Rakyat Tahap I, Lanjutkan Pembangunan Tahap II di 104

Bisnistoday- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat (SR) Tahap I sebanyak 164 sekolah. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkeadilan.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU memastikan seluruh fasilitas pendidikan dibangun secara cepat, berkualitas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo, dalam keterangan persnya di Jakarta, 17/12/25.

Seiring telah dimanfaatkannya 164 Sekolah Rakyat rintisan Tahap I, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang tersebar di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Program Tahap II ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bermutu bagi lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5–10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah dan ditargetkan rampung untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan pada Tahun Ajaran 2026/2027. 

Setiap sekolah dilengkapi dengan fasilitas pendukung pembelajaran yang komprehensif, antara lain ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan dan pusat pembelajaran digital, kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan siswa, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, serta area hijau atau lansekap.

Direktur Jenderal Prasarana Strategis Bisma Staniarto menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya menghadirkan gedung sekolah, tetapi juga memastikan seluruh proses perencanaan dan konstruksi dikelola dengan baik.

“Ketepatan waktu dan kualitas menjadi kunci agar fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam perancangannya, Ditjen Prasarana Strategis menekankan prinsip ruang belajar yang sehat, aman, dan inspiratif untuk mendukung semangat belajar siswa serta kinerja guru. Desain bangunan juga memperhatikan efisiensi energi, ketahanan bangunan, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat.

Integrasi teknologi dalam fasilitas Sekolah Rakyat diharapkan dapat mendorong pembelajaran yang kreatif dan partisipatif, sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional. Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang untuk menumbuhkan penguasaan akademik, karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup, sehingga mampu membantu memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Program Sekolah Rakyat Tahap II dirancang untuk menampung hingga 112.320 siswa melalui penyediaan 3.744 rombongan belajar (rombel), yang terdiri dari 1.872 rombel SD, 936 rombel SMP, dan 936 rombel SMA. 

Dengan keberlanjutan program ini, Kementerian PU berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia. Dewi

November 2025, BTN Bukukan Laba Bersih Rp2,91 Triliun

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih sebesar Rp2,91 triliun hingga akhir November 2025 yang ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit dan strategi pendanaan yang lebih efisien.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang diterbitkan di website resmi BTN, laba bersih tercatat mencapai Rp2,91 triliun, naik 21,10% secara tahunan (year-on-year /yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,40 triliun. Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh kredit dan pembiayaan yang disalurkan BTN sebesar Rp386,47 triliun hingga 30 November 2025, naik 8,74% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp355,42 triliun.

BTN juga membukukan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) seiring dengan upaya perseroan meningkatkan pendanaan terutama dana murah (current account and saving account/CASA). Hingga akhir November 2025, DPK BTN meningkat 15,77% yoy menjadi Rp423,96 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp366,22 triliun.

Pertumbuhan kredit dan pembiayaan serta DPK membuat aset BTN naik 12,16% yoy menjadi Rp503,99 triliun hingga akhir November 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp449,36 triliun. Total aset tersebut telah melampaui target aset Rp500 triliun yang ditetapkan pada awal tahun 2025.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang konsisten hingga menjelang akhir tahun 2025 seiring dengan penerapan strategi penyaluran kredit yang lebih terarah dan terstruktur, serta upaya peningkatan dana murah di tengah tren penurunan biaya dana (cost of fund).

“Pencapaian kinerja BTN hingga akhir November 2025 menunjukkan bahwa BTN mampu menjaga pertumbuhan positif yang tetap on track menuju akhir tahun sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan. BTN masih akan terus mengoptimalisasi upaya untuk mencapai target akhir tahun dengan tetap diiringi kehati-hatian dan langkah yang cermat,” ujar Nixon di Jakarta, Rabu (16/12).

Memasuki akhir tahun, Nixon mengatakan, BTN akan tetap fokus pada penyaluran kredit ke sektor perumahan terutama KPR subsidi dan non subsidi dalam rangka memenuhi kebutuhan hunian di Indonesia, serta penyaluran kredit korporasi ke berbagai sektor di sekitar perumahan, termasuk sektor real estate, listrik, gas, air, dan perdagangan besar.

Sementara itu, di sisi perolehan DPK, BTN akan melanjutkan strategi peningkatan pendanaan berbiaya murah terutama yang berasal dari nasabah ritel maupun institusi skala menengah untuk mempercepat tren penurunan biaya dana di BTN.

“Peningkatan DPK ritel ditunjang adanya solusi digital berupa superapp Bale by BTN yang terus meningkat di sisi jumlah pengguna dan transaksi, serta Bale Korpora untuk cash management korporasi dari berbagai sektor,” tutur Nixon.

Lebih lanjut, menjelang akhir tahun ini, BTN juga hampir merampungkan proses pemindahan unit usaha syariah (UUS) ke bank umum syariah yang baru yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN), dengan target Day One Operation atau beroperasi secara perdana pada 22 Desember 2025 sesuai timeline yang telah ditentukan.

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap Dua di 104 Lokasi


Bisnistoday- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat (SR).

Setelah menyelesaikan pembangunan dan renovasi 164 Sekolah Rakyat Rintisan Tahap I hingga akhir 2025, Kementerian PU melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang tersebar di 104 lokasi di seluruh Indonesia.


Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. 

Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat, ujar Menteri Dody, dalam keterangan persnya di Jakarta 17/12/25.

Pekerjaan konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II saat ini telah berjalan dan ditargetkan rampung sebelum dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Program ini dirancang untuk menampung hingga 112.320 siswa dengan total 3.744 rombongan belajar (rombel), yang terdiri atas 1.872 rombel SD (56.160 siswa), 936 rombel SMP (28.080 siswa), dan 936 rombel SMA (28.080 siswa).

Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5–10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah. Setiap lokasi Sekolah Rakyat dilengkapi dengan fasilitas pendukung pembelajaran yang komprehensif, antara lain ruang kelas nyaman berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan dan pusat pembelajaran digital, kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan siswa, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, serta area hijau dan lansekap.

Direktur Jenderal Prasarana Strategis Bisma Staniarto menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara Tim Satuan Kerja, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Manajemen Konstruksi dalam pengendalian serta pengawasan pembangunan di lapangan. 

Seluruh pihak juga diingatkan untuk menerapkan prinsip 5T, yakni Tepat Mutu, Tepat Waktu, Tepat Biaya, Tepat Administrasi, dan Tepat Manfaat, mengingat waktu pelaksanaan konstruksi yang relatif singkat.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk menyediakan layanan pendidikan gratis berasrama (boarding school) bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Hingga akhir 2025, Kementerian PU telah menyelesaikan pembangunan 164 Sekolah Rakyat Tahap I yang terdiri atas Tahap IA sebanyak 63 lokasi (dimanfaatkan mulai 14 Juli 2025), Tahap IB sebanyak 37 lokasi (dimanfaatkan mulai 15 Agustus 2025), dan Tahap IC sebanyak 64 lokasi (dimanfaatkan mulai 1 September 2025).

Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, Kementerian PU berharap dapat memperluas akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia yang unggul, inklusif, dan berkeadilan. Dewi

Pendaftaran BTN Housingpreneur Diperpanjang, Kesempatan Berinovasi Untuk Perumahan Masih Dinantikan

BISNISTODAY.COM, Jakarta– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperpanjang periode pendaftaran BTN Housingpreneur 2025 yang tadinya akan ditutup pada 15 Desember 2025 menjadi 24 Desember 2025 pukul 12.00 WIB dan khusus untuk daerah terdampak bencana di Sumatera pada 28 Desember 2025 pukul 12.00 WIB.

Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan bagi lebih banyak masyarakat, developer dan wirausaha, dan para mahasiswa agar dapat memaksimalkan ide-ide mereka untuk membangun sektor perumahan nasional.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, keputusan BTN memberi perpanjangan bagi masyarakat untuk mendaftar BTN Housingpreneur 2025 didasari oleh keprihatinan BTN terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat belum lama ini. BTN menilai, masyarakat yang terdampak perlu diberikan kesempatan untuk memulihkan diri dan membenahi hal-hal yang diperlukan sebelum mendaftarkan diri di kompetisi tahunan ini.

“BTN melihat perlunya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam BTN Housingpreneur, tidak terkecuali mereka yang terdampak bencana alam di Sumatera, sehingga ide-ide potensial yang akan bermanfaat untuk mendukung pengembangan sektor perumahan nasional dapat dikemukakan dan direalisasikan melalui kolaborasi bersama ekosistem yang dibangun BTN,” ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (15/12).

Dengan adanya perpanjangan periode pendaftaran, kata Ramon, alur atau timeline yang akan dilalui para peserta juga telah disesuaikan. Berdasarkan timeline, para pendaftar yang berasal dari tiga kelompok yakni Developer dan Pengusaha, Mahasiswa, dan Umum (Non-Mahasiswa) akan menjalani proses seleksi berkas mulai tanggal 15 Desember hingga 28 Desember 2025, diikuti dengan seleksi ide bisnis pada 6-7 Januari 2026.

Pada tahap seleksi berkas, Ramon melanjutkan, tim Initial Screening BTN Housingpreneur akan melakukan review berkas yang sudah disubmit oleh peserta secara berkala. Tim ini juga akan memberikan feedback apabila ada berkas kelengkapan yang kurang atau perlu diperbaiki.

“Peserta diperkenankan untuk melakukan review sampai dengan batas waktu penutupan submission yakni 24 Desember 2025 untuk peserta yang berasal dari daerah non-bencana dan 28 Desember 2025 untuk daerah terdampak bencana,” papar Ramon.

Kemudian, Dewan Juri yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, arsitek, hingga manajemen BTN akan melakukan Seleksi Ide Bisnis. Para peserta yang terpilih dalam periode ini berhak mengikuti proses Live Pitching sekitar tanggal 12-13 Januari 2026 di hadapan Dewan Juri dan diadakan di dua kota, yakni Jakarta dan satu kota lainnya yang akan ditentukan kemudian.

Para peserta yang lolos di fase Live Pitching, kata Ramon, akan mengikuti tahap akhir kompetisi yakni Grand Judging oleh Dewan Juri, yang pada fase ini juga melibatkan pelaku industri perumahan. Para finalis yang lolos ke Grand Judging akan mengikuti Master Class yang merupakan sesi pembekalan secara daring (online) untuk meningkatkan kualitas presentasi mereka di hadapan Dewan Juri, serta mengikuti Speed Dating dengan para pelaku industri perumahan untuk mencari kecocokan dan potensi kolaborasi bisnis.

“Pada tahap akhir ini ini akan ditetapkan Juara 1, 2, dan 3 untuk setiap kategori kompetisi. Dalam ajang BTN Housingpreneur, terdapat tujuh kategori yang tersedia untuk dilombakan, yaitu Rumah Nusantara, House Design, Housing Related Innovation, House Value Chain Innovation, House Technology Innovation, Affordable House Development, dan Commercial Residential,” ungkap Ramon.

Hal yang tidak kalah istimewa dari BTN Housingpreneur, kata Ramon, adalah terbukanya kesempatan bagi para finalis, tidak hanya pemenang, untuk bergabung bersama komunitas BTN Housingpreneur dan berkesempatan untuk berkolaborasi dengan para pelaku industri properti agar ide atau solusi yang sempat dilombakan tetap dapat diaplikasikan bagi sektor perumahan.

BTN akan mengumumkan pemenang pada puncak acara BTN Housingpreneur 2025 yaitu Awarding pada 31 Januari 2026, yang sekaligus menutup rangkaian acara expo selama empat hari yakni 28 Januari hingga 31 Januari 2026.

Lebih lanjut, Ramon mengatakan, BTN Housingpreneur 2025 mencari para wirausahawan, developer, dan inovator, terutama dari kalangan generasi muda yang memiliki ide inovatif baik di tataran konsep maupun yang telah membuktikan solusi yang dapat memecahkan problem di sektor perumahan melalui proyeknya. “BTN Housingpreneur merupakan gerakan akar rumput untuk membantu masa depan perumahan di Indonesia, dengan solusi dan terobosan yang dapat menciptakan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan, serta menggerakkan perekonomian nasional,” ujarnya.

Dalam rangka mengundang lebih banyak generasi muda, BTN telah melaksanakan berbagai kegiatan mulai dari sosialisasi pre-roadshow, roadshow offline dan daring (online) di berbagai universitas di daerah, mini roadshow dan bimbingan teknis, hingga intimate dinner/lunch dengan para pelaku industri perumahan.

Mengusung tema “Housing for Nation: Smart, Green, Inclusive”, BTN Housingpreneur 2025 menawarkan total hadiah Rp1,5 miliar untuk para pemenang. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mendaftarkan diri melalui http://btn.id/regisbtnhp25 dan mendapatkan informasi lengkap melalui www.btnhousingpreneur.com atau akun Instagram resmi @btnhousingpreneur untuk mengikuti perkembangan terbaru ajang ini.

AQUA Elektronik dan Tianlala Hadirkan Program “Tianlala x AQUA Scratch & Win”

Bisnistoday –AQUA Elektronik melakukan kolaborasi bersama Tianlala melalui program promosi menarik bertajuk “Tianlala x AQUA Scratch & Win!”. Program ini memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mendapatkan hadiah langsung setiap melakukan pembelian produk Tianlala di seluruh Indonesia hingga 31 Desember 2025.

Melalui kolaborasi ini, AQUA Elektronik dan Tianlala menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan setia. Setiap transaksi pembelian produk Tianlala, pelanggan berhak mendapatkan kupon gosok (scratch card) yang berisi hadiah mulai dari produk gratis Tianlala (Milky Mango), voucher belanja Tianlala hingga Rp 500.000, voucher potongan belanja produk AQUA Elektronik hingga Rp 200.000, produk kecantikan seperti Lipstik YSL, hingga grand prize berupa AC, kulkas, dan freezer dari AQUA Elektronik.

Proses klaim hadiah pun sangat mudah—konsumen cukup menunjukkan struk pembelian produk Tianlala dan kartu gosok pemenang kepada staff toko Tianlala tanpa mekanisme tambahan.

Kolaborasi ini dirancang untuk memberikan keuntungan strategis bagi kedua belah pihak. AQUA Elektronik dan Tianlala sama-sama memperoleh peluang untuk memperkuat posisi brand mereka di segmen generasi muda dan konsumen gaya hidup. 

Melalui dukungan produk elektronik premium dari AQUA Elektronik serta jangkauan komunitas dan program promosi Tianlala yang kuat, kolaborasi ini menghadirkan nilai tambah yang saling melengkapi.

Duan Shengbao, Sales Director AQUA Elektronik, mengungkapkan, “Kolaborasi antara AQUA Elektronik dan Tianlala merupakan bentuk inovasi pemasaran yang saling menguntungkan. Melalui program Scratch & Win ini, kami ingin menghadirkan pengalaman baru yang lebih menyenangkan bagi konsumen, sekaligus memperkuat keterhubungan brand kami dengan pasar yang lebih luas. Kami percaya kemitraan seperti ini membuka peluang positif bagi kedua belah pihak.”

Sementara itu, Michelle, Branding Director of Tianlala, menyampaikan, “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini, terlebih karena AQUA Elektronik menunjukkan antusiasme besar untuk bekerja sama dengan Tianlala. Melihat bagaimana AQUA memandang Tianlala sebagai mitra strategis yang mampu membuka akses ke komunitas kreatif dan konsumen gaya hidup, kami merasa bangga dapat menghadirkan program bersama yang memberikan pengalaman lebih menarik bagi pengguna. Kami percaya kemitraan ini akan menciptakan dampak positif bagi kedua brand.”

Melalui program “Tianlala x AQUA Scratch & Win”, AQUA Elektronik dan Tianlala berharap dapat memberikan apresiasi bagi pelanggan setia, meningkatkan kenyamanan berbelanja, serta memperkuat jangkauan pasar pada konsumen yang lebih luas. 

Seluruh hadiah dalam program ini dapat ditukarkan hingga 31 Desember 2025. Setelah tanggal tersebut, hadiah yang belum diklaim dinyatakan hangus dan tidak dapat diuangkan atau ditukar dalam bentuk apa pun terkecuali untuk untuk hadiah Grand Prizes. Dewi

BTN Tantang Anak Muda Ubah Ide Jadi Rumah

BISNISTODAY.COM, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengajak generasi muda Indonesia untuk mewujudkan ide-ide inovatif menjadi solusi untuk hunian yang terjangkau dan berkelanjutan melalui ajang kompetisi BTN Housingpreneur 2025.

Pasalnya, BTN melihat generasi muda memiliki potensi yang tidak terbatas untuk menciptakan konsep yang dapat memecahkan masalah ketersediaan hunian di masa depan.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, BTN telah membuka pendaftaran BTN Housingpreneur bagi para peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, developer dan pengusaha, serta masyarakat umum non-mahasiswa sejak 22 Oktober 2025 dan akan ditutup pada 15 Desember 2025. Tidak tanggung-tanggung, sebagai bentuk apresiasi bagi ide-ide brilian yang akan muncul, BTN telah menyiapkan total hadiah mencapai miliaran rupiah.

“BTN Housingpreneur hadir untuk mendorong generasi muda menciptakan ide-ide inovatif sehingga ekosistem perumahan di Indonesia bisa bertumbuh lebih cepat, lebih terjangkau, sekaligus sustainable. Oleh sebab itu, kami mengundang orang-orang muda untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini selagi masih ada waktu sebelum registrasi ditutup,” ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/12).

Ramon menilai, komitmen BTN untuk menjaring generasi muda melalui BTN Housingpreneur juga didorong oleh fakta bahwa akan ada lebih banyak orang berusia muda yang membutuhkan tempat tinggal di Indonesia di masa depan. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar satu juta pernikahan baru setiap tahunnya di Indonesia, sehingga rasio kebutuhan akan hunian masih tinggi.

Pada saat yang sama, backlog atau kekurangan rumah di Indonesia juga masih berada di angka 11,39 juta, serta setidaknya 26 juta keluarga masih tinggal di rumah yang tidak layak huni. Kondisi ini, kata Ramon, perlu dipecahkan dengan terobosan ide-ide inovatif yang umumnya muncul dari kalangan usia muda.

“Melalui ide-ide mereka, generasi muda juga dapat berkontribusi dalam menggerakkan sektor perumahan dan perekonomian secara keseluruhan, karena sektor ini memiliki multiplier effect yang sangat besar dan cakupan ekonominya sangat terdistribusi hingga ke level UMKM seperti toko bahan bangunan, logistik, dan jasa pertukangan,” tuturnya.

Melihat besarnya potensi kontribusi generasi muda terhadap sektor perumahan nasional, BTN membuka berbagai sub kategori lomba di BTN Housingpreneur. Ramon menjelaskan, dalam konteks BTN Housingpreneur, generasi muda yang dimaksud tidak terbatas pada mahasiswa, melainkan juga termasuk para developer dan pengusaha muda di bidang perumahan maupun startup terkait sektor properti, serta masyarakat umum non-mahasiswa dari berbagai kalangan yang memiliki ide inovatif terkait hunian.

Bedanya, untuk kategori mahasiswa, peserta hanya perlu menyajikan ide orisinal untuk desain rumah ataupun inovasi hunian lainnya yang diajukan, beserta estimasi biaya sederhana untuk pengembangannya berdasarkan perhitungan yang realistis.

“Berbeda dengan kategori developer dan pengusaha yang bentuk inovasinya sudah berupa proyek, ataupun berupa proposal bisnis bagi peserta dari kategori umum non-mahasiswa, peserta dari kategori mahasiswa untuk sub kategori Rumah Nusantara, sebagai contoh, dapat menyajikan ide dan konsep orisinal berupa sketsa, render, atau maket digital dan narasi singkat untuk desain rumah yang diajukan,” jelas Ramon.

Untuk lebih efektif menjaring generasi muda terutama kalangan mahasiswa, BTN telah menggelar roadshow BTN Housingpreneur 2025 di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar dengan melibatkan universitas-universitas ternama sebagai tuan rumah. Kick-Off BTN Housingpreneur 2025 juga telah dilaksanakan di Universitas Indonesia, Depok, belum lama ini.

Dalam sambutannya saat Kick Off, Direktur Pengembangan Kerja Sama, Komersialisasi Aset, dan Kawasan Terpadu Universitas Indonesia, Winny Hanifiati Warouw mengatakan, BTN Housingpreneur merupakan kesempatan berharga bagi para mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan ide-ide inovatif, sehingga tidak berhenti menjadi wacana di ruang akademik saja.

“Bagi para mahasiswa dan wirausahawan muda, kegiatan ini merupakan kesempatan emas untuk kita bisa belajar, berjejaring atau networking untuk menunjukkan kemampuan, dan menjadi wujud nyata yang bisa diberikan kepada negara Indonesia,” ujar Winny.

Adapun, informasi lengkap terkait ajang kompetisi ini dapat dicek di btnhousingpreneur.com atau akun instagram @btnhousingpreneur. Selain memperebutkan hadiah senilai total Ro1,5 miliar, ajang ini juga memberi kesempatan bagi pemenangnya mendapatkan akses ke ekosistem perumahan nasional.

Ulang Tahun Ke-49 KPR, BTN Tawarkan Suku Bunga KPR 2,65% di 6 Kota Besar

BISNISTODAY.COM, Jakarta–Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menghadirkan program suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 2,65% fixed tiga tahun, yang diberikan secara khusus dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun KPR BTN yang ke-49.

Program ini menjadi salah satu upaya BTN untuk menjaga posisinya sebagai market leader KPR di Indonesia sekaligus mendukung masyarakat dalam mewujudkan hunian impian secara lebih terjangkau.

Head of Mortgage & Secured Loan Division BTN Sri Soekminiarni menjelaskan bahwa momentum HUT KPR BTN ini dimaknai dengan penyelenggaraan Bale Festival, sebuah pameran gaya hidup yang menggabungkan kebutuhan properti, furnitur, home appliances, food & beverages, fashion, hingga produk perjalanan wisata. Melalui festival tersebut, BTN tidak hanya menghadirkan suku bunga spesial, tetapi juga memberikan berbagai kemudahan tambahan seperti gratis biaya provisi, diskon asuransi jiwa, dan serangkaian penawaran menarik melalui Bale by BTN.

“Kehadiran KPR BTN selama 49 tahun telah membantu jutaan keluarga Indonesia memiliki rumah dengan cara yang terjangkau. Di momentum ulang tahun ini, kami berharap masyarakat tidak hanya mudah memiliki rumah, tetapi juga mudah mengisi rumah dan menikmati waktu bersama keluarga melalui berbagai kolaborasi yang kami hadirkan di Bale Festival,” ujar Rini di Jakarta, Rabu (11/12).

Bale Festival digelar secara serentak pada 9–14 Desember 2025 di enam kota besar, yaitu Medan, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Pontianak, dan Makassar. Setiap kota menghadirkan konsep expo yang memperkuat kolaborasi BTN bersama para mitra strategis, mulai dari developer, merchant lifestyle, peritel furnitur dan peralatan rumah tangga, hingga mitra travel dan F&B. BTN berharap kehadiran festival ini dapat meningkatkan brand awareness serta mempercepat realisasi akad KPR baik subsidi maupun non-subsidi, sekaligus memperkuat sinergi dengan pelaku industri perumahan.

Selain promo KPR, masyarakat juga dapat menikmati cashback hingga Rp1 juta untuk transaksi travel bersama Dwidaya Tour, serta cashback 30% di berbagai merchant makanan dan minuman seperti Croco, Raa Cha, Popeyes, D’Cost, Burger King, Ban Ban, Gokana, Grillman, Chopstix, Platinum Resto & Cafe, BMK, Hero, hingga Mitra10. Khusus nasabah segmen Prospera, Private, dan Prioritas, BTN turut memberikan beragam benefit tambahan seperti diskon di Mitra10, voucher hotel hingga Rp4,9 juta, hingga cashback pembelanjaan furnitur.

Melalui Bale by BTN, pengunjung juga dapat mengikuti program menarik berupa lelang barang mulai dari 49 Bale Poin, sebagai bagian dari perayaan 49 tahun perjalanan KPR BTN melayani masyarakat.

Rini menegaskan bahwa perayaan HUT ke-49 KPR bukan hanya selebrasi, tetapi juga bentuk komitmen BTN untuk terus memperluas akses perumahan bagi masyarakat. “Kami berharap program bunga spesial dan berbagai kemudahan di Bale Festival dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Ini adalah kesempatan terbaik untuk memulai perjalanan baru memiliki rumah dengan biaya yang sangat kompetitif,” tutur Rini.

Gelar Kuliah Umum di Universitas Udayana, BTN Ajak Generasi Muda Dalami Pembiayaan Hijau

BISNISTODAY.COM, Bali– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong generasi muda untuk mendalami pembiayaan hijau atau ramah lingkungan (green financing) di era digital untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan menjaga kelestarian bumi.

Pada kuliah umum yang digelar di Universitas Udayana (Unud), Jimbaran, Bali pada Rabu, 10 Desember 2025, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai green financing menjadi hal yang mendesak karena adanya risiko global yakni perubahan iklim yang dapat berdampak buruk tidak hanya bagi perekonomian, tetapi juga keberlangsungan hidup manusia.

Berdasarkan data yang Nixon paparkan, perubahan iklim atau climate change menjadi permanen di dunia sejak enam tahun terakhir di antara berbagai risiko global lainnya, seperti pandemi, ketidakstabilan geopolitik, cybersecurity dan krisis energi. Risiko dari perubahan iklim ini, kata Nixon, dapat mempengaruhi kondisi ekonomi dan sistem keuangan, sehingga sudah saatnya perekonomian digerakkan dengan prinsip keberlanjutan.

“Suhu rata-rata global meningkat antara 1,3 derajat Celsius hingga 1,4 derajat Celsius, tertinggi dalam lima tahun terakhir, dan suhu rata-rata di Indonesia meningkat setiap 10 tahun sejak 1971. Dengan adanya risiko perubahan iklim, kami mulai mengalokasikan kredit kami ke program-program yang berkelanjutan, misalnya membantu rumah sakit hewan yang green dan tidak membiayai sawit dan batubara. Kami membiayai masyarakat yang ingin punya rumah dengan prinsip satu rumah satu pohon,” papar Nixon dalam kuliah umum di Unud, Bali, Rabu (10/12).

Nixon menjelaskan, didorong kesadaran dan komitmen terhadap ekonomi berkelanjutan, BTN menjadi salah satu bank terdepan di Indonesia yang menerapkan prinsip-prinsip green financing dan green banking, di mana perbankan dapat mendorong praktik bisnis yang ramah lingkungan serta berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim. Praktik ini, kata Nixon, telah menjadi tren global yang diikuti oleh banyak bank, institusi keuangan, dan perusahaan di dunia.

“Di BTN ada beberapa project ramah lingkungan dengan pola-pola pembiayaan green financing. Contohnya hari ini kita mulai coba bergerak ke program energi terbarukan, dengan memberikan dukungan untuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan menyalurkan kredit untuk pembangunan pabrik pupuk yang mernggunakan energi terbarukan. Ini adalah cara-cara kami untuk menyelamatkan bumi,”

Contoh kongkrit lainnya dari penerapan green financing, kata Nixon, yakni program Rumah Rendah Emisi yang dilakukan BTN dengan melibatkan mitra developer dan produsen material bangunan yang ramah lingkungan (eco-friendly) untuk membiayai 150.000 unit rumah rendah emisi hingga 2029.

Terbaru, BTN mendapatkan apresiasi dari Ratu Belanda Queen Maxima dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kesehatan Keuangan (UNSGSA) atas program Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu, yang memungkinkan debitur KPR BTN untuk mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi untuk kemudian ditukarkan menjadi saldo tabungan di BTN dan dapat mengurangi angsuran KPR setiap bulannya.

BTN juga secara konsisten telah melakukan berbagai inisiatif keberlanjutan, contohnya mengurangi konsumsi kertas, menggunakan kendaraan listrik untuk operasional, memasang panel surya, dan mendorong digitalisasi baik untuk internal operation maupun untuk nasabah.

“Apa yang kita lakukan terhadap bumi, akan kita tuai kemudian hari. Ini yang saya tularkan ke generasi muda, bahwa kita harus mlihat bumi dengan cara berbeda. Sebab itu, sistem pembiayaan di BTN pun kami ubah,” tutur Nixon.

Pada kesempatan tersebut, BTN secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Udayana dalam rangka mendukung penyediaan fasilitas jasa dan layanan perbankan serta dukungan untuk pengembangan sivitas akademika di kampus Unud. Melalui kerja sama tersebut, BTN memberikan solusi pengelolaan keuangan untuk operasional kampus Unud dan memenuhi berbagai kebutuhan institusi pendidikan melalui produk dan layanan BTN.

Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., mengatakan kerja sama antara Unud dan BTN tidak hanya terbatas pada penyediaan layanan perbankan, tetapi juga mendukung aktivitas pembelajaran di seluruh civitas akademika, mulai dari kolaborasi riset, magang, hingga seminar dan kuliah umum.

“Kami mengundang kerja sama yang lebih luas untuk seluruh ruang lingkup sesuai visi Universitas Udayana, karena kami memandang BTN sebagai mitra strategis dalam konteks layanan keuangan dan juga pembelajaran. Diharapkan kerja sama ini dapat mendukung literasi keuangan dan pembelajaran praktek perbankan, sehingga mahasiswa Unud unggul secara akademik dan berkontribusi secara nyata di masyarakat,” tutur Rektor Unud.