
Bisnistoday— PT Huamo Exhibition Indonesia meluncurkan MoreFood Expo 2027, pameran industri makanan dan minuman (F&B) yang akan digelar pada 8–11 April 2027 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran.
Hadir dengan area pameran yang lebih luas dari edisi 2026, MoreFood Expo 2027 telah mencatat lebih dari 200 exhibitor lokal dan internasional, enam bulan sebelum pintu pameran dibuka.
Peluncuran ini datang di tengah momentum positif sektor F&B nasional. Kementerian Perindustrian mencatat industri makanan dan minuman tumbuh 6,49% pada kuartal III 2025, melampaui pertumbuhan industri pengolahan nonmigas (5,58%) dan ekonomi nasional (5,04%), sekaligus menjadi penyumbang terbesar PDB manufaktur (Liputan6).
Dari etalase produk ke ruang transaksi
Pada edisi 2027, MoreFood menata ulang fokusnya agar lebih dekat dengan kebutuhan pelaku usaha di Indonesia. Pameran dibagi ke dalam zona-zona khusus berdasarkan kategori industri, sehingga pengunjung profesional dapat langsung menemukan pemasok yang relevan. Di luar area pameran, Industry Summit dan MatchMaking Meeting disiapkan untuk mempertemukan buyer dan exhibitor secara terjadwal.
“Pameran dagang hari ini dinilai dari berapa banyak percakapan bisnis yang benar-benar berlanjut setelah acara selesai,” ujar Carrie Wang, General Manager PT Huamo Exhibition Indonesia, saat press conference di Jakarta, 28/9/26.
“Karena itu kami membangun MoreFood 2027 di sekitar pertemuan yang terarah, bukan sekadar lalu lintas pengunjung. Exhibitor datang untuk bertemu pembeli yang tepat, dan pembeli datang karena tahu apa yang ingin mereka cari,” imbuh Carrie.
Lanjut Carrie, pameran tahun depan akan lebih besar dan juga punya lebih banyak brand lokal yang akan berpartisipasi di pameran kali ini.
Suara dari pelaku industri
Bagi sektor jasa boga, kebutuhan akan pemasok yang andal dan inovasi dapur terus meningkat, seiring bertambahnya layanan katering untuk korporasi, acara, hingga program pemerintah.
“Anggota kami setiap hari dituntut menjaga kualitas, efisiensi, dan konsistensi dalam volume besar,” kata Dini Zainuddin, Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI).
“Pameran seperti MoreFood penting karena pengusaha jasa boga bisa melihat langsung bahan baku, peralatan, dan teknologi baru, lalu berdiskusi dengan pemasoknya ditempat yang sama,” tambahnya.
Lanjut Dini pihaknya akan melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon karena makanan Indonesia yang terkenal di luar negeri hanya rendang, bakso dan nasi goreng. Sementara Indonesia banyak sekali makanan makanan yang bisa di ekspos ke sana.
“Pertama kali saya mau buat minuman supaya bisa dibawa ke China seperti bandrek atau minuman rempah lainnya. Di China tahunya dari Indonesia kopi. Padahal kita kan banyak minuman lainnya,” ujarnya.
Lanjut Dini, untuk makanan lebih komplit karena setiap provinsi ada satu makanan soto seperti Soto Betawi, Soto Semarang, Soto Makassar, Soto Medan dll. Masih ada makanan lainnya yang bisa kita eksplor seperti, ikan, bebek, cabe ijo dll. Pelan- pelan kita perkenalkan terutama di China
Dari sisi rantai pasok hotel dan restoran, Vera Umbara, Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia, melihat peluang bagi pemasok lokal untuk naik kelas.
“Pasar horeka Indonesia terus bergerak, dan standar yang diminta hotel serta restoran juga makin tinggi,” ujarnya. “Ketika pemasok lokal bisa bertemu buyer dan mitra internasional dalam satu ruang, mereka bisa belajar standar global sekaligus membuka kerja sama baru,” ungkap Vera.
Lanjut Vera, pameran ini bermanfaat agar tahu teknologi makanan terbaru, teknologi mesin, teknologi pangan, karena Cina lebih maju. Indonesia memiliki kekayaan resep masakan dari Sabang sampai Merauke, tetapi Indonesia perlu teknologi untuk reservasi makanannya.
“Bagaimana makanan, seperti soto bisa di eksplor keluar negeri yang perlu kemasan khusus. Jadi kita perlu teknologi dibidang pangan. Itu yang kita perlu belajar. Karena kita juga ingin mengangkat makanan Nusantara,” tambah Vera.
Vera juga tidak menapik jika di Indonesia banyak lulusan teknologi pangan, teknologi mesin. Tapi UMKM disini perlu banyak dibangkitkan semangat entrepreneurship nya karena banyak yang skalanya itu tidak cukup besar untuk menjadi sesuatu bisnis yang berkesinambungan.
Menghubungkan Indonesia dengan pasar global
MoreFood Expo 2027 akan menghadirkan pelaku industri dari Indonesia, China, Thailand, India, dan sejumlah negara lain, mencakup berbagai mata rantai pasok F&B. Dengan dukungan asosiasi industri dan mitra media, MoreFood melanjutkan misinya menjembatani industri F&B Indonesia dan China sambil memperluas jejaring ke pasar regional.
Lebih dari sekadar pameran, MoreFood diarahkan menjadi platform berbagi pengetahuan dan teknologi. Melalui pameran, business matching, dan Industry Summit, pemilik usaha dapat membaca arah industri, menemukan produk dan teknologi baru, serta membuka kemitraan yang berdampak pada pertumbuhan bisnis. Bori