BISNISTODAY.COM, Bogor — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menggelar akad massal pembiayaan syariah secara serentak di seluruh Indonesia dengan menghadirkan 10.000 kebahagiaan bagi keluarga dan pelaku usaha tanah air.
Kegiatan korporasi ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun pertama (Milad ke-1) perseroan usai resmi beroperasi secara mandiri sebagai Bank Umum Syariah (BUS).
Pelaksanaan akad massal dipusatkan di Perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (24/8/2026).
Secara rinci, dari total 10.000 akad pembiayaan tersebut, porsi terbesar didominasi olePasar KPR Subsidi Syariah, Bank BSN, Akad Massal Rumah Rakyat, Bank Umum Syariah, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noorh sektor perumahan, yakni 6.550 akad KPR Subsidi dan 1.975 akad KPR Non-Subsidi. Sementara itu, sisanya mencakup 1.215 akad pembiayaan non-KPR serta 260 akad pembiayaan komersial.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa akad massal pembiayaan ini merupakan komitmen nyata Bank BSN dalam memfasilitasi kebutuhan tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Alex secara khusus memberikan refleksi humanis mengenai makna penting di balik realisasi pembiayaan rumah bagi masyarakat penerima manfaat.
“Bagi Bank BSN, 10.000 akad hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Kami meyakini bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal. Rumah adalah tempat keluarga membangun kehidupan, mendidik anak-anak, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan menyiapkan masa depan,” kata Alex di Bogor, Senin (24/8).
Adapun kegiatan ini disaksikan langsung oleh Direktur Pembiayaan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Khresnariza Harahap, Direktur Pemasaran Pembiayaan BP Tapera Achmad Zaenal Abidin, serta Direktur Utama PT Kreasi Prima Nusantara Ir. Hadiana. Turut mendampingi dari internal BSN yakni Direktur Consumer Banking Mochamad Yut Penta dan Direktur Commercial and Corporate Banking Maqin U. Norhadi.
Alex menjelaskan, komitmen perseroan dalam mendukung sektor perumahan telah terbangun sejak era Unit Usaha Syariah (UUS) BTN pada 2005 hingga bertransformasi penuh menjadi BSN akhir tahun lalu. Secara akumulatif, perseroan telah mengucurkan lebih dari 500.000 unit KPR kepada masyarakat.
Khusus periode Januari hingga Juli 2026, Bank BSN mencatatkan realisasi penyaluran sekitar 33.222 unit KPR Subsidi. Capaian ini menempatkan perseroan pada peringkat kedua nasional untuk seluruh industri perbankan (konvensional dan syariah) dengan market share mencapai 24%.
“Sementara khusus di industri perbankan syariah, Bank BSN menempati posisi puncak dalam penyaluran KPR Subsidi dengan penguasaan pangsa pasar (market share) mencapai sekitar 84%,” ungkap Alex.
Dorong Literasi Inklusi Syariah
Sejalan dengan capaian pembiayaan tersebut, Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta menegaskan bahwa helatan akad massal ini memuat misi utama perseroan untuk merajut senyum dan kebahagiaan bagi ribuan keluarga Indonesia melalui akses hunian yang berkah.
Di samping itu, penyerahan pembiayaan secara masif di 37 Kantor Cabang dan 82 Kantor Cabang Pembantu Bank BSN ini, juga ditujukan sebagai stimulus untuk mengakselerasi tingkat literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah di tengah masyarakat yang terus berkembang pesat.
“Akad massal ini adalah wujud nyata misi BSN untuk menghadirkan 10.000 kebahagiaan dan senyuman bagi keluarga Indonesia yang salah satunya bisa mewujudkan impian memiliki rumah impian yang berkah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi langkah strategis Bank BSN untuk terus mendorong peningkatan literasi dan perluasan inklusi ekonomi dan keuangan syariah, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat nyata dari ekosistem perbankan syariah yang modern, inklusif, dan tepercaya,” tutur Yut Penta.
Tumbuh Positif di Usia Satu Tahun
Di usia yang genap satu tahun, Bank BSN membukukan ekspansi kinerja keuangan yang solid. Per 31 Juli 2026, total aset BSN melesat 22,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp81,1 triliun.
Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh 25,7% YoY menjadi Rp62 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 14,8% YoY mencapai Rp64,1 triliun. Dari capaian operasional tersebut, perseroan membukukan laba bersih Rp643,6 miliar, atau melonjak 40,1% YoY.
Di samping itu, Bank BSN terus mempercepat akselerasi digital lewat aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN. Hingga akhir Juli 2026, aplikasi ini telah menembus 225.000 pengguna aktif dengan total volume transaksi mencapai Rp4,88 triliun dari 2 juta transaksi.
Platform digital ini memfasilitasi transaksi rutin seperti pembayaran angsuran KPR, transfer, QRIS, pembayaran ZIS, hingga fitur top up Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter.