BISNISTODAY.COM, Jakarta — Bank Syariah Nasional (BSN) menjalin sinergi strategis dengan Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) guna memperkuat ekosistem perumahan berbasis syariah di Indonesia. Langkah ini mempertegas posisi BSN sebagai pemain utama industri setelah resmi beroperasi sebagai bank syariah terbesar kedua di Tanah Air dengan aset mencapai Rp72,9 triliun pada akhir 2025.
Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa kolaborasi ini memiliki cakupan luas, mulai dari pengelolaan dana lewat BSN Cash Management System hingga fasilitas pembiayaan khusus seperti BSN Yasa Griya dan pembiayaan pemilikan lahan bagi pengembang.
“Kerja sama ini menjadi awal silaturahmi yang baik bagi BSN dan APSI. Kami ingin memperkenalkan bagaimana BSN dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem properti melalui layanan perbankan yang kredibel, termasuk penyediaan KPR subsidi dan komersil, cicilan emas, hingga produk pembiayaan multimanfaat bagi anggota APSI,” kata Alex disela penandatangan Nota Kesepahaman Penyediaan Fasilitas Layanan Jasa Perbankan dan Pengembangan Tata Kelola Pembiyaan Properti Syariah di Jakarta, Selasa (17/3).
Alex menambahkan, BSN mematok target agresif pada tahun ini dengan merealisasikan pembiayaan perumahan sebanyak 73.700 unit pada 2026. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan capaian 2025 yang tercatat sebanyak 59.463 unit.
Strategi ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah yang mencanangkan pembangunan Tiga Juta Rumah.
Hingga saat ini, portofolio pembiayaan konsumen BSN masih didominasi oleh KPR Subsidi sebesar 63 persen, diikuti KPR Non-Subsidi 31 persen, dan pembiayaan non-mortgage 2 persen. Untuk mempermudah akses, BSN mengandalkan transformasi digital melalui aplikasi Bale Syariah by BSN.
“Sejak diluncurkan awal Februari 2026, aplikasi ini telah menarik 138.524 pengguna dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,96 triliun per 16 Maret 2026. Kami ingin memastikan ekosistem properti syariah hadir dalam genggaman nasabah secara transparan dan efisien,” imbuh Alex.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI), Muhammad Abubakar, menyambut positif langkah BSN yang dinilainya akan menjadi motor penggerak utama dalam ekosistem properti syariah nasional.
“Bagi kami APSI, properti adalah pilihan profesi, tapi syariah bukanlah pilihan karena syariah adalah sebuah kewajiban. Bagi kami BSN bukanlah yang pertama, tapi ke depan kami ingin BSN menjadi pilihan utama,” tegasnya.
Ditambahkan, APSI berharap BSN menjadi motor penggerak ekosistem, terutama di properti syariah.
“MoU ini adalah pembuka jalan bagi kita untuk bahu-membahu mengembangkan ekonomi syariah yang inklusif, tidak hanya untuk anggota APSI, tetapi juga bagi asosiasi lain yang memiliki komitmen pada prinsip syariah,” ujarnya Abubakar.
Melalui integrasi layanan perbankan dan sektor riil properti, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi syariah nasional serta mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat melalui skema yang sesuai dengan prinsip syariah.
Ke depan, BSN dan APSI berkomitmen untuk mengimplementasikan program kerja nyata yang mencakup sosialisasi dan pengembangan produk yang lebih spesifik guna menjawab kebutuhan para pengembang dan konsumen properti syariah di berbagai wilayah Indonesia.