Bisnistoday- Persoalan sampah di Indonesia bukan lagi isu pinggiran. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbulan sampah nasional dalam beberapa tahun terakhir berada di kisaran lebih dari 60–70 juta ton per tahun. 

Sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga, dengan dominasi sisa makanan dan plastik sekali pakai. Tantangan terbesar bukan hanya pada volume, tetapi pada kapasitas pengelolaan yang belum merata di berbagai daerah.

Di tengah lanskap tersebut, sebuah gerakan komunitas di Sudimara Barat, Kota Tangerang, menghadirkan kontras yang menjanjikan.

Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang (BSSMT), binaan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), resmi dinobatkan sebagai Juara I Bank Sampah Tingkat Kota Tangerang dalam ajang Lomba Kebersihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, sebagai bentuk apresiasi atas sistem pengelolaan sampah berbasis RW yang dinilai konsisten, partisipatif, serta memiliki dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Pada kesempatan yang sama, MPMX turut menerima apresiasi atas kontribusi berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan sampah kota.

BSSMT berdiri pada 2022 melalui program MILAH MPM (Mitra Olah Sampah MPM), bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan pada pilar lingkungan. Berbasis di RT 04 / RW 08 Sudimara Barat, bank sampah ini menjadi ruang edukasi, kolaborasi, dan transformasi perilaku masyarakat.

Melalui edukasi pemilahan dari sumber, sistem tabungan sampah, hingga workshop daur ulang, warga didorong untuk melihat sampah sebagai sumber daya bernilai. Model ini secara langsung berkontribusi pada pengurangan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus membangun ekonomi sirkular di tingkat komunitas.

GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan komunitas menjadi kunci keberhasilan.

“Kami percaya bahwa gerakan keberlanjutan yang paling kuat adalah gerakan yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri. Prestasi ini bukan hanya penghargaan, tetapi simbol bahwa perubahan besar bisa lahir dari langkah kecil yang konsisten,” ujarnya.

Program MILAH MPMX juga telah dijalankan di Sidoarjo dan Malang, sebagai bagian dari wilayah operasional perusahaan. Penguatan kapasitas bank sampah, edukasi lintas sektor, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan menjadi strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung pengurangan limbah.

Di tengah ancaman timbulan sampah nasional yang terus meningkat, kisah BSSMT menghadirkan pesan yang lebih luas: solusi tidak selalu harus menunggu kebijakan besar. Ia dapat dimulai dari rumah, dari kesadaran memilah, dan dari komunitas yang memilih untuk bergerak. Adg_br

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *