Bisnistoday.com— Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp82 miliar pada Ramadhan 1447 Hijriah. Melalui tema “Bahagia dengan Berzakat”, lembaga amil zakat nasional ini mendorong penguatan zakat produktif sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan penguatan solidaritas umat.

Direktur Utama BMH, Supendi, mengatakan zakat tidak semata kewajiban ibadah tahunan, tetapi juga sarana menghadirkan kebahagiaan sosial. “Ketika seseorang memberi, bukan hanya penerima yang merasakan manfaatnya. Pemberi pun merasakan kebahagiaan,” ujar Supendi.
Pada Ramadhan sebelumnya, BMH menghimpun dana sebesar Rp73 miliar. Tahun ini, target dinaikkan dengan sejumlah inovasi program, antara lain Dapur Bahagia berbasis pemberdayaan serta distribusi Al-Qur’an dan bantuan sosial yang diverifikasi langsung oleh dai di lapangan.

Tokoh publik Kang Maman yang turut mendukung gerakan ini menyebut daya tarik zakat produktif justru ada pada efek gandanya. “Bukan hanya mustahik yang bahagia, muzaki juga. Karena yang diberikan tidak habis begitu saja, tapi memberdayakan,” katanya.

Namun pertanyaan mendasarnya tetap sama: sejauh mana zakat mampu menjadi solusi struktural, bukan sekadar bantalan sementara?

Supendi menyadari kritik itu. Ia menegaskan zakat tidak mengenal batas wilayah—dari Aceh hingga Gaza.“Di mana pun ada saudara kita yang membutuhkan, di situ kita hadir,” ujarnya.

Selain menyasar mustahik di dalam negeri, program Ramadhan juga menjangkau wilayah krisis kemanusiaan, termasuk Palestina dan daerah terdampak bencana di Indonesia.

BMH menyatakan setiap program dijalankan melalui mekanisme evaluasi proses dan evaluasi dampak guna memastikan akuntabilitas dan keberlanjutan manfaat. Adg_br

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *