Bisnistoday- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation hari ini secara resmi meluncurkan sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di seluruh Indonesia. Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan layanan kesehatan mata yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan dapat berdampak signifikan terhadap capaian pendidikan, produktivitas kerja, serta kualitas hidup. Tanpa deteksi dini dan akses terhadap solusi koreksi seperti kacamata, banyak masyarakat menghadapi hambatan yang sebenarnya dapat dicegah dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktivitas sehari-hari.

Melalui kemitraan ini, ekosistem kesehatan mata di Indonesia akan diperkuat melalui pendekatan komprehensif berbasis empat pilar yang akan diimplementasikan selama tiga tahun, guna menjawab kesenjangan utama dalam upaya pencegahan dan intervensi dini kesehatan mata, yaitu: pelatihan bagi 900 perawat puskesmas, penguatan 15 vision center, donasi 50 ribu kacamata dan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya kesehatan mata dan pemeriksaan mata secara rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Dailami Azis, Country Manager EssilorLuxottica Indonesia, mengatakan ajang ini bertujuan adalah untuk memberikan akses perawatan dan pemeriksaan mata kepada masyarakat. Dan kedepannya kami berencana untuk membangun lebih banyak vision center, sekitar 15 vision center dan juga untuk melatih sekitar 900 tenaga kesehatan untuk bisa melakukan vision screening.

Ia melanjutkan penglihatan itu adalah fondasi sebuah masyarakat, karena itu mempengaruhi pendidikan dan juga produktivitas, dan tentunya masa depan terutama anak-anak. “Dan dengan adanya inisiatif ini kami ingin akses kepada pemeriksaan mata untuk anak-anak sehingga kita bisa deteksi dini apabila terdapat kelainan refleksi atau gangguan penglihatan,” ucap Dailami, saat peluncuran di Jakarta, 2/2/26.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Peluncuran hari ini menandai langkah penting dalam memperkuat akses layanan kesehatan mata di Indonesia. “Gangguan penglihatan dapat berdampak besar terhadap pendidikan, produktivitas, dan kualitas hidup. Banyak gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat dicegah atau dikoreksi jika terdeteksi sejak dini, sehingga kolaborasi ini menjadi sangat penting,”

Lebih lanjut Siti Nadia Tarmizi mengatakan, deteksi dini dapat mencegah atau mengoreksi banyak gangguan penglihatan. Oleh karena itu, kolaborasi strategis menjadi kunci dalam memperluas skrining penglihatan, memastikan tindak lanjut layanan, serta meningkatkan kesehatan mata dan kualitas hidup masyarakat. 

Head of OneSight EssilorLuxottica Foundation Asia Tenggara, Patricia Koh, menambahkan, “Kami berkomitmen untuk bekerja bersama Kementerian Kesehatan dan para mitra lokal dalam meningkatkan deteksi dini, menyediakan solusi yang terjangkau, serta memperluas layanan kesehatan mata yang berkualitas. Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama kami terhadap upaya pencegahan dan dampak jangka panjang.”

Sebagai bagian dari peluncuran kemitraan ini, telah dilaksanakan kegiatan skrining penglihatan bagi masyarakat yang mencakup pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada 800 penerima manfaat. 

Kegiatan ini mencerminkan komitmen inisiatif ini dalam menghadirkan aksi nyata untuk menjawab kebutuhan kesehatan mata di tingkat komunitas, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata.

Inisiatif ini selaras dengan prioritas kesehatan nasional Indonesia serta berkontribusi pada komitmen global SPECS 2030 dari World Health Organization (WHO), yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata secara global dan membantu lebih banyak orang melihat dengan lebih jelas.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Indonesia Melihat Nusantara (YIMN) sebagai mitra pelaksana, serta koordinasi erat dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Bori

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *