Bisnistoday- Germany Brilliant (GB) produsen perlengkapan kamar mandi dan dapur terkemuka di Indonesia, menyerahkan bantuan perlengkapan sanitary (perlengkapan kamar mandi) ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon (Masjid Agung Cirebon) pada hari Kamis, 20 November 2025. Penyerahan perlengkapan sanitary ini diterima langsung oleh Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn.

Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn mengatakan, dahulu sejarah Cirebon dimulai dari masjid ini. “Alhamdulillah hari ini kita semua bisa berkumpul di Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang penuh sejarah. Sebelumnya saya sudah mendengar bahwa program ini digalakkan oleh GB dari masjid ke masjid. Alhamdulillah masjid ini termasuk dalam salah satu program GB,” ungkap Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn. 

“Mudah-mudahan kontribusi dari GB bisa bermanfaat untuk masjid ini dan orang yang beribadah semakin nyaman karena fasilitas untuk ibadah seperti keran air, toiletnya dan lain-lain bagus. Tentu kami haturkan rasa terima kasih kepada GB. Mudah-mudahan program ini dapat bisa dilanjutkan di kemudian har dan kita terus dapat berkontribusi pada tempat-tempat yang bersejarah ini,” tambah Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn, saat serah terima bantuan di Cirebon, 20 November 2025.

Yapto Wijaya, General Manager GB mengatakan, kegiatan dibawah payung Corporate Social Responsibility (CSR), GB lebih menekankan pada tempat atau rumah ibadah ini seperti masjid, gereja, pura, wihara dan lain-lain, yang bertujuan memberikan dampak positif seluas-luasnya bagi masyarakat. 

“Suatu kehormatan bagi GB bisa ke masjid yang berusia lebih dari 500 tahun dan kami juga mendapatkan sambutan dan tangan terbuka dari Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn. Sebelumnya kami memang sudah melakukan hal yang sama dibeberapa masjid seperti, Masjid Atta’awun Puncak Bogor, Masjid Nurul Musthofa Depok, dan juga rumah ibadah lainnya seperti Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi, Gereja, rumah panti jompo dan lain-lain,” ujar Yapto Wijaya. 

Yapto Wijaya menambahkan, dipilihnya Masjid Agung Cirebon karena Cirebon masih dekat dengan Jakarta dan menjadi salah satu destinasi wisata religi bagi umat muslim. “Hari ini kami mengganti semua keran wudhu sebanyak 80 buah yang sudah tidak layak pakai, agar tidak ada air yang menetes keluar, karena bocor itu mubazir. Kami juga mengganti kloset lama dengan kloset duduk. Semua pengerjaannya hanya memakan waktu 1-2 hari saja, karena sebelumnya ada tim yang sudah survey duluan,” imbuh Yapto Wijaya. 

Masjid Tertua di Cirebon
Masjid Agung Cirebon merupakan masjid kebanggaan sekaligus masjid bersejarah bagi masyarakat Cirebon. Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Cirebon dan dikenal juga dikenal dengan nama Masjid Agung Cirebon atau Masjid Sunan Gunung Jati yang dibangun pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati, tepatnya pada tahun 1498 M. Terletak di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, masjid ini disebut-sebut sebagai masjid tertua di Cirebon.

Moh. Ismail, Jupel Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan Pengurus Masjid Agung Cirebon mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada GB yang telah mengganti perlengkapan sanitary yang sudah tidak layak di masjid ini, sehingga menambah kenyamanan jamaah untuk beribadah. Program csr seperti ini baru pertama kalinya untuk penggantian sanitary dan mudah-mudahan bisa memotivasi perusahaan lainnya untuk hadir di masjid ini. 

“Selama ini kami memang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah karena kesulitan dalam administrasi. Jadi semua masjid di Indonesia harus terdaftar dalam SIMAS, aplikasi yang dibuat oleh Kementerian Agama dengan mengisi nama masjid, pemilik masjid, surat tanahnya, sertifikatnya dll. Nah itu semua itu tidak kami pegang, adanya di keraton yang saya sendiri belum dapat informasi untuk masalah administrasi ini bisa dikeluarkan atau tidak. Tetapi masjid ini tetap terdaftar di Kementerian Agama. Jadi memang harus ada kerjasama dari pihak keraton atau bisa jadi ini karena bagian dari keraton,” ungkap Ismail. 

“Dan yang urgent sebetulnya bagian atap masjid utama terjadi kebocoran. Dan kami sendiri sudah puluhan kali melakukan perbaikan dengan beberapa kali ganti tukang, tapi hasilnya tetap masih bocor. Kami tidak berani melakukan perbaikan besar karena masjid ini bagian dari situs sejarah dan budaya. Jangan sampai malah justru keaslian bangunan ini rusak. Kami berharap Dinas Kebudayaan, bisa membantu untuk perbaikan atap masjid,” ujar Ismail.

Ditemui di tempat yang sama, Syekh Nabil bin Sa’ad Sumair, pelantun Sholawat, mengatakan alhamdulillah pada kesempatan ini bisa bertemu bersama. Saya melihat masjid ini sungguh luar biasa. InsyaAllah Allah SWT terus mengokohkan masjid ini, dimakmurkan masjid ini, kemudian kegiatan-kegiatan yang ada di masjid ini mudah-mudahan terus menebar manfaat, karena Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, sebaik-baik manusia itu yang bisa memberikan manfaat untuk manusia yang lain,” tutup Syekh Nabil. Dewi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *