Constatering Hotel Sultan Temukan Perbedaan Luas dan Kepemilikan, Kuasa Hukum Sebut Eksekusi Cacat

Jakarta, BISNISTODAY.COM– Kuasa hukum PT Indobuildco menyatakan menolak pelaksanaan eksekusi kawasan Hotel Sultan Jakarta setelah dilakukan proses constatering atau pencocokan objek eksekusi pada Senin (16/3/2026). Mereka menilai terdapat ketidaksesuaian antara putusan pengadilan dengan kondisi objek di lapangan, baik dari sisi luas maupun kepemilikan.

Kuasa hukum PT Indobuildco, Hamdan Zoelva, menjelaskan hasil pemeriksaan setempat menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada objek sengketa yang berada di atas tanah SHGB Nomor 26/Gelora dan SHGB Nomor 27/Gelora.

Dalam proses constatering tersebut diketahui bahwa tanah dengan SHGB No. 26/Gelora seluas 57.120 meter persegi dan SHGB No. 27/Gelora seluas 83.666 meter persegi atas nama PT Indobuildco mengalami perubahan luas. Menurut tim kuasa hukum, luas objek yang menjadi sengketa saat ini telah berkurang sekitar 4,5 hektare dari luas awal.

Selain itu, hasil pencocokan juga menunjukkan adanya perbedaan terkait kepemilikan objek sengketa. Kuasa hukum menyebut tidak seluruh objek berada di bawah kepemilikan PT Indobuildco, karena sebagian lahan juga tercatat dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta PT Indo Bangun Persada.

“Telah terjadi ketidakcocokan antara luas dan pemilik objek sengketa antara putusan pengadilan dengan fakta di lapangan,” kata Hamdan dalam pernyataan tertulisnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya menilai objek sengketa menjadi tidak jelas atau obscuur libel. Karena itu, mereka menyimpulkan bahwa pelaksanaan eksekusi terhadap kawasan Hotel Sultan tidak dapat dilakukan atau bersifat non-executable.

Hamdan juga mengutip yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 81 K/Sip/1971 yang menyatakan bahwa apabila setelah pemeriksaan setempat ditemukan batas dan luas tanah yang dikuasai tidak sama dengan yang tercantum dalam gugatan, maka gugatan harus dinyatakan tidak dapat diterima.

Selain persoalan ketidaksesuaian objek, kuasa hukum PT Indobuildco juga menyoroti aspek historis kepemilikan tanah. Mereka menyatakan lahan tempat berdirinya Hotel Sultan sebelumnya dilepaskan kepada PT Indobuildco berdasarkan surat Gubernur DKI Jakarta Nomor 1744/A/k/BKD/71 tertanggal 21 Agustus 1971 dengan luas sekitar 143.000 meter persegi.

Kuasa hukum juga menyebut hingga saat ini tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa SHGB Nomor 26/Gelora dan SHGB Nomor 27/Gelora bukan milik PT Indobuildco atau membatalkan keabsahan sertifikat tersebut.

Di sisi lain, mereka menilai penetapan eksekusi berdasarkan putusan Nomor 208/Pdt.G/2025/PN.Jkt.Pst. juga bermasalah karena dijatuhkan sebagai putusan serta merta tanpa memenuhi ketentuan dalam pedoman Mahkamah Agung dan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA).

Kuasa hukum juga menyoroti bahwa penetapan eksekusi, aanmaning, dan constatering oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat disebut dilakukan tanpa adanya uang jaminan dari pemohon eksekusi, yakni Kementerian Sekretariat Negara dan pengelola kawasan Gelora Bung Karno.

Selain itu, menurut mereka terdapat pula sejumlah perlawanan hukum dari pihak ketiga (derden verzet) maupun dari pihak tereksekusi (partij verzet) terkait perbedaan letak, luas, dan batas objek sengketa.

“Dengan berbagai kondisi tersebut, eksekusi kawasan Hotel Sultan tidak dapat dilaksanakan,” tegas Hamdan.

Libur Lebaran, Bank Syariah Nasional Optimalkan Kantor Layanan

 

JAKARTA, BISNISTODAY.COM-PT Bank Syariah Nasional (BSN) memberikan komitmennya untuk tetap memberikan layanan kepada masyarakat pada saat libur panjang lebaran. Dipastikan masyarakat akan banyak yang berbondong-bondong mudik ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarganya. Untuk mengantisipasi kebutuhan layanan perbankan bagi para pemudik tersebut, BSN menyatakan membuka layanan di seluruh cabangnya di Indonesia. 

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan bersama jajarannya akan tetap memberikan layanan kepada masyarakat yang mudik selama libur lebaran. Walaupun operasional dilakukan secara terbatas, namun seluruh kantor cabang BSN akan dapat melayani masyarakat. Ini kita lakukan untuk memastikan pelayanan kepada nasabah tetap dapat terlayani walaupun musim liburan panjang. Demikian jelas Alex pada siaran pers yang diterima media di Jakarta, Senin (16/3).

Libur dalam rangka lebaran dan nyepi tahun ini kebetulan berada pada tanggal riskan masyarakat harus membayar kewajibannya terkait dengan pembiayaan rumah mereka melalui BSN. Untuk mengantisipasi keterlambatan pembayaran kewajiban tersebut BSN membuka kantor layanan dalam libur panjang lebaran tahun ini. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tetap tenang liburan di kampung halaman dan tenang pula karena kewajibannya untuk membayar angsuran rumah sudah ditunaikan, jelas Alex.

Masyarakat dapat mengakses website BSN untuk mengetahui lebih detail daftar 37 kantor cabang BSN yang tetap buka selama libur lebaran. Hanya kantor cabang Mataram yang libur pada tanggal 18-19 Maret 2026 karena perayaan Nyepi. Sementara kantor layanan BSN di wilayah Jakarta beroperasi terbatas secara bergantian, kecuali kantor cabang BSN Tomang. Selebihnya tetap buka secara operasional terbatas kecuali tanggal 21-22 Maret 2026 karena hari raya Idul Fitri 1447 H.

Alex menambahkan masyarakat tidak harus datang ke kantor untuk mendapatkan pelayanan perbankan dari BSN. Cukup manfaatkan Bale Syariah by BSN, maka masyarakat seperti memiliki bank sendiri untuk melakukan transaksi sesuai kebutuhan. Akses mobile banking BSN dan nikmati kemudahan bertransaksi. Kita sudah mempunyai Bale Syariah yang dapat dipakai juga untuk melakukan transaksi bersama di BTN tanpa ada biaya. Ini adalah kemudahan yang menjadi salah satu keunggulan dari Bale Syariah by BSN, kata Alex menjelaskan.

Namun begitu Alex juga menghimbau agar masyarakat juga harus berhati-hati ketika melakukan transaksi melalui digital banking. Agar benar-benar diteliti kebenaran sebelum melakukan transaksi online melalui mobile banking. Transaksi mencurigakan sebaiknya dihindari dan silakan untuk menghubungi call centre BSN untuk kepastian dan kenyamanan dalam bertransaksi bersama mobile banking BSN.

Alex memperkirakan nasabah akan tercukupi kebutuhan uang tunai selama libur panjang lebaran tahun ini. Setidaknya BTN sendiri selaku induk dari BSN telah menyiapkan uang tunai sekitar Rp23 Triliun. Secara sinergi layanan BTN juga dapat dimanfaatkan oleh nasabah BSN, termasuk dalam hal ini ketersediaan uang di ATM, nasabah BSN dapat mengambil uang tunai di ATM BTN di seluruh cabang di Indonesia. Jadi biarkan urusan kesiapan uang kami yang memikirkan dan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas berkumpul bersama keluarga di kampung halaman untuk nanti kembali usai libur lebaran bersama kami BSN untuk raih hidup lebih berkah, kata Alex

BTN Ubah Wajah Layanan, Ekspansi Ditopang Operasional Modern

Jakarta, BISNISTODAY.COM–PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi bisnis untuk memperkuat layanan kepada nasabah. Salah satunya dengan melakukan ekspansi secara efisien melalui pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, serta pengembangan layanan digital.

Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan, transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk periode 2025–2029. Yakni menjadi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”.

Visi tersebut dijalankan melalui sejumlah strategi dalam corporate plan. Di antaranya memperkuat mesin pendanaan berkelanjutan (sustainable funding), meningkatkan proposisi produk dan cross selling, serta menghadirkan layanan perbankan lengkap (full banking services) dengan pengalaman nasabah yang lebih baik.

“Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya kalau finansial keluarga itu, ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini,” kata Nyoman dalam acara Talk Show & Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 di Ballroom Menara 1 BTN, Jakarta, Jumat (13/3).

Nyoman menjelaskan, penting untuk memperkuat engine sustainable funding agar bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan. Mengingat, pendanaan merupakan bahan bakar utama bagi perbankan untuk menjalankan aktivitas pembiayaan. Tanpa dukungan pendanaan yang kuat, bank tidak akan mampu menyalurkan pembiayaan secara optimal kepada masyarakat.

“Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan,” ujarnya.

BTN juga terus berupaya menghadirkan holistic banking proposition. Artinya, bank berupaya memperkuat proposisi produk sekaligus meningkatkan strategi cross selling. Dalam hal ini, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan atau KPR, tetapi mulai bergerak menuju layanan beyond mortgage.

Dengan pendekatan tersebut, BTN ingin menawarkan layanan perbankan yang lebih lengkap kepada nasabah. Seperti payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan (KRING) BTN untuk renovasi rumah, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan mobil maupun motor, hingga kredit modal kerja.

“Ketika nasabah membeli rumah melalui KPR, mereka juga berpotensi membutuhkan produk finansial lainnya. Melalui strategi ini, BTN dapat menyediakan beragam solusi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia,” ungkap Nyoman.

Strategic plan BTN selanjutnya adalah menghadirkan layanan perbankan yang lengkap (full banking offering) dengan mengutamakan pengalaman nasabah (customer experience). Kunci dari upaya tersebut adalah melakukan perbaikan pada aspek layanan dan operasional karena keduanya sangat menentukan kualitas pelayanan kepada nasabah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah revamp atau pembaruan proses pengelolaan kredit (loan processing) agar lebih efisien, cepat, dan terstandar. Pembaruan operasional kredit dilakukan melalui sistem loan factory. Sistem ini memusatkan proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumer, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Sebelumnya, proses operasional kredit BTN dilakukan melalui enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang tersebar di berbagai wilayah, yaitu di Cawang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Namun, model tersebut dinilai memiliki sejumlah keterbatasan. Standar proses antarwilayah belum seragam, kontrol dan monitoring belum sepenuhnya terpusat, serta kapasitas dan produktivitas antarregional tidak merata.

Melalui loan factory, proses kredit kini disentralisasi di pusat. Sistem ini juga mengedepankan proses digital sehingga meminimalisir intervensi manual.

“Dengan loan factory, proses KPR diproses di satu sentral. Kami mengedepankan proses digital agar layanan lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama,” terang Nyoman.

Menurut dia, sistem tersebut akan diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia. Harapannya, proses pengajuan KPR menjadi lebih efisien dan meningkatkan produktivitas.

Selain pembaruan operasional kredit, BTN juga melakukan modernisasi jaringan kantor cabang. Upaya ini dilakukan melalui program peremajaan kantor cabang (rejuvenating branch). Sepanjang 2025, BTN telah membuka 20 kantor cabang baru, merelokasi 29 kantor cabang, serta melakukan penataan ulang (re-layout) terhadap 10 kantor cabang agar lebih modern dan nyaman.

Nyoman mengakui, selama ini citra kantor cabang BTN sering dianggap kaku dan birokratis. Karena itu, BTN berupaya menghadirkan konsep cabang yang lebih modern dan ramah terhadap nasabah. Beberapa kantor cabang yang telah mengusung konsep baru tersebut antara lain berada di kawasan Pondok Indah, Harmoni, Kuningan, hingga Central Park.

“Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan konsep yang lebih modern dan dinamis,” ujarnya.

Secara bersamaan, perseroan juga mempercepat digitalisasi layanan melalui pengembangan BTN Digital Store. Konsep ini menghadirkan layanan perbankan di lokasi yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.

BTN Digital Store tidak hanya berada di kantor cabang, tetapi kini juga hadir di pusat perbelanjaan dan kawasan komersial. Bahkan, di beberapa lokasi, BTN menggandeng merek kopi lokal untuk menghadirkan suasana layanan yang lebih santai. Saat ini, sebanyak 24 BTN Digital Store telah beroperasi di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang.

“Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store. Tapi tetap ada superstaff yang membantu nasabah,” jelas Nyoman.

Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman nasabah (customer experience) yang lebih baik. Dengan pendekatan ini, bank tidak hanya menunggu nasabah datang ke kantor cabang, tetapi hadir langsung di tempat masyarakat beraktivitas.

“Jadi bukan hanya nasabah yang datang ke bank, tetapi bank yang hadir di tempat orang-orang beraktivitas,” ungkap Nyoman.

Transformasi operasional BTN juga menyentuh pengelolaan dokumen kredit. Mengingat besarnya portofolio KPR yang dimiliki BTN, pengelolaan dokumen agunan menjadi aspek penting. Untuk itu, BTN membangun Records Center sebagai pusat penyimpanan dan pengelolaan dokumen kredit yang lebih modern dan aman.

Saat ini, pusat pengelolaan dokumen tersebut telah tersedia di beberapa kota, antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, dan Gandul, Jakarta. Fasilitas tersebut dilengkapi sistem pengamanan dan teknologi pengelolaan dokumen yang lebih canggih.

“Portofolio KPR BTN sangat besar sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern. Ruang penyimpanan tahan api, rayap, dan high secured. Penyimpanan dengan dossier box, bukan amplop,” jelasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, BTN berharap dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat efisiensi operasional. Transformasi ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi BTN sebagai bank yang tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, namun sekaligus menyediakan solusi finansial yang lebih luas bagi masyarakat.

Nyoman optimistis pertumbuhan bisnis BTN akan terus berlanjut ke depan karena hal-hal yang menjadi fundamental sudah diperbaiki dan diperkuat.

“Fundamental dalam pertumbuhan bisnis yang sustainable sudah kita bangun. Dan kita sekarang siap untuk melayani masyarakat Indonesia,” tandasnya.

BTN SIAPKAN UANG TUNAI RP23,18 TRILIUN JELANG IDUL FITRI 2026

Jakarta, BISNISTODAY.COM– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun guna memastikan kecukupan kebutuhan dana bagi masyarakat dan nasabah selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026. Dana tunai tersebut disiapkan terhitung sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026 seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, penyediaan uang tunai tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan transaksi masyarakat dapat terpenuhi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.

“Kami berupaya memastikan ketersediaan uang tunai bagi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri. BTN telah menyiapkan likuiditas yang memadai agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap dapat dilayani dengan optimal,” ujar Ramon di Jakarta, Jumat (13/3).

Dari total dana tunai yang disiapkan, BTN mengalokasikan sekitar Rp14,55 triliun atau 63% untuk kebutuhan kas di seluruh outlet BTN yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sementara itu, sekitar Rp8,63 triliun atau 37% dari total dana akan digunakan untuk pengisian mesin ATM dan CRM BTN yang tersebar di berbagai wilayah.

BTN juga meningkatkan ketersediaan likuiditas pada kantor cabang jauh lebih besar dari kondisi normal guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai selama periode Lebaran.

Menurut Ramon, langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas konsumsi selama Ramadan hingga Idul Fitri yang umumnya turut mendorong kebutuhan uang tunai di masyarakat.

Selain memastikan ketersediaan dana tunai, Ramon menambahkan BTN juga terus mendorong nasabah untuk memanfaatkan berbagai layanan transaksi digital melalui super app bale by BTN agar transaksi keuangan dapat dilakukan secara lebih mudah, cepat, dan aman kapan pun dan di mana pun.

“BTN memastikan seluruh infrastruktur layanan perbankan baik jaringan kantor cabang, ATM, maupun kanal digital tetap beroperasi optimal guna mendukung kenyamanan transaksi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini,” ujar Ramon.

Ramadhan Penuh Berkah! BSN dan Insan Pers Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat

Bisnistoday.com, Jakarta – PT Bank Syariah Nasional (BSN) bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan Insan Pers Menguatkan Kepedulian Umat” pada Jumat, 13 Maret 2023. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Dalam kegiatan tersebut, BSN bersama Insan Pers menyalurkan ratusan paket sembako di berbagai wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Secara keseluruhan, sekitar 300 paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan bahwa perseroan sangat mendukung kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Forum Wartawan BSN. Menurutnya, kolaborasi antara BSN dan Insan Pers tidak hanya terjalin dalam hal publikasi kegiatan perusahaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dasn lingkungan sekitarnya.

“Insan pers merupakan mitra kami dalam mempublikasikan berbagai kegiatan perusahaan. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Alex dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/3).

Alex menambahkan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari komitmen BSN untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi positif, terutama bagi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

Adapun penerima bantuan paket sembako tersebut menyasar berbagai kalangan, di antaranya penyandang disabilitas, kaum dhuafa, fakir miskin, anak yatim, petugas keamanan, serta masyarakat lingkungan kantor operasional BSN.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan BSN, Roni Mawardi menyampaikan apresiasi kepada BSN atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara BSN dan Insan Pers dalam kegiatan sosial merupakan bentuk sinergi positif yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BSN yang telah mendukung kegiatan Insan Pers Berbagi. Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Lebaran,” ujar Roni.

Melalui kegiatan ini, BSN dan Forum Wartawan berharap semangat berbagi serta kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan.

BTN Perkuat Dukungan Pendidikan Anak melalui Program “Danantara untuk Generasi Emas”

BISNISTODAY.COM, Jakarta– Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan refleksi bersama yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa (11/3). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, para Menteri Kabinet, serta pimpinan dan seluruh insan Danantara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan kepada seluruh insan Danantara Indonesia mengenai pentingnya menjaga integritas, disiplin tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara guna memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Presiden menegaskan bahwa Danantara Indonesia dibentuk untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita bersyukur Indonesia kini memiliki sebuah lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Dalam satu tahun ini sudah terlihat bahwa dengan manajemen yang baik, tata kelola yang disiplin, serta komitmen yang kuat, kinerja pengelolaan aset negara dapat meningkat secara signifikan. Namun capaian ini baru awal. Ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.”

Syukuran satu tahun ini mengusung tema “Satu Danantara”, yang mencerminkan semangat seluruh BUMN untuk bergerak dalam satu langkah bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi generasi yang mendatang.

Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan Danantara difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat, sekaligus memastikan bahwa arah pengelolaan investasi negara tetap berpijak pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Pengelolaan aset negara pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan juga menjadi bagian penting dari perjalanan Danantara Indonesia,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin tidak hanya dalam penguatan tata kelola dan struktur pengelolaan aset negara, tetapi juga dalam berbagai inisiatif yang menegaskan bahwa hasil pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi generasi muda Indonesia.

Sebagai simbol komitmen terhadap masa depan anak bangsa, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis 88.000 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan secara serentak oleh BUMN di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan dan persiapan Generasi Emas Indonesia.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) turut berpartisipasi dalam momentum satu tahun perjalanan Danantara Indonesia melalui berbagai inisiatif yang mendukung penguatan fondasi generasi masa depan. Partisipasi tersebut diwujudkan melalui program “Danantara untuk Generasi Emas”, yang menghadirkan dukungan nyata bagi anak-anak Indonesia melalui penyediaan perlengkapan belajar sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan bahwa sinergi BUMN dalam ekosistem Danantara menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional.

“Melalui program Danantara untuk Generasi Emas, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi masa depan bangsa. Dukungan terhadap pendidikan anak-anak Indonesia merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang lebih kuat, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Nixon.

Dalam program tersebut, BTN menyalurkan 5.500 paket perlengkapan sekolah yang didistribusikan kepada siswa dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta sekolah luar biasa (SLB) di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, serta di Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Penyaluran ini merupakan bagian dari gerakan nasional penyaluran 88.000 paket perlengkapan sekolah yang diinisiasi Danantara Indonesia bersama BUMN untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui momentum satu tahun perjalanan ini, Danantara Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara, serta mendorong investasi strategis yang memberikan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang bagi Indonesia.

“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia,” tutup Rosan.

Februari 2026, Laba Bersih BTN Melonjak 281,9%

BISNISTODAY.COM, Jakarta-Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Hingga Februari 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp503 miliar (bank only) atau melonjak 281,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp132 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan di situs resmi perseroan, peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp4,59 triliun hingga Februari 2026 atau tumbuh 11,7% yoy. Pada saat yang sama, BTN juga berhasil menekan beban bunga menjadi Rp2,19 triliun atau turun 14,4% yoy.

Strategi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BTN meningkat signifikan menjadi Rp2,39 triliun, naik 54,7% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,55 triliun.

Dari sisi operasional, BTN juga mencatatkan laba operasional sebesar Rp636 miliar, meningkat 219,3% yoy dibandingkan Februari 2025 sebesar Rp199 miliar. Peningkatan tersebut mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam mengelola biaya serta memperkuat fundamental bisnis.

Pertumbuhan kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan fungsi intermediasi perseroan. Hingga Februari 2026, penyaluran kredit BTN tercatat mencapai Rp341,16 triliun atau tumbuh 8,6% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp314,09 triliun. Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong kenaikan pendapatan bunga perseroan pada awal tahun ini. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BTN juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan posisi Rp375,28 triliun atau meningkat 13,2% yoy dibandingkan Februari 2025 sebesar Rp331,63 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat, total aset BTN tercatat meningkat 12,2% yoy menjadi Rp459,29 triliun per Februari 2026, dibandingkan posisi Februari 2025 sebesar Rp409,36 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan fundamental bisnis perseroan yang semakin kuat di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu sebelumnya optimistis kinerja perseroan akan terus meningkat sepanjang tahun ini seiring dengan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan. Optimisme tersebut didukung penguatan strategi beyond KPR, pengembangan superapps, serta inovasi di berbagai lini bisnis.

“Kami optimistis kinerja tahun ini akan terus bertumbuh seiring transformasi dan inovasi yang dilakukan perseroan untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan layanan kepada masyarakat,” ujar Nixon.

Revolusi Pembayaran Commuter Line: BSN dan KCI Hadirkan KMT Co-Branding Digital

Jakarta, BISNISTODAY.COM—PT Bank Syariah Nasional (BSN) menjalin kolaborasi strategis dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan layanan perbankan syariah dan integrasi sistem pembayaran transportasi publik.

Langkah ini menandai upaya BSN dalam memperkuat penetrasi pasar di sektor transportasi urban, sekaligus mendorong digitalisasi keuangan berbasis syariah yang inklusif, aman, dan efisien bagi jutaan pengguna Commuter Line.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting bagi perseroan yang baru hadir di penghujung 2025 tersebut untuk menjadi mitra keuangan keluarga yang berkah dan amanah. Melalui sinergi ini, BSN optimistis dapat memberikan nilai tambah bagi ekosistem ekonomi syariah di Tanah Air.

“BSN optimistis kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi semua pihak dan mendukung ekosistem ekonomi serta keuangan syariah di Indonesia. Kami ingin mempermudah akses masyarakat terhadap layanan perbankan melalui teknologi yang terintegrasi,” kata Alex dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/3).

Dalam ruang lingkup kerja sama ini, salah satu poin utama adalah penyediaan Co-branding Kartu Multi Trip (KMT) dengan desain khusus dari BSN. Tidak hanya sekadar kartu fisik, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan fitur top-up saldo KMT melalui integrasi sistem perbankan BSN serta layanan digital payment untuk pemesanan tiket kereta melalui platform milik bank.

Alex menambahkan bahwa integrasi ini akan didukung oleh performa aplikasi mobile banking terbaru perseroan, yakni Bale Syariah by BSN. Aplikasi yang baru diluncurkan pada awal Februari 2026 tersebut tercatat telah memiliki lebih dari 142 fitur finansial dan non-finansial.

Hingga Februari 2026, Bale Syariah telah melayani 126.401 pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp1,57 triliun. Hal ini menjadi modal kuat bagi BSN untuk mengoptimalkan layanan bagi penumpang KCI yang memerlukan kecepatan dan kemudahan transaksi.

Selain layanan bagi konsumen (ritel), sinergi ini juga merambah pada layanan korporasi dan kesejahteraan pegawai PT KCI. BSN akan menyediakan layanan pengelolaan kas (Cash Management System), Virtual Account, hingga sistem payroll bagi karyawan KCI.

“Sinergi ini mencakup pengelolaan rekening, optimalisasi kas, hingga layanan kesejahteraan pegawai melalui sistem payroll dan pembiayaan konsumer berbasis syariah, seperti KPR dan cicilan emas,” tambah Alex.

Sementara itu Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia, Mochamad Purnomo Sidi, mengungkapkan bahwa peluncuran KMT co-branding ini merupakan dukungan nyata BSN dalam meningkatkan transaksi non-tunai (cashless) di sektor transportasi urban.

“Kami yakin KMT co-branding ini akan memberikan manfaat besar bagi pengguna Commuter Line, di mana sebagian besar dari mereka juga merupakan nasabah BSN. Apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini, pengisian saldo tidak lagi terbatas di stasiun, namun bisa dilakukan langsung melalui aplikasi mobile,” jelas Purnomo.

Lebih lanjut, Purnomo berharap sinergi ini tidak berhenti pada urusan operasional semata, namun meluas ke aspek perbankan dan pendanaan korporasi.

“Kolaborasi ini diharapkan memperkuat lini bisnis kedua perusahaan sekaligus memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas yang mengandalkan moda transportasi kereta api,” ujarnya.

FSPPB Desak Presiden Prabowo Terbitkan Perpu Migas dan Reintegrasi Pertamina

Bisnistoday– Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang minyak dan gas bumi (migas). Desakan ini muncul setelah FSPPB menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Reintegrasi Pertamina untuk Kedaulatan Energi Nasional ” di Jakarta, 10 Maret 2026.

Forum tersebut menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, unsur pemerintah, serikat pekerja, mahasiswa, hingga tokoh nasional yang memiliki perhatian terhadap masa depan energi Indonesia. Hasil diskusi menyimpulkan bahwa pembenahan tata kelola migas nasional perlu dilakukan secara cepat melalui langkah konstitusional.

”FSPPB menilai penerbitan Perpu Migas menjadi solusi untuk memutus kebuntuan regulasi yang selama ini menghambat reformasi sektor energi. Rancangan Undang-Undang Migas diketahui telah lebih dari 15 tahun masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI namun belum juga disahkan,” kata Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar di sela-sela Hari Ulang Tahun ke-23 Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). 

Menurut Arie, kondisi tersebut berpotensi memperpanjang ketidakpastian hukum dan berdampak pada kepentingan strategis negara dalam pengelolaan sumber daya energi.

Krisis Ketahanan Energi

Dalam kajian yang dipaparkan dalam FGD, FSPPB menyoroti penurunan produksi minyak nasional yang cukup signifikan. Indonesia yang pernah memproduksi sekitar 1,6 juta barel minyak per hari, kini hanya berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

”Di sisi lain, kebutuhan energi domestik terus meningkat sehingga ketergantungan terhadap impor minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG semakin besar,” kata Arie.

Kondisi ini dinilai membuat ketahanan energi nasional sangat sensitif terhadap fluktuasi harga global, gangguan pasokan internasional, serta tekanan geopolitik.

FSPPB juga menilai situasi tersebut tidak terlepas dari perubahan tata kelola sektor migas sejak berlakunya Undang‑Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang menempatkan PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu pelaku usaha di pasar, bukan sebagai instrumen utama negara.

Usulan Reintegrasi Pertamina

Dalam forum tersebut, FSPPB mengusulkan reintegrasi Pertamina sebagai national oil company yang memiliki peran strategis dari sektor hulu hingga hilir.

Menurut kajian akademik yang disampaikan dalam FGD, pemisahan usaha melalui struktur holding-subholding yang diterapkan sejak 2018 hingga 2020 dinilai menimbulkan fragmentasi pengelolaan migas. Kondisi ini disebut berpotensi memicu duplikasi biaya, melemahkan efisiensi rantai pasok, dan mengurangi kemampuan negara dalam mengendalikan sektor energi secara terpadu.

FSPPB berpendapat reintegrasi bukan berarti kemunduran korporasi, melainkan langkah korektif untuk membangun satu arah kebijakan dan konsolidasi aset strategis negara dalam pengelolaan energi.

Kepastian Hukum untuk Investasi

FSPPB juga menepis anggapan bahwa penguatan peran negara akan berdampak negatif terhadap iklim investasi. Menurut mereka, justru ketidakjelasan regulasi dan fragmentasi kelembagaan selama ini menjadi salah satu sumber ketidakpastian bagi investor. 

Dalam kajian tersebut ditegaskan bahwa fungsi regulasi, kebijakan, pengurusan, pengelolaan, dan pengawasan migas harus tetap berada di bawah kendali pemerintah, sementara pengusahaan migas dijalankan oleh BUMN sebagai representasi penguasaan negara.

Dengan struktur yang jelas dan Pertamina yang kuat, Indonesia dinilai akan memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam kerja sama investasi di sektor energi.
Landasan Konstitusi
FSPPB menegaskan bahwa usulan reintegrasi Pertamina memiliki landasan konstitusional kuat, yakni Pasal 33 Undang‑Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa cabang produksi penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

Kajian tersebut juga merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, termasuk Putusan Nomor 36/PUU-X/2012, yang menegaskan bahwa penguasaan negara atas sumber daya alam mencakup kewenangan mengatur, mengurus, mengelola, dan mengawasi pengusahaan migas.

Serikat Pekerja dan Peran BUMN
Dalam forum tersebut, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu juga menekankan pentingnya peran serikat pekerja dalam memperkuat perusahaan milik negara.

Ia menyatakan serikat pekerja tidak seharusnya dipandang sebagai pihak yang merusak perusahaan, melainkan dapat menjadi kekuatan yang membela dan memperkuat BUMN.

“Kalau saya menjadi direksi BUMN, maka yang saya jadikan pasukan berani mati membela BUMN adalah serikat pekerja,” ujarnya.

FSPPB berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola migas nasional agar sektor energi kembali menjadi pilar kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Atas dasar konstitusi, realitas ketahanan energi, dan hasil kajian akademik tersebut, FSPPB mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah nyata melalui penerbitan Perpu Migas dengan substansi pokok sebagai berikut:
1. Memulihkan posisi strategis Pertamina sebagai pelaksana utama pengelolaan migas nasional dalam kerangka penguasaan negara sesuai Pasal 33 UUD 1945.
2. Mengakhiri tata kelola yang terfragmentasi dan menata kembali integrasi rantai nilai migas nasional dari hulu hingga hilir.
3. Menghentikan pola liberalisasi kelembagaan yang menempatkan BUMN strategis hanya sebagai salah satu pemain pasar, bukan sebagai instrumen negara.
4. Mewujudkan reintegrasi Pertamina secara struktural dan fungsional untuk memperkuat efisiensi nasional, konsolidasi aset strategis, dan kemandirian energi jangka panjang. Dewi

UPH dan TNI Ajak Media Bangun Ekosistem Informasi Sehat untuk Publik

Bisnistoday.com, Tangerang – Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar Media Gathering 2026 yang mempertemukan insan media, akademisi, dan perwakilan TNI dalam suasana kebersamaan di bulan Ramadan.

Kegiatan tersebut dihadiri 36 jurnalis dari 27 media, mulai dari reporter, editor, redaktur hingga manajer media.

Associate Vice President of Student Development, Alumni and Corporate Relations UPH, Dr. Andri M. Panjaitan, MT, CPHCM, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap peran media yang selama ini turut mengawal perjalanan dunia pendidikan melalui pemberitaan yang konstruktif.“Pertemuan ini bukan sekadar acara silaturahmi, tetapi ruang perjumpaan antara dua dunia yang sama-sama membentuk masa depan bangsa, yaitu pendidikan dan jurnalisme,” ujar Andri.

Menurutnya, dunia kampus memiliki peran dalam membentuk pemikiran dan karakter generasi muda, sementara media berperan membangun percakapan publik serta kesadaran kolektif masyarakat.“Ketika keduanya berjalan bersama, dampaknya dapat melampaui ruang kelas maupun ruang redaksi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen TNI Osmar Silalahi, yang menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis bagi TNI dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.

“Kami sangat dekat dengan media karena tugas kami adalah menginformasikan berbagai kegiatan TNI dari Sabang sampai Merauke,” ujar Osmar.

Ia menjelaskan bahwa Puspen TNI setiap hari berinteraksi dengan media untuk mempublikasikan berbagai kegiatan TNI, sekaligus memfasilitasi peliputan berbagai peristiwa penting di lapangan.

Osmar juga mencontohkan kolaborasi antara TNI dan media saat peliputan bencana di wilayah Sumatera beberapa waktu lalu. Ketika akses menuju lokasi terputus dan transportasi terbatas, TNI memfasilitasi jurnalis untuk menuju daerah terdampak menggunakan pesawat militer.“Kami mengajak rekan-rekan media berangkat menggunakan pesawat Hercules menuju Aceh dan Medan, kemudian dilanjutkan dengan helikopter ke lokasi terdampak,” jelasnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut penting agar masyarakat dapat memperoleh informasi langsung dari lokasi kejadian secara akurat.

Selain dengan media, Osmar juga menekankan bahwa TNI memiliki hubungan yang erat dengan dunia pendidikan. Pimpinan TNI kerap memberikan kuliah umum di berbagai kampus, termasuk di UPH, dengan materi kepemimpinan, nasionalisme, hingga wawasan kebangsaan.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Osmar mengingatkan pentingnya peran media dalam menjaga kredibilitas informasi. “Mari kita bersama-sama membangun bangsa ini melalui profesi kita masing-masing dengan menyampaikan informasi apa adanya, tanpa menambah maupun mengurangi,” ujarnya.

Sementara itu, Andri menegaskan bahwa UPH ingin terus membangun kemitraan dengan media yang bersifat relasional dan berdampak jangka panjang, bukan sekadar hubungan transaksional.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang mencerahkan serta menjembatani dunia pendidikan dengan masyarakat luas.“Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan media dapat terus menghadirkan narasi yang konstruktif serta mengangkat kontribusi pendidikan tinggi bagi masa depan Indonesia,” katanya.

Kegiatan Media Gathering UPH 2026 ditutup dengan kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa bagi para tamu yang menjalankan ibadah Ramadan. Adg_br