Altrak 1978 Dan Berca Mandiri Perkasa Hadirkan Green For The Future di Mining Indonesia 2026

Bisnistoday— PT Altrak 1978 dan PT Berca Mandiri Perkasa kembali berpartisipasi dalam Mining Indonesia 2026 dengan mengangkat tema “Green for the Future”.

Melalui tema ini, kedua perusahaan menegaskan komitmen mendukung transisi industri alat berat menuju elektrifikasi, sejalan dengan tuntutan operasi pertambangan yang lebih efisien danrendah emisi.

Elektrifikasi kini menjadi arah baru industri alat berat global. Regulasi lingkungan yang semakin ketat, biaya bahan bakar fosil yang tinggi, serta target dekarbonisasi banyak mendorong kebutuhan alat berat listrik (EV). 

Altrak 1978 dan Berca Mandiri Perkasa memposisikan dirinsebagai mitra strategis dalam mendukung transformasi ini, dengan menyediakan produk alat berat elektrik sekaligus layanan purna jual yang mencakup teknisi terlatih, jaringan cabang,ketersediaan suku cadang, dan pusat pelatihan.

Alteq78: Lini Alat Berat Listrik untuk Efisiensi Operasional

Melalui lini bisnis elektrifikasinya, Alteq78, Altrak 1978 memperkenalkan dua unit alat berat bertenaga listrik penuh:
* EX20EV Mini Excavator — beroperasi lebih senyap, bebas emisi gas buang di titikpenggunaan (zero tailpipe emission), dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan unit diesel konvensional.

* BL95EV Backhoe Loader — memiliki performa penggalian dan pemuatan setara versi konvensional, dengan biaya perawatan lebih rendah dan tanpa emisi langsung selama pengoperasian.

Kedua unit ini menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi sudah siap diterapkan pada alat berat kelas menengah, membuka peluang bagi pelaku industri untuk menekan jejak karbon tanpa mengorbankan produktivitas.

“Green for the Future mencerminkan komitmen kami untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri. Elektrifikasi menjadi salah satu arah penting perkembangan alat dan kendaraan industri ke depan. Kami percaya efisiensi energi dan pengurangan emisi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi industri pertambangan dan konstruksi di masa depan,” ujar Siman Fadil, Chief Operating Officer (COO) Altrak 1978 dalam siaran persnya Jakarta, 8/9/26

Selain unit EV, Altrak 1978 tetap menghadirkan portofolio unggulannya, antara lain Cummins Engine, Cummins Power Generation, CASE Construction, New Holland Farm Tractor, Merlo Telehandler, Yanmar Mini Excavator, Mizou Infield Transport, ASHNA Combine Harvester, AL78 Power Lighting, dan Sangdo Breaker — melengkapi solusi dari alat berat konvensional hingga teknologi masa depan.

Berca Mandiri Perkasa: Memperluas Ekosistem Alat Material Handling Ramah Lingkungan

PT Berca Mandiri Perkasa turut memperkuat portofolio produk ramah lingkungannya dengan menghadirkan beragam unit forklift listrik serta wheel loader, di antaranya:
* Forklift NICHIYU FB25* Forklift NOBLELIFT FE4P25Q* Forklift BYD ECB80* Wheel Loader Lonking LG856T

Lini forklift listrik ini melengkapi upaya elektrifikasi di sektor material handling, sementara Wheel Loader Lonking LG856T menegaskan posisi Berca Mandiri Perkasa dalam menghadirkan alat berat yang mengutamakan efisiensi bahan bakar dan keandalan operasional tinggi, sesuai kebutuhan operasional tambang modern saat ini.

Berca Mandiri Perkasa juga menampilkan portofolio produk melalui Mitsubishi, Lonking, Nichiyu, Konecranes, dan Berca Power, memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi alat berat dan material handling yang komprehensif.

Elektrifikasi sebagai Jawaban atas Tantangan Industri Pertambangan

Efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon menjadi dua isu utama yang mendorong transformasi teknologi di sektor pertambangan dan konstruksi. Alat berat listrik menawarkan sejumlah keunggulan: biaya operasional lebih rendah karena tidak bergantung pada bahan bakar fosil, tingkat kebisingan yang minim sehingga cocok untuk area kerja sensitif, perawatan yang lebih sederhana dengan lebih sedikit komponen bergerak, serta kontribusi terhadap target net zero emission yang semakin banyak diadopsi perusahaan tambang di Indonesia maupun global.

Partisipasi Altrak 1978 dan Berca Mandiri Perkasa di Mining Indonesia 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan solusi ini langsung kepada pelaku industri, .sekaligus membuka dialog mengenai penerapan elektrifikasi secara bertahap sesuai kebutuhan operasional masing-masing perusahaan. 

Komitmen Jangka Panjang Menuju Industri yang Lebih Hijau

Kehadiran Altrak 1978 dan Berca Mandiri Perkasa di Mining Indonesia 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kedua perusahaan dalam menghadirkan solusi teknologi yang menjawab kebutuhan industri saat ini sekaligus mempersiapkan langkah menuju industri pertambangan dan konstruksi yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui tema “Green for the Future”, kedua perusahaan menegaskan bahwa transisi energi bukan sekadar tren sesaat, melainkan arah jangka panjang yang akan terus didukung melalui inovasi produk dan layanan purna jual yang andal. 

Pacu Volume Transaksi Mobile Banking, Bank BSN Serbu Merchant di Kota-Kota Besar

Bisnistoday.com, Jakarta — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas penetrasi layanan perbankan digital syariah dengan meluncurkan Program Serbu Ekosistem sebagai strategi meningkatkan volume transaksi digital di kalangan pelaku usaha dan memperkuat ekosistem bisnis perseroan.

Hingga 31 Agustus 2026, platform mobile banking Bale Syariah by BSN mencatatkan 238.897 pengguna aktif. Total transaksi melalui platform ini mencapai 3,29 juta kali dengan volume transaksi menembus Rp6,57 triliun.

Sementara itu, dari sisi infrastruktur merchant, layanan QRIS BSN telah diadopsi oleh 2.102 merchant dengan akumulasi transaksi mencapai 2,07 juta kali dan volume menembus Rp552,1 miliar.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa pencapaian tersebut, seiring strategi perseroan yang akan mengintegrasikan solusi perbankan syariah secara langsung ke dalam ekosistem usaha harian mitra bisnis melalui Program Serbu Ekosistem.

“Setiap inovasi produk bisnis Bank BSN harus berakar pada kemudahan transaksi bagi para pelaku usaha. Melalui semangat #ThinkCustomer, setiap keputusan bisnis selalu dimulai dari pertanyaan: Apakah langkah ini benar-benar memudahkan nasabah?”kata Alex saat meluncurkan Program Serbu Ekosistem di Walking Drums Cafe, Jakarta, akhir pekan lalu.

Peluncuran program tersebut sekaligus menjadi momentum perayaan Hari Pelanggan Nasional, dimana manajemen Bank BSN hadir langsung menyapa dan melayani nasabah dengan sepenuh hati. Rangkaian kegiatan ini juga menandai dimulainya roadshow di Jakarta secara bertahap ke berbagai kota besar lainnya seperti Banda Aceh, Bandung dan Surabaya.

Adapun, pelaksanaan kegiatan di Jakarta berlokasi di Walking Drums Cafe yang merupakan tempat usaha milik salah satu nasabah Bank BSN, Ibu Alifah Abdullah, yang juga mengembangkan unit usaha Root & Grow di beberapa lokasi strategis.

“Dalam menjalankan roda bisnis harian, kebutuhan akan kecepatan, kenyamanan, dan kepastian transaksi pembayaran menjadi krusial, khususnya lewat pemanfaatan fitur digital seperti QRIS dan mesin Electronic Data Capture (EDC),” ungkap Alex.

Menurut Alex, kemitraan tersebut sebagai representasi arah pelayanan Bank BSN yang berorientasi pada ekosistem riil nasabah.

“Pola pendekatan ini menegaskan transformasi perbankan yang tidak lagi pasif menunggu kedatangan nasabah di kantor cabang, melainkan hadir secara aktif dan melekat dalam menopang aktivitas harian serta pertumbuhan usaha mitra bisnisnya,” ujarnya.

Perseroan mencatat portofolio mitra mencakup berbagai sektor, mulai dari segmen ritel hingga industri kreatif. Di antaranya terdapat Ibu Heni Widiastuti, pelaku usaha asal Pasar Minggu yang aktif memanfaatkan platform Bale Syariah untuk menopang operasional usahanya, serta Ibu Hanna Faridl yang bergerak di industri fashion muslim melalui label Modestalk.

Selain itu, Bank BSN juga memperkuat lini kemitraannya dengan usaha yang memiliki rekam jejak panjang seperti Romi Jaya milik Bapak Firman yang telah beroperasi sejak 1990.

Dukungan Bank BSN juga merambah pada kelompok wirausaha muda yang sangat dinamis dan mengandalkan efisiensi digital, seperti Ibu Rula dari Nahid Studio serta Bapak Bimo pemilik Coco Bross. 

Perseroan juga hadir lebih dekat dengan pelaku UMKM di daerah, salah satunya nasabah UMKM di Tasikmalaya yaitu Lozy Hijab.

Lozy Hijab merupakan brand modest fashion lokal yang didirikan oleh Andesni Hirda Putri dan telah dirintis sejak sekitar 11 tahun lalu. Berawal dari produk hijab, Lozy kini terus berkembang dengan menghadirkan beragam pilihan modest fashion, mulai dari pashmina, hijab instan, hijab segitiga, tunik, abaya, gamis, blouse, hingga one set.

“Keberadaan para mitra usaha lintas generasi dan sektor ini mempertegas peran perseroan dalam menyediakan solusi keuangan yang relevan bagi seluruh segmen pelaku usaha,” pungkas Alex.

Lebih lanjut, melalui Program Serbu Ekosistem, Bank BSN memfasilitasi kebutuhan transaksi merchant secara holistik. Layanan yang disiapkan mencakup infrastruktur penerimaan pembayaran QRIS dan EDC, pengelolaan arus kas ‘cash management’, hingga kemudahan akses pembiayaan guna mendukung rencana ekspansi usaha para pelaku UMKM dan korporasi.

Dalam peluncuran Program Serbu Ekosistem di Jakarta, Alex Sofjan Noor didampingi Direktur Retail Funding Bank BSN Ari Kurniaman, Direktur Commercial and Corporate Banking Bank BSN Maqin U. Norhadi, serta sejumlah nasabah dan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.

Kukuhkan One Avrist Synergy, Avrist Group Perkuat Kolaborasi Empat Entitas untuk Hadirkan Solusi Keuangan Terintegrasi

Bisnistoday— Avrist Group mengukuhkan One Avrist Synergy, inisiatif kolaborasi strategis yang menyatukan empat entitas dalam grup untuk menghadirkan solusi proteksi dan perencanaan finansial yang lebih komprehensif. Inisiatif ini mengusung pendekatan “One Avrist, One Solution” sebagai landasan sinergi antarentitas melalui layanan keuangan yang lebih terintegrasi.  

Pengukuhan ini dilaksanakan secara simbolis oleh Agus Setiawan selaku Direktur dan (Pjs.) Presiden Direktur Avrist Assurance (AVRASS), Aldi Rinaldi selaku Direktur Avrist Assurance (AVRASS), Dwi Wahyuni selaku Direktur Utama Avrist General Insurance (AGI), Agus Sugianto selaku Direktur Avrist Asset Management (AVRAM), dan Firmansyah selaku Ketua Pengurus DPLK Avrist.  

Agus Setiawan selaku Direktur dan (Pjs.) Presiden Direktur Avrist Assurance (AVRASS), menjelaskan bahwa One Avrist synergy merupakan implementasi nyata dari visi “One Avrist, One Solution”, yang menjadi arah strategis Avrist Group dalam memperkuat kolaborasi antarentitas.

“Melalui sinergi ini, kami menghadirkan pengalaman nasabah yang lebih seamless dan personal di setiap touchpoint, didukung oleh integrasi layanan dan basis data yang terpadu sehingga kebutuhan nasabah dapat dipahami secara lebih menyeluruh. Kami percaya sinergi ini akan memberikan kemudahan, nilai tambah, serta pengalaman layanan yang lebih optimal bagi seluruh stakeholder kami yaitu nasabah, mitra bisnis, karyawan dan pemegang saham,” ujarnya saat pengukuhan di Jakarta, 3/9/26.

Melalui langkah ini, nasabah dapat mengakses rangkaian layanan secara lebih terintegrasi, mulai dari asuransi jiwa dan kesehatan dari Avrist Assurance (AVRASS), perlindungan menyeluruh dengan beragam solusi asuransi umum dari Avrist General Insurance (AGI), pengelolaan investasi oleh Avrist Asset Management, hingga perencanaan dana pensiun melalui DPLK Avrist, seluruhnya berjalan dalam satu semangat layanan yang sama. 

Melalui sinergi ini, Avrist Group berkomitmen untuk bertransformasi dengan menghadirkan solusi keuangan terpadu, meningkatkan nilai dan loyalitas nasabah, mendorong pertumbuhan pendapatan melalui bundling layanan, serta mencapai efisiensi biaya melalui berbagi layanan dan infrastruktur.  

Langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen yang mulai dibangun sejak Avrist Group Financial Forum pada Februari 2026, ketika seluruh entitas Avrist Group sepakat mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.  

Dwi Wahyuni, Direktur Utama Avrist General Insurance (AGI), Agus Sugianto Direktur Avrist Asset Management (AVRAM), Firmansyah, Ketua Pengurus DPLK Avrist, turut menjelaskan bahwa One Avrist Synergy merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendorong inovasi lewat kolaborasi bisnis yang lebih erat di seluruh entitas Avrist Group. 

“Kami menyambut baik inisiatif One Avrist Synergy untuk menghadirkan layanan yang semakin komprehensif mulai dari proteksi jiwa, asuransi umum, pengelolaan investasi, hingga perencanaan pensiun, sehingga nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan keuangan melalui satu grup terpercaya.” 

Sebagai perusahaan asuransi jiwa patungan pertama di Indonesia yang berdiri sejak 1975, PT Avrist Assurance telah berpengalaman lebih dari lima dekade di industri asuransi. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026, perusahaan mencatatkan total aset Rp5,94 triliun, total ekuitas Rp2,078 triliun, dan laba bersih Rp122,7 miliar, dengan rasio pencapaian solvabilitas (RBC) 708,2% yang tetap terjaga jauh di atas ketentuan minimum regulator. 

Kekuatan Avrist Assurance sebagai induk perusahaan ini diperkuat oleh sinergi tiga entitas yang unggul di bidangnya masing masing. Pada lini bisnis asuransi umum, PT Avrist General Insurance (AGI) mencatatkan gross written premium sebesar Rp 239 miliar serta laba bersih sebesar Rp6 miliar, dengan rasio RBC 210% per Juni 2026. 

Dari sektor manajemen investasi, PT Avrist Asset Management (AVRAM) memperkuat posisinya dengan mengelola dana kelolaan AUM sebesar Rp3,56 triliun yang dipercaya oleh 57.473 investor ritel dan 135 investor institusional per Juni 2026. 

Sedangkan pada lini dana pensiun, DPLK Avrist mencatatkan total dana kelolaan sebesar Rp1,3 triliun per Juni 2026, meningkat 5,64% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Dengan integrasi keempat pilar sektor ini, Avrist Group hadir sebagai ekosistem jasa keuangan yang terintegrasi, berdaya saing tinggi, dan berkomitmen menghadirkan solusi proteksi serta perencanaan finansial yang inovatif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.  

Aldi Rinaldi, Direktur Avrist Assurance (AVRASS), menyampaikan bahwa kolaborasi merupakan motor penggerak utama yang memungkinkan Avrist Group tetap relevan, adaptif, dan mampu merespons kebutuhan nasabah secara lebih komprehensif. 

“One Avrist Synergy bukan sekedar menyatukan perusahaan, tetapi menyatukan kekuatan, kompetensi, dan inovasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Dengan menggabungkan keahlian berbasis pengalaman dan semangat untuk terus berinovasi, kami percaya dapat terus memberikan yang terbaik bagi para nasabah. Tujuan akhirnya adalah membangun One Avrist Ecosystem yang kuat sehingga dapat menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh stakeholder, serta membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi nasabah kami.’’ tutup Aldi. Dewi

Aksi Nyata Kepedulian Sesama, Germany Brilliant Gelar Kegiatan CSR di Desa Adat Sade

Bisnistoday- Desa Adat Sade salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, memiliki sejarah panjang, dimana adat suku Sasak telah berlangsung kurang lebih 1.500 tahun yang lalu. Dinas Pariwisata setempat pun menjadikan Desa Adat Sade sebagai desa wisata karena keunikannya. 

Dari tahun ke tahun kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri ke Desa Sade terus meningkat. Apalagi sejak peresmian Bandara Internasional Lombok Praya pada 2011 semakin memudahkan wisatawan untuk berkunjung. Hingga saat ini masyarakat Desa Sade masih melestarikan keunikan adat suku Sasak, seperti bentuk bangunan, tradisi kawin culik, dan masih banyak lagi.

Bangunan-bangunan rumah juga masih terkesan sangat tradisional. Atapnya terbuat dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah. Orang Sasak Sade menamakan bangunannya bale. Dengan keberagaman budaya dan keunikan Desa Adat Sade menjadi destinasi wisata yang menarik.

Sayangnya keindahan dan keunikan Desa Adat Sade hangus terbakar pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Berdasarkan data sementara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah serta tim lapangan Politeknik Pariwisata Lombok per 27 Agustus 2026, kebakaran di Desa Adat Sade berdampak pada 189 kepala keluarga dan 320 pelaku pariwisata.

Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade pada 22 Agustus 2026 juga tercatat menyebabkan kerusakan 75 bangunan rumah adat, 69 toko seni, delapan lumbung alang, satu menara pantau, empat Berugak Sekenam, enam Berugak Sakepat, satu Bale Beleq, dan beberapa fasilitas umum.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengemukakan perlunya penyusunan rencana jangka panjang yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, para mitra, dan masyarakat adat dalam upaya pemulihan Desa Adat Sade, termasuk pelaksanaan rekonstruksi dan penggalangan dananya. 

Kementerian Pariwisata akan mendukung pemulihan ekosistem pariwisata di Desa Adat Sade, termasuk membantu meningkatkan kapasitas dan memberdayakan masyarakatnya.

“Kami dari Kementerian Pariwisata bersama poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat,” katanya dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia juga menyampaikan perlunya penyusunan rencana induk rekonstruksi desa adat yang melibatkan masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan desa adat. 

Sebagai wujud nyata dari komitmen kepedulian sosial perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat, Germany Brilliant (GB) Sanitaryware menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Sasak untuk membantu meringankan beban masyarakat. 

Tim Germany Brilliant turun langsung ke Desa Adat Sade untuk menyalurkan berbagai bantuan pokok sandang, pangan guna meringankan beban kebutuhan harian warga. Bantuan yang didistribusikan meliputi bahan pangan esensial serta kebutuhan khusus untuk anak-anak dan balita, antara lain:

1 Beras untuk kebutuhan pangan utama keluarga. Susu dan makanan anak-anak untuk mendukung pemenuhan gizi generasi muda.Pampers untuk keperluan kesehatan dan kebersihan balita.
2 Terpal sebagai bantuan sarana prasarana penunjang warga membuat atap sementara untuk rumah yang terbakar.
“Kegiatan CSR ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk senantiasa hadir dan memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan membawa kebahagiaan bagi warga Desa Sasak,” ujar Yapto Wijaya, General Manager Germany Brilliant.

Lebih lanjut Yapto mengatakan membangun kehidupan bukan hanya tentang sanitasi yang baik, tapi tentang mengembalikan senyum dan martabat kemanusiaan. Sade Bangkit Sade Lestari. 

Melalui program yang berkelanjutan ini, Germany Brilliant berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada inovasi produk perlengkapan rumah tangga berkualitas, tetapi juga terus konsisten dalam membangun dan memperkuat solidaritas sosial demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dewi

Mengenal Limfedema: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Bisnistoday – Pembengkakan pada lengan, tungkai, atau bagian tubuh lainnya sering kali dianggap sebagai kondisi yang akan membaik dengan sendirinya.

Namun, apabila pembengkakan berlangsung terus-menerus atau semakin bertambah, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda Limfedema, yaitu gangguan pada sistem getah bening yang menyebabkan cairan limfe menumpuk di jaringan tubuh.

Limfedema merupakan kondisi kronis yang dapat memengaruhi fungsi anggota tubuh, aktivitas sehari-hari, hingga kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik.

Meski belum banyak dikenal masyarakat, deteksi dan penanganan sejak dini dapat membantu mengendalikan gejala serta mencegah komplikasi.

“Limfedema merupakan komplikasi yang kerap dijumpai pascatindakan onkologi, khususnya setelah pengangkatan kelenjar getah bening. Penanganan sejak dini sangat menentukan, karena pada stadium awal pembengkakan umumnya masih reversibel dan responsif terhadap terapi konservatif, sedangkan keterlambatan penanganan berisiko menimbulkan kondisi kronis yang sulit dikoreksi serta meningkatkan risiko infeksi berulang.” ujar dr. I Wayan Wisnu Brata, Sp.B., Subsp.Onk(K), spesialis onkologi dari SWICC, RS Sentra Medika, Cibinong, Kamis, 3 September 2026.

Apa Itu Limfedema? 
Limfedema adalah pembengkakan yang terjadi akibat terganggunya sistem limfatik, sehingga aliran cairan limfe tidak dapat berjalan secara normal.

Kondisi ini dapat terjadi karena kelainan bawaan (Limfedema primer) maupun akibat kerusakan sistem limfatik (Limfedema sekunder).

Pada limfedema sekunder, penyebabnya dapat berupa infeksi, trauma, operasi, terapi radiasi, maupun penyakit tertentu seperti kanker.

Pada pasien kanker, Limfedema paling sering terjadi setelah pengangkatan kelenjar getah bening atau terapi radiasi. Kondisi ini dapat muncul tidak hanya segera setelah pengobatan, tetapi juga beberapa bulan hingga bertahun-tahun kemudian.

Siapa yang Berisiko Mengalami Limfedema? 
Limfedema dapat dialami oleh siapa saja yang mengalami gangguan pada sistem limfatik. Risiko seseorang meningkat apabila memiliki kondisi berikut:
1 Kelainan bawaan pada sistem limfatik.
2 Obesitas.
3 Infeksi berulang yang merusak saluran getah bening.
4 Cedera atau trauma pada sistem limfatik.
5 Pernah menjalani operasi atau terapi radiasi yang melibatkan kelenjar getah bening.
6 Selain itu, pasien dengan riwayat kanker, seperti kanker payudara, kanker serviks, kanker ovarium, kanker endometrium, kanker prostat, melanoma, maupun kanker kepala dan leher memiliki risiko lebih tinggi, terutama apabila pengobatannya melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening atau radioterapi.
Kenali Gejala Limfedema 

Gejala Limfedema berkembang secara bertahap dan dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

1 Pembengkakan pada lengan, tungkai, atau bagian tubuh lainnya.
2 Anggota tubuh terasa berat atau kaku.
3 Kulit terasa kencang.
4 Perhiasan, jam tangan, atau pakaian terasa lebih sempit.
5 Gerakan anggota tubuh menjadi terbatas.
6 Jika keluhan tersebut menetap atau semakin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Mengapa Penanganan Sejak Dini Penting?
Tanpa penanganan yang tepat, limfedema dapat menyebabkan pembengkakan semakin berat, penebalan kulit (fibrosis), infeksi kulit berulang (selulitis), hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Limfedema merupakan kondisi kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Dengan penanganan yang tepat, pembengkakan dapat dikendalikan, fungsi anggota tubuh dipertahankan, dan risiko komplikasi dapat dikurangi

Penanganan Komprehensif di Limfedema Center SWICC 

Sebagai bagian dari Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC), Sentra Medika Hospital Cibinong menghadirkan Limfedema Center yang memberikan layanan deteksi dini, evaluasi, terapi, edukasi, serta pendampingan pasien secara komprehensif.

Penanganan dilakukan oleh tim multidisiplin yang didukung oleh dokter Spesialis Bedah Subspesialis Onkologi:

M.Yadi Permana, Sp.B., Subsp.Onk(K) IWayan Wisnu Brata, Sp.B., Subsp.Onk(K) RianFabian Sofyan, Sp.B., Subsp.Onk(K) 

Apabila Anda mengalami pembengkakan yang menetap atau memiliki faktor risiko Limfedema, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter.

Deteksi dan penanganan sejak dini merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan mempertahankan kualitas hidup.Dewi

Bank BSN Serbu Ekosistem Muhammadiyah Lampung, Kampus, AUM hingga Saudagar Jadi Incaran

BISNISTODAY.COM, Bandar Lampung – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas penetrasi pasar perbankan syariah nasional dengan menggelar kegiatan Muhammadiyah Ecosystem Acceleration 2026 untuk memperkuat akselerasi akuisisi ekosistem Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) di Provinsi Lampung.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan bahwa Lampung memegang peranan vital sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, sekaligus wilayah potensial dengan pertumbuhan AUM yang sangat masif, mulai dari perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, hingga jaringan bisnis UMKM.

“Hubungan Bank BSN dan Muhammadiyah bukan sekadar kemitraan bisnis biasa. Kami ingin hadir bukan sekadar sebagai penyedia produk perbankan, melainkan sebagai mitra ekosistem yang tumbuh bersama Muhammadiyah secara berkelanjutan,” kata Alex di Bandar Lampung, Rabu (2/9).

Dijelaskan, langkah strategis ini merupakan tindak lanjut konkret dari jajaran nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya. 

Tercatat, Bank BSN telah merintis kerja sama strategis sejak penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada 24 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah Tangerang, yang dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan Syariah di Jakarta pada 12 Juni 2026.

Menurut Alex, kolaborasi historis antara kedua belah pihak sejauh ini telah membuahkan hasil nyata. Salah satunya tercermin dari realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah yang menyasar hingga 1.000 unit bagi warga dan kader Muhammadiyah.

Guna mengoptimalkan nilai ekonomi AUM di Lampung, Bank BSN meluncurkan rangkaian program komprehensif yang dirancang spesifik untuk mendukung lima segmen utama dalam ekosistem Perguruan Tinggi dan AUM Muhammadiyah.

Untuk pilar institusi, Bank BSN menawarkan skema Giro PPO bagi penempatan dana operasional kampus yang dapat dimanfaatkan untuk renovasi fasilitas, serta fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja. Bagi dosen dan karyawan, Bank BSN menyediakan layanan integrasi payroll, Pembiayaan Multimanfaat tanpa agunan, program Cicil Emas, hingga KPR Syariah.

Sementara untuk segmen mahasiswa, Bank BSN menghadirkan kemudahan transaksi melalui aplikasi Bale Syariah, integrasi ZIS via Lazismu, serta program magang industri melalui BSN Young Islamic Banker Academy. 

Di lini usaha kampus dan AUM lainnya, Bank BSN memfasilitasi integrasi pembayaran digital melalui QRIS dan mesin EDC, pembiayaan modal kerja tenant, hingga dukungan terpadu bagi Rumah Sakit Umum Muhammadiyah (RSUM), sekolah, dan pondok pesantren.

Ekspansi Bank BSN ke jaringan Muhammadiyah ini didukung oleh fondasi keuangan perseroan yang solid. Hingga Juli 2026, perseroan membukukan total aset mencapai Rp81,1 triliun atau tumbuh 22,2% secara year-on-year (YoY). Penyaluran pembiayaan tumbuh 25,7% YoY menjadi Rp62 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) terkumpul Rp64,1 triliun atau naik 14,8% YoY. 

Di sisi perbankan digital, platform Bale Syariah by BSN telah menampung lebih dari 225.000 pengguna aktif dengan akumulasi 2 juta transaksi dan volume mencapai Rp4,88 triliun per Juli 2026.

Agenda akselerasi ini turut dihadiri oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga menjabat sebagai Komisaris Bank BSN, Prof. Hilman Latief, yang menyampaikan arahan strategis terkait penguatan ekonomi syariah berbasis persyarikatan.

Rangkaian acara turut dilanjutkan dengan jamuan makan malam bisnis bersama para pengusaha dan saudagar Minang Muhammadiyah guna menjajaki potensi kolaborasi di sektor perdagangan, agribisnis, hingga properti daerah.

Kuasai 84% Pasar KPR Subsidi Syariah, Bank BSN Akad Massal 10.000 Rumah Rakyat di Seluruh Indonesia

BISNISTODAY.COM, Bogor — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menggelar akad massal pembiayaan syariah secara serentak di seluruh Indonesia dengan menghadirkan 10.000 kebahagiaan bagi keluarga dan pelaku usaha tanah air. 

Kegiatan korporasi ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun pertama (Milad ke-1) perseroan usai resmi beroperasi secara mandiri sebagai Bank Umum Syariah (BUS).

Pelaksanaan akad massal dipusatkan di Perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (24/8/2026). 

Secara rinci, dari total 10.000 akad pembiayaan tersebut, porsi terbesar didominasi olePasar KPR Subsidi Syariah, Bank BSN, Akad Massal Rumah Rakyat, Bank Umum Syariah, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noorh sektor perumahan, yakni 6.550 akad KPR Subsidi dan 1.975 akad KPR Non-Subsidi. Sementara itu, sisanya mencakup 1.215 akad pembiayaan non-KPR serta 260 akad pembiayaan komersial.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa akad massal pembiayaan ini merupakan komitmen nyata Bank BSN dalam memfasilitasi kebutuhan tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Alex secara khusus memberikan refleksi humanis mengenai makna penting di balik realisasi pembiayaan rumah bagi masyarakat penerima manfaat.

“Bagi Bank BSN, 10.000 akad hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Kami meyakini bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal. Rumah adalah tempat keluarga membangun kehidupan, mendidik anak-anak, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan menyiapkan masa depan,” kata Alex di Bogor, Senin (24/8).

Adapun kegiatan ini disaksikan langsung oleh Direktur Pembiayaan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Khresnariza Harahap, Direktur Pemasaran Pembiayaan BP Tapera Achmad Zaenal Abidin, serta Direktur Utama PT Kreasi Prima Nusantara Ir. Hadiana. Turut mendampingi dari internal BSN yakni Direktur Consumer Banking Mochamad Yut Penta dan Direktur Commercial and Corporate Banking Maqin U. Norhadi.

Alex menjelaskan, komitmen perseroan dalam mendukung sektor perumahan telah terbangun sejak era Unit Usaha Syariah (UUS) BTN pada 2005 hingga bertransformasi penuh menjadi BSN akhir tahun lalu. Secara akumulatif, perseroan telah mengucurkan lebih dari 500.000 unit KPR kepada masyarakat.

Khusus periode Januari hingga Juli 2026, Bank BSN mencatatkan realisasi penyaluran sekitar 33.222 unit KPR Subsidi. Capaian ini menempatkan perseroan pada peringkat kedua nasional untuk seluruh industri perbankan (konvensional dan syariah) dengan market share mencapai 24%.

“Sementara khusus di industri perbankan syariah, Bank BSN menempati posisi puncak dalam penyaluran KPR Subsidi dengan penguasaan pangsa pasar (market share) mencapai sekitar 84%,” ungkap Alex.

Dorong Literasi Inklusi Syariah

Sejalan dengan capaian pembiayaan tersebut, Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta menegaskan bahwa helatan akad massal ini memuat misi utama perseroan untuk merajut senyum dan kebahagiaan bagi ribuan keluarga Indonesia melalui akses hunian yang berkah.

Di samping itu, penyerahan pembiayaan secara masif di 37 Kantor Cabang dan 82 Kantor Cabang Pembantu Bank BSN ini,  juga ditujukan sebagai stimulus untuk mengakselerasi tingkat literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah di tengah masyarakat yang terus berkembang pesat.

“Akad massal ini adalah wujud nyata misi BSN untuk menghadirkan 10.000 kebahagiaan dan senyuman bagi keluarga Indonesia yang salah satunya bisa mewujudkan impian memiliki rumah impian yang berkah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi langkah strategis Bank BSN untuk terus mendorong peningkatan literasi dan perluasan inklusi ekonomi dan keuangan syariah, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat nyata dari ekosistem perbankan syariah yang modern, inklusif, dan tepercaya,” tutur Yut Penta.

Tumbuh Positif di Usia Satu Tahun

Di usia yang genap satu tahun, Bank BSN membukukan ekspansi kinerja keuangan yang solid. Per 31 Juli 2026, total aset BSN melesat 22,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp81,1 triliun.

Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh 25,7% YoY menjadi Rp62 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 14,8% YoY mencapai Rp64,1 triliun. Dari capaian operasional tersebut, perseroan membukukan laba bersih Rp643,6 miliar, atau melonjak 40,1% YoY.

Di samping itu, Bank BSN terus mempercepat akselerasi digital lewat aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN. Hingga akhir Juli 2026, aplikasi ini telah menembus 225.000 pengguna aktif dengan total volume transaksi mencapai Rp4,88 triliun dari 2 juta transaksi. 

Platform digital ini memfasilitasi transaksi rutin seperti pembayaran angsuran KPR, transfer, QRIS, pembayaran ZIS, hingga fitur top up Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter.

Kolaborasi Bank BSN dan BAZNAS, ZIS Bakal Mudah Dibayar Lewat Bale Syariah

BISNISTODAY.COM, Jakarta-PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI guna mengoptimalkan penghimpunan dan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) berbasis digitalisasi perbankan syariah. 

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa sinergi ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam menghadirkan inovasi layanan digital yang terintegrasi antara platform BAZNAS RI dan aplikasi mobile banking milik BSN, Bale Syariah by BSN. Langkah ini diharapkan dapat makin memperkuat ekosistem filantropi Islam yang transparan, aman, dan akuntabel. 

“Sinergi dengan BAZNAS merupakan kolaborasi yang sangat natural. Bank BSN menyediakan layanan keuangan dan akses kepada nasabah, sementara BAZNAS memiliki amanah besar dalam pengelolaan zakat secara nasional. Jika kekuatan kedua institusi ini dihubungkan, manfaatnya jauh lebih besar daripada sekadar hubungan bisnis transaksional,” kata Alex di Jakarta, Kamis (20/8). 

Alex menambahkan posisi keuangan Bank BSN yang solid menjadi penopang utama dalam memperluas jangkauan ekosistem syariah ini. Hingga 31 Juli 2026, total aset perseroan telah menembus Rp81,1 triliun dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp62 triliun dan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp64,1 triliun. Dari kinerja operasional tersebut, Bank BSN membukukan laba bersih mencapai Rp643,6 miliar. 

Di sektor pembiayaan perumahan, per Juli 2026 Bank BSN telah menyalurkan sebanyak 33.000 unit KPR Subsidi serta mengucurkan pembiayaan KPR Non Subsidi senilai Rp2,68 triliun. Sementara dari sisi digitalisasi, aplikasi Bale Syariah by BSN kini telah mencatatkan lebih dari 225.000 pengguna dengan akumulasi transaksi melampaui 2 juta transaksi senilai Rp4,88 triliun. 

“Melalui integrasi di Bale Syariah, masyarakat kini dapat membayar Zakat Maal, Zakat Penghasilan, Infak, hingga Qurban secara seamless langsung dari genggaman,” tegas Alex. 

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyambut hangat sinergi tersebut dan menekankan bahwa integrasi sistem pembayaran ZIS di aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN merupakan langkah krusial dalam memodernisasi pengelolaan dana sosial keagamaan. 

Sodik menjelaskan, penguatan layanan digital yang terhubung langsung dengan sistem BAZNAS akan memberikan kepastian dan transparansi tinggi bagi masyarakat saat menunaikan kewajiban zakat maupun berdonasi. 

“Di Bank BSN sudah ada layanan ZIS di Mobile Banking Bale Syariah dan sudah terintegrasi. Jadi, masyarakat yang menunaikan ZIS ke BAZNAS melalui Bank BSN akan menerima notifikasi secara langsung,” kata Sodik. 

Ia menambahkan, kemudahan bertransaksi secara online melalui jalur digital yang teruji dan aman diharapkan mampu mendorong potensi penghimpunan ZIS nasional secara signifikan, sehingga dampak penyalurannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat miskin dan yang membutuhkan. 

“BAZNAS sangat menyambut baik sinergi bersama Bank BSN. Ini kolaborasi yang sangat strategis. Melalui kolaborasi ini, kita harapkan potensi ZIS dapat tercapai sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan umat serta mengentaskan kemiskinan,” tegas Sodik. 

Dia berharap melalui kerjasama ini, Bank BSN juga bisa mendukung 13 Program Prioritas BAZNAS yang mencakup berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hunian, pangan, pemberdayaan ekonomi, hingga lingkungan dan tanggap bencana. Program-program tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mendorong kemandirian ekonomi, serta merespons kondisi darurat.

Adapun acara penandatanganan MoU tersebut dihadiri jajaran pimpinan kedua lembaga, di antaranya Direktur Network & Retail Funding Bank BSN Ari Kurniaman, Direktur Commercial & Corporate Banking Bank BSN Maqin U Norhadi, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, Deputi I BAZNAS RI Arifin Purwakananta, serta Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI Fitriansyah Agus Setiawan.

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BISNISTODAY.COM, Jakarta-Memasuki usia satu tahun pasca-transformasi kelembagaan, PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) berhasil membukukan lompatan kinerja keuangan yang solid. Hingga akhir Juli 2026, entitas hasil pemisahan (spin-off) UUS BTN dan integrasi Bank Victoria Syariah ini mencetak laba kotor sebesar Rp 643,6 miliar, melesat 40% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Akselerasi laba perseroan ditopang oleh ekspansi aset yang tumbuh 22,2% YoY menjadi Rp81,1 triliun per 31 Juli 2026. Laju pertumbuhan ini selaras dengan penyaluran pembiayaan Bank BSN yang tumbuh 25,7% YoY mencapai Rp62 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 14,8% YoY menjadi Rp64,1 triliun.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu mengapresiasi kinerja Bank BSN yang mampu membukukan catatan positif hanya dalam kurun waktu setahun perjalanan di bawah entitas baru.

“BTN sangat mengapresiasi kinerja rekan-rekan di Bank BSN yang hanya dalam kurun waktu singkat sudah bisa mewujudkan mimpi besar menjadi Bank Syariah terbesar ke-2 di Indonesia,” kata Nixon saat memberikan sambutan dalam gelaran Tasyakuran Milad ke-1 BSN di Jakarta, Kamis (20/8).

Nixon berpesan agar Bank BSN terus menjaga arah pertumbuhan dan mempertahankan keunggulan pembiayaan sektor perumahaan yang dimiliki selama ini.

Selain itu, Nixon juga berpesan agar Bank BSN terus memperkuat partnership dengan mitra-mitra baru dan menjaga kerja sama yang telah terjalin dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengungkapkan, capaian positif pada tahun pertama operasional ini menjadi bukti bahwa proses transformasi kelembagaan yang bergulir sejak akuisisi Bank Victoria Syariah hingga spin-off pada Desember 2025 lalu berjalan secara efektif dan membuahkan hasil.

“Transformasi BSN bukan sekadar perubahan papan nama atau kelembagaan semata. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana perubahan ini memberi nilai tambah nyata, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Alex.

Menariknya, di tengah laju ekspansi pembiayaan yang tergolong agresif, Bank BSN tetap cermat menjaga kualitas aktiva produktifnya. 

KPR Subsidi Tetap Jadi Tulang Punggung

Sebagai bank syariah yang berakar kuat pada ekosistem perumahan, Bank BSN terus menegaskan dominasinya di sektor Pembiayaan Kepemilikan Rumah. Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, perseroan telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 33.222 unit rumah.

Hingga akhir tahun 2026, Bank BSN memasang target optimistis dengan membidik penyaluran KPR Subsidi sebanyak 69.636 unit rumah, melampaui capaian tahun 2025 yang tercatat sebanyak 59.463 unit.

Adapun segmen KPR Non-Subsidi, realisasi pembiayaan hingga Juli 2026 mencapai Rp2,68 triliun, tumbuh 21,42% YoY. Secara akumulatif, posisi outstanding KPR Subsidi Bank BSN tercatat sebesar Rp37,95 triliun (tumbuh 24,18% YoY) dan KPR Non-Subsidi menembus Rp18,64 triliun (tumbuh 18,56% YoY).

Tidak hanya mengandalkan jalur konvensional dan kemitraan dengan para pengembang, Bank BSN juga terbukti lincah memacu kanal digitalnya. Lewat platform Bale Syariah by BSN, perseroan telah menghimpun lebih dari 225 ribu pengguna aktif dengan akumulasi transaksi melampaui 2 juta kali dan volume mencapai Rp4,88 triliun per Juli 2026.

Dorongan Muhammadiyah untuk Ekonomi Umat & UMKM

Pencapaian manis BSN di tahun pertamanya mendapat apresiasi hangat dari organisasi keagamaan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menitipkan harapan besar agar Bank BSN tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan, namun juga mengakar pada pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

“Umat Islam merupakan mayoritas penduduk di negeri ini, namun secara kualitas ekonomi masih menghadapi tantangan ketertinggalan. Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat menjadi pilar strategis yang menopang dan memajukan ekonomi umat, khususnya di sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ungkapnya.

Haedar mendorong agar kolaborasi strategis yang telah terbangun antara Bank BSN dengan PP Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga organisasi ‘Aisyiyah dapat ditingkatkan menjadi program-program yang makin konkret, aman, cepat, dan mudah dijangkau.

“Muhammadiyah terus bergerak membangun ikhtiar di bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat di daerah terdepan dan terpencil. Kerjasama dengan BSN harus tepat sasaran agar dapat memberikan kemanfaatan dan berkah yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa,” pungkas Haedar.

Hingga akhir Juli 2026, entitas hasil pemisahan (spin-off) UUS BTN dan integrasi Bank Victoria Syariah ini mencetak laba kotor sebesar Rp 643,6 miliar, melesat 40% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Akselerasi laba perseroan ditopang oleh ekspansi aset yang tumbuh 22,2% YoY menjadi Rp81,1 triliun per 31 Juli 2026. Laju pertumbuhan ini selaras dengan penyaluran pembiayaan Bank BSN yang tumbuh 25,7% YoY mencapai Rp62 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 14,8% YoY menjadi Rp64,1 triliun.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu mengapresiasi kinerja Bank BSN yang mampu membukukan catatan positif hanya dalam kurun waktu setahun perjalanan di bawah entitas baru.

“BTN sangat mengapresiasi kinerja rekan-rekan di Bank BSN yang hanya dalam kurun waktu singkat sudah bisa mewujudkan mimpi besar menjadi Bank Syariah terbesar ke-2 di Indonesia,” kata Nixon saat memberikan sambutan dalam gelaran Tasyakuran Milad ke-1 BSN di Jakarta, Kamis (20/8).

Nixon berpesan agar Bank BSN terus menjaga arah pertumbuhan dan mempertahankan keunggulan pembiayaan sektor perumahaan yang dimiliki selama ini.

Selain itu, Nixon juga berpesan agar Bank BSN terus memperkuat partnership dengan mitra-mitra baru dan menjaga kerja sama yang telah terjalin dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengungkapkan, capaian positif pada tahun pertama operasional ini menjadi bukti bahwa proses transformasi kelembagaan yang bergulir sejak akuisisi Bank Victoria Syariah hingga spin-off pada Desember 2025 lalu berjalan secara efektif dan membuahkan hasil.

“Transformasi BSN bukan sekadar perubahan papan nama atau kelembagaan semata. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana perubahan ini memberi nilai tambah nyata, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Alex.

Menariknya, di tengah laju ekspansi pembiayaan yang tergolong agresif, Bank BSN tetap cermat menjaga kualitas aktiva produktifnya. 

KPR Subsidi Tetap Jadi Tulang Punggung

Sebagai bank syariah yang berakar kuat pada ekosistem perumahan, Bank BSN terus menegaskan dominasinya di sektor Pembiayaan Kepemilikan Rumah. Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, perseroan telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 33.222 unit rumah.

Hingga akhir tahun 2026, Bank BSN memasang target optimistis dengan membidik penyaluran KPR Subsidi sebanyak 69.636 unit rumah, melampaui capaian tahun 2025 yang tercatat sebanyak 59.463 unit.

Adapun segmen KPR Non-Subsidi, realisasi pembiayaan hingga Juli 2026 mencapai Rp2,68 triliun, tumbuh 21,42% YoY. Secara akumulatif, posisi outstanding KPR Subsidi Bank BSN tercatat sebesar Rp37,95 triliun (tumbuh 24,18% YoY) dan KPR Non-Subsidi menembus Rp18,64 triliun (tumbuh 18,56% YoY).

Tidak hanya mengandalkan jalur konvensional dan kemitraan dengan para pengembang, Bank BSN juga terbukti lincah memacu kanal digitalnya. Lewat platform Bale Syariah by BSN, perseroan telah menghimpun lebih dari 225 ribu pengguna aktif dengan akumulasi transaksi melampaui 2 juta kali dan volume mencapai Rp4,88 triliun per Juli 2026.

Dorongan Muhammadiyah untuk Ekonomi Umat & UMKM

Pencapaian manis BSN di tahun pertamanya mendapat apresiasi hangat dari organisasi keagamaan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menitipkan harapan besar agar Bank BSN tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan, namun juga mengakar pada pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

“Umat Islam merupakan mayoritas penduduk di negeri ini, namun secara kualitas ekonomi masih menghadapi tantangan ketertinggalan. Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat menjadi pilar strategis yang menopang dan memajukan ekonomi umat, khususnya di sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ungkapnya.

Haedar mendorong agar kolaborasi strategis yang telah terbangun antara Bank BSN dengan PP Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga organisasi ‘Aisyiyah dapat ditingkatkan menjadi program-program yang makin konkret, aman, cepat, dan mudah dijangkau.

“Muhammadiyah terus bergerak membangun ikhtiar di bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat di daerah terdepan dan terpencil. Kerjasama dengan BSN harus tepat sasaran agar dapat memberikan kemanfaatan dan berkah yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa,” pungkas Haedar.

Rayakan HUT ke-81 RI, Bank BSN Tegaskan Komitmen Hadirkan Manfaat Nyata bagi Indonesia

BISNISTODAY.COM, Jakarta— PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menegaskan komitmennya memperkuat transformasi bisnis, memperluas inklusi keuangan syariah, dan meningkatkan kualitas layanan sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Bank BSN memandang kemajuan perbankan syariah harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bentuk perjuangan kita hari ini adalah melalui karya, integritas, pelayanan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kemajuan Indonesia,” kata Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor dalam amanat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8).

Menurut Alex, peran Bank BSN tidak sebatas menghimpun dana dan menyalurkan pembiayaan. Bank BSN diarahkan menjadi mitra masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, antara lain melalui pembiayaan perumahan, dukungan terhadap pelaku usaha, serta perluasan akses layanan keuangan syariah yang inklusif dan mudah dijangkau.

Perubahan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, dan semakin ketatnya persaingan industri menuntut transformasi yang lebih cepat. Transformasi tersebut mencakup penyederhanaan proses bisnis, penguatan tata kelola dan disiplin risiko, pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan, serta pengembangan layanan digital yang aman, cepat, dan nyaman.

“Transformasi bukan hanya tentang teknologi. Transformasi yang sesungguhnya terjadi ketika cara berpikir, cara bekerja, dan kualitas pelayanan kita berubah,” katanya.

Alex menambahkan Bank BSN juga memperkuat budaya perusahaan melalui lima nilai Bintang BSN, yakni Keadilan, Keberkahan, Keberagaman, Keberlanjutan, dan Kebaruan. Kelima nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun organisasi yang amanah, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Manajemen BSN juga mengajak seluruh Bintang BSN untuk tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi aktif menciptakan perbaikan dan memberikan kontribusi bagi nasabah serta perusahaan.

“Perusahaan besar tidak hanya dibangun oleh keputusan-keputusan besar, tetapi oleh ribuan perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Kita adalah satu BSN dan hanya akan kuat apabila seluruh Bintang BSN bergerak dalam satu arah,” ujarnya.

Ke depan, Bank BSN akan terus memperkuat posisinya dalam pembiayaan perumahan, sekaligus memperluas peran di ekosistem keluarga, komunitas, pelaku usaha, dan institusi. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan produk dan layanan syariah, digitalisasi, serta peningkatan kualitas pengalaman nasabah.

Momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi Bank BSN untuk membangun legacy sebagai bank syariah nasional yang sehat, kuat, dipercaya masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.

“Setiap Bintang BSN memiliki cahaya masing-masing. Namun ketika seluruh Bintang bergerak bersama, cahaya itu akan menjadi kekuatan yang menerangi perjalanan BSN menuju masa depan,” tegasnya.