Kolaborasi Strategis: BSN- SMF Siap Buka Akses Investasi Pasar Syariah

BISNISTODAY.COM, Jakarta— PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF untuk menggarap sekuritisasi aset pembiayaan perumahan. Langkah strategis ini ditempuh sebagai bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat struktur pendanaan jangka menengah dan panjang, sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan perumahan berbasis syariah di Indonesia.

Sinergi tersebut diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penjajakan Kerja Sama Transaksi Sekuritisasi Aset Pembiayaan Perumahan serta Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Pembiayaan Refinancing oleh Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor dan Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo di Kantor SMF, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan inovasi pendanaan untuk mengatasi karakteristik pembiayaan perumahan yang bersifat jangka panjang. Melalui skema ini, lembaga keuangan dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan, pengelolaan likuiditas, manajemen risiko, serta prinsip kehati-hatian secara optimal.

“Sektor perumahan tetap menjadi salah satu pilar penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional karena memiliki dampak pengganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor usaha lainnya. Sinergi ini akan memperkuat kapasitas pembiayaan perumahan berbasis syariah Bank BSN,” ujar Alex.

Langkah strategis ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen BSN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Pemerintah guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Rekam Jejak Kemitraan Rp6,26 Triliun

Kolaborasi antara SMF dan BSN sesungguhnya merupakan keberlanjutan dari hubungan jangka panjang yang telah terjalin sejak tahun 2008, yaitu saat BSN masih beroperasi sebagai BTN Syariah sebelum melakukan transformasi. Kemitraan kedua belah pihak kian berkembang, termasuk dalam pengembangan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejak tahun 2018.

Sebelum menyepakati penjajakan sekuritisasi, BSN dan SMF telah mengukuhkan kemitraan kuat lewat skema pembiayaan Mudharabah Muqayyadah (MMQ), kerja sama Tripartit bersama Tapera, serta kerja sama Bipartit.

Secara terperinci, posisi kerja sama pembiayaan perumahan dengan akad MMQ antara BSN dan SMF hingga Mei 2026 telah mencatatkan realisasi yang signifikan. Total realisasi pembiayaan komulatif telah mencapai 29.402 unit dengan nilai sebesar Rp6,26 triliun.

Kemudian, penyaluran untuk sektor Pembelian Rumah mendominasi sebanyak 27.023 unit dengan nilai mencapai Rp5,39 triliun. Juga penyaluran untuk Refinancing tercatat sebanyak 1.602 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp595 miliar.

Memasuki tahun 2026, kerja sama pembiayaan ini diperkuat baik pada segmen komersial maupun program FLPP. Pada Februari dan Maret 2026, kedua institusi telah merealisasikan pembiayaan komersial senilai Rp1,65 triliun.

Sementara itu, melalui kerja sama FLPP dengan porsi pendanaan SMF sebesar 25%, target penyaluran pembiayaan pada tahun ini dipatok mencapai Rp3,13 triliun. Angka tersebut diharapkan dapat mendukung kepemilikan rumah bagi sekitar 73.700 nasabah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dorong Kredibilitas Pasar Modal Syariah

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyatakan bahwa capaian pembiayaan tersebut menjadi landasan penting untuk membawa kerja sama ke tahap yang lebih strategis. Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan yang mengemban mandat untuk mendorong keterjangkauan (accessibility dan affordability) pembiayaan perumahan jangka panjang, SMF siap mendukung BSN secara penuh. Dukungan diberikan mulai dari tahap persiapan, pengembangan struktur transaksi, hingga implementasi sekuritisasi syariah.

“Kami memandang pengembangan sekuritisasi syariah memegang peran penting dalam mendorong pendalaman pasar keuangan syariah nasional. Kami melihat ada potensi jangka panjang yang sangat baik pada aset BSN dan kita berharap transaksi sekuritisasi ini mulai terwujud tahun ini,” ungkap Ananta.

Ananta menambahkan, kerja sama sekuritisasi ini diharapkan dapat mendorong sekaligus ikut berpartisipasi dalam memperbaiki struktur pasar modal (capital market) Indonesia. Kehadiran instrumen baru ini diharapkan mampu meningkatkan citra (image) serta kredibilitas pasar modal domestik di mata investor.

Lebih lanjut, perluasan kemitraan di bidang refinancing dan sekuritisasi ini akan menjadi modal berharga bagi industri perbankan syariah dalam menyokong perekonomian nasional. SMF pun mendukung penuh BSN agar dapat memanfaatkan fasilitas pendanaan ini secara optimal guna meningkatkan kapasitas ekspansi bisnis perseroan.

Dorong Likuiditas Lewat EBAS-SP

Melalui nota kesepahaman ini, Bank BSN dan SMF sepakat untuk menjajaki penerbitan Efek Beragun Aset Syariah berbentuk Surat Partisipasi (EBAS-SP). Dalam mekanisme sekuritisasi ini, portofolio pembiayaan perumahan syariah BSN yang berkualitas, memiliki histori pembayaran yang baik, dan dokumen yang memadai akan ditransformasikan menjadi underlying asset instrumen pasar modal syariah untuk ditawarkan kepada investor.

Bagi BSN, mekanisme EBAS-SP membuka ruang untuk mengelola aset secara lebih produktif dengan mengubah arus kas jangka panjang menjadi sumber likuiditas baru. Dengan demikian, kapasitas bank dalam menyalurkan pembiayaan perumahan syariah kepada masyarakat dapat terus diperkuat. Sementara bagi investor, instrumen ini menawarkan alternatif investasi syariah dengan arus kas terukur dan risiko yang dirancang secara hati-hati.

Guna mematangkan proses sekuritisasi yang kompleks ini, ruang lingkup MoU juga mencakup pertukaran data dan informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penguatan literasi sekuritisasi, hingga pemenuhan aspek hukum, perpajakan, rating, dan struktur transaksi secara prudent.

Dari sisi regulasi dan tata kelola, inisiatif sekuritisasi ini didukung oleh koridor hukum nasional yang kokoh melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2020 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan serta regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari aspek syariah, transaksi EBAS-SP ini berpedoman pada Fatwa DSN-MUI Nomor 121/DSN-MUI/II/2018.

Proses penandatanganan kesepahaman ini turut dihadiri dan disaksikan oleh jajaran manajemen kunci kedua institusi, antara lain Direktur Bisnis SMF Heliantopo, Direktur SMF Bonai Subiakto, Dewan Pengawas Syariah SMF Prof. Dr. K.H. Hasanudin M.Ag, Direktur Finance, Strategy & Treasury Bank BSN Abdul Firman, serta Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta.

Dukung UMKM Binaan, FIFGROUP Hadirkan FIFestival Street Food 2026

Bisnistoday- PT Federal International Finance (FIFGROUP), kembali menghadirkan FIFestival Street Food 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Kegiatan ini jadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) FIFGROUP ke-37. 

Digelar selama tiga hari pada 2–4 Juni 2026 di Menara FIF, Jakarta Selatan, acara ini menghadirkan berbagai UMKM binaan pilihan dengan ragam kuliner Nusantara dan kerajinan tangan yang diharapkan dapat semakin mendekatkan produk lokal kepada masyarakat luas.

Esther Sri Harjati, Direktur FIFGROUP, menyatakan dalam siaran persnya Jakarta 3/5/26, “Melalui FIFestival Street Food 2026, kami berharap seluruh pihak, baik karyawan, mitra, maupun masyarakat dapat terus mendukung UMKM binaan FIFGROUP agar terus berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.”

Melalui kegiatan ini, FIFGROUP ingin menghadirkan ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperluas jaringan usaha, meningkatkan daya saing, sekaligus memperkenalkan kualitas dan inovasi produk mereka kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, kegiatan serupa berhasil mencatat total transaksi lebih dari Rp343 juta selama tiga hari pelaksanaan. Rata-rata pendapatan harian para peserta adalah Rp114 juta atau tumbuh sebesar 22,15 persen dibandingkan capaian dalam gelaran serupa pada tahun sebelumnya.

Di tahun ini FIFGROUP menghadirkan 28 UMKM binaan yang menawarkan berbagai produk unggulan. Acara ini juga diramaikan oleh tenant dari lini bisnis FIFGROUP, Koperasi 2000, AstraPay, serta FIFGROUP Aman Berlalu Lintas (FABL).

Sebanyak 13 UMKM binaan FIFGROUP dipilih berdasarkan kelancaran pengembalian dana bergulir serta partisipasi dalam workshop pelatihan UMKM yang diselenggarakan FIFGROUP.

Selain itu, terdapat empat tenant UMKM FINATRA yang telah melakukan ekspansi bisnis dan mendapatkan dukungan tambahan permodalan. FINATRA adalah salah satu unit bisnis FIFGROUP yang mendukung permodalan UMKM di Indonesia. 

Tidak hanya itu, hadir pula 11 tenant UMKM karyawan yang hadir melalui program FIFpreneur, program khusus yang diperuntukkan bagi karyawan dan eks-karyawan yang menjalankan usaha mandiri.

Sekretaris Kecamatan Cilandak, Rizki Januar, yang hadir dalam pembukaan pameran menyampaikan, “Kami mengapresiasi komitmen FIFGROUP yang terus mendukung pengembangan UMKM melalui FIFestival Street Food 2026. Kegiatan ini menjadi wadah positif bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.”

FIFestival Street Food 2026 merupakan inisiatif dari salah satu pilar CSR FIFGROUP, yakni Pilar FIFGROUP Sejahtera, yang secara khusus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. 

Selain UMKM kuliner yang telah menjadi bagian dari festival sejak tahun-tahun sebelumnya, sejumlah tenant baru juga bergabung untuk pertama kalinya, menambah warna dan pilihan bagi para pengunjung. Salah satu pelaku UMKM, Rukiyah dari Roti Bakar Bandung Asbak, juga merasa senang dengan program ini.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya FIFestival Street Food ini. Pada kegiatan ini kami diberi kesempatan besar untuk memperkenalkan produk kami ke lebih banyak konsumen dan meningkatkan penjualan. Dukungan ini sangat berarti bagi kami pelaku UMKM,” kata Rukiyah. Dewi

Cahaya Manthovani, Perempuan Muda yang Mengubah Event Menjadi Ruang Perubahan Sosial

Bisnistoday- Industri kreatif Indonesia perlahan mengalami pergeseran. Jika dulu identik dengan pendekatan formal dan korporatif, kini muncul generasi baru pemimpin muda yang lebih kolaboratif, humanis, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

Salah satu nama yang mulai mencuri perhatian adalah Cahaya Manthovani. Sebagai Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya sukses memimpin berbagai event nasional yang tak hanya besar secara skala, tetapi juga kuat secara narasi dan dampak publik.

“Semua berawal dari mengikuti alur hidup. Sebagai lulusan architectural design di korea, yaitu negara yang sangat mendorong kreativitas, saya belajar banyak dari mereka. Dunia industri kreatif adalah awal mula saya menjejaki karier,” ujar Cahaya Manthovani dalam siaran persnya, Jakarta 28/5/26.

“Dari awal industri kreatif sudah ada di dalam jiwa saya, tapi kalau event adalah sesuatu yang mengikuti alur hidup. Dengan saya mengerjakan setiap pekerjaan dengan komitmen yang tinggi, Alhamdulillah orang orang percaya terhadap saya,” lanjutnya.

Mulai dari Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2025 yang mengangkat kembali budaya tutur Nusantara, ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 yang mendorong apresiasi terhadap pembangunan desa, hingga Inklusiland 2025 yang membawa isu inklusivitas ke ruang publik dengan pendekatan kreatif.

Cahaya dinilai berhasil menghadirkan formula baru dalam dunia event, yakni menggabungkan experience, storytelling, dan social impact dalam satu ekosistem sehingga terasa lebih relevan dengan audiens muda dan mudah membangun engagement publik.

“Ketika ingin membuat sebuah event, kita sendiri harus tahu betul tujuan utamanya itu apa. Efeknya apa? Apakah hanya berguna untuk sendiri atau bisa menginspirasi orang banyak?” kata Cahaya yang juga pernah menjabat sebagai CDM Asean Youth Paragames 2025 Dubai. 

“Contoh, Suara Nusantara. Saya menginisiasi acara ini karena melihat semua orang untuk semua umur kebanyakan sibuk bermain dengan gadgetnya sendiri. Ketika di minta untuk presentasi atau bersosialisasi, lebih banyak yang mundur atau gugup,” lanjutnya.

Namun, kiprah Cahaya Manthovani tidak berhenti di industri kreatif. Melalui Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, ia aktif menjalankan berbagai program sosial untuk anak-anak disabilitas dan komunitas inklusi.

Program Makanan Bergizi Gratis-Swasta di Provinsi Banten menjadi salah satu langkah nyata yang mendapat perhatian luas. Program ini melibatkan 12 UMKM lokal dan menjangkau lebih dari 2.200 penerima manfaat dari sekolah-sekolah khusus/disabilitas.

Perempuan lulusan Kyungsung University, Korea Selatan tersebut juga pernah bertugas sebagai CDM Asean Youth Paragames 2025 Dubai. Pada ajang olahraga multi event tersebut, kontingen Indonesia sukses mendulang 59 medali, dengan perincian 23 medali emas, 23 medali perak, dan 13 medali perunggu.Bagi Cahaya, pemberdayaan sosial harus dibangun melalui kolaborasi. 

“Saya selalu membuka diri untuk belajar dengan berkolaborasi bersama. Tentunya saya juga sangat amat picky untuk memilih orang-orang yang saya anggap bisa berkolaborasi dan kurasi ini faktor pentingnya juga. Intinya strategi utama saya untuk kedepannya adalah ‘word of mouth’,” tambah Cahaya.

Di balik kesuksesannya memimpin berbagai event nasional, Cahaya juga mengakui ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama soal pandangan orang terhadap dirinya yang dianggap terlalu muda.

“Tantangan terbesar adalah first impression orang-orang terhadap saya. Sebagai perempuan dengan wajah yang terlihat sangat lebih muda dari umur saya, semua orang selalu mengira saya bocah SMP, SMA, atau masih kuliah. Tidak pernah ada yang mengira saya berusia 26 tahun,” ungkap Cahaya.

“Dengan berjalan waktu, mereka akan mengungkapkan intensi di belakang, kejujuran atau kebohongan, keseriusan atau tidak dan ingin menghalangi saya dengan caranya sendiri atau ingin menang sendiri. Saat itulah saya mulai memperlihatkan ketegasan, ketelitian, tegak lurus dan komitmen terhadap misi dan tujuan pekerjaan saya menuju kesuksesan,” lanjutnya.

Kepemimpinan dan konsistensinya membuat Cahaya menerima sejumlah penghargaan prestisius, termasuk Puspa Nawasena di Anugerah Puspa Bangsa 2025 oleh Kompas TV dan The Inspiring Woman dari Robb Report Indonesia.

Di tengah lahirnya banyak figur muda di industri kreatif, Cahaya Manthovani hadir bukan hanya sebagai pemimpin perusahaan, tetapi juga simbol generasi baru yang percaya kreativitas harus berjalan berdampingan dengan empati dan dampak sosial.

“Menjadi entrepreneur bukan sesuatu hal yang bisa di bangun secara instan. Perlu waktu dan ketekunan yang lama. Kuncinya adalah percaya diri dan konsistensi terhadap perkembangan diri,” tutupnya. Dewi

Arupa Cloud Nusantara Gandeng Civo Hadirkan Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes di Indonesia

Jakarta, BISNISTODAY.COM –  PT Arupa Cloud Nusantara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Civo untuk menghadirkan platform sovereign cloud berbasis Kubernetes di Indonesia belum lama ini. Kolaborasi ini bertujuan memperluas pilihan infrastruktur cloud lokal bagi organisasi yang membutuhkan layanan cloud yang selaras dengan regulasi, memiliki transparansi biaya, serta didukung layanan lokal di Indonesia.
Seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kebutuhan organisasi terhadap infrastruktur cloud yang modern, aman, dan sesuai regulasi terus meningkat.

Berdasarkan riset EY, sebanyak 79% organisasi di Indonesia kini memprioritaskan inisiatif sovereign cloud sebagai bagian dari strategi teknologi mereka, terutama terkait keamanan data, kepatuhan regulasi, dan kontrol terhadap infrastruktur digital.

Platform yang dibangun dengan pendekatan cloud-native dan teknologi Kubernetes sebagai fondasi utama ini menghadirkan layanan managed Kubernetes dan infrastruktur komputasi yang dirancang untuk mendukung provisioning yang lebih cepat serta operasional cloud yang lebih sederhana. Kehadiran sovereign region ini diharapkan dapat membantu perusahaan mempercepat deployment aplikasi, meningkatkan skalabilitas, dan mengoptimalkan efisiensi operasional cloud.

“Indonesia merupakan pasar digital yang berkembang sangat pesat, dan organisasi kini semakin membutuhkan infrastruktur cloud yang tidak hanya memiliki kemampuan teknologi yang kuat, tetapi juga transparan dan relevan dengan kebutuhan lokal,” ujar Mark Boost, CEO Civo “Bersama Arupa, kami menghadirkan platform sovereign cloud di Indonesia yang memberikan fleksibilitas dan kontrol lebih besar bagi perusahaan dalam mengembangkan kapabilitas digital mereka.”

Dalam kerja sama ini, Arupa akan menyediakan dukungan lokal, layanan implementasi, serta pendampingan terkait kebutuhan kepatuhan regulasi bagi organisasi di Indonesia. Dengan pengalaman dalam layanan cloud dan pengelolaan platform teknologi, Arupa akan membantu pelanggan mengadopsi Kubernetes dan pendekatan cloud-native sesuai kebutuhan bisnis lokal.

“Kolaborasi ini memperkuat pilihan infrastruktur cloud bagi organisasi di Indonesia,” ujar Reza Kertadjaja, CEO Arupa Cloud Nusantara. “Dengan menggabungkan keahlian lokal dan platform sovereign cloud, kami ingin membantu perusahaan membangun kapabilitas digital yang lebih transparan, scalable, dan selaras dengan perkembangan ekosistem teknologi Indonesia.”

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong adopsi infrastruktur modern di Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem cloud yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan pasar lokal.

Arupa Cloud Nusantara adalah penyedia layanan cloud dan teknologi di Indonesia yang menghadirkan solusi compute, backup, disaster recovery, object storage, dan infrastruktur cloud yang reliable, secure, dan scalable untuk mendukung transformasi digital perusahaan.

Civo adalah platform Sovereign Cloud dan AI yang menggabungkan fleksibilitas public cloud dengan kontrol layaknya private environment. Dengan transparansi biaya dan infrastruktur AI yang modern, Civo menghadirkan pengalaman cloud yang lebih cepat, sederhana, dan efisien.

Bank BSN Bagi Berkah Idul Adha, 200-an Hewan untuk Rakyat, Bukan Hanya Nasabah

BISNISTODAY.COM, Jakarta — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) dalam pelaksanaan kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 H menyalurkan sebanyak 245 hewan kurban yang terdiri dari 107 ekor sapi dan 138 ekor kambing kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen perseroan untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat melalui semangat berbagi, kepedulian sosial, serta penguatan nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari prinsip perbankan syariah.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa, Idul Adha menjadi momentum penting untuk meneguhkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian. Melalui penyaluran 245 hewan kurban ini, Bank BSN ingin terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga perbankan syariah, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan dan manfaat yang luas bagi para penerima,” kata Alex dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (27/5).

Adapun penyaluran hewan kurban dilakukan secara bertahap, bekerja sama dengan berbagai pihak mulai dari pengurus masjid, tokoh masyarakat, lembaga sosial, hingga komunitas di sekitar wilayah operasional Bank BSN. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan distribusi hewan kurban tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah.

Menurut Alex, program kurban tahunan ini juga menjadi bentuk rasa syukur perseroan atas peningkatan kinerja dan kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada Bank BSN. Selain itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai syariah yang menjunjung tinggi kebersamaan, kepedulian, dan kebermanfaatan sosial.

“Kami berharap penyaluran hewan kurban ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang menerima, tetapi juga mempererat hubungan kebersamaan antara Bank BSN dengan lingkungan sekitar,” ujar Alex.

Kegiatan kurban Idul Adha 1447H, sekaligus menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Bank BSN dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penciptaan dampak sosial yang nyata.

Sebagai lembaga keuangan syariah yang terus berkembang, Bank BSN berupaya menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, terpercaya, dan memberikan nilai tambah tidak hanya bagi nasabah, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Melalui momentum Idul Adha 1447 H, Bank BSN berharap semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh menjadi kekuatan bersama dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, inklusif, dan penuh keberkahan,” tegasnya.

Industri Keramik Nasional Siap Perluas Kapasitas Produksi Hingga 2029

Bisnistoday-Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) optimistis penyelenggaraan pameran Keramika 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat daya saing produk keramik nasional di pasar domestik maupun global. 

Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026 menyampaikan pameran Keramika 2026 menjadi etalase penting bagi industri keramik nasional untuk menunjukkan kualitas dan inovasi produk dalam negeri.

“Keramika 2026 adalah etalase kebanggaan industri keramik nasional. Kami ingin membuktikan bahwa kualitas, desain dan teknologi pabrikan lokal siap bersaing di pasar global sekaligus memenuhi kebutuhan proyek-proyek premium di Indonesia,” kata Edy. 

Pameran yang digelar bersamaan dengan Megabuild dan Megaproperty 2026 itu dinilai mampu mempertemukan seluruh rantai pasok industri konstruksi dan properti dalam satu platform terintegrasi.

ASAKI menyebut industri keramik nasional mulai menunjukkan pemulihan dan bersiap memperluas kapasitas produksi hingga 2029 di tengah tekanan impor produk global.

Lebih lanjut Edy mengatakan industri keramik nasional sempat menghadapi tekanan berat dalam beberapa tahun terakhir akibat membanjirnya produk impor dari sejumlah negara produsen.

“Comeback stronger melalui Keramika 2026 ini, setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan yang berat, khususnya menghadapi unfair trade dan dumping dari produsen keramik China, demikian juga unfair trade dari India dan Vietnam,” ujar Edy. 

Selain tekanan impor, industri keramik nasional juga masih dibayangi tingginya biaya energi dan pasokan gas untuk kebutuhan produksi.

Kondisi tersebut dinilai memengaruhi tingkat utilisasi industri dalam beberapa tahun terakhir. ASAKI mencatat utilisasi industri keramik nasional sempat mencapai sekitar 75 persen pada 2021 sebelum turun menjadi 66 persen pada 2024.

Meski sebelumnya menargetkan utilisasi dapat mencapai 80 persen pada 2026, ASAKI merevisi target menjadi sekitar 73 hingga 75 persen dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan ekonomi global.

“Menurut data terbaru, Januari sampai Mei utilisasi kita 72 persen. Satu persen di bawah rata-rata nasional tahun lalu, namun ASAKI masih optimistis di satu semester lagi,” kata Edy.

ASAKI mengacu pada data World Ceramic Tiles Forum yang menunjukkan produksi keramik dunia mencapai 15,9 miliar meter persegi pada 2021. Namun angka tersebut turun hampir 30 persen menjadi sekitar 11,3 miliar meter persegi pada 2024.

Di tengah perlambatan global tersebut, industri keramik nasional justru mulai melakukan ekspansi kapasitas produksi.

ASAKI mencatat penambahan kapasitas industri mencapai sekitar 73 juta meter persegi pada periode 2020 hingga 2024. Sementara pada 2025 hingga 2029 diproyeksikan kembali bertambah sekitar 90 juta meter persegi.

“2025 sampai tahun 2029 nanti ada tambahan lagi ekspansi kurang lebih 90 juta meter persegi,” ujar Edy.

Dengan demikian, total ekspansi industri keramik nasional hingga 2029 diperkirakan mencapai sekitar 165 juta meter persegi.

ASAKI menilai industri keramik nasional sebenarnya sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri tanpa bergantung pada produk impor. “Kita sudah swasembada keramik. Tanpa impor pun, kita mampu memenuhi permintaan keramik dalam negeri,” kata Edy.

Meski demikian, ASAKI menilai pertumbuhan industri masih sangat bergantung pada pasar domestik karena kontribusi ekspor keramik nasional masih berada di bawah lima persen. “Industri keramik nasional sangat domestic driven. Mati hidupnya industri keramik sangat tergantung permintaan domestik,” pungkasnya. Bori/ Dw

Pameran Terbesar Megabuild, Keramika & Megaproperty 2026, Hadirkan Solusi “End-to-End” Industri Konstruksi dan Properti

Bisnistoday- Saat ini, konsumen modern dan pengembang dihadapkan pada standar baru: bangunan tidak hanya harus estetis, tetapi juga terintegrasi dengan teknologi pintar (Smart Home) dan mengadopsi prinsip Green Building yang ramah lingkungan.

Namun, masalah kerap terjadi di lapangan. Ekosistem pengadaan yang terpecah membuat para arsitek, kontraktor, desainer interior, hingga masyarakat umum sering kali membuang waktu dan biaya. Sulitnya menemukan inovasi material terbaru, keramik berkualitas tinggi, sekaligus melihat prospek investasi properti dalam satu waktu menjadi tantangan utama.

Menjawab masalah rantai pasok yang terfragmentasi tersebut, Panorama mengadakan pameran terintegrasi Megabuild, Keramika dan Megaproperty 2026 yang digelar pada 4–7 Juni 2026. 

Sinergi ketiga pameran ini sejalan dengan pemulihan sektor properti yang kembali menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dengan tingginya kebutuhan hunian (backlog) di kalangan Milenial dan Gen Z. 

Tidak hanya itu pameran ini hadir sebagai solusi End-to-End, dari material hingga hunian. Melalui konsep “The Ultimate 3-in-1 Sourcing Hub”, yang menyatukan seluruh rantai pasok dalam satu atap. 

Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya, mengatakan, perkembangan teknologi dan tantangan ekonomi membuat pelaku industri harus membangun sistem kerja yang lebih kolaboratif.

“Kami merancang edisi 2026 ini bukan sekadar pameran, melainkan katalisator pertumbuhan ekonomi. Dengan menyatukan Megabuild, Keramika dan Megaproperty, kami memberikan panggung bagi inovasi material, teknologi arsitektur, dan investasi properti terbaik agar seluruh stakeholder dapat berakselerasi dalam satu platformplatform, ” ujarnya dalam prescon hari ini, di Jakarta, Senin, 25/5/26.

Royanto menilai tantangan industri saat ini tidak hanya berasal dari tekanan ekonomi global, tetapi juga perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

Karena itu, perusahaan di sektor konstruksi dan properti dinilai harus semakin adaptif agar mampu bertahan sekaligus terus berkembang di tengah persaingan industri.

Menurutnya, selama ini Indonesia belum memiliki wadah yang mampu menghubungkan seluruh sektor konstruksi secara menyeluruh.

“Kita melihat bahwa banyak langkah-langkah yang menunjukkan industri konsumsi itu sudah berjalan ke era yang lebih cerdas, lebih efisien, lebih digital, dan lebih kolaboratif,” ujar Royanto. 

Melalui penyelenggaraan MegaBuild Indonesia 2026, Keramika Indonesia 2026, dan MegaProperty Expo 2026, Panorama Media ingin menghadirkan ekosistem industri konstruksi yang lebih terintegrasi.

Royanto menjelaskan sektor bahan bangunan, properti, desain interior, arsitektur, hingga konstruksi kini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena saling terhubung satu sama lain.

Karena itu, seluruh pelaku industri dinilai perlu dipertemukan dalam satu platform yang sama agar kolaborasi dan inovasi dapat berkembang lebih optimal.

Panorama Media juga berencana melengkapi ekosistem tersebut dengan menghadirkan pameran Mega Construction pada penyelenggaraan berikutnya yang akan fokus pada sektor konstruksi dan infrastruktur.Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Nasional, Adi Surya Triwibowo, mengatakan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan mulai memengaruhi cara kerja para desainer.

Menurutnya, teknologi menjadi tantangan yang perlu diikuti oleh pelaku industri kreatif agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar. Adi menilai pameran industri seperti MegaBuild Indonesia, Keramika Indonesia, dan MegaProperty Expo dapat membantu desainer dan arsitek mengikuti perkembangan material serta teknologi terbaru.

Hal senada disampaikan oleh Edy Suyanto selaku Ketua Umum ASAKI, “Keramika 2026 adalah etalase kebanggaan industri keramik nasional. Kami ingin membuktikan bahwa kualitas, desain dan teknologi pabrikan lokal siap bersaing di pasar global sekaligus memenuhi kebutuhan proyek-proyek premium di Indonesia.” Bori

Perkuat Ekspansi di Indonesia, PT Regenesis Indonesia Resmikan Kantor Cabang di Surabaya

Bisnistoday-Di tengah dinamika kondisi market Indonesia yang dipengaruhi oleh situasi geopolitik internasional, PT Regenesis Indonesia tetap menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia estetika di Indonesia. 

Memasuki tahun 2026, PT Regenesis Indonesia mempersiapkan berbagai peluncuran produk-produk terbaru sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri estetika yang terus berkembang. Regenesis memperkuat struktur dan kesiapan tim melalui peresmian kantor cabang Surabaya.

Langkah ini menjadi bentuk keseriusan perusahaan dalam memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memperkuat kehadiran Regenesis di wilayah Indonesia Timur.

Ir. Emmy Noviawati selaku President Direktur PT Regenesis Indonesia menyampaikan bahwa perluasan kantor cabang Surabaya bukan hanya menjadi simbol ekspansi perusahaan, tetapi juga bentuk komitmen Regenesis untuk terus hadir lebih dekat dengan para mitra dan customer di Indonesia Timur. 

Emmy Noviawati juga menegaskan bahwa di tengah tantangan market saat ini, Regenesis tetap konsisten memberikan pelayanan terbaik serta menghadirkan produk-produk berkualitas yang dapat membantu perkembangan bisnis klinik kecantikan secara berkelanjutan.

Tidak hanya memperluas wilayah operasional, Regenesis juga memperkuat struktur tim Surabaya dengan menambah jajaran profesional di setiap divisi. Penguatan ini dilakukan guna memastikan pelayanan yang lebih optimal, responsif, dan terintegrasi bagi seluruh mitra kerja yang bekerja sama dengan Regenesis.

Kantor baru Regenesis Surabaya juga dirancang sebagai ruang kolaboratif yang memungkinkan tim Regenesis untuk mengundang para mitra dan partner dalam berdiskusi lebih mendalam mengenai strategi pengembangan bisnis klinik kecantikan secara berkesinambungan.

Melalui pendekatan ini, Regenesis berharap dapat menjadi partner pertumbuhan bagi setiap klinik, tidak hanya melalui penyediaan produk-produk unggulan Regenesis, tetapi juga melalui pertukaran ide, edukasi, serta pengembangan strategi market yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Dalam kesempatan yang sama, Ron Pirolo selaku Founder dan Direktur PT Regenesis Indonesia menyampaikan bahwa perluasan kantor cabang baru ini merupakan salah satu langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh customer dan partner bisnis.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tagline Regenesis, “Advancing Your Business”, di mana Regenesis tidak hanya hadir sebagai distributor produk estetika, tetapi juga sebagai partner yang mendukung pertumbuhan bisnis customer secara jangka panjang.

Perluasan kantor cabang Surabaya ini menjadi simbol optimisme dan keberlanjutan langkah PT Regenesis Indonesia dalam menghadapi tantangan industri. Regenesis percaya bahwa di tengah perubahan dan tantangan global, inovasi, kualitas pelayanan, serta hubungan jangka panjang dengan para partner tetap menjadi fondasi utama dalam membangun industri estetika yang sehat dan berkembang.

Dengan semangat baru di tahun 2026, PT Regenesis Indonesia yakin mampu tumbuh berkembang, khususnya di wilayah Indonesia Timur, serta terus menjadi mitra terpercaya dalam menghadirkan solusi dan teknologi estetika yang relevan, berkualitas, dan berdaya saing tinggi. Dewi

Kuasai Pangsa Pasar KPR Subsidi Syariah di Indonesia, Bank BSN Mendapat Apresiasi Menteri PKP

BISNISTODAY.COM, Jakarta—PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memantapkan posisinya sebagai salah satu pemeran utama dalam penyaluran KPR Subsidi nasional. Hingga April 2026, perseroan mencatatkan performa signifikan dengan menguasai pangsa pasar KPR Subsidi yang terus menguat di tengah dorongan program perumahan rakyat.

Berdasarkan data kinerja periode Januari hingga April 2026, Bank BSN telah berhasil merealisasikan penyaluran KPR Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 16.523 unit. Capaian tersebut setara dengan total plafon pembiayaan senilai Rp2,7 triliun yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Konsistensi dan komitmen Bank BSN dalam menyalurkan KPR Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus tercermin pada peningkatan kinerja realisasi setiap tahunnya. Sebelumnya di 2025 realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, tahun ini kita targetkan sebanyak 73.700 unit. Ini bentuk komitmen Bank BSN untuk mendukung Program 3 Juta Rumah,” kata Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor usai menerima kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait di kantor Bank BSN Jakarta, Rabu (13/5).

Lebih lanjut, pencapaian Bank BSN hingga akhir April 2026 menempatkan perseroan pada posisi kedua secara nasional dengan pangsa pasar perumahan KPR Subsidi sebesar 23,4%.

Adapun segmen perbankan syariah, Bank BSN menempati posisi pertama dan menguasai pangsa pasar KPR Subsidi Syariah mencapai 84% atau setara 16.523 unit.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi atas pertumbuhan signifikan ini.

“Terima kasih Pak Dirut Bank BSN. Untuk target yang 73.700 saya optimis tercapai sesudah melihat langkah-langkah, SDM yang dipersiapkan, juga peta jalan Bank BSN. Bank BSN ini sudah nomor dua sesudah BTN, jadi ini perdana untuk penggarapan Kota Baru nanti,” ungkap Menteri yang akrab disapa Ara tersebut.

Guna mengejar target akhir tahun dan mendukung program strategis pemerintah, Bank BSN didorong melalui Program KUR Perumahan senilai Rp500 miliar.

Proses KUR Perumahan ini akan dijalankan sepenuhnya oleh Bank BSN dengan persiapan yang sudah matang dan diproyeksikan mulai berjalan paling lama dua bulan ke depan setelah mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, Bank BSN juga bersiap masuk ke pembiayaan rumah tapak dan rumah susun subsidi sesuai aturan terbaru. Proyek mercusuar yang akan digarap adalah rencana pengembangan Kota Baru di Kabupaten Tangerang menggunakan lahan dari Kementerian Hukum seluas 3 hingga 4 hektar.

“Proses KUR Perumahan akan dijalankan oleh Bank BSN. Persiapannya sudah sangat matang. Nanti juga ada langkah untuk rumah tapak dan rumah susun subsidi yang aturannya sudah dikeluarkan,” tambah Alex.

Kota Baru tersebut nantinya akan menjadi contoh kawasan terpadu mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, hingga olahraga bagi MBR dan menengah tanggung.

Lebih lanjut Ara menambahkan, sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjalankan program yang “Pro-Rakyat”, saat ini tengah dilakukan simulasi opsi tenor panjang hingga 40 tahun.

Opsi ini ditujukan terutama bagi pekerja muda seperti PNS, TNI, dan Polri yang baru memulai karier. Sosialisasi ke sektor perbankan terkait skema ini akan dilakukan dalam waktu dekat.

Alex optimis Bank BSN siap mendukung penuh program pemerintah dan menjadi pemain utama dalam program KPR subsidi nasional.

“Bank BSN berkomitmen untuk dapat menyalurkan KPR Subsidi skema FLPP sebanyak 73.700 unit di tahun 2026 ini melalui berbagai inovasi layanan digital dan penguatan kolaborasi dengan ekosistem properti,” pungkas Alex.

MoreFood Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hubungkan Bisnis F&B Indonesia ke Pasar Internasional

Bisnistoday – Industri Food & Beverage (F&B) Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif, pada angka 7-8% di tahun 2026, sebagai salah satu sektor paling strategis di Asia Tenggara. 

Dengan pasar yang mencakup lebih dari 280 juta penduduk dan potensi ekspor yang masif, kebutuhan akan akses terhadap supplier berkualitas, teknologi terkini, dan inovasi menjadi krusial bagi para pelaku usaha. Menjawab tantangan tersebut, MoreFood Expo Indonesia 2026 resmi dibuka hari ini, Kamis (7/5), di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran berskala internasional ini diselenggarakan oleh Huamo Group bekerja sama dengan Panorama Media. MoreFood Expo Indonesia 2026 hadir secara sinergis bersama Café & Brasserie Expo dan FLEI Business Show, menciptakan sebuah ekosistem bisnis F&B dan peluang kemitraan komprehensif dalam satu area.

Acara dibuka oleh KH Ma’ruf Amin SH, M. Hum, Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, sekaligus pakar ekonomi syariah Indonesia. Menurutnya, industri halal, termasuk makanan di dalamnya, merupakan tren ekonomi dunia yang terus berkembang.

“Hari ini kita tidak sekadar bertemu, kita bersatu dalam satu tekad untuk menjadikan industri halal sebagai proses peradaban ekonomi dunia yang baru,” tutur Ma’ruf Amin saat pembukaan Morefood. 

“Saya ingin menyampaikan tiga pilihan utama yang akan membawa kita pada kejayaan bersama. Pertama, benchmark kolaborasi global. kolaborasi global Jangan biarkan dunia hanya punya standar teknis. Indonesia ingin melahirkan new gold standard, sebuah tolok ukur peradaban dalam kolaborasi halal. Kita ingin kerjasama ini menjadi role model bagaimana dua negara terlebih bisa bersinergi, tidak hanya dalam arus modal, tetapi juga dalam harmonisasi standar. Saling mengakuan sertifikat halal dan penguatan rantai pasok yang transparan,” imbuh Ma’ruf Amin. 

Dan yang ke dua tambah Ma’ruf Amin, kita tidak ingin UMKM hanya menjadi penonton, kita jadikan mereka pemain utama di panggung dunia. Dan ketiganya adalah ekosistem dan budaya halal sebagai identitas bangsa. Hadirin yang berbahagia, makanan halal di Indonesia bukan sekedar label. Ia adalah nafas budaya, ia adalah doa yang mengalir dalam setiap suapan, rendang, minang, sate madura.

Sementara itu Carrie Wang, General Manager Huamo Group, “MoreFood bukan sekadar pameran, tetapi sebuah gerakan untuk membuka peluang baru dan menghubungkan industri F&B Indonesia dengan pasar global,” ucap Carrie Wang, General Manager of Huamo Group.

Menghubungkan Indonesia dengan pasar internasional, MoreFood Expo Indonesia 2026 menjadi solusi bagi pelaku bisnis yang sering menghadapi kendala dalam menemukan pemasok yang tepat dan efisien. Dengan menghadirkan lebih dari 1.200 pemasok internasional dan lokal, pameran ini menawarkan wadah pengadaan terpadu yang mencakup kategori bahan baku pangan, pengemasan, pengolahan makanan, produk siap saji, hingga solusi rantai pasok dari hulu ke hilir.

Sejumlah merek lokal ternama juga turut memeriahkan pameran ini, di antaranya Brewell, PT Sosrait Satu Rantai, Best Fresh, Panda Food, Bogaraya, serta berbagai merek unggulan lainnya.

“Pameran ini adalah jembatan perdagangan yang memungkinkan kolaborasi dua arah antara Indonesia dan pasar global, menciptakan peluang bisnis yang saling menguntungkan,” ujar Wang Guo Ping, Pendiri dan Direktur Utama Huamo Group. 

Hal senada diungkapkan oleh Wolfgang Qi, Ketua Asosiasi Makanan Impor Guangdong dan Direktur Utama Worldex China Exhibitions Co., Ltd.

“Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar, dan MoreFood hadir sebagai platform yang efisien dan terpercaya untuk mempertemukan supplier dan buyer,” ujar Wolfgang. 

Selain pameran produk, hari pertama MoreFood Expo diisi dengan berbagai aktivitas strategis, termasuk temu bisnis untuk membangun koneksi usaha jangka panjang serta konferensi bisnis dan seminar yang menghadirkan praktisi industri, manufaktur dunia, dan asosiasi guna membahas strategi rantai pasok, peluang ekspor-impor, hingga inovasi produk. 

MoreFood Expo Indonesia berlangsung hingga 10 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran. Pelaku bisnis, distributor, importir, hingga pemilik usaha HoReCa (Hotel, Restaurant, Café) hadir langsung, mengeksplorasi ribuan produk inovatif, dan menemukan mitra supplier yang tepat untuk meningkatkan skala bisnis mereka. Dewi