BTN SIAPKAN UANG TUNAI RP23,18 TRILIUN JELANG IDUL FITRI 2026

Jakarta, BISNISTODAY.COM– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun guna memastikan kecukupan kebutuhan dana bagi masyarakat dan nasabah selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026. Dana tunai tersebut disiapkan terhitung sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026 seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, penyediaan uang tunai tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan transaksi masyarakat dapat terpenuhi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.

“Kami berupaya memastikan ketersediaan uang tunai bagi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri. BTN telah menyiapkan likuiditas yang memadai agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap dapat dilayani dengan optimal,” ujar Ramon di Jakarta, Jumat (13/3).

Dari total dana tunai yang disiapkan, BTN mengalokasikan sekitar Rp14,55 triliun atau 63% untuk kebutuhan kas di seluruh outlet BTN yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sementara itu, sekitar Rp8,63 triliun atau 37% dari total dana akan digunakan untuk pengisian mesin ATM dan CRM BTN yang tersebar di berbagai wilayah.

BTN juga meningkatkan ketersediaan likuiditas pada kantor cabang jauh lebih besar dari kondisi normal guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai selama periode Lebaran.

Menurut Ramon, langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas konsumsi selama Ramadan hingga Idul Fitri yang umumnya turut mendorong kebutuhan uang tunai di masyarakat.

Selain memastikan ketersediaan dana tunai, Ramon menambahkan BTN juga terus mendorong nasabah untuk memanfaatkan berbagai layanan transaksi digital melalui super app bale by BTN agar transaksi keuangan dapat dilakukan secara lebih mudah, cepat, dan aman kapan pun dan di mana pun.

“BTN memastikan seluruh infrastruktur layanan perbankan baik jaringan kantor cabang, ATM, maupun kanal digital tetap beroperasi optimal guna mendukung kenyamanan transaksi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini,” ujar Ramon.

Ramadhan Penuh Berkah! BSN dan Insan Pers Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat

Bisnistoday.com, Jakarta – PT Bank Syariah Nasional (BSN) bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan Insan Pers Menguatkan Kepedulian Umat” pada Jumat, 13 Maret 2023. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Dalam kegiatan tersebut, BSN bersama Insan Pers menyalurkan ratusan paket sembako di berbagai wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Secara keseluruhan, sekitar 300 paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan bahwa perseroan sangat mendukung kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Forum Wartawan BSN. Menurutnya, kolaborasi antara BSN dan Insan Pers tidak hanya terjalin dalam hal publikasi kegiatan perusahaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dasn lingkungan sekitarnya.

“Insan pers merupakan mitra kami dalam mempublikasikan berbagai kegiatan perusahaan. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Alex dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/3).

Alex menambahkan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari komitmen BSN untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi positif, terutama bagi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

Adapun penerima bantuan paket sembako tersebut menyasar berbagai kalangan, di antaranya penyandang disabilitas, kaum dhuafa, fakir miskin, anak yatim, petugas keamanan, serta masyarakat lingkungan kantor operasional BSN.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan BSN, Roni Mawardi menyampaikan apresiasi kepada BSN atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara BSN dan Insan Pers dalam kegiatan sosial merupakan bentuk sinergi positif yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BSN yang telah mendukung kegiatan Insan Pers Berbagi. Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Lebaran,” ujar Roni.

Melalui kegiatan ini, BSN dan Forum Wartawan berharap semangat berbagi serta kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan.

BTN Perkuat Dukungan Pendidikan Anak melalui Program “Danantara untuk Generasi Emas”

BISNISTODAY.COM, Jakarta– Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan refleksi bersama yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa (11/3). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, para Menteri Kabinet, serta pimpinan dan seluruh insan Danantara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan kepada seluruh insan Danantara Indonesia mengenai pentingnya menjaga integritas, disiplin tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara guna memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Presiden menegaskan bahwa Danantara Indonesia dibentuk untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita bersyukur Indonesia kini memiliki sebuah lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Dalam satu tahun ini sudah terlihat bahwa dengan manajemen yang baik, tata kelola yang disiplin, serta komitmen yang kuat, kinerja pengelolaan aset negara dapat meningkat secara signifikan. Namun capaian ini baru awal. Ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.”

Syukuran satu tahun ini mengusung tema “Satu Danantara”, yang mencerminkan semangat seluruh BUMN untuk bergerak dalam satu langkah bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi generasi yang mendatang.

Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan Danantara difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat, sekaligus memastikan bahwa arah pengelolaan investasi negara tetap berpijak pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Pengelolaan aset negara pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan juga menjadi bagian penting dari perjalanan Danantara Indonesia,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin tidak hanya dalam penguatan tata kelola dan struktur pengelolaan aset negara, tetapi juga dalam berbagai inisiatif yang menegaskan bahwa hasil pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi generasi muda Indonesia.

Sebagai simbol komitmen terhadap masa depan anak bangsa, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis 88.000 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan secara serentak oleh BUMN di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan dan persiapan Generasi Emas Indonesia.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) turut berpartisipasi dalam momentum satu tahun perjalanan Danantara Indonesia melalui berbagai inisiatif yang mendukung penguatan fondasi generasi masa depan. Partisipasi tersebut diwujudkan melalui program “Danantara untuk Generasi Emas”, yang menghadirkan dukungan nyata bagi anak-anak Indonesia melalui penyediaan perlengkapan belajar sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan bahwa sinergi BUMN dalam ekosistem Danantara menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional.

“Melalui program Danantara untuk Generasi Emas, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi masa depan bangsa. Dukungan terhadap pendidikan anak-anak Indonesia merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang lebih kuat, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Nixon.

Dalam program tersebut, BTN menyalurkan 5.500 paket perlengkapan sekolah yang didistribusikan kepada siswa dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta sekolah luar biasa (SLB) di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, serta di Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Penyaluran ini merupakan bagian dari gerakan nasional penyaluran 88.000 paket perlengkapan sekolah yang diinisiasi Danantara Indonesia bersama BUMN untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui momentum satu tahun perjalanan ini, Danantara Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara, serta mendorong investasi strategis yang memberikan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang bagi Indonesia.

“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia,” tutup Rosan.

Februari 2026, Laba Bersih BTN Melonjak 281,9%

BISNISTODAY.COM, Jakarta-Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Hingga Februari 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp503 miliar (bank only) atau melonjak 281,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp132 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan di situs resmi perseroan, peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp4,59 triliun hingga Februari 2026 atau tumbuh 11,7% yoy. Pada saat yang sama, BTN juga berhasil menekan beban bunga menjadi Rp2,19 triliun atau turun 14,4% yoy.

Strategi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BTN meningkat signifikan menjadi Rp2,39 triliun, naik 54,7% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,55 triliun.

Dari sisi operasional, BTN juga mencatatkan laba operasional sebesar Rp636 miliar, meningkat 219,3% yoy dibandingkan Februari 2025 sebesar Rp199 miliar. Peningkatan tersebut mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam mengelola biaya serta memperkuat fundamental bisnis.

Pertumbuhan kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan fungsi intermediasi perseroan. Hingga Februari 2026, penyaluran kredit BTN tercatat mencapai Rp341,16 triliun atau tumbuh 8,6% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp314,09 triliun. Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong kenaikan pendapatan bunga perseroan pada awal tahun ini. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BTN juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan posisi Rp375,28 triliun atau meningkat 13,2% yoy dibandingkan Februari 2025 sebesar Rp331,63 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat, total aset BTN tercatat meningkat 12,2% yoy menjadi Rp459,29 triliun per Februari 2026, dibandingkan posisi Februari 2025 sebesar Rp409,36 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan fundamental bisnis perseroan yang semakin kuat di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu sebelumnya optimistis kinerja perseroan akan terus meningkat sepanjang tahun ini seiring dengan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan. Optimisme tersebut didukung penguatan strategi beyond KPR, pengembangan superapps, serta inovasi di berbagai lini bisnis.

“Kami optimistis kinerja tahun ini akan terus bertumbuh seiring transformasi dan inovasi yang dilakukan perseroan untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan layanan kepada masyarakat,” ujar Nixon.

Revolusi Pembayaran Commuter Line: BSN dan KCI Hadirkan KMT Co-Branding Digital

Jakarta, BISNISTODAY.COM—PT Bank Syariah Nasional (BSN) menjalin kolaborasi strategis dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan layanan perbankan syariah dan integrasi sistem pembayaran transportasi publik.

Langkah ini menandai upaya BSN dalam memperkuat penetrasi pasar di sektor transportasi urban, sekaligus mendorong digitalisasi keuangan berbasis syariah yang inklusif, aman, dan efisien bagi jutaan pengguna Commuter Line.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting bagi perseroan yang baru hadir di penghujung 2025 tersebut untuk menjadi mitra keuangan keluarga yang berkah dan amanah. Melalui sinergi ini, BSN optimistis dapat memberikan nilai tambah bagi ekosistem ekonomi syariah di Tanah Air.

“BSN optimistis kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi semua pihak dan mendukung ekosistem ekonomi serta keuangan syariah di Indonesia. Kami ingin mempermudah akses masyarakat terhadap layanan perbankan melalui teknologi yang terintegrasi,” kata Alex dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/3).

Dalam ruang lingkup kerja sama ini, salah satu poin utama adalah penyediaan Co-branding Kartu Multi Trip (KMT) dengan desain khusus dari BSN. Tidak hanya sekadar kartu fisik, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan fitur top-up saldo KMT melalui integrasi sistem perbankan BSN serta layanan digital payment untuk pemesanan tiket kereta melalui platform milik bank.

Alex menambahkan bahwa integrasi ini akan didukung oleh performa aplikasi mobile banking terbaru perseroan, yakni Bale Syariah by BSN. Aplikasi yang baru diluncurkan pada awal Februari 2026 tersebut tercatat telah memiliki lebih dari 142 fitur finansial dan non-finansial.

Hingga Februari 2026, Bale Syariah telah melayani 126.401 pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp1,57 triliun. Hal ini menjadi modal kuat bagi BSN untuk mengoptimalkan layanan bagi penumpang KCI yang memerlukan kecepatan dan kemudahan transaksi.

Selain layanan bagi konsumen (ritel), sinergi ini juga merambah pada layanan korporasi dan kesejahteraan pegawai PT KCI. BSN akan menyediakan layanan pengelolaan kas (Cash Management System), Virtual Account, hingga sistem payroll bagi karyawan KCI.

“Sinergi ini mencakup pengelolaan rekening, optimalisasi kas, hingga layanan kesejahteraan pegawai melalui sistem payroll dan pembiayaan konsumer berbasis syariah, seperti KPR dan cicilan emas,” tambah Alex.

Sementara itu Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia, Mochamad Purnomo Sidi, mengungkapkan bahwa peluncuran KMT co-branding ini merupakan dukungan nyata BSN dalam meningkatkan transaksi non-tunai (cashless) di sektor transportasi urban.

“Kami yakin KMT co-branding ini akan memberikan manfaat besar bagi pengguna Commuter Line, di mana sebagian besar dari mereka juga merupakan nasabah BSN. Apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini, pengisian saldo tidak lagi terbatas di stasiun, namun bisa dilakukan langsung melalui aplikasi mobile,” jelas Purnomo.

Lebih lanjut, Purnomo berharap sinergi ini tidak berhenti pada urusan operasional semata, namun meluas ke aspek perbankan dan pendanaan korporasi.

“Kolaborasi ini diharapkan memperkuat lini bisnis kedua perusahaan sekaligus memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas yang mengandalkan moda transportasi kereta api,” ujarnya.

FSPPB Desak Presiden Prabowo Terbitkan Perpu Migas dan Reintegrasi Pertamina

Bisnistoday– Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang minyak dan gas bumi (migas). Desakan ini muncul setelah FSPPB menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Reintegrasi Pertamina untuk Kedaulatan Energi Nasional ” di Jakarta, 10 Maret 2026.

Forum tersebut menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, unsur pemerintah, serikat pekerja, mahasiswa, hingga tokoh nasional yang memiliki perhatian terhadap masa depan energi Indonesia. Hasil diskusi menyimpulkan bahwa pembenahan tata kelola migas nasional perlu dilakukan secara cepat melalui langkah konstitusional.

”FSPPB menilai penerbitan Perpu Migas menjadi solusi untuk memutus kebuntuan regulasi yang selama ini menghambat reformasi sektor energi. Rancangan Undang-Undang Migas diketahui telah lebih dari 15 tahun masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI namun belum juga disahkan,” kata Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar di sela-sela Hari Ulang Tahun ke-23 Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). 

Menurut Arie, kondisi tersebut berpotensi memperpanjang ketidakpastian hukum dan berdampak pada kepentingan strategis negara dalam pengelolaan sumber daya energi.

Krisis Ketahanan Energi

Dalam kajian yang dipaparkan dalam FGD, FSPPB menyoroti penurunan produksi minyak nasional yang cukup signifikan. Indonesia yang pernah memproduksi sekitar 1,6 juta barel minyak per hari, kini hanya berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

”Di sisi lain, kebutuhan energi domestik terus meningkat sehingga ketergantungan terhadap impor minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG semakin besar,” kata Arie.

Kondisi ini dinilai membuat ketahanan energi nasional sangat sensitif terhadap fluktuasi harga global, gangguan pasokan internasional, serta tekanan geopolitik.

FSPPB juga menilai situasi tersebut tidak terlepas dari perubahan tata kelola sektor migas sejak berlakunya Undang‑Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang menempatkan PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu pelaku usaha di pasar, bukan sebagai instrumen utama negara.

Usulan Reintegrasi Pertamina

Dalam forum tersebut, FSPPB mengusulkan reintegrasi Pertamina sebagai national oil company yang memiliki peran strategis dari sektor hulu hingga hilir.

Menurut kajian akademik yang disampaikan dalam FGD, pemisahan usaha melalui struktur holding-subholding yang diterapkan sejak 2018 hingga 2020 dinilai menimbulkan fragmentasi pengelolaan migas. Kondisi ini disebut berpotensi memicu duplikasi biaya, melemahkan efisiensi rantai pasok, dan mengurangi kemampuan negara dalam mengendalikan sektor energi secara terpadu.

FSPPB berpendapat reintegrasi bukan berarti kemunduran korporasi, melainkan langkah korektif untuk membangun satu arah kebijakan dan konsolidasi aset strategis negara dalam pengelolaan energi.

Kepastian Hukum untuk Investasi

FSPPB juga menepis anggapan bahwa penguatan peran negara akan berdampak negatif terhadap iklim investasi. Menurut mereka, justru ketidakjelasan regulasi dan fragmentasi kelembagaan selama ini menjadi salah satu sumber ketidakpastian bagi investor. 

Dalam kajian tersebut ditegaskan bahwa fungsi regulasi, kebijakan, pengurusan, pengelolaan, dan pengawasan migas harus tetap berada di bawah kendali pemerintah, sementara pengusahaan migas dijalankan oleh BUMN sebagai representasi penguasaan negara.

Dengan struktur yang jelas dan Pertamina yang kuat, Indonesia dinilai akan memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam kerja sama investasi di sektor energi.
Landasan Konstitusi
FSPPB menegaskan bahwa usulan reintegrasi Pertamina memiliki landasan konstitusional kuat, yakni Pasal 33 Undang‑Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa cabang produksi penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

Kajian tersebut juga merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, termasuk Putusan Nomor 36/PUU-X/2012, yang menegaskan bahwa penguasaan negara atas sumber daya alam mencakup kewenangan mengatur, mengurus, mengelola, dan mengawasi pengusahaan migas.

Serikat Pekerja dan Peran BUMN
Dalam forum tersebut, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu juga menekankan pentingnya peran serikat pekerja dalam memperkuat perusahaan milik negara.

Ia menyatakan serikat pekerja tidak seharusnya dipandang sebagai pihak yang merusak perusahaan, melainkan dapat menjadi kekuatan yang membela dan memperkuat BUMN.

“Kalau saya menjadi direksi BUMN, maka yang saya jadikan pasukan berani mati membela BUMN adalah serikat pekerja,” ujarnya.

FSPPB berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola migas nasional agar sektor energi kembali menjadi pilar kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Atas dasar konstitusi, realitas ketahanan energi, dan hasil kajian akademik tersebut, FSPPB mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah nyata melalui penerbitan Perpu Migas dengan substansi pokok sebagai berikut:
1. Memulihkan posisi strategis Pertamina sebagai pelaksana utama pengelolaan migas nasional dalam kerangka penguasaan negara sesuai Pasal 33 UUD 1945.
2. Mengakhiri tata kelola yang terfragmentasi dan menata kembali integrasi rantai nilai migas nasional dari hulu hingga hilir.
3. Menghentikan pola liberalisasi kelembagaan yang menempatkan BUMN strategis hanya sebagai salah satu pemain pasar, bukan sebagai instrumen negara.
4. Mewujudkan reintegrasi Pertamina secara struktural dan fungsional untuk memperkuat efisiensi nasional, konsolidasi aset strategis, dan kemandirian energi jangka panjang. Dewi

UPH dan TNI Ajak Media Bangun Ekosistem Informasi Sehat untuk Publik

Bisnistoday.com, Tangerang – Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar Media Gathering 2026 yang mempertemukan insan media, akademisi, dan perwakilan TNI dalam suasana kebersamaan di bulan Ramadan.

Kegiatan tersebut dihadiri 36 jurnalis dari 27 media, mulai dari reporter, editor, redaktur hingga manajer media.

Associate Vice President of Student Development, Alumni and Corporate Relations UPH, Dr. Andri M. Panjaitan, MT, CPHCM, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap peran media yang selama ini turut mengawal perjalanan dunia pendidikan melalui pemberitaan yang konstruktif.“Pertemuan ini bukan sekadar acara silaturahmi, tetapi ruang perjumpaan antara dua dunia yang sama-sama membentuk masa depan bangsa, yaitu pendidikan dan jurnalisme,” ujar Andri.

Menurutnya, dunia kampus memiliki peran dalam membentuk pemikiran dan karakter generasi muda, sementara media berperan membangun percakapan publik serta kesadaran kolektif masyarakat.“Ketika keduanya berjalan bersama, dampaknya dapat melampaui ruang kelas maupun ruang redaksi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen TNI Osmar Silalahi, yang menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis bagi TNI dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.

“Kami sangat dekat dengan media karena tugas kami adalah menginformasikan berbagai kegiatan TNI dari Sabang sampai Merauke,” ujar Osmar.

Ia menjelaskan bahwa Puspen TNI setiap hari berinteraksi dengan media untuk mempublikasikan berbagai kegiatan TNI, sekaligus memfasilitasi peliputan berbagai peristiwa penting di lapangan.

Osmar juga mencontohkan kolaborasi antara TNI dan media saat peliputan bencana di wilayah Sumatera beberapa waktu lalu. Ketika akses menuju lokasi terputus dan transportasi terbatas, TNI memfasilitasi jurnalis untuk menuju daerah terdampak menggunakan pesawat militer.“Kami mengajak rekan-rekan media berangkat menggunakan pesawat Hercules menuju Aceh dan Medan, kemudian dilanjutkan dengan helikopter ke lokasi terdampak,” jelasnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut penting agar masyarakat dapat memperoleh informasi langsung dari lokasi kejadian secara akurat.

Selain dengan media, Osmar juga menekankan bahwa TNI memiliki hubungan yang erat dengan dunia pendidikan. Pimpinan TNI kerap memberikan kuliah umum di berbagai kampus, termasuk di UPH, dengan materi kepemimpinan, nasionalisme, hingga wawasan kebangsaan.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Osmar mengingatkan pentingnya peran media dalam menjaga kredibilitas informasi. “Mari kita bersama-sama membangun bangsa ini melalui profesi kita masing-masing dengan menyampaikan informasi apa adanya, tanpa menambah maupun mengurangi,” ujarnya.

Sementara itu, Andri menegaskan bahwa UPH ingin terus membangun kemitraan dengan media yang bersifat relasional dan berdampak jangka panjang, bukan sekadar hubungan transaksional.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang mencerahkan serta menjembatani dunia pendidikan dengan masyarakat luas.“Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan media dapat terus menghadirkan narasi yang konstruktif serta mengangkat kontribusi pendidikan tinggi bagi masa depan Indonesia,” katanya.

Kegiatan Media Gathering UPH 2026 ditutup dengan kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa bagi para tamu yang menjalankan ibadah Ramadan. Adg_br

Printer 3D Bambu Lab Masuk Indonesia, TekLab Bidik Pelajar dan UMKM Hingga Profesional

Bisnistoday.com, Jakarta — Teknologi pencetakan tiga dimensi atau 3D printing kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. PT. Tek Lab Indonesia (TekLab) resmi mengumumkan diri sebagai Authorized Distributor Bambu Lab di Indonesia, membuka akses lebih luas terhadap perangkat printer 3D berteknologi tinggi yang orisinal dan mudah digunakan.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya mempercepat adopsi teknologi kreatif di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, komunitas kreator, hingga pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

Bambu Lab sendiri dikenal secara global sebagai salah satu inovator di bidang printer 3D. Perusahaan ini dibangun oleh para ahli robotika dan kecerdasan buatan, serta berhasil menghadirkan teknologi yang menjembatani dunia digital dengan objek fisik. Saat ini, Bambu Lab juga termasuk salah satu merek printer 3D terlaris di dunia, dengan pertumbuhan pengguna yang terus meningkat secara internasional.

Melalui kemitraan ini, TekLab ingin menegaskan bahwa printer 3D tidak lagi menjadi teknologi eksklusif yang hanya dimiliki industri besar atau kalangan profesional.

Country Head PT Tek Lab Indonesia, Jeffry Rianto, menjelaskan bahwa kehadiran Bambu Lab di Indonesia bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat.

“Di TekLab, kami bukan hanya mendistribusikan teknologi, tetapi menghadirkan solusi yang membuka peluang baru. Melalui Bambu Lab, kami ingin mengubah pandangan masyarakat tentang mesin 3D printer, bahwa teknologi ini mudah digunakan, penuh manfaat, dan dapat dinikmati oleh siapa saja, dari pelajar hingga profesional,” ujar Jeffry.

Menurut Jeffry, teknologi 3D printing juga berpotensi menjadi sumber peluang usaha baru, terutama bagi kreator dan pelaku UMKM yang ingin mengembangkan produk inovatif dengan proses produksi yang lebih cepat dan fleksibel.

Dalam tahap awal distribusi di Indonesia, TekLab akan menghadirkan dua lini utama printer 3D Bambu Lab, yakni A1 Series dan P Series.

Kedua seri ini dirancang dengan filosofi Easy, Fast, Precision, dan Long Lasting, sehingga memberikan pengalaman mencetak yang cepat, presisi, serta mudah dioperasikan bahkan oleh pengguna pemula.

Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi fitur modern seperti 1-click printing melalui smartphone, yang memungkinkan pengguna mencetak desain secara praktis hanya melalui aplikasi.

Seri A1 dirancang sebagai pilihan ideal bagi pemula, termasuk pelajar, anak-anak, maupun pengguna rumahan. Printer ini cocok digunakan untuk berbagai aktivitas kreatif seperti membuat proyek sekolah, miniatur, hingga eksperimen desain sederhana.

Dengan teknologi plug and play, kalibrasi otomatis, serta kemampuan pencetakan multi-warna, pengguna dapat langsung mencetak objek tanpa proses teknis yang rumit.

Sementara itu, P1S dari P Series menawarkan performa yang lebih tinggi. Seri ini ditujukan bagi kalangan hobbyist, kreator, hingga pelaku usaha yang membutuhkan kecepatan dan stabilitas dalam proses produksi.

Printer ini dinilai sangat potensial untuk mendukung aktivitas bisnis UMKM, seperti pembuatan souvenir custom, merchandise kreatif, hingga prototype produk sebelum masuk tahap produksi massal.

TekLab memastikan bahwa seluruh produk Bambu Lab yang dipasarkan di Indonesia merupakan unit asli dengan dukungan layanan purnajual resmi.

Saat ini, masyarakat sudah dapat memperoleh printer 3D Bambu Lab melalui berbagai kanal e-commerce resmi TekLab 3D Printer, serta jaringan ritel teknologi Urban Republic yang tersebar di sejumlah kota.

Jeffry menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang kreativitas dan inovasi teknologi.“Kami melihat potensi kreatif yang luar biasa di Indonesia. Dengan Bambu Lab, kami ingin memastikan setiap kreator, dari pelajar hingga pengusaha kecil, memiliki akses ke teknologi yang andal dan mudah sehingga dapat menjadi mitra strategis bagi talenta kreatif Indonesia,” pungkasnya.

Dengan hadirnya teknologi ini, printer 3D diharapkan tidak lagi dipandang sebagai perangkat masa depan semata, melainkan alat kreatif yang dapat membantu siapa saja mewujudkan ide menjadi produk nyata. Adg_br

Bidik Wealth Management Tumbuh 15% di 2026, BTN Lengkapi Layanan Consumer Banking dan Siapkan UMKM Naik Kelas

BISNISTODAY.COM, Surabaya-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bakal melengkapi produk dan layanan consumer banking serta meningkatkan dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup hingga akselerasi bisnis nasabah. Strategi tersebut dilakukan untuk meningkatkan bisnis wealth management yang ditargetkan tumbuh di level 15% secara tahunan pada akhir 2026.

Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo mengatakan perseroan terus berinovasi dan bertransformasi untuk menjadi bank yang relevan di setiap fase perjalanan finansial nasabah, termasuk nasabah di Surabaya. BTN pada tahun kuda api ini, lanjut Oni, akan melanjutkan langkah inovasi yang progresif dengan meningkatkan diversifikasi produk untuk menjawab kebutuhan nasabah.

“BTN terus memperluas peran dari bank pembiayaan perumahan menjadi bank dengan layanan yang semakin komprehensif, sehingga nasabah dapat memenuhi kebutuhan transaksi, pembiayaan, hingga investasi dalam satu ekosistem,” jelas Oni dalam acara Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di Surabaya, Kamis (26/2).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menjelaskan hingga akhir 2025, segmen wealth management telah tumbuh double digit termasuk nilai dana kelolaan (Assets Under Management/AUM). Dengan kinerja tersebut, BTN meraih pertumbuhan fee based income (FBI) dari bisnis wealth management mencapai 60% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Desember 2025.

“Saat ini jumlah nasabah wealth management BTN mencapai sekitar 35 ribu nasabah secara nasional dengan target pertumbuhan sekitar 15% tahun ini,” tutur Rully.

Rully merinci berbagai strategi yang disiapkan BTN untuk meningkatkan kenyamanan nasabah wealth management di BTN yakni dengan memperkuat opsi investasi di perseroaan. BTN juga mengakselerasi kapabilitas aplikasi Bale yang kini menjadi platform transaksi dan investasi terpadu bagi nasabah. Melalui Bale, nasabah juga dapat mengakses berbagai kebutuhan finansial mulai dari transaksi harian, pembiayaan, sekaligus menjadi fondasi rencana pengembangan fitur baru seperti cicilan emas dan layanan investasi lainnya.

Rully menambahkan, untuk melengkapi ekosistem tersebut, BTN juga mempercepat strategi beyond mortgage dengan akan menghadirkan berbagai produk consumer banking seperti kartu kredit, buy now pay later, serta kredit kendaraan bermotor, sehingga kebutuhan finansial nasabah dapat terpenuhi secara lebih menyeluruh.

Penguatan bisnis wealth management tersebut, menurut Rully, juga berjalan beriringan dengan komitmen BTN dalam mendorong nasabah untuk bertumbuh, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit modal kerja, BTN membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya.

Pasalnya, seiring perkembangan usaha dan peningkatan kapasitas finansial, pelaku UMKM berpotensi bertransformasi menjadi nasabah segmen Prospera, Prioritas, hingga Private Banking. Dengan pendekatan ini, BTN tidak hanya mengelola dana nasabah, tetapi juga berperan aktif memastikan nasabah bertumbuh hingga mampu mengelola kekayaan secara optimal.

” Pendekatan terintegrasi ini menegaskan posisi BTN sebagai mitra finansial jangka panjang yang tidak hanya menyediakan solusi keuangan, tetapi juga mendampingi pertumbuhan nasabah dari fase membangun usaha hingga mengelola kekayaan,” ujar Rully.

Januari 2026, Laba Bersih BTN Meroket di Atas 500%

BISNISTODAY.COM, Jakarta-Mengawali tahun kuda api, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencetak laba bersih meroket mencapai sekitar 578% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Laporan keuangan bulanan BTN per Januari 2026 mencatat laba bersih perseroan melesat ke posisi Rp230 miliar atau naik dari Rp34 miliar pada Januari 2025. Laporan tersebut menunjukkan peningkatan laba bersih ditopang pendapatan bunga yang tumbuh 17,08% yoy.

Selain itu, BTN juga sukses menekan beban bunga sehingga turun 14,53% yoy. Dengan strategi tersebut, emiten bersandi saham BBTN ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar 79,46% yoy.

Per Januari 2026, BTN juga mencatatkan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11,52% yoy menjadi Rp362,77 triliun. Penyaluran kredit juga menanjak di level 9,30% yoy menjadi Rp341,45 triliun per Januari 2026. Kinerja tersebut turut mendongkrak aset BTN tumbuh 12,26% yoy menjadi Rp448,34 triliun per Januari 2026.

Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu optimistis pada akhir tahun ini perseroan akan mencetak kenaikan laba bersih hingga 22%. Keberanian tersebut ditegaskan sejalan dengan kondisi neraca perusahaan yang semakin sehat berkat strategi beyond KPR, superapps, hingga transformasi di berbagai lini bisnis.

“Kami optimistis kinerja tahun ini akan lebih meningkat seiring transformasi dan inovasi yang  dilakukan perseroan,” ujar Nixon.